Jumpa lagi di novel baru ku ,terima kasih masih stay di sini ya.
Deskripsi
"Tolong jangan masukan ayah ku ke penjara,aku akan melakukan apa pun om " ucap Kia dengan air mata yang sudah mengalir di pipi nya, Burhan terkejut di panggil om tapi dia hanya bisa melotot dengan tajam
"Kau akan melakukan apa pun ?" tanya burhan dan Kia mengangguk saja
"aku akan merawat om sampai sembuh " jelas kia yang memang tak memiliki uang untuk mengganti motor sport mahal dan biaya pertanyaan Burhan
Bibir Burhan terangkat sedikit ,dia memikirkan ucapan mama nya yang sangat ingin dia menikah dan memiliki anak. Kia adalah wanita yang cocok untuk nya ,dia akan memanfaatkan kesempatan ini .
Mau tau bagaimana cerita selanjut nya ? Yuk....langsung rebahan manis sambil ngemil ,baca novel ku . Makasih sebelum nya 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
OB(JODOH HANS)
🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲
Hans merasakan ponsel nya bergetar, dia masih berada di toilet rumah sakit itu karena perut nya yang tiba tiba melilit dan mulas. Dia pun mengeluarkan semua isi nya, hingga dia hanya bisa menatap ke arah ponsel nya yang menampilkan nama Burhan.
Ting
"Hans....kalau masih di rumah sakit ,tolong kembali ke ruangan ku lagi "
Satu pesan dari burhan membuat hans mengernyitkan dahi nya cukup dalam ,Tapi dia belum membalas nya sama sekali karena masih fokus pada perut nya yang masih melilit .
Ting
"Tolong antar kan jodoh mu ini ,kamu kan minta di jodohi sama teman nya kia kan . Sekarang dia ada di ruanganku ,mungkin kalian memang jodoh makanya bisa langsung bertemu saat ini juga "
Satu pesan lagi masuk di ponsel nya dan Hans hanya bisa menghela nafas nya dengan kasar ,dia tidak berniat dekat dengan wanita mana pun. Walaupun dari awal dia meminta kia untuk mengenalkan nya dengan teman nya ,tapi dia hanya ingin dekat dengan kia agar bisa membuat Kia merawat burhan dengan baik
Sebagai pria yang kehilangan kekasih nya, pasti burhan merasa kesepian sama seperti dirinya. Hanya saja kekasih nya meninggal dunia, sedangkan burhan di khianati . Dia tak ingin membuat Burhan kehilangan kesempatan lagi untuk menikah, paling ngak dari mereka berdua ada yang menikah.
"Ck....kok jadi ingat dia sih ?" gumam hans saat membayangkan wajah Vivi, dia pun tersenyum sambil memegangi bibir nya.
"Tau gitu aku lumaat bibir nya, bukan hanya menempel saja " batin hans sambil tertawa, dia sudah selesai membuang semua ampas yang ada di tubuh nya kini dia berjalan keluar dari kamar mandi karena bagi nya ngak masalah mengantarkan teman nya kia pulang. Apalagi hari sudah larut malam ,dia hanya ingin membantu teman kia saja .
Hans berjalan menuju ruangan burhan kembali, kemudian dia berhenti didepan pintu karena mendengar suara isak tangis dari dalam ruangan. Dia ingin mendengar dan mengetahui apa yang terjadi sebelum dia masuk, dia yakin kalau ada sesuatu yang terjadi didalam sana .
"Berikan aku waktu om hiks....hiks...,aku akan mencari biaya kompensasi untuk ayah kia "
Hans mengernyitkan dahi nya cukup dalam ,dia mendekatkan telinga nya lebih dekat ke pintu. Dia masih ingin mendengar kelanjutan dari ucapan wanita didalam sana, dia ingin menunggu lebih lama .
"Aku akan mencarikan uang nya ,biar aku yang menanggung nya karena ayah kia bekerja dengan bapak ku "
"Atau ....biar Aku saja yang menggantikan kia untuk merawat om ,aku bisa kok "
Hans mengernyitkan dahi nya, dia seperti pernah mendengar suara wanita yang menangis didalam sana . Tapi entah dimana ,hingga dia masih menguping di depan pintu ruangan burhan
"Aku ngak mau kamu ,aku mau nya kia . Hanya dia yang bisa menyentuh ku "
Hans masih bisa mendengar suara burhan yang berbicara dengan tegas, dia yakin kalau Burhan tidak menatap ke arah wanita lain yang ada disana. Dengan menarik nafas panjang, hans pun masuk kedalam sana . Dia berniat menjelaskan mengenai penyakit Burhan pada wanita itu agar tak memaksa kan diri untuk merawat burhan, hans yakin kalau wanita itu merasa putus asa .
