Disaat wanita pada umumnya di hadapkan dengan dua pilihan, yaitu antara menanti yang dicintainya, atau menerima yang mencintainya. Namun ternyata pilihan nya jatuh pada ketentuan orang yang telah merawatnya
Clara Ricolas - suamiku tidak mencintaiku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maydina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Janji
Di setiap hubungan pasti akan ada cobaan, dibalik hubungan yang kuat pasti akan ada sebuah masalah yang akan menguji suatu hubungan tersebut begitulah yang akan di alami oleh Rudi dan Clara karena tidak akan sempurna jika tidak ada komitmen.
"Kamu ga kangen sama macan kita yang setia? motor kamu, dulu kemana mana kita sama dia aku kangen masa masa itu loh," Clara bergumam di dalam ruang kantor Rudi sembari menyerah kan data data yang akan ditangani oleh Rudi.
"Ya udah kita kapan kapan keluar pake itu," jawab Rudi dengan lembut.
"Aku udah service setiap tahun, dia tetap sama dia aman, aku sayang sama motor itu," Clara tersenyum mengingat masa masa lalu.
"Kamu ga malu pake motor butut?"
"Kalo malu mah dari dulu udah ogah make motor itu," Clara cemberut menjawab pertanyaan Rudi, dan Rudi terkekeh lalu menanyakan kapan Clara ada waktu lalu keluar bersama untuk jalan jalan, dengan semangat Clara menjawab bahwa ia memiliki waktu akhir pekan, dengan senang Rudi akan menjemput Clara jam tujuh pagi dirumah pada akhir pekan.
....
Satu pekan telah tiba...
Clara telah bersiap, bukan dengan penampilan yang sekarang namun ia mengenakan pakaian dulu saat masih kuliah bersama Rudi karena ia benar benar ingin mengulang kembali setiap kenangan indah pada masa itu yang telah sukses mengambil hati Clara.
Disisi lain Rudi sedang bersiap siap tetapi ia menerima telepon dari sekertaris nya bahwa ada yang mengirimkan paket dan itu sangat penting, bahkan mungkin Rudi akan memutuskan untuk pergi keluar Negeri.
Rudi awalnya tidak tertarik karena hari ini sangat penting untuknya namun setelah ia melihat gambar yang dikirimkan oleh sekretaris nya, Rudi langsung bergegas menemui sekertaris nya itu.
....
"Siapa yang melakukan itu?" Rudi dengan geram ingin menghabisi orang yang sudah melakukan hal ini padanya.
Rudi melihat kembali amplop yang berisi foto foto antara dirinya dan seorang wanita.
"Dia adalah adik perempuan Robert Pattinson pengusaha yang pernah menjadi rekan bisnis anda di Inggris," Jawab sekertaris itu dengan lugas.
"Bukankah sudah di jelaskan bahwa hal itu hanyalah salah paham? lalu bagaimana dengan Andrew?" Rudi meminta kejelasan.
"Tuan Andrew meminta anda untuk segera menyusul dia ke Inggris dan menyelesaikan masalah ini, karena ini adalah kecerobohan yang telah anda buat, dan tuan Andrew telah pergi kemarin malam," jelasnya.
"Sial, kenapa masalahnya jadi sebesar ini apa yang harus ku katakan pada Clara." Rudi melihat tiket pesawat yang telah disiapkan namun ia masih bimbang dengan keputusan nya. Pada akhirnya Rudi memilih untuk pergi ke Inggris ia tidak ingin masalah ini sampai menjadi besar dan membuat Clara menjadi salah paham atas dirinya.
....
"Apa kamu menunggu seseorang yang sangat kamu sayangi dan kamu banggakan?" Clara menerima pesan dari Davin, Clara tidak memperdulikan nya.
"Jangan menunggunya dia tidak akan datang," Clara tak habis fikir apa yang sebenarnya diinginkan oleh Davin terhadap dirinya. Namun Clara juga sudah cemas Rudi tidak mengabari apapun dan sekarang sudah sore, ponselnya juga tidak aktif rasanya Clara telah kecewa dan ia menangis sejadi jadinya di dalam kamarnya hingga tanpa sadar ia tertidur.
drrt drrt
Clara terbangun dengan segera ia mengangkat telepon berharap itu dari Rudi.
