"Apa? Kamu pasti berbohong!"
"Untuk apa aku berbohong! Peristiwa malam itu tak akan pernah aku lupakan!"
"Sialan...kamu benar-benar sialan! Bisa-bisanya kamu menjebak aku!"
"Apa menjebak kamu? Kamu pikir aku serendah itu?"
Kelvin Marino adalah sosok lelaki yang belum pernah Jessica Renata temui sebelumnya. Malam itu adalah pangkal mula semua kejadian yang mengubah karier dan hidupnya.
Seperti apa kelanjutannya...???
Apakah Kelvin dan Jessica akan berjodoh meski banyak perbedaan diantara mereka?
Apakah mereka bisa bersatu dan berjuang mempertahankan hubungan mereka atau justru mereka akan berpisah?
Hai para readers.....ini karya kedua aku
Semoga kalian suka dengan karyaku....
Ikuti terus kelanjutan ceritanya dan jangan lupa untuk vote dan like sebanyak-banyaknya...
Terimakasih semua....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiwi_02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jomblo
Malam menunjukan pukul 7 malam, belum terlalu larut untuk beristirahat. Setelah obrolan di meja makan tadi, entah sudah menjadi kebiasaan dari semenjak dulu, mereka bertiga lebih suka menghabiskan waktu dengan ngobrol di depan tv, sambil menghabiskan berbagai cemilan yang di bawa oleh Ayana sebagai oleh-oleh, terkadang mereka bertiga begadang sampai pagi sampai ketiduran di sofa depan TV.
Bisa dibilang malam ini adalah temu kangen, padahal mereka hanya tidak bertemu beberapa Minggu saja.
Mungkin saat ini hanyalah Ayana dan Radit yang hanya dimiliki oleh Jesica, bahkan mereka berdua yang bisa membuat Jesica melupakan segala kesedihannya jika mengingat mendiang orang tuanya. Bahkan Ayana sudah dia anggap sebagai bagian dari keluarganya sendiri.
"Eh, itu kan kak Kelvin kan?" kata Radit sambil memakan camilannya.
Spontan Ayana langsung melihat seksama ke arah televisi, memastikan kebenaranya, "Eh iya, itu Kelvin, wah ganteng banget yah dia, tapi lebih cakepan aslinya sih!"
Pikiran Ayana justru membayangkan hal-hal seputar kegantengan Kelvin yang sekarang terngiang-ngiang di kepalanya, sampai dia tidak menyadari mulutnya belepotan makanan karna melihat Kelvin sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.
"Ckckck.....mulutmu tu, belepotan kemana-mana!!" kata Jesica memberi tissue untuk membersihkan sisa makanan di mulut Ayana.
Ayana mengelap kasar mulutnya, masih dengan memperhatikan Kelvin di layar televisi. Seolah kekagumannya pada Kelvin sudah tak terbendung.
"Beruntung banget yah cewek yang bakal jadi istrinya dia!!" celetuk Ayana.
Dengan wajah polosnya Radit langsung melihat ke arah Ayana, "Emangnya kenapa kak kalo jadi istri dia?"
"Kamu gimana sih dit, ya pasti kalo cewek yang jadi istrinya itu pastilah jadi cewek paling beruntung, Kelvin itu kan terkenal, ganteng, apalagi yang pasti dia itu udah jelas kaya raya! Pasti semua cewek bakal naksir sama dia!"
"Masak sih kak, buktinya aku gak naksir!!" kata Radit polos.
Ayana langsung melotot ke arah Radit, "Dit, please deh, kebiasaan deh jailnya, jangan mancing-mancing emosi aku!! Jelaslah kamu gak naksir, ya kali cowok naksir sama cowok!!" gerutu Ayana.
"Hahahaha, ya kali, kak Ayana kira eke cowok apakah?" celetuk Radit menirukan gaya-gaya alay ala kecewek-cewekan yang sengaja dibuat-buat.
Tawa Jesica yang dari tadi cuek dengan obrolan mereka karena dari tadi dia berkutat dengan laporan keuangan tokonya ikut terlarut dengan guyonan garing yang selalu dibuat Radit. Namun guyonan raditlah yang selalu bisa mencairkan suasana dengan candaan garingnya itu.
"Dit, kenapa sih kamu bisa gemulai gitu niruinnya!!! Kayak udah menjiwai gitu, ati-ati entar keterusan gemulainya!"
Tiba-tiba Radit merasa merinding sendiri membayangkannya, "Hiii....jadi geli sendiri bayanginnya!!"
"Makanya, kamu jangan kelamaan jomblo. Kalo ada kesempatan langsung bet bet bet, langsung hajar dong, keburu diserobot cowok lain baru tahu rasa! Apalagi kalo lihat kamu lemah gemulai kayak gitu, pasti dia tambah ilfill!!"
"Kok jadi ngomongin kejombloan sih? Lagi pula kalau langsung dihajar bisa-bisa babak belur tuh anak orang!"
Klik
Jesica mematikan televisi, dari tadi kedua orang ini mengganggu konsentrasinya karena keributan yang unfaedah diantara Radit dan Ayana.
