Indonesia
NovelToon NovelToon
Diana (Gadis Yang Ternoda)

Diana (Gadis Yang Ternoda)

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Single Mom / Anak Genius / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:282k
Nilai: 4.8
Nama Author: ZiOzil

Diana dijebak dan dijual oleh temannya sendiri kepada seorang pria yang tak dia kenal. Akibat cinta satu malam itu, dia pun hamil.

Empat tahun kemudian Diana bertemu lagi dengan ayah dari anaknya, tapi sialnya pria itu sekarang adalah kekasih sepupunya.

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZiOzil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34.

Diana tercengang mendengar kata-kata Lenny, begitu juga dengan Eliana. Keduanya bertanya-tanya dalam hati apa maksud kedatangan wanita itu.

Lenny mengedarkan pandangannya ke segala arah, dia mencari sosok Dafa yang kata Revan mirip sekali dengan putranya itu sewaktu kecil.

Tak lama kemudian Siska keluar dari kamar mandi bersama Dafa yang baru selesai buang air kecil. Melihat Dafa, jantung Lenny langsung berdebar kencang, hatinya merasa senang bercampur haru, dia seolah melihat Revan kecil.

Tanpa pikir panjang, Lenny sontak berlari ke arah Dafa dan memeluk bocah berambut lurus itu. Diana dan Eliana terkejut melihatnya, sementara Siska yang belum tahu apa-apa, merasa kebingungan.

"Cucu Oma!" seru Lenny, dia memeluk tubuh mungil Dafa dengan erat.

Tepat di saat itu Revan muncul dan tersenyum menyaksikan semuanya. Tapi Diana langsung cemberut dan merasa kesal melihat ayah dari anaknya itu.

Lenny melepaskan pelukannya dan menatap Dafa lekat lekat, "Kamu mirip sekali dengan ayah kamu sewaktu kecil."

Siska pun mulai paham apa yang sebenarnya terjadi.

Dafa yang bingung dan takut berusaha melepaskan diri dari Lenny lalu menarik tangan Siska yang masih terpaku di samping bocah itu.

"Oma, aku takut," rengek Dafa.

"Jangan takut, sayang! Ini Oma kamu juga!" ucap Lenny, tapi Dafa malah mundur lalu bersembunyi di balik kami Siska.

Lenny terkesiap, bukan cuma wajah Dafa saja yang mirip Revan, tapi tingkah bocah itu pun sama persis seperti Revan kecil yang selalu bersembunyi di balik kakinya jika takut pada seseorang.

"Hem, maaf. Ada apa anda datang ke sini?" cecar Diana yang perasaannya mulai tidak enak melihat kemunculan Lenny dan Revan.

Lenny tersentak, dia beranjak kemudian mengalihkan pandangannya ke Diana, "Ada yang mau saya bicarakan dengan kamu."

"Maaf, tapi saya sedang bekerja," dalih Diana, dia ingin menghindari Lenny dan juga putranya itu.

"Sebentar saja! Ini tentang gosip yang sedang beredar di publik, dan saya punya solusi untuk meredam gosip itu agar nama baik kamu dan keluarga kami tidak tercemar," ujar Lenny tanpa basa-basi.

Diana melirik Eliana yang juga menatapnya, dan wanita paruh baya itu mengangguk memberikan izin.

"Baiklah, Bu. Tapi saya enggak bisa lama," putus Diana akhirnya.

Lenny menyunggingkan senyum, "Kita bicara di mana? Di sini atau di tempat lain?"

"Di sini aja!" pungkas Diana.

***

Diana mengajak Revan dan Lenny naik ke lantai atas sebab dia tak ingin mengganggu Eliana yang sedang beraktivitas, sedangkan Siska yang menggantikan pekerjaan Diana untuk sementara.

"Jadi kalian tinggal di sini?" Lenny mengamati ke sekeliling ruangan lantai dua yang tak terlalu besar, hanya ada dapur kecil dengan barang-barang seadanya dan kamar sederhana yang selama ini menjadi tempat istirahat Diana dan Dafa.

Revan juga memperhatikan tempat itu, ada perasaan iba di dalam hatinya saat tahu darah dagingnya tinggal di tempat seadanya, berbanding terbalik dengan tempat tinggalnya yang mewah.

"Ibu mau bicara apa?" tanya Diana yang sengaja mengalihkan pembicaraan sebab tak suka Lenny dan Revan terlalu lama di sini.

Lenny mengalihkan pandangannya ke Diana yang menggendong Dafa, "Saya ingin kalian menikah dan menjadi satu keluarga yang utuh."

Diana tercengang dan langsung menggeleng, "Enggak! Saya enggak bisa menikah dengan dia!"

"Diana, itu satu-satunya cara untuk membantah gosip yang saat ini tengah viral, agar nama baik kamu dan juga kami enggak tercemar. Kamu mau selamanya dicap sebagai wanita malam? Lalu anak kamu akan mendapatkan pandangan buruk dari orang lain sampai dia dewasa."

