Indonesia
NovelToon NovelToon
Nayanika (Mata Yang Indah Dan Memancarkan Daya Tarik)

Nayanika (Mata Yang Indah Dan Memancarkan Daya Tarik)

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Keluarga & Kasih Sayang / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Roman-Angst Mafia
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: blackpanther

Nayanika adalah julukan untuk Fatimah Azzahra. yang mempunyai daya pikat tersendiri saat semua pandangan tertuju padanya. Cinta dan keyakinan serta apa yang ada di dalam keluarganya adalah hal yang terpenting baginya. Baginya yang paling berharga itu adalah keluarga. Serta ingin menyembuhkan luka yang sudah ada sejak lama di alaminya. Akankah ada yang membantunya atau hanya takdir? tentukan kisahnya di kisah NAYANIKA.

Selamat menikmati..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blackpanther, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayangan yang Mulai Terungkap

Langit sore tampak muram. Awan menggantung berat di atas sekolah, seolah tahu ada sesuatu yang lebih gelap daripada hujan yang akan turun. Fatimah berjalan pelan di lorong belakang gedung laboratorium, menunduk dalam diam. Langkahnya terdengar lirih di antara suara gemericik daun.

Di tangannya masih ada bekas tinta hitam coretan-coretan yang tadi dilemparkan ke mejanya oleh Nabil gengnya saat jam istirahat.

“Si kupu-kupu lusuh,” begitu mereka menulis di sana, diiringi tawa kecil yang menusuk seperti duri.

Fatimah sudah terbiasa. Tapi hari ini... entah kenapa rasanya berbeda. Mungkin karena pagi tadi, ia sudah cukup babak belur oleh sindiran pamannya di rumah Nila, yang tidak pernah lelah meremehkannya. “Kamu itu cuma beban keluarga,” begitu katanya sambil melirik Fatimah dari ujung mata. Kata-kata itu terus bergema, bahkan ketika Fatimah menatap dirinya di cermin kamar mandi sekolah barusan.

Namun sebelum air matanya sempat jatuh, seseorang muncul di ujung lorong. Excell Rama Wilson.

“Fatimah,” panggilnya pelan.

Gadis itu terkejut, buru-buru menyeka air matanya dan menunduk. “Kakak... ngapain di sini?” suaranya bergetar, mencoba terdengar biasa.

Excell melangkah mendekat. Wajahnya datar, seperti biasa. Tapi di matanya ada sesuatu perpaduan antara marah dan cemas. “Aku lihat tadi mereka lagi ganggu kamu di kelas.”

Fatimah menggeleng cepat. “Enggak apa-apa, aku udah biasa.”

“Enggak, Fatimah. Ini enggak apa-apa yang salah.” Suara Excell meninggi sedikit. “Kamu selalu diam, padahal mereka makin keterlaluan. Kamu pikir dengan sabar semua akan berhenti?”

Fatimah menggigit bibirnya. “Aku cuma... Enggak mau bikin masalah. Kalau aku balas, nanti mereka bilang aku drama.”

Excell menatapnya lama, kemudian menarik napas dalam. “Kamu enggak sadar, yaa? Dengan diam, kamu justru kasih mereka izin buat terus nyakitin kamu.”

Hening. Hujan mulai turun perlahan, menetes di atap seng. Fatimah tidak membalas, hanya memandang lantai yang basah. Tapi hatinya bergetar oleh kalimat itu.

Lalu Excell mengulurkan suatu payung hitam miliknya. “Aku antar kamu pulang.”

Fatimah menggeleng lagi, tapi Excell tak mau mendengar. Ia memayungi gadis itu dan berjalan bersisian. Sepanjang jalan, keduanya hanya diam. Namun diam itu tidak kosong; ada sesuatu yang menumpuk di udara rasa yang tidak diucapkan, tapi terasa jelas.

