Indonesia
NovelToon NovelToon
Wanita Yang Kubuat Cacat

Wanita Yang Kubuat Cacat

Status: tamat
Genre:Orang Disabilitas / Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:525.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

"Salah satu kakinya diamputasi setelah ditabrak sebuah mobil 8 tahun silam. Sayangnya, mobil itu kabur, CCTV rusak." Kenan tersenyum getir, seolah hal itu sudah biasa terjadi jika pelakunya orang-orang berduit. "Ada saksi yang mengatakan jika yang menabrak Ilona adalah mobil sport warna merah, tapi..." Ia kembali terkekeh. "Beberapa hari kemudian, kesaksiannya berubah. Entahlah."

Mendengar itu, tubuh Elang seketika mengalami tremor. Jantungnya berdebar kencang, dan keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.

Semoga saja ini hanya kebetulan. 8 tahun yang lalu, Elang menabrak seseorang saat dini hari, sepulang dari party kelulusan SMA bersama teman-temannya. Kondisinya setengah mabuk saat itu. Karena takut, di tambah kondisi jalanan yang sepi, ia langsung kabur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Eliana menutup mulutnya yang mengang lebar mendengar Kenan mengatakan jika Elang dan Alisya sudah putus. "Bu, bukanya mereka baru tunangan?"

"Ya tapi emang gitu kenyataannya."

"Alasannya? Apa alasan mereka berdua putus?"

Kenan mengedikkan bahu. "Aku gak tahu, gak nanya juga, takut dikira kepo nantinya. Intinya mereka sudah putus. Jadi, gimana kalau kita comblangin Ilona dan Elang?"

Eliana menatap ke arah kakaknya yang berdiri di samping Elang. Wajah kakaknya bersemu saat menatap Elang, sejak tadi, senyum juga terus tersungging di bibirnya.

"Gimana, setuju gak?"

"Gak mungkin." Eliana menggeleng.

"Apanya yang tidak mungkin?"

"Gak mungkin Elang sama Kak Ilona."

"Apanya yang gak mungkin?" Kenan masih ngeyel.

"Mereka itu berbeda!" Eliana melotot. "Kak Ilona seorang disabilitas, mana mungkin Elang mau. Selain itu, dia anak orang kaya. Kalau pun Elang mau dengan Kak Ilona, orang tuanya gak akan mau. Enggak, aku gak mau Kak Ilona patah hati sekali lagi," ia menggeleng cepat.

"Tapi..."

"Tapi apa?" Eliana menoleh cepat.

"Elang bilang, dia suka sama Ilona.

Kali ini, Eliana lebih syok dari pada tadi. " Gak, gak mungkin." Ia menggeleng cepat.

"Beneran, Elang sendiri yang ngomong sama aku."

Jangan-jangan, Kakanya yang membuat Elang dan Alisya putus? Terlintas fikiran itu di kepala Eliana, namun buru-buru ia sangkal sendiri. Mana mungkin Elang memutuskan Alisya hanya demi seroang gadis disabilitas.

Masih banyak hal yang ingin ditanyakan Eliana, tapi ia dan Kenan keburu dipanggil, acara pembukaan akan segera dimulai. Selain mereka yang ada disana tadi, turut diundang juga pemilik usaha di kanan kiri.

Pita merah sudah dibentangkan, Elang menyodorkan gunting yang dihiasi pita pada Ilona.

"Kamu aja yang gunting." Ilona sungkan, karena perjanjian diawal modal 50:50, tapi yang terjadi malah dia baru ngasih 40, sementara Elang 60.

"Kamu aja." Elang sedikit memaksa.

"Nanti kamu yang potong tumpengnya ya?"

Elang mengangguk setuju.

Setelah beberapa prakata, akhirnya pita tersebut dipotong oleh Ilona. Ilham dan Kenan menyemprotkan konfeti bersamaan, dan seketika, kertas kecil aneka bentuk berterbangan di udara, lalu turun seperti hujan, sangat indah. Tepuk tangan menggema disana.

Mata Ilona berkaca-kaca. Ia mencubit lengannya sendiri, takut ini hanyalah mimpi.

Mereka lalu masuk untuk memotong tumpeng nasi kuning yang dibuat sendiri oleh Bu Ella. Memang tidak sebagus tumpeng pesan di ahlinya, tapi setidaknya rasanya enak, bisa ngirit budget juga.

