Indonesia
NovelToon NovelToon
The Mafia’S Possession

The Mafia’S Possession

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Roman-Angst Mafia / Cinta setelah menikah
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Jauhi suami saya!"

Teriakan melengking di sebuah kafe elit Manhattan itu meremukkan dunia Pearl Glow Hurt dalam sekejap.

Pria bertutur kata lembut yang dicintainya ternyata seorang penipu beristri. Demi menyelamatkan harga diri dari skandal yang memalu, Glow nekat membual bahwa kekasih aslinya bernama "Lean"—dan bersumpah akan mengelilingi New York untuk menemukan serta menikahi pria bernama Lean demi memvalidasi kebohongannya.

Pencarian impulsif itu membawa Glow ke sebuah bengkel kusam di Queens, memutuskannya berhadapan dengan Lean—seorang mekanik bersikap dingin yang mengintimidasi dan mengaku sebagai kanibal. Glow menganggap sosoknya hanyalah rakyat jelata bersikap sok misterius.
Namun, Glow tidak menyadari bahwa pria itu adalah Orion Leander Ashford, putra penguasa takhta kegelapan New York yang menjalankan bisnis senjata rahasia.
Ketika takdir bertabrakan di antara intrik dan bahaya, permainan nama Lean mendadak berubah menjadi pusaran cinta dan bahaya yang mengancam nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#33

Fajar baru saja menyingsing ketika sedan hitam yang dikendarai Lean kembali melewati gerbang besi menjulang Mansion Hurt. Cahaya keemasan pagi memantul lembut pada kaca-kaca jendela besar rumah megah itu, menciptakan kontras yang tajam dengan suasana di dalam mobil.

Kedua insan di dalamnya memancarkan jejak-jejak ketidakberdayaan fisik yang amat jelas setelah melewati malam yang luar biasa panas di hotel depan rumah sakit. Leher Lean dipenuhi bekas garukan tipis dan pola kemerahan baru yang sengaja disembunyikan di balik kerah kemejanya.

Sementara Glow, meski rona segar menyelimuti kulit mulusnya, melangkah keluar dari mobil dengan piyama longgar dan wajah yang tertekuk tajam.

Rasa cemburu soal bayangan masa lalu Shannon Matias memang sedikit terobati oleh pengakuan cinta Lean semalam. Namun, ganjalan baru yang tak kalah memburu kini membakar dada sang agen wanita.

Sambil melangkah masuk ke dalam ruang tengah mansion yang masih sepi, Glow berbalik menatap Lean yang sibuk melepas kunci mobilnya.

"Aku ingin bertemu kedua orang tuamu hari ini," tuntut Glow langsung tanpa basa-basi. Suaranya dingin dan datar. "Sudah satu bulan kita menikah, Lean. Tapi sampai detik ini kau bahkan belum pernah memperkenalkanku secara resmi pada keluarga Ashford-mu itu. Kau menyembunyikan aku dari mereka, atau kau yang malu memilikiku?"

Lean menghentikan gerakannya sejenak. Pria Ashford itu menarik napas panjang, menatap istrinya dengan pandangan serba salah. Di balik cangkang dominannya sebagai penguasa dunia bawah tanah, Lean masih betah—dan terdesak—menjalankan peran gilanya sebagai pria bengkel miskin di hadapan sang istri.

"Pearl... sudah pernah kukatakan, kan?" bisik Lean dengan nada lembut yang dibuat-buat polos. "Orang tuaku sangat sibuk bekerja di luar kota. Mereka... mengurus bisnis kecil-kecilan dan belum sempat kembali ke New York. Kau tahu sendiri bagaimana kehidupan orang biasa."

Glow memutar bola matanya malas, menyunggingkan senyuman sinis. Alasan gila dan tak masuk akal itu sudah berulang kali ia dengar selama satu bulan terakhir. Rasa tidak dihargai mendadak merayapi hatinya.

Mengingat pernikahan mereka yang terlaksana secara mendadak atas desakan Lucifer—ayahnya sendiri—Glow mulai berpikir konyol: Apakah pria ini terpaksa menikahiku hanya karena diancam oleh Daddy?

Lean memandangi raut kemarahan tersembunyi di wajah istrinya. Ada rasa bersalah yang teramat sangat menyenggol dadanya. Malam nanti... ia sudah memutuskan. Ia akan membawa Glow ke kediaman utama Ashford dan membongkar seluruh identitas aslinya. Ia akan berhenti bermain peran sebagai Orion Leander si pemilik bengkel.

