Xan Yiran adalah polisi bagian kriminal, suatu ketika dia berhadapan dengan kelompok gengster. Apesnya Yiran tertembak oleh ketua gangster itu, kemudian dia terbangun di dunia yang berbeda, dunia zaman kerajaan. Yiran reinkarnasi ke tubuh ratu bodoh yang selalu di permainkan oleh orang orang yang ada di kerajaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Inilah pembalasanku.
Di kediaman menteri Liang-ho, pria itu seperti melihat penampakan sosok orang-orang yang dulu dia siksa. Para pelayan yang dia bunuh dan para pelayan wanita yang dia lecehkan kemudian dia habisi.
"Pergi kalian! pergi kalian!" teriak menteri Liang-ho. pria itu seperti pria gila yang kesurupan akan sesuatu, padahal kedua matanya sudah buta namun dia terus berhalusinasi didatangi oleh arwah orang-orang yang dia siksa.
"Ada apa ini?" istri menteri Liang-ho yang ketakutan. wanita itu menatap suaminya yang seperti orang gila, kedua matanya diikat dengan kain kasa namun tingkahnya seperti pria normal. "Tenanglah suamiku, tenang!" seru istri menteri Liang-ho. wanita itu berusaha untuk menenangkan suaminya.
"Pergi kalian! pergi; dasar kalian setan! kalian makhluk-makhluk brengsek!" teriak sang menteri. Pria itu kemudian meraba sesuatu yang ada di sekitarnya, dia melempar apapun yang dia pegang bahkan istrinya sampai dilempari tutup cangkir.
"Hati-hati nyonya!" seru para pelayan yang sudah menarik tubuh istri menteri Liang-ho.
"Dasar pria gila!" teriak mertua menteri Liang-ho.
"Dasar kalian mayat yang sudah tak bernyawa! beraninya kalian mencoba untuk menggangguku! kalian itu sudah aku bunuh!" teriak menteri Liang-ho dengan sangat keras. pria itu memukulkan tongkatnya ke segala arah, tak urung pelayan bahkan keluarganya sendiri dia pukul dengan membabi buta.
"Suamimu ini benar-benar sudah gila, dia seharusnya mati daripada menyusahkan kita!" teriak mertua menteri Liang-ho.
"Ayah, jangan berkata seperti itu, dia adalah suamiku." istri menteri Liang-ho menangis tersedu-sedu.
Di luar ruangan pengawal bayangan nampak terus memperhatikan apa yang dilakukan oleh menteri Liang-ho dan keluarganya, pengawal bayangan itu dia tersenyum begitu puas.
"Kalau yang mulia Ratu melihat ini pasti dia akan sangat bahagia." ucap Ho-jae.
Di paviliun Ratu, Chang-yu duduk di samping ranjang Kaisar, dia menatap suaminya dengan tatapan mata penuh ejekan dan penghinaan. Dupa halusinasi yang selalu ada di ruangan itu membuat sang Kaisar terus-menerus merasakan sakit yang teramat, setiap malam dia selalu mimpi buruk namun dia tidak bisa berteriak. Lidahnya sudah terluka parah, hal itu membuatnya hanya bisa melotot tanpa mengeluarkan suara.
"Hari ini kamu harus minum obat yang selalu aku siapkan, suamiku." ucap Chang-yu yang kemudian mengambil mangkuk yang sudah diantar oleh pelayan.
Melihat mangkuk yang ada di tangan Chang-yu Kaisar Xen-dong nampak sangat marah, pria itu ingin sekali melempar mangkuk itu namun apalah daya karena tubuhnya tidak bisa bergerak sama sekali.
"Jangan berikan aku obat itu! kamu benar-benar ingin membunuhku!" teriak Kaisar Xen-dong dalam hati. ingin sekali pria itu menendang Chang-yu namun sayangnya sekarang dia hanyalah pria lumpuh.
"Kenapa kedua matamu melotot seperti itu, yang mulia? apakah kamu marah?" tanya Chang-yu dengan nada mengejek.
Kaisar Xen-dong nampak begitu kesal, pria itu melotot menatap Chang-yu dengan ekspresi wajah murka.
"Kenapa kamu harus marah? Aku cuma menyiksamu seperti ini selama beberapa bulan, apa kamu tahu, apa yang kamu lakukan padaku sudah berapa tahun. Kamu menyiksaku, kamu membiarkan para selirmu itu berbuat jahat padaku. Apa kamu tahu, Kaisar. Setelah ini aku pasti akan membalas para selir-selir jahat mu itu, aku pasti akan membuat mereka merasakan penderitaanku. Darah dibayar darah, mata dibayar mata, tangan dibayar tangan dan nyawa harus mendapatkan gantinya." ujar Chang-yu yang kemudian mencengkram dagu sang Kaisar. Dia memaksakan minuman yang ada di tangannya ke mulut Kaisar Xen-dong. Sang Kaisar berusaha meronta namun sayangnya tubuhnya yang lumpuh itu membuatnya tidak bisa melakukan apapun.
