Sebuah rumah yang menyimpan rahasia besar selama ratusan tahun kini mulai membuat penghuninya terganggu.
Tak hanya gangguan mistis, pemiliknya juga mulai sakit sakitan dan mulai menyadari ada yang aneh dengan rumah yang dia tinggali itu.
Akankah pemilik rumah itu berhasil memecahkan misteri di dalam rumah yang sudah puluhan tahun dia tempati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Liciknya sosok putih
Dimas sudah memeriksa Jessica, dia memang melihat sesuatu yang berbeda dari tengkuk Jayden dan juga Jessica, mereka terkena kutukan keturunan yang di katakan Hala, dan untuk menghilangkan itu Dimas juga Kharissa sudah pernah membahasnya.
"Apa kamu akan percaya kalau aku mengatakan ada seseorang yang sudah melihat bagaimana kehidupan nenek moyang kamu di masa lalu?" tanya Dimas yang sedang bersama Karta, Hatta, Galuh, Gading dan Jayden di ruang kerja Karta.
"Tergantung kak"
"Tergantung apa?"
"Tergantung dari bagaimana orang itu menjelaskan bagaimana kehidupan nenek moyangku di masa lalu, aku pernah mendapatkan mimpi juga tentang kehidupan nenek" jawab Jayden
"Dia bahkan tahu bagaimana nenek kamu menghilang" ucap Dimas membuat semua orang terkejut.
"Menghilang?" tanya semua orang
"Ya, menghilang sama seperti Vincent dan Ratri, ketiga orang itu menghilang tanpa jejak, nenek kamu tidak kembali ke Belanda tapi kakek kamu Juned yang membawa anaknya ke Belanda dengan bantuan orang tua Patricia karena Patricia menghilang di perkebunan ini" jawab Dimas
"Tapi... ada yang mengatakan kalau nenek meninggal karena sakit hati di ceraikan oleh Vincent" ucap Jayden
"Dia berbohong, nenek moyang kamu, nenek dan kakek moyang Hatta, mereka menghilang secara misterius" jawab Dimas
"Bagaimana nenek kami menghilang?" tanya Hatta
"Kharissa bilang dia masuk ke alam lain dan dia bicara langsung dengan Vincent, Vincent bilang dia dan Ratri terpisah, ketiganya menghilang karena ritual pindah raga yang di lakukan Patricia gagal dan Vincent masih terjebak bahkan tidak bisa mati dengan tenang" jawab Dimas
"Ritual pindah raga? itu hanya bisa di lakukan oleh mahluk halus saja bukan manusia, dukun Patricia pasti sudah mencuci otaknya" ucap Hala
"Apa itu ritual pindah raga?" tanya Hatta dan Jayden bersamaan.
"Ritual saat satu sosok sudah terlalu tua atau sakit sakitan dan dia menemukan wadah baru yang lebih muda dan sehat, kami bangsa jin biasanya melakukan itu di jaman dulu tapi sekarang kami sudah tidak melakukannya lagi, itu di larang hukum dunia jin karena akan banyak peperangan gaib terjadi" jawab Hala
"Kalau menusia pindah raga?" tanya Gading
"Tidak bisa, bahkan meskipun bisa yang menempati raga mereka adalah Iblis, bukan manusia lagi" jawab Hala dan Rukmini mengangguk.
"Kalian.... Kalian punya begitu banyak jin, apa kalian tidak pernah bisa hidup abadi?" tanya Jayden yang juga di bisikkan tentang keabadian oleh sosok putih itu.
"Keabadian itu tidak ada untuk kita mahluk ciptaan Tuhan Jayden, lihat kami, kami tetap menua di usia kami, tidak ada yang berubah meskipun kami punya jin pelindung" jawab Dimas
Jayden mengepalkan tangannya, dia tidak tahu harus percaya pada siapa sekarang, karena tujuan utamanya adalah untuk mengembalikan penglihatan Jessica agar dia bisa hidup layaknya perempuan normal, bisa menikah dan memiliki keturunan tanpa harus di bayang bayangi kebutaan lagi.
"Nak, Om tahu kamu sedang bimbang sekarang, Om tidak akan memaksa kamu untuk percaya pada kami, kami hanya peduli padamu dan juga adikmu, kami tahu kamu dan adikmu adalah orang baik" ucap Karta mengusap punggung Jayden.
