Indonesia
NovelToon NovelToon
Segalanya Kamu (Kontrak Pernikahan Dengan Sahabatku) Part Of Rafa Dan Aluna

Segalanya Kamu (Kontrak Pernikahan Dengan Sahabatku) Part Of Rafa Dan Aluna

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Enemy to Lovers
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Hasriani

“Nikah sama aku saja, Aluna.”

Seharusnya Aluna tertawa saat mendengar sahabatnya mengucapkan kalimat itu.
Bagaimanapun, Rafa adalah Rafa, sahabat yang sudah tumbuh bersamanya hampir seumur hidup.

Namun satu ajakan pernikahan membawa mereka pada sebuah kontrak yang perlahan mengubah segalanya.

Di antara persahabatan yang terlalu berharga untuk dipertaruhkan dan perasaan yang tak pernah berani diungkapkan, Aluna mulai menyadari satu hal

mungkin selama ini, ada seseorang yang telah menjadikan dirinya segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tujuan Aku Hanya Kamu

Cukup lama Rafa hanya duduk diam menikmati heningnya malam ini ditaman belakang, menemani Aluna yang sedang tertidur dengan lelapnya di bahunya.

Ia membiarkan Aluna bersandar dengan nyaman padanya tanpa sedikitpun niat untuk membangunkannya, ia merasa senang karena Aluna senyaman itu didekatnya.

***

Beberapa saat kemudian, Mamanya Aluna datang menghampiri mereka di taman belakang karena sedari tadi belum melihat keduanya masuk kembali ke dalam rumah.

"Loh Rafa. Tante kira kamu udah pulang loh, Udah mau tengah malam ini."

Rafa dengan cepat memberi isyarat agar Mamanya Aluna memelankan suaranya.

"Tadinya mau cerita-cerita bentar Tante sama Aluna, eh anaknya kayaknya lagi capek banget sampai ketiduran gini." Jawabnya

Ia berbicara dengan nada suara yang dibuat sepelan mungkin agar tidak mengganggu tidur Aluna.

"Ya ampun Alunaaa, ada aja ulahnya." Ucap Mamanya setengah berbisik dengan ekspresi gemas pada putrinya

Mamanya pun mendekat ke arah Aluna bermaksud untuk membangunkannya, tapi dengan cepat Rafa menahannya.

"Eh gak usah dibangunin Tante, gak apa-apa." Pinta Rafa

Ia sendiri dari tadi sudah berusaha membangunkannya, tapi sepertinya Aluna memang kelelahan sampai membuat Rafa tidak tega terus berusaha membangunkannya dan membiarkannya tidur sedikit lebih lama dibahunya.

"Tapi kamu itu juga capek loh dari kerja." Kata Mamanya Aluna merasa tidak enak.

"Nggak kok Tante." Rafa pun meyakinkan Mamanya Aluna bahwa ia sama sekali tidak merasa keberatan.

Wanita paruh baya yang masih terlihat begitu muda itu pun terdiam sejenak untuk mencari solusi.

"Atau... bentar yah Tante panggil Abra dulu buat angkat Aluna ke kamarnya." ucapnya kemudian

"Gak usah Tante biar Rafa aja."

Mendengar Rafa yang menawarkan dirinya membuatnya semakin tidak enak.

"Itu Aluna berat loh."

Rafa tertawa kecil mendengar kata-kata yang keluar dari mulut mamanya Aluna.

"Hehe kalau kamu denger, pasti ngamuk Al."

 Bisiknya pelan di telinga Aluna.

"Gak apa-apa Tante, enteng kok Alunanya." Jawab Rafa lagi dengan yakin.

"Aduh jadi ngerepotin kamu dong Rafa."

"Gak sama sekali Tante, kalau gitu aku izin bawa Aluna ke kamarnya yah."

"Ya udah hati-hati bawanya, anaknya berat loh."

Rafa pun perlahan berdiri dari tempatnya tanpa melepaskan tangannya di bahu Aluna yang ia gunakan untuk menopang badan Aluna agar gadis itu tidak terjatuh ke samping, ia lalu membungkukkan badannya sedikit dan menyelipkan satu tangannya dibawah lutut Aluna.

Ia mengangkat tubuh Aluna dengan perlahan agar Aluna tidak terbangun.

"Berat kan?."

Tanya Mamanya dengan ekspresi wajah setengah tidak enak tapi disisi lain ia merasa lucu melihat Rafa menggendong putrinya yang menurutnya berat itu

"Hehe sedikit Tante."

Rafa menyengir mengakui Aluna ternyata sedikit berat.

"Dasar yah Aluna. Dari dulu gak pernah berubah, selalunya repotkan kamu."

"Aku suka kok Tante kalau direpotkan sama Aluna."

Kata-kata Rafa membuat wanita itu terdiam, merasa tidak percaya ada orang sebaik Rafa didekat putrinya.

