Indonesia
NovelToon NovelToon
Suamiku Bukan Ojol Biasa

Suamiku Bukan Ojol Biasa

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Wanita Karir / Rumah Tangga / Tamat
Popularitas:15.8k
Nilai: 5
Nama Author: santi damayanti

"Aaaaaaa!"
Pekikan Amira membumbung tinggi begitu ia menyibak selimut. Pandangannya bergeser ke samping, dan jeritannya makin melengking melukai udara.
"Aaaaaa!"
"Aaaaaaaa!" Seorang pria di sebelahnya mendadak ikut berteriak panik. "Bajuku... bajuku mana?!"
Keduanya saling menoleh dengan napas memburu.
"Aaaaaaa!" jerit mereka bersamaan.
"Bajingan!" maki Amira seraya menunjuk pria itu.
"Kamu!"
"Kamu yang bajingan! Dasar Tante girang gila!" balik pria itu tak mau kalah.
"Apa katamu?!" Mata Amira membelalak lebar. Tangisnya mendadak pecah tanpa bisa ditahan. "Kamu pria bajingan! Kamu udah merusak aku!"
"Kamu yang mengambil keperjakaanku! Kenapa malah kamu yang menangis?" kata pria itu dengan santai. Tangannya meraba-raba area lantai, sibuk mencari celana tanpa peduli pada Amira yang terisak. Namun, gerakannya terhenti saat jarinya menyentuh cairan pekat berwarna merah. "Apa ini? Darah?"
Detik berikutnya, wajah pria itu pucat pasi. "Mamahah..." Giliran pria itu yang menangis sesenggukan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 33

“Jangan investasi, Amira. Nanti uangmu akan hangus semua,” Luki kembali memperingatkan, suaranya tenang namun bergema menembus ketegangan ruangan.

“Dasar ojol sialan!” bentak Raka. Tatapan matanya menghujam Luki penuh kebencian. “Kamu itu cuma tukang ojek online! Kamu tahu apa soal bisnis berkelas seperti ini?!”

“Benar! Luki, kamu tidak punya hak sedikit pun untuk angkat bicara di sini!” potong Ratna dengan nada sangat tajam. Ia lalu melirik Amira. “Amira, setelah ini ceraikan saja Luki! Makin hari tingkahnya makin tidak tahu diri!”

Angga ikut menimpali, memasang wajah tegas. “Benar, Luki. Kalau kamu tidak tahu apa-apa, lebih baik kamu diam!”

“Aku tidak akan diam. Karena istriku yang akan dirugikan!” sahut Luki mantap.

“Luki, diamlah...” bisik Amira pelan, menarik ujung jaket suaminya.

Namun Luki tak bergeming. “Aku tidak akan diam. Dia itu sebentar lagi akan bangkrut! Dia cuma sedang mengumpulkan uang untuk dibawa kabur sebelum semua aset perusahaannya disita!”

“Hentikan semua omong kosongmu itu, Luki!” sergah Risma tak terima. Ia lalu menatap Amira panik. “Kak Amira, tolong hentikan suamimu! Jangan biarkan dia bicara sembarangan! Kemarahan keluarga Mas Raka itu bukan sesuatu yang mampu dia hadapi!”

“Luki, sudahlah...” bisik Amira lagi, suaranya makin cemas.

Raka menunjuk muka Luki, napasnya memburu. “Aku tidak akan membiarkan masalah ini selesai begitu saja! Kamu sudah menyinggung nama besar keluarga Lesmana, Luki... Mampus kamu!”

Luki justru terkekeh santai. Tangannya terangkat menggaruk telinganya yang tidak gatal. “Sudahlah... Kalau mau menghancurkanku, lakukan sekarang mumpung kamu masih punya sedikit uang. Atau, kita duel saja sekalian?” tantang Luki enteng.

“Luki! Hentikan ocehanmu!” bentak Ratna habisan kesabaran. Peratannya meluap-luap melihat tingkah Luki yang dianggap sama sekali tak sopan.