"Kok dimatiin sih Jes, kan aku lagi lihat kekasih pujaan ku di Tv?" protes Ayana.
"Salah siapa pada ribut!! Kebiasaan deh kalo ketemu kaya Tom nd Jerry ada aja yang diributin!!! Sampai-sampai aku mau ngerjain laporan keuangan aja dari tadi gak selesai-selesai!!"
"Ya maap, ini nih kak Ayana mulai duluan!!" rengek Radit yang entah kenapa kalau melihat mereka berdua seperti ini membuat Jesica secara tidak sengaja sebagai hakim pengadilan diantar keributan gak penting ini.
"Enak aja, kamu duluan tadi!' biata Ayana, bahkan dia melemparkan makanan ringan yang ada di tangan ke arah Radit.
Alhasil kegaduhan pun terjadi, seperti dua anak kecil yang sedang ribut.
"Stop!!! Stop!! Bener-bener yah kalian berdua!!" suara Jesica mengehentikan aksi saling lempar makanan itu, karena tak sengaja makanan itu mendarat di muka jesica yang berusaha melerai, tapi justru Jesica yang menjadi korban dari mereka berdua.
Radit dan Ayana mengehentikan aksi pelemparan saat menyadari wajah Jesica sudah berantakan terkena makanan ringan yang mereka lempar.
Radit dan Ayana langsung diam tak berkutik mendapati wajah Jesica yang mungkin sudah merah padam karena amarahnya, tapi tak terlihat jelas karna hamburan makanan ringan yang sudah menempel di wajahnya. Namun dari teriakan Jesica tadi, rasanya membuat kedua manusia ini takut menjadi sasaran kemarahan Jesica.
""Aku gak mau tahu, kalian harus bereskan makanan ini!!" Jesica menunjuk semua kekacauan yang terjadi, "Kalian ini, udah kayak anak kecil aja!! Cepet beresin!!!"
Mereka berdua pun membersihkan makanan yang berhamburan itu meski sambil manyun. Jesica melangkah menuju kamarnya untuk membersihkan mukanya.
"Salah kamu sih!!"
"Kok jadi aku sih, kan kak Ayana tadi yang mulai duluan!! Pakai bilang status kejombloan aku segala lagi! Padahal kak Ayana sendiri kan juga jomblo!!"
"Malah bilang aku jomblo lagi, terus kenapa kalau aku jomblo!!"
"Tuh kan Kaka Ayana juga ngakuin kalo jomblo. Harusnya sesama jomblo gak boleh saling menghina!!"
"Siapa juga yang menghina?"
"Kak Ayana tadi!!"
"Kapan? Aku gak bilang gitu yah!!"
Jesica menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Radit dan Ayana lagi.
"Woi.....bisa gak sih ributnya nanti lagi, tadi aku suruh kalian ngapain?"
"Suruh beresin kak!" hanya Sura Radit yang terdengar.
"Ya udah beresin sekarang! Gak pake lama, gak pakek ribut juga bisa kan??!!" kata jesica dengan nada penekanan.
"Aku mau cuci muka, setelah aku balik ke situ lagi awas kalau masih kotor!" ancam Jesica.
"Iya, iya Jes tenang aja, nanti kita beresin!! Kamu kayak baru sekali ini aja lihat kita ribut kayak gini, iya kan dit!!" kata Ayana spontan merangkul Radit di depan Jesica.
Sedang Jesica tak ambil pusing dan memilih langsung masuk kamar ku untuk membersihkan diri.
"Satu lagi tuh jomblo akut yang sensitif kayak kamu!!" celetuk Ayana setelah melihat Jessica masuk kamar, karena pasti dia juga tidak berani ngomong soal itu di depan Jesica.
"Apa tadi? Kak Ayana bilang kak Jesica jomblo akut? Bilang ke kak Jes ah, biar nanti ada yang kena omel lagi!!"
Spontan Ayana langsung membekap mulut Radit yang ember.
"Nih anak mulutnya, gak bisa dijaga benget sih!! Awas aja kalau bilang!!"
"Kak Ayana takut yah??'
"Gak, siapa bilang aku takut!"
"Eleh...harusnya kak Ayana dengerin kata-kata aku tadi...!"
"Hem!!!"
"Sesama jomblo gak boleh saling menghina, kak Ayana juga jomblo akut!!!"
"Enakan aja, bentar lagi aku udah gak jomblo lagi tau...!!"
"Oh ya....kok bisa.... jangan-jangan kak Ayana udah bener-bener jadian sama cowok itu yah! Wah PJnya mana nih?"
"PJ ? Apaan tuh??"
"Gitu aja gak tahu, Pajak Jadian, mana pajak jadiannya, traktir apa kek!!"
Suara mereka yang tidak terkontrol terdengar sampai kamar Jesica, dari dalam Jesica langsung mengeluarkan kata-kata ultimatumnya, "Awas yah kalau aku keluar kamar belum diberesin, tahu sendiri akibatnya!!" teriak Jesica dari dalam kamar.
Peringatan jesica membuat Radit dan Ayana langsung sigap membersihkan kekacauan yang mereka buat.