"Rafa bawa Aluna ke kamar dulu yah Tante."

Ia pun segera berlalu dari sana, membawa Aluna didal gendongannya.

"Gemes banget sih mereka, sayangnya cuma sahabatan."

Ada raut wajah yang tergambar menyayangkan hubungan Rafa dan Aluna hanya sebatas sahabat diwajahnya Mamanya Aluna.

***

Ketika sampai dikamar Aluna, Rafa meletakkan Aluna begitu hati-hati diatas tempat tidurnya.

Dengan penuh perhatian ia membalut tubuh Aluna dengan selimut, menyibak anak rambut yang menutupi wajah Aluna dan menyelipkannya di belakang telinga Aluna.

"Tidur banget anaknya, habis ngapai sih? capek banget keknya."

Rafa memandagi wajah Aluna lama, wajahnya sangat polos dan sangat cantik, bahkan sedang tidur pun tetap cantik dimata Rafa.

"Al...kapan yah kamu tau kalau orang itu kamu?."

Tatapan Rafa berubah menjadi tatapan sendu, ia sudah lelah dengan Papanya yang setiap waktu membahas perjodohannya, rasa lelah itu seakan bertambah saat melihat wajah Aluna.

Ia tidak tau harus berbuat apa. Jika harus jujur pada Aluna justru membuatnya takut jika Aluna malah menjauhinya lagi, padahal ia tau sendiri Aluna mati-matian menjaga persahabatan mereka selama ini, tapi semakin lama memendamnya justru membuatnya semakin sulit mengontrol dirinya.

"Aku janji, tujuan aku hanya Kamu Al, cuma kamu yang aku mau." Ucapnya kemudian

Ia meyakinkan dirinya jika ia bisa keluar dari situasi ini dan membuat Aluna menjadi miliknya pada akhirnya.

Tangannya mengelus pelan kepala Aluna sebelum ia berdiri dan pergi dari sana.

***

Rafa menuruni anak tangga dan mendapati kedua orangtua Aluna masih duduk bersama diruang keluarga, ada Abra dan Andrew juga disana, sepertinya mereka tengah mendiskusikan sesuatu.

"Tante, Om. Rafa pamit pulang dulu yah." Katanya berpamitan pada kedua orangtua Aluna

"Udah mau tengah malam Rafa, nginep aja yah." Kata Mamanya Aluna menawarkan

Mamanya Aluna tidak tega jika Rafa harus pulang tengah malam begini sementara ia terlambat pulang karena ulah putrinya, disamping itu ia jug khawatir jika terjadi apa-apa pada Rafa diperjalanan.

"Iya tuh, Lo nginap aja disini soalnya udah mau tengah malam." Abra pun turut menyuruh Rafa untuk menginap saja.

Toh dulu pun Rafa sangat sering menginap dirumah mereka, apa bedanya dengan sekarang.

"Makasih Tante, Bang Abra. Tapi besok pagi ada meeting penting dan dokumennya ada dirumah. Lain kali aja yah Tante, aku nginepnya."

Rafa menolak dengan sopan tawaran baik dari Mama dan kakaknya Aluna, padahal sebenarnya ia memang ingin menginap tadinya, tapi ia teringat dokumen penting untuk rapat besok ada di apartemennya.

"Ya udah kalau gitu hati-hati nyetirnya." Kata Mamanya Aluna berpesan, ia juga tidak bisa menahan Rafa

"Iya Tante."

"Gue anter sampai luar gak?." Tanya Abra menggodanya

"Gak usah bang, kek tamu spesial aja." Jawab Rafa tertawa

"Ya udah hati-hati yah, udah malem nih." Kata Abra lagi berpesan

"Iya Bang Abra, gue pamit yah."

Rafa pun beranjak dari sana menuju ke mobilnya, sayangnya ia harus pulang malam ini.

***

Pagi harinya, Aluna terbangun dari tidur nyenyaknya. Rasanya dia sudah seperti putri tidur yang baru bangun dari tidur panjangnya, badannya yang semalam lelah rasanya sudah jauh lebih enakan.

"Selamat pagi dunia, yok Al bangunnn! Kerja!." Ucapnya pada dirinya sendiri begitu bersemangat.

Ia lalu turun dari tempat tidurnya dan berniat masuk ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap.

Tapi sebelum ke kamar mandi, ia menyiapkan pakaiannya terlebih dahulu. Seperti biasa, sepasang baju kantor dan satu dress princess yang ia gunakan untuk keluar rumah.

Rasanya ia memiliki rutinitas baru yang membuat hidupnya mendadak sibuk dipagi dan disore hari.

Setelah semuanya selesai, ia pun bergegas ke kamar mandi karena takut terlambat ke kantor.

1
Mira Hastati
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!