Setelah doa bersama yang dipimpin oleh Kenan, Elang memotong tumpeng, ia serahkan potongan tersebut pada Ilona. Selanjutnya, semua orang mulai menikmati hidangan yang telah disiapkan.

Eliana yang duduk di samping Ilona menyenggol lengan kakaknya. "Cantik banget bajunya."

Ilona tersenyum, sudut matanya melirik ke arah Elang.

"Kok gak ngajak aku belinya. Beli online ya?"

"E...ini dibeliin Elang." Ilona tersipu malu.

Eliana berhenti mengunyah, tatapannya tertuju pada Elang yang sedang mengobrol dengan pemilik warkop. Apa Elang memang benar-benar menyukai Kakaknya? Tapi...kenapa ia masih ragu, sulit untuk percaya.

Elang berkali-kali menatap ke arah jalan raya, berharap Mamanya datang. Ini sudah jam 10 lebih, sementara ia sudah memberi tahu jika acaranya pukul 9.

Kenan yang selesai makan, mondar mandir di halaman sambil merokok. Kok dia khawatir ya, tiba-tiba Alisya datang, mengacaukan semuanya. Alisya, ia tahu gadis itu belum bisa terima diputuskan oleh Elang. Wajar sih, mereka sudah lama, sudah tunangan juga.

Para tamu satu persatu pulang, mereka juga sibuk dengan usaha masing-masing.

Elang membantu Bu Ella membereskan sisa makanan, sementara Eliana membantu Ilona membuat buket. Ya, sudah ada beberapa pesanan masuk lewat online. Diskon 30 persen, sepertinya sayang untuk mereka lewatkan.

"Ham, kalau udah kenyang, keluar sana, bagi-bagi snack dan brosur di pinggir jalan!" titah Eliana.

"Dapat gaji berapa? Ini hari minggu. Biasanya gue kalau lembur, 200 ribu per jam."

"Kayak tarif motel aja, 200 ribu per jam," Eliana tertawa cekikikan.

"Kok lo tahu! Cie...biasa check in sama Kenan yang sebelum merid ya?"

Eliana langsung panik, mana ada ibunya, takut salah faham. "Heh, gak usah fitnah lo." Bener-bener si Ilham, kalau bercanda gak lihat sikon. "Tadi lo bagiin snack gue ke orang-orang warkop, sekarang beli noh, ganti."

Ilham yang berdiri di dekat pintu, mendekati Eliana dan Ilona yang duduk di belakang meja kasir, membuat buket.

"El, cariin gue pacar dong. Lo kan banyak kenalan dokter. Atau...apa gue jadi kakak ipar lo aja ya."

"Heh, Ilona punya gue!"

Semua orang yang ada disana langsung menoleh saat Elang keceplosan.

"Tunggu, tunggu! Maksudnya apa nih?" Ilham menatap penuh tanya.

"E... E..." Elang gugup, mana tak hanya Ilona dan Eliana, Bu Ella juga menatapnya. "Gak, gak usah godain Ilona. Lo itu playboy. Ilona, biar fokus kerja sama gue, jangan ganggu dia."

Ilona meremat gaunnya. Kenapa dia kecewa dengan jawaban Elang. Apa ini artinya, ia terlalu berharap?

"Jadi maksud lo, rekan bisnis?" tanya Ilham. "Bisnis yang bisnis aja Bro, urusan hati lain lagi." Ia kembali menatap Ilona. "Gimana Lon, mau jadi pacar gue gak?"

Plak

Eliana memukul lengan Ilham dengan kertas cello yang digulung. "Heh playboy, gak usah ngasih harapan palsu sama Kakak gue. Sono keluar, promosi. Lang, bawa buaya ini keluar, kalau perlu, seret ke penangkaran."

Elang mengambil kertas brosur di etalase, menarik lengan Ilham keluar dari toko.

"Ibu bantuin apa nih?" Bu Ella mendekati kedua putrinya.

"Ibu istirahat aja. Tadi kan bangun jam 3 buat bikin tumpeng," ujar Ilona.

"Ibu gak capek kok. Malah semangat banget ini, pengen bantu-bantu." Ia mengedarkan pandangan ke seluruh bagian toko. "Masih gak nyangka, sekarang kamu punya toko, Lon."

"Alhamdulillah ya, Bu, meski pun patungan," Eliana menimpali.

Bu Ella mengangguk. "Elang itu baik sekali, Ibu suka sama dia."

"Inget umur, Bu," ledek Eliana.

