Indonesia
NovelToon NovelToon
KUPU KUPU MALAM

KUPU KUPU MALAM

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / CEO / Penikahan Kontrak / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:90.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ida Wulansari

Tuntutan hidup dan paksaan menikah dari ibunya secara tidak langsung membuat Bintang terjebak dalam kehidupan malam.


Menjadi wanita penghibur bukanlah pekerjaan yang sepenuhnya diinginkan oleh Bintang. Namun latar belakang pendidikan yang minim dan tidak adanya keahlian khusus membuatnya tak bisa memilih lagi.



Hingga akhirnya seorang tamu hadir dan memintanya melayaninya. Pria muda yang datang padanya dengan segala drama hidupnya itu mengubah nasibnya 360 derajat.


Siapa pria muda itu???


By Idha

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ida Wulansari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak Pembawa Sial

...Selamat membaca ya 🌸...

...Maafkan typo yang bertebaran ini 😀🙏...

...🌸🌸🌸...

"Bikin malu saja bisanya!!! Itu tuh kalau bapak terlalu memanjakannya!! Melunjak kan tuh anak. Sekarang mau hi ditaruh di mana muka ibu??? Ada Marni tadi yang juga dengar omongan tuan Raharja. Besok pasti sekampung ngomongin kita."

Lastri ngomel ngomel dan tak pedulikan Wahyu yang terus terbatuk batuk karena asmanya sepertinya kambuh. Emosi atau berkata kasar memang lumayan menguras tenaganya sehingga napasnya pun berat.

"Nih minum dulu!!! Dasar penyakitan." Lastri meletakkan segelas air putih dengan kasarnya di meja.

Dengan cepat Wahyu meminumnya. Air membuat batuknya mereda dan perlahan napasnya bisa beraturan kembali.

"Gimana?? Sudah enakan?? Sudah bisa diajak diskusi??? Mana tanggung jawab bapak?? Bapak kan dulu yang suruh Bintang diam diam pergi saat ibu mau menikahkannya sama tuan Raharja?? Tuh lihat anak kesayangan bapak itu,,, Bukannya bikin bangga oramg tua malah bikin malu aja. Jadi pelacur,,,bisa bisanya aku punya anak pelacur. Amit amit deh,,,"

Lastri bergidik mengucapkan kalimat itu.

"Uangnya bagaimana?? Apa tidak buat kamu bergidik juga bu??" sindir Wahyu.

Lastri terdiam.

"Jangan hanya bisanya menyalahkan Bintang. Selama ini juga ibu kan yang menikmati hasil kerjanya?? Lagipula bu,,, belum tentu apa yang dikatakan tuan Raharja itu benar adanya. Bisa jadi kan itu hanya ucapan bohong saking beliau kesal saja karena bapak mengusirnya."

"Berarti ini salah bapak lagi. Dari dulu memang semua salah bapak. Dari awal ada anak itu dalam rahimku,,,anak itu memang hanya anak pembawa sial dalam hidupku." sungut Lastri.

"Astaghfirullah bu,,,istighfar. Bintang itu anugerah dan titipan dari yang maha kuasa. Tidak sepatutnya ibu bicara demikian." Wahyu mengingatkan istrinya.

"Sudah sudah jangan mulai ceramah. Otakku sudah cukup pusing memikirkan besok mau jawab apa kalau warga kampung tanya." Lastri mengacak acak gelungan rambutnya hingga terurai lepas dan rambut panjangnya terjuntai.

"Sudah jangan dipikirkan. Kalau ditanya ya dijawab saja kalau itu bohong. Anak kita tidak mungkin jadi pelacur. Anak kita itu kerja di restoran jadi meski hanya jadi pelayan. Anak kita itu juga teguh iman. Tidak mungkin dia meninggalkan tuhannya demi segepok uang."

Lastri kembali diam memikirkan perkataan suaminya. Ada benarnya juga perkataan suaminya itu kalau mengingat lagi sifat Bintang selama ini. Meski dirinya sebagai ibu tak pernah peduli tentang cara mendidiknya dengan baik,,, tapi selama ini suaminya sudah sangat baik mendidik Bintang.

"Pokoknya kita tunggu saja sampai Bintang datang. Kalau benar apa yang dikatakan tuan Raharja tadi tentang adanya orang yang akan melamar Bintang,,, Bintang pasti segera pulang untuk meminta restu kita. Saat itu kita tanyakan kebenarannya pada Bintang. Bapak yakin anak itu tidak akan memberi jawaban yang membuat kita kecewa bu." Wahyu begitu yakin.

Ditinggalkannya Lastri masih duduk termangu di ruang tamu itu. Wahyu memutuskan pergi ke kamar Ratih, putri keduanya yang sudah masuk kamar sedari tadi karena merasa tidak enak badan. Belakangan ini Ratih memang sering sakit.

"Sudah baikan kamu nduk??" tanya Wahyu.

Ratih mengangguk pelan.

"Kalau besok masih gak enak badan, kita ke puskesmas saja ya nduk. Periksakan dirimu. Setidaknya kalau dapat obat dokter kan bisa lebih cepat sembuh to. Kalau terus minum obat warung saja bapak takut salah."

"Ratih gak mau ke dokter pak!!!" ketus Ratih.

"Gak apa apa nduk. Daripada makin parah sakitnya."

"Pokoknya Ratih gak mau!!! Dan bapak jangan maksa. Ratih bukan mbak Bintang yang selalu saja nurutin kata kata bapak. Ratih punya dan berhak dengan keputusan Ratih sendiri. Sudah sana bapak keluar dari kamar Ratih. Ratih gak bisa istirahat nih kalau ada bapak di sini!!!" usir Ratih.

"Iya nduk iya. Bapak keluar. Gak usah keras keras gitu bicaranya. Bapak ini kan orang tuamu nduk."