Luki menoleh pada Ratna, raut wajahnya berubah sedikit lebih serius. “Ibu Mertua...” panggil Luki mencoba memberi penjelasan rasional. “Dalam investasi, hukum paling dasar yang harus dimengerti adalah: semakin tinggi keuntungan yang dijanjikan, semakin besar risiko di baliknya. Dengan uang lima miliar lalu bisa dapat satu setengah miliar setiap bulan, harusnya keluarga Raka saja yang mengambil semua kuota itu. Tapi kenapa dia malah repot-repot membaginya pada Ibu? Apa keluarganya tidak punya uang lima miliar? Agar investasi kita aman, kita harus buat studi kelayakan dulu, Bu...”

“Diam kamu!” potong Raka garang. “Aku ini dari keluarga Lesmana! Aku punya hubungan sangat dekat dengan Garudayaksa! Aku memberikan peluang ini pada calon ibu mertuaku karena aku peduli! Keluargaku sendiri bahkan sudah berinvestasi ratusan miliar di Garudayaksa!”

Luki menaikkan sebelah alisnya. “Ratusan miliar? Perusahaan BUMN atau semi-pemerintah itu punya batasan ketat untuk investasi dari pihak swasta luar. Masa hal sepele seperti ini saja kamu tidak paham?”

Raka tertawa keras, tawa mengejek yang dibuat-buat.

“Kamu itu cuma tukang ojol! Kamu cuma tahu peraturan garing di atas kertas, tapi tidak pernah tahu bagaimana cara para pengusaha bermain di lapangan!” tembak Raka sinis. Ia lalu berpaling memandang Ratna. “Tante, sekarang terserah Tante saja. Aku sudah cukup baik hati menawarkan bisnis yang sangat menguntungkan ini. Kalau Tante lebih percaya pada tukang ojol ini, silakan. Tapi kalau Tante percaya padaku, mari ikut berinvestasi dan kita kaya bersama!”

“Luki, kamu diam!” bentak Ratna telak. Tanpa memedulikan Luki lagi, ia menatap anak kandungnya. “Amira! Besok beri perintah pada bagian keuangan. Kita investasikan dana itu ke bisnis Raka!”

“Benar, Mah,” timpal Risma penuh semangat. “Tadi aku diajak Mas Raka bertemu pejabat-pejabat penting. Jaringan relasi Mas Raka itu luar biasa! Selain uang satu setengah miliar per bulan, relasi bisnis kita pasti akan bertambah kuat!”

“Wah, benar sekali, Sayang. Jangan sampai kita menyia-nyiakan kesempatan emas ini,” potong Angga memanasi suasana. Ia melirik Amira dan Luki bergantian. “Kamu jangan sampai salah menilai, Amira. Kita harus memakai akal sehat. Kita sama-sama tahu dari mana latar belakang Raka berasal, dan dari mana Luki berasal...”

“Sudah, Mas, aku paham,” potong Ratna cepat. Ia menatap Amira dengan pandangan dingin. “Besok cairkan dana itu, serahkan semuanya pada Mamah, dan setelah itu kamu bercerai dengan Luki! Mamah paling tidak suka orang yang tidak kompeten ikut campur urusan besar!”

Amira menarik napas dalam-dalam. “Untuk masalah dana, akan aku pikirkan dulu, Mah. Apa yang dikatakan Luki ada benarnya... Kita belum melakukan kajian apa pun mengenai bisnis ini. Uang lima miliar bukan jumlah yang sedikit. Dan satu hal lagi... aku tidak akan pernah bercerai dengan Luki.”

“Amira!” bentak Ratna, matanya melotot tajam. “Berani kamu melawan Mamah?!”

“Aku tidak melawan. Aku cuma mau mengkaji bisnis ini dulu, Mah. Beri aku waktu dua hari.”

“Amira!”

“Mah, uang itu berada di bawah wewenangku, hanya aku yang bisa memutuskannya,” potong Amira tegas. “Sudah malam, aku mau tidur.”

Tanpa menunggu balasan lagi, Amira menggandeng jemari Luki, sedikit menyeret suaminya untuk melangkah menaiki tangga menuju lantai atas.

“Amira! Mamah belum selesai bicara!” teriak Ratna dari ruang tamu.

“Sudah selesai, Mah! Mamah sudah mengambil keputusan, dan aku juga sudah mengambil keputusanku!” sahut Amira tanpa menghentikan langkahnya.