Namun, di dalam hatinya yang paling dalam, Lean sejujurnya belum siap kehilangan momen-momen ini. Ia takut jika Glow tahu bahwa dirinya adalah benar-benar pewaris dinasti Ashford yang berdarah dingin, ia tidak akan lagi mendengar ocehan pedas istrinya. Ia pasti akan merindukan ejekan "pria bengkel miskin" dan "pria kanibal"—julukan favorit yang diucapkan Glow dengan bibir kerucutnya setiap kali mereka berdua.

Lean melirik jam tangannya. Pukul Delapan pagi.

"Aku harus masuk kerja pagi ini, Pearl," ujar Lean memecahkan keheningan seraya mendekati Glow. "Aku tidak bisa terus-terusan terlihat seperti pengangguran di mata ayahmu, meskipun bengkel itu milikku pribadi seperti yang pernah kukatakan padamu."

Glow tidak bergeming. Ia berdiri bersedekap, membuang pandangannya ke samping dengan bibir terkatup rapat.

"Pergi saja bekerja," cetus Glow pedas tanpa menatap suaminya. "Lagipula aku bukan siapa-siapa yang penting. Tidak usah pedulikan aku."

Mendengar kalimat ketus itu, Lean justru menyunggingkan senyuman tipis yang teramat manis. Langkah kakinya mengikis jarak di antara mereka.

Tangan kekar Lean merengkuh pinggang ramping Glow dari belakang, menarik tubuh istrinya hingga menempel rapat pada dadanya. Lean menundukkan kepala, mengecup lembut area di belakang telinga Glow seraya berbisik hangat.

"Jangan bicara begitu, Honey. Nanti malam... aku berjanji akan membawamu bertemu keluargaku. Percayalah padaku, hm?"

Perlakuan lembut, aroma mint yang maskulin, dan desakan napas panas Lean di lehernya sejujurnya membuat Glow ingin berbalik, merengkuh leher tegap suaminya, dan menggigitnya habis-habis karena betapa menggemaskannya pria ini saat bersikap romantis.

Namun, Glow menahannya mati-matian. Gengsinya sebagai agen terlatih dan sisa-sisa amarah soal Shannon Matias serta kejanggalan sosok calon mertuanya menahan tubuhnya tetap kaku. Glow hanya menghembuskan napas kasar tanpa memberikan jawaban pasti.

Lean terkekeh pelan melihat ketahanan istrinya. Ia mengecup pipi Glow sekali lagi sebelum akhirnya berbalik melangkah keluar mansion untuk menuju "bengkel" yang ia maksud.

Mobil sedan Lean perlahan menghilang di balik pagar utama Mansion Hurt.

Glow berdiri di dekat jendela ruang tamu, menatap kepergian suaminya dengan perasaan yang campur aduk. Ia memegang lehernya sendiri yang masih terasa hangat akibat ciuman Lean beberapa saat lalu.

DRRRTTT! DRRRTTT! DRRRTTT!

Tiba-tiba, getaran hebat dan nada dering khusus berfrekuensi tinggi meledak dari dalam tas genggam Glow.

Glow tersentak. Itu bukan nada dering panggilan biasa. Itu adalah nada dering darurat bersandi enkripsi khusus yang hanya digunakan oleh Markas Pusat Perkantoran Agen Intelijen Senior.

Dengan gerakan cepat dan tangkas, karakter santai seorang istri seketika menguap dari diri Glow. Matanya yang semula penuh keraguan pribadi mendadak berubah menjadi tajam, dingin, dan penuh fokus mematikan. Glow meraih ponselnya dan menekan tombol hijau.

"L di sini," tegasnya dengan suara rendah yang amat mantap.

Dari balik saluran telepon khusus, suara Komandan Divisi Eksekusi Intelijen bergema berat dan tegang.

"L, batalkan seluruh jadwal pribadimu hari ini," perintah suara di seberang sana tanpa jeda.

"Pagi ini, seluruh divisi gabungan mendapatkan perintah operasi skala besar. Kita akan melakukan penangkapan serentak terhadap target kelas berat berjuluk 'Angel'—bersama seluruh jaringan rekanannya di Manhattan Heights."

Glow menarik napas dalam-dalam. Mata cokelatnya berkilat dipenuhi ketegasan.

"Diterima, Komandan. Saya akan bersiap."