"Selama ini orang-orang sudah menganggap ku seperti itu, termasuk anak Ibu ini! Jadi apa bedanya dengan sekarang?" bantah Diana sembari menunjuk Revan yang berdiri di samping Lenny.

"Di, aku kan sudah minta maaf. Saat itu aku benar-benar enggak tahu," ujar Revan.

"Tapi aku sudah terlanjur sakit hati atas semua yang kau lakukan! Jadi jangan harap aku mau menikah denganmu, lagipula saat ini aku sudah dilamar oleh orang lain!" sungut Diana, walaupun dia sendiri ragu untuk melanjutkan lamarannya dengan Raka.

"Tapi dia ...."

"Ssstt, sudah, Van! Biar Mama saja yang bicara, kamu diam!" potong Lenny yang bisa melihat betapa Diana sangat terluka atas apa yang putranya itu lakukan.

Revan pun mau tak mau menurut dan bergeming.

"Diana, saat ini papanya Revan sedang terbaring koma di rumah sakit, dia terkena serangan jantung karena mendengar gosip itu. Dia sangat takut nama baiknya yang selama ini dia jaga tercoreng karena pemberitaan media. Makanya saya ke sini ingin meminta tolong pada kamu, menikahlah dengan Revan dan kita akan klarifikasi ke media bahwa sebenarnya kalian sudah menikah siri empat tahun lalu. Jadi nama baik kamu, Revan dan keluarga kami terselamatkan, begitu juga dengan masa depan Dafa," terang Lenny.

Diana terhenyak, dia tak menyangka Lenny mengajaknya bersekongkol dengan cara bersandiwara seperti itu.

"Kamu mau, kan?" Lenny memastikan.

"Berarti saya harus berbohong pada semua orang? Saya enggak bisa, Bu."

"Diana, saya mohon! Ini demi kebaikan," sahut Lenny memohon, sementara Revan hanya diam menatap Diana penuh harap.

Diana bukan saja tak pandai berbohong dan bersandiwara, tapi dia juga tak bisa berdamai dengan Revan apalagi sampai harus menikah dengan pria yang dia benci itu.

"Maaf, saya tetap enggak bisa!" tolak Diana.

Revan merasa kecewa mendengar penolakan Diana dan sikap keras kepala wanita itu.

"Diana, saya tahu kamu sakit hati dan membenci Revan, tapi saya mohon kamu pikirkan lagi permintaan saya. Ini demi kebaikan kita semua!"

Diana bergeming, hatinya berat menerima permintaan Diana, selain dia membenci Revan, dia juga tak enak membatalkan lamaran Raka. Tapi dia juga tak mau dirinya dan sang putra selamanya dicap buruk oleh publik.

"Bagaimana, Diana? Kamu mau kan menikah dengan Revan?" Lenny kembali bertanya.

"Enggak bisa! Diana itu calon istriku!" bentak Raka yang tiba-tiba muncul.

***

Hari ini aku update 2 episode, jangan lupa like nya ya, biar aku makin semangat.🥰

1
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
cerita a lumay@n bagus singkat ngk terlalu panjang bab A
Eda
harus di terima
Alya Yuni
Yg bego si Diana jdi prmpuan bodoh
Ama
keren
Aqella Lindi
jijik liat revan
Yovita Babut
Diana yg bodoh masa mau sj diajak kehotel,tmat SMA itu pling tdk otaknya pasti tahu mana yg baik dan tdk🤦
Author Gabut.: kan dia ditipu, dia dijanjikan kerja di hotel, makanya dia mau di suruh ke hotel
total 1 replies
AhZa Danish Putra Inas
makin ilfil SMA sikap Diana
Ika Puspadewi
bagus
Pitria Suryani
ceritanya oke banget
Ayu lidya
cerita ny gk terlalu berat namun banyak pesan dan pelajaran didlm setiap kisah ny dan disetiap tokoh ny keren thor
Kenzi Kenzi
mo dilamar mas raka mba din
Kenzi Kenzi
gnmpang.hasip test dna...dafa,tunjukkan
Eni rochaeni
kebakaran jenggot tuh si revan wk....wk......wk....
Meggy Natonis Tuulima
bagus dfaan gaa bertele tele
Yunerty Blessa
sangat² suka alur nya kak thor
walaupun singkat tapi mantap dan terbaiklah kak penulisan dan sukses selalu 😘😘
Yunerty Blessa
akhirnya tamat juga..Revan hidup bahagia bersama Diana dan anaknya..😘😘
Yunerty Blessa
kau memang bodoh Sofia sampai bunuh diri..... masih ada jalan penyelesaian nya..
Yunerty Blessa
mantap Diana..damailah bersama Revan apa lagi ada anak kamu..
Yunerty Blessa
moga rencana Sofia gagal
Yunerty Blessa
pasti Raka karna Diana baru saja menolak lamarannya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!