Indonesia
NovelToon NovelToon
Pacarku Idolaku

Pacarku Idolaku

Status: tamat
Genre:Karir / Romantis / Showbiz / Cintapertama / Tamat
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Gresyst_lee

Feng Yin, seorang penulis novel yang sangat mengidolakan seorang penyanyi sekaligus aktor bernama Lu Yuan. Seperti penggemar pada umumnya, Feng Yin sering mengikuti segala sesuatu tentang Lu Yuan. Poster pria itu juga menghiasi hampir seluruh dinding kamarnya.

Suatu waktu, Lu Yuan terlibat scandal kencan dan disaat yang bersamaan, pria itu mendapati kalau kekasihnya selingkuh.

Lalu, apa yang akan terjadi pada keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gresyst_lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 33

Kristal awalnya sempat mengira, mungkin saja akan sedikit sulit baginya untuk dekat dengan keempat sahabat Yue Bin, tapi nyatanya berbanding terbalik. Dia diterima dengan baik oleh 4 wanita cantik itu. 

‘’Kristal, kau itu cantik, badanmu juga bagus, kenapa kau malah memilih pria tengil ini sih? Memangnya nggak ada pria lain gitu?’’ Feifei bercanda dengan berpura-pura menyampaikan rasa keberatannya.

‘’Jangan didengerin, orang gila lagi ngomong,’’ sela Yue Bin sambil menutup kedua kuping Kristal. Kristal hanya tertawa kecil, begitu juga dengan keempat wanita cantik itu.

‘’Feng Yin, ponsel kamu bunyi tuh,’’ ucap Chun Hua memberitahu, karena Feng Yin yang terlalu asyik menggoda Yue Bin, hingga tidak menyadari dering ponselnya.

Feng Yin kelabakan, Lu Yuan lah yang kini sedang menelponnya.

‘’Ada apa?’’ tanya Chun Hua. Feng Yin hanya menggeleng, wanita itu lalu berdiri dan melangkah sedikit menjauh dari para sahabatnya.

‘’Mau kemana, tumben,’’ ucap Anxin merasa aneh dengan Feng Yin. Biasanya, Feng Yin akan menjawab telepon tanpa peduli sedang bersama mereka, tapi kenapa sekarang malah ingin menjauh. Terbesit rasa curiga dihati Anxin dan para sahabat lainnya, kecuali Yue Bin yang sudah bisa menebak situasi apa yang sedang Feng Yin alami sekarang.

‘’Sudahlah, mungkin itu telepon dari rumah produksi, kalau dia berbicara di sini, saat kalian ribut seperti ini, bisa-bisa dia kehilangan kontrak kerjasama dengan rumah produksi itu.’’ Yue Bin mencoba mencari alasan yang tepat, untuk menolong Feng Yin dari situasi canggung itu.

‘’Ya , ini adalah pembahasan penting.’’ Setelah itu, Feng Yin langsung berlari keluar, sedangkan para sahabatnya tidak lagi mempermasalahkan, mereka percaya dengan alasan yang diucapkan Yue Bin tadi.

‘’Maaf, aku tidak bisa berbicara lama denganmu, aku masih bersama sahabat-sahabatku, nanti akan kutelepon lagi ya,’’ ucap Feng Yin begitu dia mengangkat panggilan telepon.

Sementara Lu Yuan, pria itu langsung menggerutu karena Feng Yin yang mengakhiri telepon seenaknya, bahkan sebelum dia membuka mulutnya. Lu Yuan tidak habis pikir dengan Feng Yin, apa sebegitu sulitnya wanita itu meluangkan lima menit saja, untuk mengobrol dengannya. Dia bahkan mencuri sedikit waktu disela kesibukannya, hanya untuk menelpon dan mendengar suara Feng Yin, tapi Feng Yin?

Sehun terus saja menggerutu, melontarkan protesnya.

‘’Kenapa wajahmu kusut seperti itu?’’ tanya Ming menghampiri Lu Yuan dengan membawa satu kotak makanan.

Lu Yuan tidak menanggapi, pria itu masih menampakan ekspresi kesalnya, dia tidak peduli, pada Ming yang sudah beberapa kali melayangkan pertanyaan padanya. 

‘’Bagaimana, apakah semuanya lancar?’’ Yue Bin langsung bertanya. Feng Yin membalasnya dengan senyum, sementara para sahabat yang lain ikut tersenyum, mereka pikir Yue Bin sedang menanyakan pekerjaan Feng Yin.

Hampir jam 4 sore, saat Feng Yin tiba dirumahnya. Wanita itu masuk kerumah dan tidak mendapati kedua orang tuanya. Dia pun mengeluarkan ponselnya dari dalam tas, lalu melangkah menuju sofa, sambil menekan panggil pada nomor kontak mamanya.

‘’Hallo ma, dimana, kenapa nggak ada dirumah?’’ tanyanya langsung pada mamanya.

‘’Oh ini, mama sama papa lagi diluar, jalan-jalan sebentar.’’

‘’Pulangnya jam berapa? Kenapa nggak ngasih tahu aku sih ma, tahu gitu aku juga belum pulang.’’

‘’Ya mama lupa, masa sih setiap mau keluar harus ngasih tahu kamu, kamu aja nggak pernah gitu sama mama.’’

‘’Kan beda konsepnya ma.’’

