Sweetie, salah satu wanita malam grade A di sebuah bar ternama kota Manila. Ia menjual dirinya sangat mahal karena memang dia spesial. Kecantikan yg tidak banyak wanita miliki di bar itu.
Suatu malam ada lelaki kurir yg sudah lelah digoda teman-temannya karena masih perjaka diusia 27 tahun. Ia pergi ke bar dengan membawa uang hanya 2000 peso padahal minimal bermalam dengan wanita malam di bar yg ia kunjungi adalah 2000 peso tapi ia beruntung mendapatkan Sweetie meskipun dengan cicilan dan langsung jatuh cinta pada wanita malam itu sejak ciuman pertama mereka.
Namun, Sweetie sangat tergila gila dengan uang dan mengabaikan usaha lelaki yg telah ia ambil keperjakaannya karena hanya seorang kurir yang memiliki uang pas pasan.
Apakah lelaki itu akan melakukan berbagai usaha untuk menjadi kaya dan mendapatkan Sweetie? atau menyerah karena Sweetie sulit ia gapai?
Saksikan kisah cinta Kurir & Wanita Malam!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku ada untukmu
Sesampainya di rumah sakit umum Manila, Aaron langsung mengambil uang di saku celananya untuk membayar taxi lalu menggendong Hana menuju UGD.
Perawat yg melihat ada seseorang lelaki menggendong wanita langsung mendorong brankar didepan Aaron agar Hana bisa dibaringkan di brankar itu.
"Tolong, kekasih saya sudah tidak sadarkan diri dan dia sedang hamil" ujar Aaron dengan panik.
"Tenang, Pak. Akan kami tangani secepatnya" kata salah satu perawat lalu mendorong brankar Hana ke tempat perawatan.
"Bapak silahkan urus administrasi dulu ya" kata perawat yang lain sebelum mengikuti brankar Hana.
Aaron menuruti intruksi dari perawat. Ia menghampiri recepsionis dan mengurus pendaftaran, sedangkan Hana mendapatkan penanganan.
Beberapa saat kemudian, administrasi sudah selesai dan Aaron pun langsung berlari menuju tempat perawatan Hana.
Aaron melihat perawat yg membantunya tadi keluar dari salah satu sekat perawatan yang ia yakini itu adalah tempat Hana berada.
Ketika Aaron berpapasan dengan perawat itu, ia mendapatkan kalimat yang membuat hatinya lega.
"Kekasih anda tidak apa apa, Pak. Kandungannya juga belum terpengaruh dengan demam yang ia alami. Dehidrasi dan kelelahan, membuat kekasih anda tidak sadarkan diri. Syukurlah anda langsung membawanya kesini, tunggu untuk beberapa saat kedepan, dia akan segera sadar karena sudah kami berikan nutrisi dari infus" kata perawat dengan senyuman menyampaikan informasi kepada Aaron karena perawat itu tau seberapa panik Aaron ketika membawa Hana masuk ke UGD.
"Terima kasih, Sus" sahut Aaron dengan nafas lega.
Perawat itu pun berjalan menuju ke arah lainnya, sedangkan Aaron masuk ke tempat perawatan dibalik tirai dan menampakkan Hana yang terbaring masih dalam kondisi tidak sadar.
Aaron pun berjalan mendekat ke brankar dan duduk di kursi yg tersedia.
"Maafkan aku" lirih Aaron sambil memegang tangan Hana yang masih terasa hangat namun tidak sepanas tadi dengan erat.
Tanpa sadar Aaron meneteskan air mata melihat wanita yang ia sayangi berbaring tak bertenaga.
"Mulai hari ini, aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi dariku. Aku akan memegang tanganmu dan anakmu dengan erat sampai kalian tidak bisa menjauh dariku" lirih Aaron dengan serius lalu menghapus air matanya.
.
Disisi lain di kedai SnackBox pertama, Aris datang dengan menggunakan motor setelah mengantar Jeni untuk membuka kedai SnackBox kedua dekat rumah mereka. Lelaki itu heran, melihat motor Aaron didepan rumah dalam kondisi tidak dikunci setir tapi sepertinya rumahnya tidak ada orang.
"Ini nih, belum juga kaya raya. Motor digeletakkan di jalanan begini, dasar Aaron" omel Aris. Ia pun berjalan masuk ke rumah melalui pintu samping setelah memarkirkan motornya disebelah motor Aaron, tp terkejut pintunya tidak terkunci.
