Indonesia
NovelToon NovelToon
Terikat Rasa Yang Salah

Terikat Rasa Yang Salah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Anak Kembar / Mengubah Takdir
Popularitas:18.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ikancumi cumi

hazam kamu dimana?....aku ingin bersamamu aku benar-benar putus asa.

-hazel

hazel kamu masih dengan dia atau sudah berada ditempat lain?.....aku harap kebahagiaan selalu bersamamu.

-hazam

perpisahan yang direncanakan oleh pamannya membawa keberuntungan dan kesialan bagi mereka, hazam yang hidup berkecukupan namun selalu merasa kesepian karna kehilangan sosok adik yang selalu bersamanya, sedangkan hazel harus menerima perihnya hidup, kesepian, kekerasan, bahkan pelecehan dan cemoohan orang.

bagaimana cara hazel keluar dari belenggu pamannya? dan bagai mana ia bertemu kakaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikancumi cumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kepulagan hazam dan, dewa?

Hazel terus mencoba menghubungi hazam namun nihil tidak ada satupun panggilannya yang sampai pada hazel, nomor laki - laki itu aktif namun tidak satupun pesannya terbalaskan.

Hari ini hazel benar-benar kehilangan moodnya, hazam tidak menghubunginya selama satu hari penuh, padahal harusnya hari ini adalah hari kepulangan hazam namun laki-laki itu malah menghilang.

"Dari pada mikirin yang enggak-enggak mending kita ngobrol sambil nunggu kakak kamu nelpon balik" jika kalian bertanya dia siapa maka jawabannya adalah raya! Perempuan yang hampir tiga hari ini merecoki hazel dengan melayangkan berbagai pertanyaan mengenai hazam.

Hazel yang mendengarnya menggeleng, dia terlalu malas untuk berpura-pura baik dan menerima setiap pujian wanita itu pada kakak sekaligus kekasihnya, hazel tau raya bersikap baik untuk menarik hatinya namun hazel pura-pura tidak tau apa-apa.

Siang kini berganti malam, hazel sudah siap dengan baju hangat dan menunggu hazam datang, hazam membalas pesannya bahwa dia akan tiba sore ini setelah mengirimkan pesan itu hazam tidak lagi membalas pesannya.

Ayolah hazel sudah berburuk sangka dengan berpikir bahwa kakaknya tengah berselingkuh dengan perempuan lain, makannya hazam mengabaikan pesan darinya.

Sekarang sudah pukul sembilan malam, dan hazam baru menampakan dirinya dengan senyuman tak berdosa hazam menghampiri adiknya dengan menyeret kopernya.

Pelukan hangat dapat hazel rasakan namun hal itu tak berselang lama karna tiba-tiba dia kembali kesal saat mengingat kakaknya yang tidak mengabarinya, dengan gemas hazel mencubit pinggang kakaknya.

Hazam mengaduh dengan sedikit berteriak "kamu kenapa sih" hazel yang mendapatkan pertanyaan seperti itu menyilangkab tangannya dengan marah dia berbisik namun dengan nada suara yang terdengar menakutkan.

"Kamu selingkuh!" Tuduhnya pada hazam, sedangkan hazam yang mengaga saat mendengar tuduhan hazel padanya.

Sedetik kemudian tawa hazam lepas bahkan sampai mengundang penghuni lainnya, dengan gemasnya hazam menggendong hazel menc*umi pipi berisi adiknya.

"Pikiran kamu negatif terus, aku bantuin atasanku nyelesaiin urusannya soalnya ini hari terakhir" jelas hazam, saat sudah tiba dirumah tamu hazam menurunkan hazel dan menyalami semua orang yang ada disana.

"Mbak hazel tidur sama siapa?" Hari ini hazam benar-benar kelelahan dia ingin cepat-cepat istirahat.

"Dia minta tidur sendiri, kalo kamu mau nginep boleh ko" Rani yang melihat raut wajah lelah hazam tau maksud pertanyaan hazam dia ingin menginap.

Mendengar itu hazam berpamitan untuk istirahat lebih awal dan akan membawa hazel pulang besok, hazel membawa hazam kekamarnya.

Hazam memutuskan untuk mandi sebelum dia benar-benar akan tidur, karna perjalanan yang cukup jauh hazam merasa tubuhnya benar-benar lengket karna keringat.

Saat perjalanan dari kamar mandi ke kamrnya dan hazel, hazam dikagetkan dengan seseorang yang menyodorkan teh dan biskuit pdanya.

"Buat kamu, ini teh jahe biasa bikin badan kamu seger lagi" raya membawa nampan dengan satu gelas teh dan satu piring nampan, hazam menerimanya serta berterima kasih setelahnya dia pergi.

Setibaknya dikamar hazam dikejutkan dengan hazel yang berdiri didekat pintu dengan bersikap dada dan bibir yang terlihat seperti bebek, tanpa ba bi Bu hazel merebut nampan itu membuang teh dan biskuitnya.

"Loh ko dibuang si sayang?" hazam yang memang tidak tahu apa-apa merasa keheranan saat hazel melakukan itu.

