didunia ini dimana sihir adalah segalanya, sedangkan Kyle Rouseyn dianggap sebagai yang terlemah dalam bidang sihir
Kyle adalah murid kelas 2 akademi sihir reveign yang terkenal karna menghasilkan banyak kandidat hero, semua murid dan orang orang menganggap kyle tidak akan pernah bisa menjadi hero. kyle tidak memperdulikannya, dia terus berusaha untuk membuktikan dirinya bisa menjadi hero
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon satria satsu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
berlatih mengendalikan kekuatannya
Saat kyle baru saja selesai makan, ia dihampiri oleh celia
"Apa kau punya waktu luang, kyle?" tanya celia
"Ada, kenapa memangnya?" jawab kyle
"Kau pasti sangat terkenal ya, sekarang?" tanya celia
Kyle langsung menjawab pertanyaan celia
"Entahlah, aku sendiri tidak peduli dengan begituan"
"Kalo kau, kau pasti terkenal dan hebat?. Tadi saja aku dengar kalo kau dibilang sangat hebat" tanya kyle ke celia
"Tidak, yang hebat itu adalah kakak laki laki ku"
"Aku dianggap hebat hanya karna adiknya, bukan karna aku sendiri yang membuktikannya" jawab celia sambil menunduk
"Kalo begitu, buktikanlah sebagai dirimu sendiri"
"Dan tunjukan bahwa kau bisa karna bukan adiknya" ucap kyle
Celia langsung mengangkat kepalanya setelah mendengar itu
"Ya, pasti akan ku buktikan"
"Nah, kalo bersemangat kan bagus" ujar kyle
"Kau sekarang pasti sangat kuat kan, kyle?"
"Tadi saja saat bertarung dengan rio, kau melepaskan energi sihir yang sangat besar dan kuat" tanya celia ke kyle
Kyle langsung menjawab pertanyaan tersebut
"Itu adalah kekuatan yang akhirnya bisa ku gunakan setelah latihanku selama ini"
"Dan aku masih lemah karna energi sihir sebesar dan sekuat ini belum bisa ku kendalikan sepenuhnya"
"Jadinya kekuatan sihirmu sekarang adalah hasil latihan kerasmu selama ini?" tanya celia
"Ya, itu benar" jawab kyle
"Kerja kerasku selama ini akhirnya terbayarkan tapi ini baru permulaan untuk perjalanan panjangku menjadi hero" ucap kyle
"Kenapa kau sangat ingin menjadi hero?" tanya celia
Kyle langsung menjawab pertanyaan dari celia
"Karna aku mengagumi para hero dan karna itulah aku ingin menjadi hero"
"Oh begitu rupanya, aku akan terus mendukungmu" kata celia
"Terima kasih ya, celia" ucap kyle
Besoknya saat kyle berjalan di halaman akademi, semua murid tidak lagi memandangnya dengan tatapan meremehkan dan tidak ada lagi yang berbisik untuk menghinanya
Kyle langsung berjalan ke kelas. Saat sudah dikelas, para murid jadi ramah dan menyapa kyle
"Selamat pagi, kyle" ucap mereka semua
Loyd menghampiri kyle dan menanyakan sesuatu
"Kyle, apa kau sudah tahu kalo nanti akan ada praktek sihir" tanya loyd
"Praktek sihir?, gawat" jawab kyle
"Apa kau belum mempersiapkan sesuatu untuk praktek sihir nanti?" tanya celia
Kyle langsung menjawab pertanyaan dari celia
"Belum, mungkin nanti nilai ku akan jelek"
Akhirnya guru masuk ke kelas, lalu praktik sihir akhirnya dimulai. Murid murid pergi ke lapangan untuk praktik sihir tersebut
"Gawat, apa yang harus ku lakukan?" ucap kyle
Satu persatu murid mulai menunjukan sihir mereka untuk praktek sihir ini
Saat gilirannya kyle, ia langsung mengumpulkan energi sihirnya ditangan lalu membentuknya menjadi bola yang bercahaya
Bola energi tersebut lama kelamaan semakin susah dikendalikan sehingga bola tersebut dilempar ke langit oleh kyle. Bola energi itu meledak sangat besar di langit
Gara gara ledakan yang sangat besar itulah membuat semua murid menjadi heboh
"Bagaimana?, apa nilaiku jelek?" tanya kyle ke guru
"Tidak, kau mendapat nilai bagus" jawab guru ke kyle
"Syukurlah jika aku tidak dapat nilai jelek"