"Loh pintunya gak dikunci? Apa Aaron masih didalam sama Hana ya?" lirih Aris yg heran udah jam set9, apa temennya itu gak segera antar Hana periksa ke rumah sakit padahal udah 2 jaman yg lalu ia dapat chat dari Aaron kalau udah sampek kedai pertama SnackBox.
Aris pun masuk dan melihat suasana dalam rumah sepi tak ada orang. Ia mencari di kamar Hana, pun tidak ada orang.
"Mungkin mereka naik taxi kali ya? Yaudah deh, yang penting Hana sudah sama Aaron , jadi aku gak terlalu kepikiran" kata Aris lalu berjalan menuju kedai dan membukanya.
.
Saat ini sudah siang hari, waktu sudah berjalan hingga jam 12 siang. Aaron masih setia mengenggam tangan Hana yg masih belum sadar juga. Tapi tiba tiba, Aaron merasakan gerakan jari Hana dalam genggamannya.
"Hana" panggil Aaron dengan lembut.
Pelan pelan, mata Hana pun terbuka. Akhirnya, wanita hamil itu sadar juga setelah beberapa jam tak sadarkan diri.
"Aaron" lirih Hana dengan pelan ketika wajah pertama yg ia lihat setelah sadar adalah lelaki yg ia tunggu untuk mengingatnya kembali.
"Hana, akhirnya kamu sadar" ucap Aaron lalu memeluk Hana dengan lembut.
Hana pun mengangkat tangan yg tidak diinfus untuk membalas pelukan Aaron.
Tak disangka ketika mereka sedang berpelukan penuh haru, tiba tiba dokter bersama perawat datang untuk memeriksa keadaan Hana.
"Eheeem, permisi bapak dan ibu" sapa dokter agak canggung tapi ya bagaimana sudah tugasnya memeriksa pasien di jam periksa siang.
Aaron pun melepas pelukannya pelan dan menghadap ke sumber suara.
"Maafkan saya dok. Saya terlalu senang, kekasih saya sudah sadar" kata Aaron tanpa melepas genggaman tangannya pada Hana.
Hana hanya tersenyum malu dan mengingat momen dimana ia juga kepergok oleh dokter berpelukan dengan Aaron ketika lelaki itu sadar dari komanya.
"Ah gapapa, sudah biasa anak muda memang romantis dimanapun dan kapanpun " canda dokter dan berjalan mendekat ke samping brankar Hana.
Aaron dan Hana tersenyum malu bersamaan karena candaan dokter.
"Bagaimana kondisi anda? Sudah lebih baik?" tanya dokter.
"Iya dok" jawab Hana dengan nada yg terdengar masih lemas.
"Anda itu hamil, harus makan makanan yg bergizi, minum air putih yang banyak, kalau bisa beli susu hamil ya diminum sampai mau lahiran. Anda demam karena kelelahan dan dehidrasi" jelas dokter terkait keadaan Hana.
"Oh ya, lelaki ini kekasih anda ya? Yg membuat anda hamil juga?" tanya dokter ceplas ceplos tapi dengan ramah.
Hana menoleh ke Aaron dan bertepatan Aaron pun menatap Hana lalu tersenyum pada wanita hamil itu dan kembali menghadap si dokter.
"Iya dok, saya kekasih wanita ini yang sedang mengandung anak saya" jawab lugas Aaron tanpa ragu. Hana merasa bahagia dan lega jika Aaron bisa menganggap bayi yg ia kandung adalah anaknya meskipun kemungkinan besar memang anak kandung lelaki itu.
"Mangkanya, terlihat perhatian dan sayang banget. Tolong dijaga dan dipenuhi gizi ibu hamilnya. Syukurlah tadi anda bawa wanita ini tepat waktu, kalau semisal terlalu dibiarkan demam tingginya bisa menyebabkan kontraksi dini. Anda beruntung ibu dan janinnya selamat" ujar dokter.
"Baik dokter. Mulai hari ini saya akan memberikan perhatian untuk calon ibu dari anak saya" sahut Aaron dengan yakin.
Dokter dan perawat pun tersenyum mendengar respon Aaron yang terlihat memang sangat menyayangi pasien.
Setelah melakukan beberapa pemeriksaan lainnya, dokter beserta perawat izin untuk meninggalkan tempat perawatan Hana dan berpindah ke pasien lainnya.
Jadilah Aaron dan Hana berada di 1 tempat hanya berdua, mereka saling tatap dengan kerinduan masing masing.