"Bagaimana? bagaimana cara kami bebas dari kutukan itu kalau memang benar kami terkena kutukan yang menimpa nenek moyang kami" tanya Jayden
"Dengan berbakti setulus hati pada orang yang memberikan kutukan itu, tapi karena ini sudah terjadi sekitar seratus tahun yang lalu, jadi kalian harus mencari keturunan dari orang yang sudah memberikan kutukan itu" jawab Dimas
"Tapi apa yang sudah di lakukan nenek sampai dia di kutuk dan kami juga terkena imbasnya?" tanya Jayden
"Patricia membakar seorang laki laki tua dan mengambil matanya dalam keadaan masih hidup, dia di siksa dalam keadaan sadar bahkan teriakan minta tolongnya tidak di pedulikan Patricia" jawab Dimas membuat Jayden gemetar.
"Kamu melihatnya?" tanya Karta
"Tidak, Kharissa yang melihatnya dan Om juga kan" bisik Dimas dan Karta mengangguk.
"Tapi kenapa Kharissa tahu banyak sekali?" tanya Karta
"Karena Kharissa memimpikan semua potongan kejadian masa lalu nenek Ratri termasuk Vincent, bahkan tentang mata mata yang di kumpulkan Patricia untuk sebuah tujuan" jawab Dimas
"Tujuan apa?" tanya Hatta
"Memiliki mata batin agar bisa mengatur masa lalu dan masa depan dia ingin menjadi sakti dan dukun yang dia datangi justru menggunakan kesempatan itu untuk mendapatkan banyak tumbal dari Patricia, tapi bukan Patricia yang menjadi sakti, melainkan dukun itu" jawab Dimas
"Dukun itu pasti masih punya keturunan kan?" tanya Galuh
"Ada pa, papa ingat dukun yang sudah menjadi guru Om Gatra kakak papa? dukun itulah yang menjadi keturunan dukun sakti itu, khodamnya anjing yang memakan mata manusia supaya anjing anjing itu bisa mengawasi semua orang yang akan jadi tumbal dukun itu" jawab Dimas
"Jadi dukun itu juga menumbalkan Patricia?" tanya Karta
"Itu yang masih belum di ketahui Kharissa"
Brak.
"Astagfirullah, ada apa Rian?" tanya Hatta
"Papa, Tante Jessica menghilang setelah di tarik ke dalam hutan oleh sosok putih itu!" jawab Rian yang masuk ke dalam ruang kerja Karta.
"Astaga Jessica!" pamit Jayden langsung berlari keluar.
"Ayo kita cari" ucap Hala dan Rukmini juga Sahara mengangguk.
"Rian, Reza dan Rissa tetap di sini jaga yang lain" ucap Hatta
"Baik papa" jawab ketiganya
Jessica pergi ke arah suara Jayden memanggilnya ketika dia sedang bermain ayunan di depan halaman rumah bersama anak anak, saat itu Hannan pikir Jessica akan masuk ke dalam rumah, tapi tepat ketika Jessica ada di batas pagar gaib rumah Karta, tubuhnya di tarik oleh sosok putih yang sejak tadi menunggu kesempatan untuk membawa Jessica supaya nyonya meneer bebas.
"Opa... lihat dinding ini retak lagi, saat Opa tertidur lama waktu itu juga dinding ini retak" ucap Rian menunjuk dinding berlumut yang kembali retak di beberapa sisi.
"Benarkah?" tanya Karta dan Rian mengangguk.
"Kenapa bisa begini, padahal dinding ini selalu kokoh, saat ada teror itu pun dinding ini tidak hancur berbeda dengan dinding lain yang hancur" gumam Karta
"Tadi orang orang yang bekerja di luar juga melihat saat Tante Jessica hilang Opa, mereka ketakutan" ucap Reza
"Innalilahi, semoga saja mereka tidak berhenti bekerja dan meninggalkan pekerjaan mereka di tengah jalan" gumam Karta.
••••••••••••
Di dalam Perkebunan.
"Kak Jayden kita mau ke mana? kalau mau pulang ke rumah kak Tisya kenapa tidak naik mobil? kenapa berjalan? lalu kenapa Om Tama dan kak Tisya tidak di ajak?" tanya Jessica yang tangannya di genggaman sosok putih yang sedang berpura pura menjadi Jayden
"Kita akan ke tempat lain dulu, kakak ingin memotret kamu di suatu tempat" jawab sosok putih itu
"Tapi kan kakak belum pernah ke sini?"
"Siapa bilang? kakak selalu di sini Jessica, menunggu setiap kesempatan untuk membebaskan nyonya..."
ma'af thor mau nanya itu nyonya meneer sudah berdiri sejak taun berapa🤭🤭🤭