Sambil menutup mulut dengan telapak tangan, Bu Ella tertawa pelan. "Bukan suka gitu El, bukan jatuh cinta, tapi..." Ia menatap Ilona.

Ilona salah tingkah, tatapan ibunya penuh arti sekali.

"Kali aja. Yah, Ibu cuma bisa mendoakan." Bu Ella tersenyum. Ia bisa menangkap sinyal-sinyal cinta antara putrinya dan Elang.

"Kak, kamu suka sama Elang?" tanya Eliana to the point.

"A, apaan sih." Ilona gugup ditanya seperti itu. Gerakannya yang sedang melipat kertas cello, jadi amburadul, seperti orang baru belajar. "Elang gak mungkin suka sama aku."

"Kalau dia suka, gimana?"

"Selamat datang." Ilona berdiri, menyambut pelanggan pertama yang masuk ke tokonya.

Di luar, sambil panas-panasan, Elang dan kedua temannya sibuk membagikan brosur dan snack.

"Ayo, silakan mampir, mumpung lagi ada diskon 30 persen." Ujar Kenan yang membawa mic. "Kapan lagi bahagiain istri dapat diskon. Kapan lagi mau nembak cewek, bisa pakai modal pas-pasan. Buruan-buruan! Kouta terbatas, hanya hari ini diskon 30 persen. Besok dan lusa, masih ada diskon, tapi hanya 20 persen saja. Ayo, ayo! Buat para cewek, gak usah nunggu dibeliin buket cowoknya, bisa beli sendiri, bahagiakan diri sendiri. Yang jomblo, juga bisa beli, pasang status dengan caption, dikasih pacar, wkwkwk."

Kenan kaget saat kakinya tiba-tiba ditendang Ilham. "Apaan bawa-bawa jomblo, lo nyindir gue?"

"Hadeh! Gini nih kalau jomblo kelamaan, baperan." Kenan geleng-geleng.

Seorang mak-mak dengan motor matic melipir. Elang memberikan snack sekaligus brosur pada anaknya yang duduk di depan.

"Mas, bisa nambah lagi gak jajannya? Anak saya 3, masa yang di kasih cuma satu aja."

"Heh Bu, semua jatahnya satu-satu," celetuk Ilham.

"Ya udah saya kasih 3, tapi ibunya mampir ke dalam ya, liha-lihat, siapa tahu suka, terus pesen," ujar Elang.

"Gak mungkin Mas saya pesen. Buat makan aja susah, ngapain buat beli kembang. Emangnya saya mau makan kembang. Saya gak butuh kembang."

"Kali aja besok ibunya kesurupan, terus makan kembang," timpal Ilham sambil nahan tawa. "Jadi gak usah bilang gak butuh kembang."

"Jelek banget doa kamu, Mas!" Ibu-ibu itu sewot. "Saya do'akan besok kamu mati, biar butuh kembang juga, buat ditabur di atas makam kamu."

"Busyet dah doanya!" Ilham melotot.

Ibu itu langsung tancap gas, pergi begitu saja.

Elang dan Kenan, tak bisa menahan tawa.

Matahari makin naik, panasnya semakin menyengat di kulit. Ilham pengen nongkrong di warkop, nyeruput es teh dingin, tapi brosur malah masih banyak. "Udahan yuk, panas!"

"Bentar lagi, 30 menit lagi," rayu Elang.

"Lagian lo kayak cewek aja Ham, kena matahari dikit ngeluh," cibir Kenan.

"Jangan samain gue sama elo. Elo mah gak takut gosong, kan udah gosong. Lah gue?" Ilham cekikikan.

"Sialan lo!" Kenan menimpuk kepala Ilham dengan mic.

"Woi, mic gue nanti rusak. Kepala dia mah gak papa pecah, asal jangan mic gue." Elang mengambil alih mic dari tangan Kenan.

Mereka masih saja berdebat gak jelas, sampai sebuah mobil mewah belok ke depan toko.

"Mama."

