Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM PEWARIS TABIB SAKTI

SISTEM PEWARIS TABIB SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Penyelamat / Mengubah Takdir
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Genta, pemuda udik dari gunung dengan kemampuan medis legendaris, turun ke kota metropolitan untuk menikahi Kiara Prameswari, CEO cantik dan dingin dari keluarga konglomerat, sesuai wasiat gurunya. Alih-alih sambutan hangat, Genta justru dihina dan dianggap benalu oleh Kiara dan keluarganya yang tidak tahu bahwa di balik penampilannya yang lusuh, Genta didampingi oleh "Sistem Pewaris Tabib Sakti" yang memungkinkannya menyembuhkan penyakit mustahil. Terjebak dalam pernikahan politik yang dingin, Genta harus menggunakan ilmu medis magis dan bantuan sistemnya untuk menampar balik semua orang yang meremehkannya, menyelamatkan nyawa, dan membangun kekuasaannya sendiri di rimba kota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

Aura gembel udiknya hilang tak bersisa, digantikan oleh karisma seorang bangsawan muda yang sangat mendominasi dan berbahaya.

"Bagaimana? Apa aku masih terlihat seperti tukang pel yang siap membersihkan toilet kantormu?" tanya Genta dengan senyum miring yang menyebalkan.

Kiara buru-buru memalingkan wajahnya yang terasa memanas, mencoba menyembunyikan detak jantungnya yang tiba-tiba berpacu lebih cepat.

"Lumayan, setidaknya kau tidak akan membuatku terlalu malu saat berjalan berdampingan nanti," jawab Kiara ketus menutupi rasa gugupnya.

"Bungkus semua baju yang tadi dia coba, tagihannya langsung kirim ke kantorku besok pagi."

Setelah memborong puluhan pakaian mahal, mereka berdua akhirnya kembali ke kediaman utama Prameswari larut malam.

Kali ini, Kiara tidak membiarkan Genta kembali ke gudang rongsokan di halaman belakang yang bocor dan bau.

"Bi Darmi, siapkan kamar tamu VVIP di lantai dua bangunan utama untuk Genta malam ini," perintah Kiara kepada pelayan tua yang langsung mengangguk patuh.

Genta merebahkan tubuh lelahnya di atas kasur berukuran king size yang luar biasa empuk dan wangi.

Dia menatap langit-langit kamar yang dihiasi lampu kristal mewah, menyadari betapa cepat nasibnya berubah dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam.

Di tengah kesunyian malam itu, Genta memanggil antarmuka sistemnya yang sejak tadi belum sempat dia periksa.

[Membuka Panel Sistem Tabib Sakti.]

[Memasuki Menu Toko Sistem Level 1.]

Layar biru transparan langsung muncul di depan matanya, menampilkan puluhan daftar resep obat dan kemampuan medis kuno yang bisa dibeli.

Mata Genta berbinar melihat barang-barang mustahil yang terpajang di etalase virtual tersebut.

Ada Pil Penumbuh Tulang, Salep Penghilang Luka Permanen, hingga Resep Teh Penambah Umur yang harganya sangat mahal.

"Sistem, berapa banyak poin reputasi yang aku dapatkan dari menyelamatkan Tuan Surya dan Kakek Baskoro hari ini?" tanya Genta dalam hati.

[Saldo Poin Reputasi Master saat ini: 1500 Poin.]

[Disarankan untuk membeli Pil Penawar Seratus Racun seharga 1000 Poin sebagai persiapan pertahanan diri.]

Genta mengerutkan keningnya, insting bertahannya yang tajam langsung menangkap maksud tersembunyi dari saran sistem ini.

"Sistem ini tidak pernah memberikan saran tanpa alasan yang jelas, pasti akan ada insiden beracun dalam waktu dekat."

Tanpa ragu sedikitpun, Genta langsung menekan tombol beli pada layar transparan tersebut.

[Pembelian berhasil.]

[Item Pil Penawar Seratus Racun telah dimasukkan ke dalam Gudang Penyimpanan Dimensi.]

Genta menyeringai tipis, dia kini sudah sepenuhnya siap menghadapi pesta perayaan besok malam yang pasti akan dipenuhi oleh ular-ular berbisa.

Keesokan malamnya, aula utama kediaman Prameswari telah disulap menjadi tempat pesta yang luar biasa mewah.

Lampu-lampu gantung kristal menyala terang benderang, meja-meja panjang dipenuhi hidangan kelas dunia dan minuman anggur dari luar negeri.

Ratusan tamu undangan dari kalangan elit kota metropolitan hadir dengan pakaian terbaik mereka, saling bertegur sapa dan memamerkan kekayaan.

Genta berdiri di sudut ruangan sambil memegang segelas jus jeruk, matanya mengawasi setiap pergerakan tamu dengan sangat jeli.

Dia mengenakan jas hitam pemberian Kiara semalam, penampilannya yang memukau membuat banyak anak perempuan konglomerat diam-diam meliriknya penuh minat.

Tidak jauh darinya, Kiara sedang sibuk menyapa para rekan bisnis dan kolega kakeknya dengan senyum profesional yang dipaksakan.

Tiba-tiba, suasana riuh di dekat pintu masuk mendadak menjadi sangat sunyi, seakan ada monster yang baru saja melangkah masuk.