Ratna menghentakkan kakinya kesal. “Anak ini... makin lama makin tidak punya sopan santun!”

“Raka, tenang saja,” Ratna berbalik menatap Raka dengan nada melunak. “Mamah tidak akan mengecewakanmu. Beri Mamah waktu dua hari untuk membujuk Amira. Tapi sebagai investasi awal, Mamah akan pakai uang kas dari perusahaan pusat dulu sebesar dua miliar rupiah!”

Mata Raka berbinar. “Iya, Mah, terima kasih banyak.”

“Tenang saja, Raka,” sela Angga ikut tersenyum lebar. “Om juga akan menggalang dana dari teman-teman dekat Om. Supaya mereka bisa ikut berinvestasi dan menikmati keuntungannya bersama.”

“Terima kasih, Om,” sahut Raka membungkuk sopan. “Tenang saja, aku tidak akan mengecewakan Om dan Tante. Sebenarnya kalau Ayah tahu aku membagi kuota ini, beliau bisa marah besar. Tapi mengingat Om dan Tante adalah calon mertuaku, makanya aku berikan peluang ini.”

“Terima kasih banyak, Raka,” puji Ratna terharu. “Tante tidak akan mengecewakanmu. Besok Tante akan langsung menghubungi konsorsium penyandang dana perusahaan Tante, barang kali mereka berminat bergabung.”

“Boleh, Tante. Tapi ingat, waktunya sangat terbatas. Ajak saja orang-orang yang benar-benar serius. Ini sudah tahap eksekusi, bukan lagi tahap kajian,” ingat Raka meyakinkan.

Malam itu, Raka terus membual setinggi langit, menjual impian-impian manis. Dan anehnya, Ratna yang biasanya sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan bisnis, mendadak terbuai total oleh janji-janji hampa Raka.

Sementara itu, di dalam kamar Amira.

Pintu baru saja tertutup rapat ketika Amira menghela napas panjang, berbalik menatap suaminya.

“Luki... aku tahu kamu punya kenalan seperti Pak Surya. Tapi Pak Surya tidak mungkin bisa terus-menerus membantumu. Jadi, tolong jangan buat ulah terus-menerus...” ucap Amira dengan nada cemas.

Luki menatap istrinya dalam-dalam. “Kamu sebenarnya lebih percaya padaku... atau pada Raka?”

“Ini bukan masalah percaya atau tidak!” sergah Amira cepat. “Masalahnya, aku tidak mau terjadi apa-apa padamu! Bagaimanapun juga, keluarga Raka bukan orang sembarangan yang bisa kamu tantang begitu saja.”

Mendengar itu, lengkungan senyum tipis terukir di bibir Luki. “Kamu... sedang mengkhawatirkanku, ya?” godanya dengan mata berbinar. “Pasti karena aku tampan, kan?”

Amira mendelik gemas. “Enggak! Kamu jelek!”

“Aku tampan.”

“Jelek! Jelek! Jelek!” cetus Amira bertubi-tubi.

Namun kalimat Amira terhenti seketika—saat bibirnya yang mengomel gemas mendadak dikunci rapat oleh ciuman lembut Luki.

1
Indriani Kartini
mantap Almira, AQ gedek bngt SMA ibunya yg sudah di butakn cinta
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
akhirnya semua kebusukan Angga, Rini dan Risma kebongkar, tapi kalo Ratna ttp percaya sama Angga itu namanya bener² bodoh....
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
gemes bgt ma Amira katanya CEO tapi kok polosnya gak ketulungan, masa dia gak bisa liat situasi sih dan gak bisa liat kalo suaminya itu beneran kaya🤦🏻‍♀️ harusnya Amira bisa memikirkan kenapa suami nya selalu ada buat dia dan orang² selalu hormat pada suaminya...😏
santi damayanti: terimakasih ka masukan nya
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
Luar biasa
Piyah
lanjutkan
Piyah
jngn banyakan drama muter2 critanya
santi damayanti: siyap bossss kita tancap gassss
total 1 replies
Mei Susilowati
500jt sebulaaan🤔🤔🤔
Piyah
lanjutkan
Piyah
eh si Ratna matanya g melek2
Piyah
lanjutkan bgsc critanya
santi damayanti: terimakasih anda orang pertama komen
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!