"Racun ini tidak berbau, tidak beraroma tidak berwujud. Bahkan tidak akan ada orang yang bisa mengetahuinya, tabib sakti pun tidak akan bisa melacak racun Ini." kata Chang-yu. sesaat kemudian Kaisar Xen-dong mulai batuk, dia memuntahkan darah kemudian dadanya terasa sakit luar biasa. "Bagaimana rasanya, Yang mulia? apakah sakitnya sungguh luar biasa?" tanya Chang-yu dengan raut wajah tanpa rasa bersalah sama sekali.
"Dasar iblis! kamu itu wanita iblis!" Kaisar Xen-dong terus mengumpat Chang-yu dalam hati, ribuan kalimat jahat, umpatan yang begitu jelek serta dia mengutuk Chang-yu.
Chang-yu tersenyum, dia tahu setiap kali Kaisar marah atau mengumpat dirinya wanita itu hanya tersenyum. ia mengambil sapu tangan kemudian membersihkan tangannya. "Apa yang kamu lakukan sangat menyakitkan, Kaisar. Penderitaanku selama ini akan kamu bayar lunas, kamu akan merasakan pintu neraka di depanmu namun kamu tidak kunjung mati. Aku akan membuatmu merasakan setiap inci kulitmu aku sobek perlahan." bisik Chang-yu yang kemudian meninggalkan paviliun sang Kaisar.
Di tempat lain di paviliun tempat selir Xima, sekarang ini wanita itu sedang kesal, sekarang dia tidak bisa mendapatkan apapun dari Kaisar Xen-dong. Sang Kaisar sekarang sudah seperti makhluk tidak berguna sama sekali.
"Aku akan bertahan di sini, aku akan membuat Kaisar mengangkat ku menjadi permaisuri sebelum dia meninggal." ucap selir Xima.
"Kita harus berhati-hati selir, yang aku dengar kondisi yang mulia Kaisar semakin lemah." kata Yi-tan.
"Kamu benar sekali, saat ini aku harus mendapatkan kekuasaan. Aku tidak mau dilengserkan dan aku tidak mau dibuang dari tempat ini, kalau aku mempunyai anak maka akulah yang akan menjadi permaisuri." ucap selir Xima yang nampak sudah merencanakan sesuatu.
Menteri Wang Ji-bai sudah memerintahkan putrinya itu untuk melanjutkan rencana mereka.
"Aku sudah bilang padamu apa yang harus kita lakukan, bukan? sekarang buatlah kehebohan di istana, buat semua orang yang ada di tempat ini mendapatkan kabar baik." kata selir Xima.
"Baik selir." jawab Yi-tan yang kemudian ke rumah sakit istana.
"Tabib! tabib!" seru Yi-tan yang sudah berada di rumah sakit istana.
"Ada apa kamu teriak-teriak seperti itu?" tanya tabib.
"Tabib, tolong selir Sima, akhir-akhir ini tubuhnya lemas dia terus-menerus muntah-muntah." jawab Yi-tan.
"Memangnya selir habis makan apa?" tanya tabib.
"Aku kurang tahu, tabib. Tapi akhir-akhir ini selir selalu mual jika makan sesuatu." jawab Yi-tan.
Setelah mendengar penjelasan dari Yi-tan, akhirnya tabib istana pergi ke tempat selir Xima, pria tua itu memeriksa kondisi selir Xima yang terbaring di ranjang.
"Bagaimana kondisinya, tabib?" tanya Yi-tan yang terlihat ketakutan.
Tabib itu memeriksa nadi selir Xima, sesaat kemudian dia langsung bersujud di depan selir Xima. "Selamat selir, selamat." ucap tabib.
"Kenapa kamu mengucapkan selamat kepada selir, memangnya dia sakit apa?" tanya Yi-tan yang berpura-pura.
"Selir tidak sakit, saat ini selir sudah mengandung." jawab tabib.
Mendengar jawaban tabib selir Xima yang berpura-pura itu pun dia nampak memulai aktingnya, dia membuka matanya perlahan kemudian menatap tabib.
"Apa katamu tadi tabib?" tanya selir Xima dengan wajah lemah.
"Benar sekali selir, saat ini selir sudah mengandung.' jawab tabib yang kemudian memberikan resep kepada Yi-tan.
Kabar menghebohkan itu menyebar dengan begitu cepat, kabar itu sampai ke tempat Chang-yu yang membuat Yura dan dayang Lin malah merasakan keanehan.
"Benarkah kabar itu?" tanya dayang Lin heran.
*Bersambung*
Terima kasih sudah membaca novelku, baca juga novelku yang lainnya.
*pesona Selir yang di sia siakan
*Reinkarnasi ke tubuh permaisuri terbuang
*Warisan rumah tua yang ajaib
Dan masih banyak lagi, semoga suka dengan karyaku, mohon dukungannya juga ya. Terima kasih.