"Apa tadi berlebihan?" ucap kyle sambil sedikit tersenyum dan memegang kepalanya
"Tadi itu terlalu berlebihan" ucap seluruh murid dengan tegas
Guru guru dan kepala akademi langsung ke lapangan dan menghampiri kyle
"Apa kau ingin menghancurkan akademi dengan kekuatan seperti itu?" tanya kepala akademi sambil marah
Kyle menjawab pertanyaan tadi
"Tidak, tadi aku tidak bisa mengendalikannya lalu ku lempar ke langit"
"Lain kali jangan begitu lagi, kyle" ucap salah satu guru
"Ya, aku akan lebih berhati hati" kata kyle
"Kekuatan dari kerja keras dan bukan dari bakat memang luar biasa" ucap kepala akademi
"Bukan hanya kerja keras tapi juga pantang menyerah,tekad, dan semangatlah yang membuatku bisa mendapatkan kekuatan itu" ujar kyle
"Kau memang tidak kenal menyerah ya, kyle" ujar kepala akademi
"Ya, aku tidak akan pernah menyerah"
"Dan aku akan belajar mengendalikan kekuatan ku" ucap kyle
Saat bel istirahat, kyle pergi ke tempat latihan yang sepi untuk berlatih mengendalikan kekuatannya. Ia mengeluarkan sedikit demi sedikit kekuatannya agar bisa dikendalikan
Sampai istirahat selesai, kyle masih tidak bisa mengendalikannya
"Memang sangat sulit mengendalikan kekuatan sendiri ya" ucapnya
"Aku harus cepat kembali ke kelas" ucap kyle sambil berlari ke kelas
Saat kyle tiba dikelas, ia hampir saja dihukum karna telat tapi untungnya tidak jadi di hukum
Pelajaran pun dimulai, saat sedang pelajaran....beberapa kali kyle menatap ke leo
"Kenapa ya, leo....loyd....dan sara tidak meremehkanku saat baru pertama kali bertemu" ucap kyle dalam hati
Saat bel pulang, kyle menghampiri leo,loyd,dan sara
"Aku ingin bertanya ke kalian" ucap kyle
"Tanya apa, kyle?" ucap mereka bertiga
"Kenapa kalian tidak ada pandangan meremehkan saat baru pertama kali bertemu denganku?" tanya kyle ke mereka bertiga
Loyd menjawab pertanyaan itu
"Karna kami juga pernah merasakan diremehkan dan di hina oleh orang orang"
"Itu benar, kami bertiga sudah kenal sejak kecil karna keluarga kami punya hubungan yang dekat" ucap leo
"Kami bertiga memiliki bakat sihir terlemah sehingga kami diremehkan dan di hina. Tapi itu hanya sebentar karna kami diberikan guru yang mengajarkan sihir" ujar sara
"Oh begitu rupanya. Pantas saja kalian tidak memandangku dengan tatapan menghina dan meremehkan" kata kyle
"Penderitaan kami tidak seberapa denganmu. Kau berlatih sendirian selama ini kan?" ucap mereka bertiga
"Tidak juga, terkadang aku berlatih dengan ibu ku" ujar kyle
"Apa kau hanya tinggal dengan ibu mu?" tanya leo ke kyle
"Tidak, aku punya adik perempuan satu. Namanya tiara" jawab kyle
"Oh begitu" kata leo
"Jika sudah tidak ada urusan lagi, kami pulang dulu ya" ucap loyd
"Ya" kata kyle sambil tersenyum
Saat kyle sudah sampai dirumahnya, ia dihampiri oleh ibunya
"Kau sudah pulang, kyle" ucapnya
"Ya, aku sudah pulang bu" ucap kyle
Suasana dirumah itu sangat tenang dan damai. Kyle langsung pergi dulu ke kamarnya untuk berganti pakaian, ia pergi ke meja makan untuk makan dan sudah ditunggu ibu dengan adiknya
"Ibu, sekarang aku sudah punya kekuatan sihir sendiri" ucap kyle
Ibunya yang mendengar itu langsung diam sebentar dan meneteskan air mata bahagia
"Benarkah, kyle?" ucapnya
"Ya, aku serius kalo sudah punya kekuatan sihir sendiri" kata kyle
"Syukurlah jika kau akhirnya punya. Tidak sia sia kerja kerasmu selama ini" ucap ibunya sambil masih meneteskan air mata bahagia
"Sekarang kakak sudah tidak bisa lagi dihina dan diremehkan" ucap adiknya kyle(tiara)
"Itu tidak penting, yang penting sekarang adalah aku sudah punya kekuatan dan bisa melindungi ibu dan tiara" ucap kyle