1
Ila Lee
alhamdulillah akhirnya selesai juga baca kisah elang dan ilona😍😍😍 akan aku baca karya mu thor/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mamah Dini11
kok udh tamat padahal blm beranak pinak tuh pengantin nya. lggi seru2nya ,ya udh terimakasih thor cerita nya bagus keren ,sehat slalu thor semangat dn terus berkarya🙏🙏💪💪👍👍
Mamah Dini11
mau buka seggel si elang pakai perasaanmu dn hatimu , tpiii lgsung bekerja kalian gk mau mandi dulu gitu seharian kalian di pelaminan lengket tau, 😄😄😄 oooohhh mungkin lgsung mandi keringat aja , lanjuuuuuuttttt 🤭😄😄😄
Mamah Dini11
selamat berbahagia buat kamu illona dn elang srmoga samawa ,🙏 maaf gk bisa datang karna gk di undang 🤭🤭🤭🤭🤭😄😄😄😄😄😄, cepet bikin kecebong2 nya biar rame suasana rumah kalian 👍👍
Mamah Dini11
tenangkan dirimu lang ayo tdk akan terjadi apa2 semangat lang 💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Mamah Dini11
alhmdulilah akhirnya yg di tunggu2 tiba juga , makasih illona sudah menerima niat baik elang dn kluarganya , jgn lama cepetin hari H nya , undangan nya jgn lupa lang kan kita2 udh doain. kmu bareng2😄😄 udh gk sabar nunggu elang meratukan illona,, semoga ke bahagian bersama kalian,👍👍
Mamah Dini11
ayo lang cepet. jgn sampai ke duluan si duda tuh punya anak lgi, nanti ngerepotin illona anaknya , kmu siihh banyak mikir , baru lihat illona sm si damar lgsung ngacir , takut di pelihara , kapan kmu matang nya , mentah terus ,aku dukung ya lang semoga lamaranny di terima tdk ada hambatan apapun di lancarkan semuanya , sampai bersanding di pelaminan ,tpiii. jgn lupa. undang kita2 ya🤭💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍
Humaira
terima kasih juga buat kak othor 🩷🩷
Mamah Dini11
yg itu gengsi yg ini gengsi , mau nya apa si kalian , ngalah doong yg. satunya , biar cepet clar cerita kalian, ayo illona temui. elang gk. apa2 kmu duluan , elang kan lgi jadi banci 🤭 dia takut kmu ada kbr lgi. deket sm duda , blm tentu benar kan ill dia udh payah. ah gk seru kalau sm2 berpikirnya kejauhan, pliiisss ill temui elang yah pancing duluan sm kmu 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Gia Nasgia
Happy forever Elang Ilona 😍🥰🥰 terimakasih kakak Tia untuk semua karya mu🤗🫶👍💪lanjut dgn Aa Budi dan neng Jena 😍
Mamah Dini11
elang kenapa kmu jadi cemen sekarang ,dulu ngejar2 ilona sampai segitunya, kmu udh bebas lang ayo tunjukan dirimu dan mana janji2mu ,gentlmen jgn dulu percaya kbr yg blm nyata , kmu harus dengerin omongan illona baru percaya , kita udh gk sabar lihat kmu membina rumah tangga sm illona dn kmu akan jaga illona seumur hidupmu , ayo lang semangat💪💪💪💪💪💪💪
Ila Lee
mula dari harini Jun ada rasa malu lagi Olona kerana elang akan melihat semua yg ada di diri mu jdi sanrai2 ayer jalani peranan sebagai seorang isteri elang🤭🤭🤣😍😍😍
Cinta Rodriques
kok tamat thour...blm punya anak???
Ila Lee
akhirnya mereka bersatu menjadi suami isteri bait masa lalu terus berlaku masa ini hanya fikirkan masa depan yg mungkin lebih sempurna dalam rumah tangga/Heart//Heart//Heart//Heart/
Diana Fitri.N
terimakasih sudah menemani hari-hari ku dengan karya mu kak, semangat selalu🥰
Hani Ekawati
Iya siap Thor, kisah Jena dan Budi juga tak kalah mendebarkan 🤭 kesel sama si Juwita dan Naura 😂 kalau dulu di kisah Nisa dan Ojan, si Naina sama si Sandi yang nyebelinnya minta ampun 😂 Tapi jujur Thor, aku lebih greget ke kisah Nisa dan Ojan, penasaran anak kembar mereka.☺️
Septi
terimakasih juga untuk cerita nya. semangat terus berkarya 💪🏻
Mamah Dini11
semoga 4 thn itu di percepat sm author nya, dn elang Bener2 membuktikan ke tulusan hatinya , dan illona sabar menantinya 🤭
Ummah Intan
kasih bonchap dong Thor..ga kebayang wanita seperti Ilona hamil dan melahirkan
Akhila Davina
terimakasih untuk ceritnya ❤️❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!