Genta menoleh perlahan, matanya langsung menyipit tajam mengenali sosok arogan yang baru saja datang tanpa diundang.

Kevin Adhitama melangkah masuk ke dalam aula pesta dengan setelan jas merah marun yang sangat mencolok dan menyilaukan mata.

Di belakangnya, ada empat pengawal pribadi yang bertubuh jauh lebih besar dan mengerikan dibandingkan pengawal yang dikalahkan Genta kemarin.

"Wah wah wah, lihat siapa yang sedang berpesta merayakan kebangkitan orang mati malam ini," ucap Kevin dengan suara lantang yang sengaja memancing keributan.

Kiara langsung mengepalkan tangannya kuat-kuat, raut wajahnya berubah menjadi sangat dingin dan bermusuhan.

"Siapa yang mengizinkanmu masuk ke rumahku Kevin? Keluargamu tidak ada dalam daftar tamu undangan malam ini!" usir Kiara tanpa basa-basi.

Kevin tertawa terbahak-bahak, dia mengambil segelas sampanye dari nampan pelayan yang lewat dan berjalan santai mendekati Kiara.

"Keluarga Adhitama tidak butuh undangan kertas murahan untuk masuk ke mana pun kami mau, Kiara sayang."

"Aku datang ke sini murni untuk mengucapkan selamat kepada kakekmu yang beruntung bisa lolos dari malaikat maut kemarin."

Namun senyum Kevin mendadak lenyap saat matanya menangkap sosok Genta yang berjalan pelan menghampiri mereka berdua.

Rasa dendam dan amarah langsung meledak di dada Kevin mengingat penghinaan yang dia terima di lobi perusahaan kemarin siang.

"Ternyata gembel udik ini juga ada di sini, dan sekarang kau sudah pandai memakai baju manusia ya?" cibir Kevin merendahkan Genta di depan ratusan tamu undangan.

Semua mata di aula kini tertuju pada perseteruan segitiga tersebut, menunggu pertunjukan menarik dari para petinggi kota.

Genta hanya menyesap jus jeruknya dengan sangat santai, lalu menatap Kevin dari atas sampai bawah dengan raut wajah iba.

"Kupikir kau sudah belajar dari kesalahanmu setelah aku mempermalukanmu dan cacing-cacing menjijikkanmu itu kemarin."

"Ternyata ukuran otakmu memang lebih kecil dari cacing tanah peliharaanmu itu ya Tuan Muda Kevin."

Perkataan pedas Genta langsung memicu tawa tertahan dari beberapa tamu yang tidak menyukai kesombongan keluarga Adhitama.

Urat-urat kemarahan bermunculan di leher Kevin, dia benar-benar ingin merobek mulut pemuda sombong di depannya ini sekarang juga.

Namun Kevin menahan dirinya, dia memberi isyarat tangan kepada salah satu pengawalnya yang membawa sebuah botol anggur antik berlapis emas.

"Aku tidak datang ke sini untuk berdebat dengan anjing penjaga sepertimu," ucap Kevin mencoba mengembalikan wibawanya.

Dia menatap lurus ke arah Kiara dan mengangkat botol anggur antik tersebut tinggi-tinggi.

"Ini adalah Anggur Dewa dari abad kedelapan belas, harganya puluhan miliar dan hanya ada tiga botol di seluruh dunia."

"Aku membawa ini khusus untuk diminum bersama Kakek Baskoro malam ini sebagai tanda perdamaian antara keluarga kita."

Kevin menyeringai licik, matanya memancarkan niat membunuh yang sangat pekat di balik kebaikannya yang palsu.

"Kecuali jika Kakekmu itu pengecut dan menolak tawaran damai dari keluarga Adhitama di depan seluruh tamu kehormatan ini."

Genta langsung menajamkan pandangannya, sistem di kepalanya tiba-tiba berbunyi nyaring memberikan peringatan tanda bahaya.

[Mata Surgawi Level 1 mendeteksi anomali mematikan.]

[Analisis Botol Anggur: Mengandung Bubuk Penghancur Jantung tanpa warna dan tanpa rasa.]

[Efek: Kematian mendadak tanpa jejak racun dalam waktu lima belas menit setelah tertelan.]

Senyum iblis perlahan terbentuk di sudut bibir Genta, malam ini dia akan membuat tuan muda arogan ini menangis darah memohon ampun padanya.

1
yani
💕💞💕
pricilia
🥰🥰
Anton barly
🥰🥰🥳🥳
fitri
/Gift//Gift//Gift//Gift//Gift/
Antoni gergio
💞💞💞💞💞
Angel
🌹🌹🌹🥰🥰🥰
Shinta geol
❤❤❤❤
clara
andai di dunia nyata ada🥹
Jamrud Khatulistiwa
sistem sangat pelit, setiap misi tdk sda hadiah
Jamrud Khatulistiwa
sistim tdk pernah memberi tahu hadiah yg diberikan
Jamrud Khatulistiwa
murid orang sakti mendapat sistem
Gege
katanya diawal sudah belajar banyak di gunung Rinjani.. nyatanya masih bergantung sama sistem...tapi gpp biar lebih op laah MC nyaaaah .pesen 10 hareem yaa Thor...jangan lembek..🤭
Cherlly: iya kaka,judul nya aja sistem kaka,next crita ya kaka saya lagi mikir lgi biar menarik 😊😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!