Misi penangkapan buronan Angel yang selama ini Rekan Seniornya incar akhirnya dimulai pagi ini—tanpa ia sadari bahwa operasi tersebut akan membawanya bertatap muka langsung dengan rahasia terbesar yang disembunyikan oleh suaminya sendiri.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Mobil sedan hitam yang dikendarai Orion Leander Ashford tidak mengarah ke bengkel mana pun. Mobil itu membelah kawasan industri tua di pinggiran Brooklyn, memotong deretan gudang kontainer yang sepi hingga berhenti di depan sebuah bangunan beton tanpa papan nama.

Ini adalah markas besar milik Reynal Space—sebuah benteng terselubung yang di dalamnya tersimpan ribuan pucuk senjata api ilegal, dokumen pasar gelap, dan berbagai komoditas haram bernilai ratusan juta dolar.

Tempat ini bukan sekadar sarang kejahatan biasa, melainkan monumen bisu dari fondasi bisnis senjata rahasia yang dulu didirikan oleh Lean dan Reynal bersama-sama sejak masa remaja mereka, tanpa mencampuri sepeser pun kekayaan atau campur tangan orang tua mereka masing-masing.

Lean menghentikan mesin mobilnya. Tatapan matanya yang membeku menatap pintu besi tebal di hadapannya. Perkataan Reynal semalam di koridor rumah sakit benar-benar telah memicu badai di dalam rumah tangganya, membuat dirinya mengalami kerugian emosional yang amat besar di hadapan Glow.

Dengan langkah tegap dan dingin, Lean melangkah masuk. Para anak buah bersenjata lengkap yang menyusuri koridor tidak ada satu pun yang berani menghentikan jalannya. Mereka semua mengenali pria ini—sang penguasa bayangan yang memiliki setengah dari hak atas tempat ini.

Lean tidak perlu bertanya atau meminta petunjuk arah. Ia melangkah lurus menuju lantai paling atas, membuka pintu kayu jati tebal tanpa mengetuknya terlebih dahulu.

Di dalam ruangan kerja yang luas dan bernuansa gelap itu, Reynal Space sedang duduk santai di balik meja kerjanya seraya memegang secangkir kopi hitam. Ia menatap ke arah pintu dan menyunggingkan senyuman miring yang sudah sangat dihafal oleh Lean.

"Langkah kakimu masih sama beratnya seperti tahun lalu, Orion," sapa Reynal tenang, meletakkan cangkir kopinya di atas meja.

Lean melangkah mendekat, menarik kursi kulit berukir di depan meja Reynal, lalu mendudukkan dirinya dengan sikap tubuh yang santai namun sarat akan ancaman.

"Kau membicarakan hal konyol di depan istriku semalam, Rey," ujar Lean dengan suara rendah yang amat dalam. "Kau membuatku berada di posisi yang sangat merugikan."

Reynal menyandarkan punggungnya, memiringkan kepalanya sedikit. "Merugikan? Bukankah itu hanya ujian kecil untuk pernikahan mendadakmu, Brother? Lagi pula, apa yang ku katakan tidak sepenuhnya salah. Kau memang pernah bertunangan dengan Shannon."

"Dan kau tahu persis apa alasan di balik pertunangan itu," potong Lean cepat, pandangan matanya menghujam tajam. "Kalau Saja Kau dan Shannon bukan Anak dari Dorsila—Wanita yang menyembuhkan kakekku puluhan kali. Aku tidak akan menyetujui permintaan terakhirnya sebelum ia tutup usia–hanya demi menghormati ikatan persahabatan kita dan jasa keluargamu. Tidak ada cinta di sana."

Reynal terdiam sejenak. Sorot mata dinginnya menyipit. "Tapi kau tidak memberitahuku soal pernikahanmu dengan wanita Hurt itu, Lean. Kita tumbuh bersama sejak kecil di bawah naungan kakekmu. Kita membangun bisnis senjata di ruangan ini dari nol dengan darah kita sendiri. Tapi kau menyembunyikan hal sebesar ini dariku."

Lean menghembuskan napas pelan. Di balik atmosfer permusuhan terselubung di antara mereka, cara mereka berbicara sejujurnya jauh dari kata dendam musuh buyutan. Ada nostalgia pahit dan ikatan persahabatan masa kecil yang terlalu kuat untuk dihapuskan begitu saja.

"Aku tidak menyembunyikannya," sahut Lean datar. "Pernikahan ini terjadi sangat cepat karena permintaan Lucifer pada kakekku. Aku hanya berusaha melindungi Putrinya agar tidak masuk lingkaran kita."

"Melindunginya?" Reynal terkekeh rendah, suara tawanya memantul di dinding ruangan. "Kau menikahi seorang wanita yang tidak tahu siapa dirimu sebenarnya, Orion. Kau berpura-pura menjadi pemilik bengkel miskin di depannya! Apa kau pikir sandiwara konyol ini akan bertahan selamanya?"