"Jika kamu masih ingin menunggu lebih baik keluarlah lalu bersenang senang denganku, aku akan menjemputmu," Clara benci ternyata suara yang di dengar adalah suara Davin orang yang paling di bencinya.
Clara pun malas menjawab pertanyaan Davin lalu mematikan ponsel dan berharap Rudi akan segera menghubungi nya.
"Sekali saja telfon aku jelaskan semuanya padaku, aku akan percaya padamu dan memaafkan mu, ku mohon jangan buat aku merasa seperti ini, entah engkau celaka atau apa aku cemas," Clara menangis memandangi ponselnya.
drrt drrt
Tertera nama Rudi dan Clara segera mengangkat telepon tersebut, ia menangis dengan keras dan terus memarahi Rudi karena telah membuatnya cemas dan marah, Rudi mengerti dan meminta maaf karena telah membuat Clara merasa seperti itu.
"Maaf tidak mengabari mu karena tadi aku terburu buru, juga maaf telah mengingkar janji yang ku buat, aku sekarang sedang berada di Inggris ada hal yang sangat penting yang harus ku urus," Jelas Rudi dengan penuh penyesalan.
"Apakah kamu menyayangiku? apakah kamu mencintaiku?" tanya Clara dengan penuh gemetar dan datar.
"Apa yang kamu maksud Clara,"
"Aku bertanya padamu apakah kamu mencintaiku! jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan Rudi!" Terdengar jelas amarah membara dari mulut Clara.
"Tentu saja aku sangat mencintaimu, sangat sangat mencintaimu, ku mohon apapun yang terjadi tetaplah percaya padaku aku bersumpah hanya kamu yang ada di hatiku aku bersumpah Clara,"
Tuut tuut
Clara memutuskan telepon nya.
"Clara..." Rudi bergumam panjang ia benar benar bingung seharusnya ia mengabari Clara dulu, Clara pasti sangat marah kepadanya karena tidak memberi kabar apapun baik kepergiannya ke Inggris ataupun janji yang di ingkari.
.....
"Kamu masih sayang kepadaku bukan? kenapa kamu tiba tiba menghilang? LDR? huh alasan klasik, aku tidak setuju itu hanya keputusan sepihak aku masih milik ku dan tetap milikku dari dulu hingga sekarang tidak akan aku lepaskan," Farrel menarik lengan Aulia hingga Aulia berada di tembok dan Farrel di depannya, terlihat jelas bahwa mereka sedang berada di bar milik Farrel, Aulia datang kesana karena ia sedang merindukan Farrel dan tidak tau kemana agar menjadi tenang dan pikiran nakalnya membuatnya pergi ketempat itu.
"Hah emangnya Lo perduli sama gua? ngak kan, jadi biarin gua pergi," balas Aulia.
"Kamu ga tuli kan? tidak ada kata kata yang menunjukkan ketidak pedulian ku padamu," Aulia membulatkan matanya kata kata Farrel semakin membuatnya ingin memeluk tubuh Farrel yang selama ini di rindu kan.
greb..
Farrel memeluk erat tubuh Aulia dan membiarkan Aulia menangis sesuka hatinya di dalam pelukannya.
Disisi lain di ruangan yang berbeda namun di tempat yang sama, Clara sedang duduk di bangku bar.
"Kamu disini?" ucap Alexa dengan senyum smirk yang hanya di abaikan oleh Clara.
"Akhirnya kamu menunjukan dirimu dengan datang ketempat seperti ini, bukan hanya aku yang kamu anggap dalam kedudukan ku tetapi dirimu," Alexa mendekati Clara lalu berbisik.
"Awalnya aku menginginkan kamu mati karena menghancurkan cintaku, tetapi kelihatannya lebih menarik jika suatu saat nanti lelakimu meninggalkan kamu karena harga dirimu jatuh, rusak oleh lelaki lain misalnya," bisik Alexa lalu meninggalkan Clara yang mencoba seteguk minuman ber alkohol.
Clara merasa hari sudah larut dan ia berniat untuk pulang namun ia melihat hal yang menarik yaitu Alexa yang sedang bercumbu dengan lelaki berkelas kalangan atas, wajahnya terlihat bukan orang lokal seratus persen blasteran mungkin.
"Tuan Davin apakah anda masih ada waktu? aku di bar milik Farrel anda tau bukan? datanglah aku disini dan kurasa aku akan menunjukkan hal yang sangat menarik untuk anda" ucap Clara dengan smirknya di telepon.