Di tikungan menuju gerbang sekolah, Nabila berdiri dengan senyum liciknya. Ia menatap Fatimah dari kepala sampai kaki. “Wah, wah... ternyata si kupu-kupu lusuh sekarang punya pengawal pribadi,” ujarnya sinis.

Fatimah menunduk, tapi Excell malah menatap Nabila lurus-lurus. “Nabila, kalau loe punya waktu luang buat hina orang lain, coba pikir, apa loe sudah cukup sempurna buat ngerendahin orang seperti Fatimah?”

Nada suaranya tenang tapi tajam, membuat Nabila kehilangan kata-kata sejenak. Namun, seperti biasa, ia tak mau kalah. “Oh, jadi kakak yang tampan ini sekarang bela dia? Kasihan, kak Excell. Kamu terlalu gampang dikasihani.”

Fatimah merasakan hatinya berdegup kencang. Ia ingin bicara, tapi Excell lebih cepat. “Gue enggak kasihan. Gue cuma tahu bedanya orang baik yang terluka sama orang jahat yang pura-pura bahagia.”

Hening menyelimuti ketiganya. Hujan turun makin deras, mengguyur halaman sekolah. Nabila menggigit bibir, menatap tajam sebelum berbalik dan pergi. Tapi Fatimah tahu, ini belum selesai. Tatapan itu... terlalu penuh dendam untuk berakhir begitu saja.

Malamnya, Fatimah duduk di kamar, menatap jendela yang berkabut. Di meja, payung hitam Excell tergeletak, masih meneteskan air. Di sisi lain, ponselnya bergetar. Pesan dari nomor tak dikenal.

“Permainan baru saja dimulai, Fatimah. Kali ini, tidak ada yang bisa menyelamatkanmu.”

Fatimah menelan ludah. Jemarinya bergetar. . Tapi pesan itu terasa... berbeda. Nada ancamannya terlalu tenang, terlalu terencana.

Beberapa menit kemudian, terdengar ketukan di jendela. Fatimah terlonjak. Saat ia menyingkap tirai, sosok Excell berdiri di luar, basah kuyup.

“Fatimah, aku tadi lewat depan rumahmu... aku lihat bayangan orang di belakang tamanmu. Aku pikir kamu butuh temen malam ini.”

Gadis itu membuka jendela dengan panik. “Bayangan?”

Excell mengangguk. “Sepertinya seseorang ngikutin kamu dari sekolah tadi.”

Fatimah membeku. Seluruh bulu kuduknya berdiri. Excell kemudian masuk, masih menunduk meneteskan air dari rambutnya. Ia duduk di kursi dekat jendela, memperhatikan Fatimah yang mulai pucat.

“Aku enggak tahu siapa,” lanjutnya, “tapi aku enggak mau ninggalin kamu sendirian malam ini.”

Fatimah tak tahu harus menjawab apa. Ada ketakutan, tapi juga rasa hangat yang tiba-tiba mengalir dalam dadanya. Sejak kecil, tidak ada yang pernah benar-benar peduli padanya seperti ini.

Malam itu, keduanya duduk lama di ruang tamu yang temaram. Hanya suara hujan dan detak jam yang terdengar. Excell sesekali menatap Fatimah, sementara gadis itu menunduk, mencoba menenangkan napasnya.

Tapi di balik jendela, sesosok bayangan memang berdiri diam. Seseorang memandangi mereka dengan mata tajam, wajahnya tersembunyi di balik tirai hujan.

Fatimah tidak tahu, permainan yang ia pikir sudah selesai ternyata baru saja dimulai. Dan cinta yang tumbuh di antara hujan malam itu... akan menjadi awal dari perang baru antara dendam, rahasia, dan luka masa lalu yang belum sembuh.

1
Yoo Jae
semangat putri
Zolojulo
Semangat, kak.

Mampir juga ya😊
Langit
sebenarnya siapa sih Nabila itu?
Langit
lanjuttttt
Langit
lanjut thorrrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!