"Itu urusanku, bukan urusanmu," tegas Lean, memajukan tubuhnya ke depan meja. "Rebelda sudah kembali padamu, bukan? Kau sudah mendapatkan wanita yang kau inginkan selama ini. Jadi hentikan provokasi murahanmu pada Glow Istriku."

Reynal menatap Lean dengan pandangan selidik yang dalam. "Rebelda bersedia menikah denganku hanya karena dia sadar kau tidak akan pernah melihatnya. Tapi melihatmu bertingkah seolah-olah kau sudah menemukan 'keabadian' bersama wanita Hurt itu... membuatku merasa ada yang tidak adil di sini, Lean."

"Tidak ada yang tidak adil, Rey," balas Lean dingin seraya berdiri dari kursinya. "Kita berdua membuat pilihan kita masing-masing. Kau memilih tetap berada di dalam lumpur ini, dan aku memilih menyimpan kebahagiaanku sendiri."

Reynal ikut berdiri, menatap sahabat masa kecilnya itu dengan ekspresi kompleks. "Bisnis senjata kita... para agen intelijen pusat sudah mulai mengendusnya. Sore ini mereka berencana bergerak."

Lean menghentikan langkahnya yang hendak berbalik. Ia melirik dari balik bahunya. "Aku tahu. Dan jika kau tidak membereskan barang-barangmu sebelum sore tiba, jangan salahkan aku jika tempat yang kita bangun ini hancur."

"Kau tidak akan membantuku kali ini?" tanya Reynal dengan senyuman miring.

"Aku punya janji yang lebih penting nanti malam," jawab Lean datar. "Aku akan membawa istriku pulang ke kediaman Ashford dan mengakhiri peran montir ini. Jangan ganggu janjiku."

Tanpa menunggu balasan lagi dari Reynal, Lean melangkah keluar dari ruangan kerja itu, meninggalkan sahabat masa kecilnya yang hanya bisa memandangi punggung sang penguasa Ashford dengan hening yang membisu.

1
Astrid Kucrit
gek sat set pria kanibal 🤣🤣
Astrid Kucrit: wkwkwkwowk 😂😂
total 2 replies
Astrid Kucrit
geli nggak glow 🤣🤣
Rosdianah 🌷: hahah 🤣
total 1 replies
Astrid Kucrit
jangan khawatir glow,suamimu sangat mencintaimu
Astrid Kucrit
seru nihh
Astrid Kucrit
hajar le 😂😂
Astrid Kucrit
siap2 pisah kamar 😂
Rosdianah 🌷: wkwkkw🤣
total 1 replies
Yusry Ajay
makin dag dig dug bacanya...keren Thor /Good/
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
hu... semangat 2 kk Thor 💪💪💪🤗
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii ma'aciww 🥳
total 1 replies
Astrid Kucrit
di hajar kamu glow 🤣🤣
Astrid Kucrit
selamat berbuka puasa 🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkwkw 🤣
total 1 replies
Yusry Ajay
gpp up dikit kk..yg penting tetap semangat 💪 berkarya 🤗🤗
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Bu Dewi
hari ini gak update tah kak..? bolak balik liat tapi belum ada update an/Smile//Smile//Smile/
pdhl penasaran ama kelanjutannya😍😍😍
Rosdianah 🌷: huhu author minta maaf ya kak 🙏🏻 author sedikit sibuk dunia nyata hari ini. besok up banyak 🫠
total 1 replies
Nita Nita
pada hal gampang buat glow tau siapa lean 😎
Rosdianah 🌷: wkwkw 🤭
total 1 replies
Hotmayanti Yanti
kayak Mr and Mrs Smith Thor😜😜😜
Rosdianah 🌷: ow iya kak, wkwk🤭
total 3 replies
Bu Dewi
update lagi dunkz kak😍😍😍😍😍
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Nita Nita
Glow bkn bisa nembak ya
safaana
cerita othor emang gak pernah gagal meskipun ada sedikit typo tapi ke tutup sama jln ceritanya semangat Thor semoga sehat selalu
Rosdianah 🌷: Ma'aciww banget kak🫶
total 1 replies
safaana
aku penasaran itu Leon Ama kakaknya di banting kemana Thor,,gak ada jejak
Rosdianah 🌷: nanti di bab selanjutnya kak 🙏🏻
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat 2 up Thor 💪💪
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
keren bgt🤗🤗orion...
Rosdianah 🌷: anak siapa itu🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!