‘’Apanya yang beda, sama aja kok. Yaudah ya mama tutup teleponnya, untuk kapan pulangnya mama belum tahu, belum pasti soalnya.’’ Setelah itu mama Feng Yin benar-benar langsung mengakhiri panggilan telepon. 

Feng Yin pun langsung berdiri dan melangkah menuju kamar. Daripada cemberut, lebih baik dia menulis. Feng Yin lantas mengganti pakaiannya terlebih dahulu, lalu kembali keluar dari kamar, untuk mengambil camilan dan roti. 

Seperti biasanya, kalau sudah menulis seperti ini, Feng Yin sama sekali tidak bisa diganggu, wanita itu bahkan mensilent ponselnya, agar tidak mendapat gangguan dari dering telepon.

Satu jam sudah Feng Yin menulis, wanita itu masih tampak serius di layar laptopnya, tanpa tahu banyaknya panggilan tak terjawab dari Lu Yuan. Ya, kira-kira sudah 12 kali Lu Yuan menelpon. Lu Yuan terus menelpon karena kesal pada Feng Yin yang tidak kunjung mengangkat panggilan telepon darinya. Pria itu mengira Feng Yin masih bersama sahabat-sahabatnya.

Sudah hampir jam 12 malam, Feng Yin masih juga betah dengan kegiatan menulisnya. Wanita itu bahkan tidak sadar saat papa dan mamanya pulang.

‘’Astaga kemana sih wanita itu, tidak mungkin dia masih bersama para sahabatnya kan?’’ gerutu Lu Yuan dalam hatinya, sambil memandangi layar ponselnya. Sudah beberapa chat yang dia kirimkan, tapi tidak ada satupun yang dibalas oleh Feng Yin. Sekarang mereka sedang dijalan pulang.

‘’Ada apa?’’ tanya Ming lagi. Sejak tadi dia melihat Lu Yuan nampak kesal, tetapi tidak tahu apa yang membuat pria tampan itu kesal.

*****

‘’Ada apa ini, kalian masih berhubungan?’’ tanya Ming sedikit kaget, saat melihat Ling Qi yang sedang berdiri di depan pintu apartemen Lu Yuan. Apa wanita itu gila, bisa-bisanya dia berbuat nekat seperti ini? Pikir Ming lagi, dengan tatapan tidak sukanya pada wanita yang sudah mengkhianati Lu Yuan itu.

Lu Yuan tidak menjawab pertanyaan Ming, pria itu langsung melangkah dan menghampiri Ling Qi yang tampak sedang menangis.

‘’Mau apa lagi kau kesini?’’ tanya Lu Yuan dengan suara datarnya. Ling Qi pun langsung melangkah, untuk lebih mendekat pada Lu Yuan, tapi pria itu langsung memundurkan langkahnya, dia tidak ingin terlalu dekat dengan wanita dari masa lalunya itu.

‘’Yuan, tolong bantu aku.’’ Ling Qi kembali ingin meraih tangan Lu Yuan, tapi Lu Yuan sudah lebih dulu menghindar.

‘’Kita tidak punya urusan apa-apa lagi, kuharap ini terakhir kali kau datang menemuiku seperti ini.’’ Lu Yuan memberi peringatan. Setelah itu dia sedikit menyingkirkan tubuh Lung Qi dan hendak melangkah masuk, tapi ucapan Ling Qi sontak menghentikan langkahnya.

Lu Yuan pun kembali membalik badannya, dia melihat Ling Qi dengan tatapan serius.

‘’Apa yang terjadi pada mamamu?’’ tanya Lu Yuan dengan wajah seriusnya.

‘’Mama, semalam mamaku masuk rumah sakit.’’ Lu Yuan dan juga Ming tampak terkejut akan hal itu. Walau bagaimanapun paruh baya itu selalu bersikap baik dan memperlakukan Lu Yuan dan Ming layaknya anak sendiri.

‘’Lalu bagaimana keadaannya?’’ tanya kedua pria itu dengan kompak.‘’

‘’Keadaan mama sedang tidak baik-baik saja dan sekarang dia ingin bertemu denganmu Yuan.’’

‘’Ya, kami pasti akan datang untuk menjenguknya,’’ ucap Lu Yuan yang sudah kembali dengan wajah datarnya.

‘’Tapi Yuan mama ingin bertemu denganmu sekarang.’’

Lu Yuan tidak langsung menjawab, pria itu masih berpikir dan menimang apa yang harus dia lakukan. ‘’Untuk malam ini sepertinya aku tidak bisa, aku akan menemuinya besok, sebelum aku berangkat ke lokasi syuting dan kau pulanglah,’’ suruhnya pada Ling Qi dan langsung melangkah menuju pintu apartemennya, menekan passcode dan langsung masuk begitu saja.

Sementara Ming langsung berdecak, dengan ekspresi mencemooh. ‘’Jangan berharap lebih akan situasi yang sedang menimpa mamamu sekarang, karena hal itu percuma saja, Lu Yuan tidak akan kembali lagi pada wanita sepertimu.’’ Masih dengan senyum smirk nya, Ming pun melangkah meninggalkan Ling Qi begitu saja.

1
lafratabassum
Thor mau tanya.. apa karya ini masuk retensi 40 bab awal ya?
Siti Masrufah
bagus
penikmatkopi
Semangat thor. Ceritanya menarik😀
Realpcy_Cyl: makasih ka😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!