"Lih Ki dibiing si siying" hazel mengulang pertanyaan hazam dengan sedikit ledekan, hazel membaringkan tubuhnya dikasur.

Hazam yang tahu hazel merajuk mendekati kekasihnya itu membelai halus rambut panjang hazel "maaf ya, aku pikir dia sama kaya mbak Rani atau Lisa" hazam tidak berpikir jika dia menerima teh dan biskuit itu kekasihnya akan cemburu.

Hazam memutuskan untuk ikut berbaring dengan membawa hazel kepelukanya, pagi harinya hazel bangun dan ikut menyiapkan sarapan.

Sebelum itu dia sudah menyiapkan secangkir teh hangat dan handuk untuk hazam, hari ini hazel memutuskan untuk pulang setelah siang.

Saat semuanya sudah siap mereka memanggil setiap anggota rumah untuk sarapan, hazam duduk diantara hazel dan raya dia tidak merasa canggung saat makan dengan banyak wanita dan hanya dia satu-satunya laki-laki.

Saat hazel hendak mengambilkan nasi untuk hazam tanpa semua orang duga raya mengambil sepiring nasi dan bertanya pada hazam langsung mengenai menu sarapan mana yang hazam inginkan.

Bukannya menjawab hazam malah menatap hazel yang mengenggam erat centong nasi, tak mau ada keributan hazam menolak tawaran dari raya.

"Masih mbak tapi hazel akan menyiapkannya untuk saya" hazam tersenyum manis pada hazel agar hazel melanjutkan tindakannya.

"Gak papa lagian jarang-jarang kamu disini, kamukan tamu sudah semestinya dilayani dengan baik" raya menambah kan beberapa lauk kedalam piring yang dia siapkan untuk hazam "kamu suka ayam kecap kan?, Aku sengaja buat ini untuk kamu" raya dengan percaya diri memasukan lauk itu.

Hazel dengan kesal mengambil nasi dengan porsi yang banyak "saya Paling ga suka dengan menu makan ayam kecap, itu untuk kamu saja" hazam mengatakan fakta bahwa dia tidak suka ayam kecap karna dia tidak terlalu suka kecap.

Hazel menahan tawanya dan memberikan sepiring nasi kumplit dengan lauknya, dengan lahap hazam memakannya.

Raya benar-benar tercengang dengan fakta ini, itu artinya semua informasi yang dia dapatkan dari hazel adalah sebuah kebohongan.

Dengan kesal raya menatap hazel yang menatapnya sambil terkekeh, tak mau mendapatkan masalah akhirnya raya diam saja dan makan dengan anggun takutnya hazam memperhatikannya.

Siang harinya hazam dan hazel berpamitan akan pulang, karna dia sudah tidak kuat dengan raya yang terus mendekati kekasihnya.

Sesampainya dirumah hazel dan hazam saling tatap, menduga-duga apa yang akan terjadi dirumah jika mereka pergi dengan dewa yang tengah marah.

"Aku harap tidak ada sesuatu yang buruk" ujar hazel, namun hazam seolah sudah tau apa yang terjadi didalam dia yakin pasti akan ada sesuatu yang mengejutkan.

Saat pintu dibuka hazel menyium sedikit bau amis, namun dia tidak mau berpikir yang tidak-tidak.

Hazel memegang erat lengan hazam " dewa...." Hazel berteriak dengan pandangan yang menyapu seisi rumah.

Hazam membawa hazel kesumber bau amis yang mereka cium, langkah mereka berhenti didepan kamar dewa yang terasa begitu sunyi.

"Biar aku yang cek" hazam melangkah membuka pintun kamar dewa, saat pintu kamar terbuka bau amis semakin kuat bahkan rasanya membuat mual dan pusing.

Dengan memberanikan diri hazel menghampiri hazam menggenggam erat jemari hazam " dewa dia....." Tangan hazel benar-benar bergetar ketakutan.

Dia tidak mau ada yang mati lagi dirumah ini apalagi itu dewa, dia sudah berjanji akan menjaga dan merawa dewa.

Namun berbeda dengan hazam yang sudah tau apa yang dilakukan oleh dewa, diq lebih tenang meski ketakutan akan kenyataan bahwa kapanpun dia bisa kehilangan dewa.

"Aaaggahhh......." Jeritan yang disertai tangisan hazel mampu menggambarkan kekacauan dan mengenakannya nasib dewa, yang mati dengan tubuh penuh darah bahkan seprai yang berwarna biru muda kini berubah warna menjadi merah pekat.

Hazel tak mampu menahan bobot tubuhnya dia terduduk dengan wajah yang menatap lantai yang terasa dingin dengan sedikit bercak darah, tangisnya pecah rasanya sangat sakit.

1
Ikancumi Cumi
ceritaku ga lulus kontrak, bantu koreksi ya. /Grimace/
rubyy rubyy
semangat thor,cerita bagus
rubyy rubyy
seru ceritanya..
Nụ cười nhạt nhòa
Janggal tapi menarik.
not
Wah! Seru banget!
Ikancumi Cumi: makasih atas dukungannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!