Ceklek
Hans mendorong pintu ruangan itu, dia melihat Kia yang masih memeluk tubuh wanita didepan nya. Hans mengernyitkan dahi nya cukup dalam saat melihat wanita yang di peluk oleh Kia,dia seperti mengenal wanita itu hingga akhir nya hans melotot saat menatap wajah wanita itu
"Kamu ?" tanya Hans dan vivi pun menghapus air mata nya ,kedua mata nya sedikit buram karena air mata sehingga dia harus menyingkirkan air mata disana dan melihat dengan jelas pria didepan nya.
Bayangan ciuman dengan pria itu pun hadir di kepala nya, bibir nya yang lembut dan kenyal membuat Vivi ingat semua nya . Begitu juga dengan Hans ,dia malah ingin meraup bibir vivi dan menyelesaikan apa yang di pikirkan nya tadi
"Kalian sudah saling kenal ?" tanya Burhan yang masih memperhatikan kedua nya, dari tatapan mata hans dan vivi juga rona merah di wajah mereka menandakan kalau ķedua nya memiliki keterikatan yang berbeda.
"Ekhm.....ya ,kamu sudah ketemu beberapa menit yang lalu secara ngak sengaja dan sudah kenalan juga tapi hanya sekedar saja " jelas Hans yang langsung berjalan mendekati sofa di ruangan itu ,dia duduk dengan santai disana di depan vivi dan kia .
"Oh ya ? Hanya itu?" tanya Burhan menatap ke arah Hans, dia bisa melihat wajah Hans yang berbeda . Ada rasa sedih terbesit sebentar di wajah Hans saat melihat Vivi menangis, dia yakin sesuatu sudah terjadi di antara kedua nya.
Aneh memang melihat hans yang perduli dengan wanita, karena selama kekasih nya meninggal . Hans memang ramah dengan wanita yang dekat dengan nya, tapi hanya sekedar dan tak pernah ikut merasa kasihan dan sedih seperti ini.
Hans memang tak melakukan apa pun, tapi sorot mata nya yang tajam saat menatap vivi jelas memiliki kesedihan karena melihat Vivi menangis. Seolah dia tak ingin melihat wanita itu bersedih, burhan bisa melihat nya dengan jelas karena memang sudah lama berteman dengan Hans.
"Tadi aku di kejar anggota bapak, terus mas dokter membantu ku sembunyi hingga akhir nya aku bisa sampai disini " jelas vivi yang tak ingin burhan dan Kia berpikiran yang tidak tidak, kia pun melotot.
"Vi.....kamu nekat banget, kan sudah aku bilang. Jangan membuat diri mu merasa terancam karena aku ,aku ngak mau kamu di kurung lagi " ucap Kia dengan khawatir
Kedua mata hans melotot mendengar ucapan dari kia ," di kurung ?" kemudian dia menatap ke arah vivi yang sudah tersenyum ke arah Kia dan hal itu membuat nya ikut tersenyum ,burhan masih memperhatikan wajah Hans dan dia yakin kalau hans mulai tertarik membuka hati nya pada wanita .
"Ngak apa apa kia ,aku hanya ingin melihat keadaan mu "jawab vivi dengan senyuman lebar, kemudian mengeluarkan uang yang ada di dalam saku nya
"Dan ini om,uang kompensasi ayah nya Kia. Sisa nya nanti aku cari lagi ,tolong jangan mempersulit Kia " ucap vivi sambil menyerahkan uang dua juta yang dia bawa ke hadapan burhan
"Eh.....ngak usah vi ,aku ngak mau kamu di kurung lagi kalau ketauan begini. Lagi pula aku hanya bekerja dengan om burhan, di gaji kok . Menikah itu hanya sebagai formalitas saja karena aku akan merawat om burhan seperti istri " jelas kia
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘
Love sekebon untukmu author