"Orang tua penyakitan yang gak bisa berbuat apa apa buat anak istrinya. Itu tepatnya!!!"

Wahyu mengelus dada mendapat perlakuan seperti itu dari Ratih.

"Kamu beda sekali dengan Bintang nduk." lirihWahyu dalam hati. Dengan perlahan dia beringsut keluar dari kamar Ratih

"Ganggu saja!!!" umpat Ratih lalu menarik kembali selimutnya menutupi tubuhnya yang terus merasa tidak enak.

Lastri hanya memandang sinis pada suaminya yang baru keluar dari kamar Ratih. Dia pasti bisa dengar jelas semua obrolan mereka tadi dan dia tak menyalahkan kalau Ratih bicara begitu. Baginya,,, semua itu fakta dan suaminya harus terima dikatai seperti itu.

Lastri lagi lagi hanya tersenyum sinis melihat suaminya yang kini masuk ke kamar Bintang. Kamar yang selama ini digunakannya untuk tidur karena Lastri menolak tidur dengannya. Lastri selalu merasa terganggu kalau suaminya kambuh batuknya tengah malam.

Karenanya dia menyuruh suaminya tidur di kamar Bintang saja.

Wahyu meraih foto Bintang di atas meja usang di kamar itu. Meski ruangan lainnya berisi dengan barang barang baru yang dibeli Lastri dengan uang kiriman Bintang selama ini,,,tapi Lastri sama sekali tak pernah membeli sesuatu untuk kamar Bintang.

Kamar itu dibiarkan begitu saja oleh Lastri.

"Nduk,,, Bapak percaya kamu tidak akan pernah jadi seperti apa yang dikatakan oleh tuan Raharja itu. Kamu anak bapak yang paling baik nduk." Wahyu mengusap wajah di foto itu.

Airmatanya menetes membasahi kaca figura.

"Kalau benar kamu akan menikah sebentar lagi,,, Bapak bahagia nduk. Tapi bapak juga takut kamu tidak bisa menerima kenyataan tentang siapa sebenarnya bapak ini. Maafkan bapak nduk,,, Bapak bukan ingin terus membohongimu tapi bapak belum berani mengatakannya. Bapak takut kamu akan terpukul." lirih Wahyu.

Dibawanya foto Bintang dalam dekapannya lalu direbahkannya tubuhnya di atas kasur kapuk yang sama sekali tak ada empuk empuknya itu.

Dalam hatinya dia kagum pada Bintang yang beberapa waktu lalu sempat pulang dan sama sekali tak protes meski kamarnya tidak dibelikan kasur baru seperti kamar Ratih.

Bintang memang bukan anak penuntut.

...🌹🌹🌹...

"Bangun Bintang. Kita berangkat sekarang juga." Angkasa membangunkanku dengan kasar.

Aku tergopoh gopoh bangun menyangka diriku kesiangan. Tapi pas melihat jam dinding aku heran kenapa dia sudah membangunkanku padahal baru dua jam aku tertidur.

"Ini bahkan belum pagi. Ini masih tengah malam. Katany mau berangkat pagi pagi. Hmmm,,," batinku.

"Cepatlah. Kita sudah keduluan." Angkasa kembali memerintahku.

Aku menurut saja meski aku tidak paham kami keduluan apa dan siapa. Sepertinya aku mulai terbiasa untuk tak banyak tanya atau protes.

...🌸🌸🌸...

...Hhmm Bintang,,,Kamu gak tau sih besok pagi orang sekampungmu itu sudah heboh. Kayaknya author mau jualan cilok aja deh di sana biar bisa pake menu penghangat emak emak yang ngerumpi 😀...

Yuk beri vote, like dan komennya buat author. Biar makin semangat kayak emak emak yang ngerumpi di kampung Bintang 😆🌸🌹❤️

1
Diyan Suri
bagus
S Aisyah S
ghibahnya biar dihandle emak2 aj thor 😜
Ai Hodijah
memangnya kalau beras habis,rasa sukur bapak bisa buat beli beras? jawabannya tidak, hey ibu yang terhormat,apakah anda yakin kalau banyak uang bikin bahagia?jawabannya belum tentu,penjudi hanya berharap untuk menang dan kalau menang pasri ketagihan,sadar hei ,anfa seorang ibu,semoga cepat sadar
Nova Tumoka
jgn bkin ceritanya terlalu gitu amat de, ngelawan dikit knp
Patrish
nice.... 👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤
terimakasih indah sekali
Patrish
ibu durjana... 😡😡😡😡😡😡😡
Patrish
❤❤❤❤nice story....
Patrish
Angkasa... luvU... ❤❤❤❤❤
Patrish
Bu Lastri... Ratih... skak mat.... malu dooonggg
Patrish
bu Lastriiiii.... 🙈🙈🙈🙈🙈
Patrish
Bu Lastriiiiii... ya ampuuunnn..... 😫😫😫😫
Patrish
ada lomba balap nglamar... 🤣🤣
Patrish
makin rameee... ada yang kebakaran kepala nih... sabar ya pak Raharja... sainganmu anak sendiri🤣🤣🤣
Patrish
ga boleeeehhhh....
Patrish
waduh... othor bikin takut wae
Patrish
sama akuuuuu thor... nanti tak kirim file nya ya.... 🤭🤭🤭🤭🤭
Patrish
iissshhhhh.... enak saja si othor.... sama aku lah
Patrish
tahu juga ya kelakuan Beny.... mampus kau Ben.... kamu yang semangat nyari buat Angkasa.. ternyata buat senjata ya
Patrish
kaget ya gaes... ya iya lah... masa enggak.. 🤣🤣🤣
Patrish
😧😧😧😧😧😧😧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!