Indonesia
NovelToon NovelToon
Sugar

Sugar

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:51.9M
Nilai: 5
Nama Author: fitTri

Warning!! Adult content, dibawah umur dilarang mampir!

Bijaklah dalam memilih bacaan, novel ini bergenre Adult romance.

Membaca novel ini bisa membuat senyum-senyum, panas dingin dan baper berkepanjangan. Mengandung konten dewasa, pembaca dibawah umur dilarang ngintip, atau nanti akan penasaran.

Sofia Anna harus tercebur kedalam dunia yang tak pernah dibayangkannya. Satu masalah hidup membuat dia menjalani pekerjaan yang tak biasa. Menjadi simpanan pria-pria beristri.

Hingga suatu hari seseorang dari masa lalu menemukannya dan merubah segala yang ada di hidup Sofia.

"Apa kamu adalah kak Niko?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fitTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sayang!!

*

*

Satria baru saja keluar dari kamar mandi ketika mendapati Sofia tengah memasukkan pakaiannya kedalam lemari. Beberapa helai kaus dan celana panjang, juga pakaian dalam yang pak Amir bawa dari hotel tempat dirinya biasa menginap.

Satria duduk di sisi tempat tidur yang ukurannya tidak terlalu besar itu. Menatap sekeliling kamar Sofia yang sederhana. Tidak terlalu banyak barang. Hanya dua buah lemari kayu berukuran sedang. Sebuah sofa kecil, satu rak yang diisi tas dan sepatu milik Sofia, dan meja rias yang mungkin umurnya sudah lebih tua dari pemiliknya. Juga beberapa benda kecil yang menghiasi sudut kamar.

"Maaf, nggak seperti dihotel." gumam Sofia, menghampiri pria berkaus putih itu, yang beberapa jam lalu mengucap ijab kabul di depan orang tuanya. Lalu duduk disampingnya. Menatap suaminya yang terlihat segar dengan rambut basahnya.

Satria menoleh, kemudian tersenyum. Mengusak rambutnya yang masih basah dengan handuk kecil yang dia temukan menggantung dibelakang pintu kamar mandi.

"Kasurnya juga nggak sebesar yang ada di hotel." Sofia membayangkan tubuh tinggi Satria yang berbaring di tempat tidurnya, maka sebagian kaki pria itu akan terjulur atau bahkan mungkin terjuntai kebawah. Sofia terkekeh. "Mungkin nggak akan muat kalau ..." kata-katanya terjeda. Sofia seketika bingung harus memanggil pria di depannya ini apa. Harus memanggilnya papi seperti biasa atau ...

"Sayang, ..." Satria mengulum senyum.

"Heuh?" Sofia mendongak.

"Panggil aku sayang mulai sekarang." pintanya, iris kelamnya menatap lekat wajah polos didepannya.

Sofia menjengit, dia merasa geli sendiri ketika mendengar suaminya meminta dipanggil begitu.

"Sa-sayang, ..." tenggorokan nya mendadak terasa kering. Dia belum terbiasa.

Satria terkekeh. Kemudian meraih tangan perempuan itu, menariknya kepelukan.

"Terimakasih," ucapnya. Membuat Sofia kembali mengerutkan dahi.

"Untuk?"

"Karena kamu bersedia menikah hari ini." lanjut Satria.

"Apa aku punya pilihan lain? Sepertinya tidak. Bukankan kamu tidak menerima penolakan? Sepertinya hidupku berada dalam bahaya kalau aku menolak." Sofia mendongak, menatap wajah tampan nan tegas itu dengan kedua bola mata bulatnya yang berbinar.

Pria itu terkekeh lagi, lalu menatap mata bulat Sofia, meraup wajah tirus itu hingga dia mendongak dan sedetik kemudian bibirnya sudah menempel di kening perempuan itu. Kemudian mengecup kedua matanya yang terpejam secara bergantian. Lalu turun mengecup hidung bangirnya, dan terakhir saat Satria menemukan belahan mungil nan kenyal milik istrinya, dia mel*matnya dengan lembut, merasakan manisnya bibir merah Sofia yang seperti baru pertama kali dirasakannya.

"Aku mau hadiahku." Satria setengah berbisik, membuat Sofia mengernyit.

"Hadiah?"

Pria itu tersenyum penuh arti, mendekatkan bibirnya ke telinga Sofia, dan berbisik lagi.

"Hadiah pernikahan." seraya mengecup daun telinga istrinya, membuat tubuh perempuan itu meremang.

Satria menarik tubuh Sofia ke pangkuannya. Mendongak dan kembali mengecup bibir lembut istrinya. Menikmatinya bagai candu yang tak bisa dia lepaskan.

Kedua tangannya merayap di punggung Sofia, dan melepaskan benda yang mengait melindungi dada istrinya. Membelainya lagi dengan ujung jari-jarinya hingga wanita itu menggeliat merasakan sensasi geli pada punggungnya.

Sedetik kemudian Satria mendorong Sofia hingga perempuan itu terbaring di tempat tidur. Mengungkungnya diantara kedua tangan kokohnya. Beberapa kancing piyamanya sudah terbuka entah sejak kapan.

Sofia menggigit bibir bawahnya. Memejamkan matanya, merasakan hembusan napas Satria menerpa kulit lehernya. Tangan pria itu telah merayap lagi dibalik piyama yang dikenakannya.

Ujung hidungnya menyentuh telinga, kemudian bibirnya mengecup lembut. Sesuatu yang menyengat merambat ditubuhnya, membuat Sofia lagi-lagi menggeliat.

Tangan kurusnya merayap ditengkuk Satria, menariknya hingga bibir mereka bertemu. Menekannya hingga ciuman dalam seketika berlangsung dengan intens. Saling memagut, saling mengecup.

Ciuman Satria turun, menyusuri rahang dan dagu Sofia, berlanjut ke leher jenjang perempuan itu. Mengecupi dadanya, dan terus turun hingga pria itu menemukan dua benda favoritnya yang tengah dia remat dengan lembut.

"Sayang!!" Sofia melenguh pelan ketika Satria menghisap puncak dadanya. Menghadirkan gelenyar hebat di seluruh tubuhnya dan membuatnya punggungnya melengkung sensual. Tangannya meremas kuat rambut di kepala Satria, menekannya hingga membuat hisapan pria itu semakin kuat dan dalam.

Sofia mengulum bibirnya dengan kuat, menahan desahan keras yang hampir lolos ketika suaminya terus menggodanya dengan cumbuan dan belaian ditubuhnya.

Matanya terus terpejam menikmati sensasi hebat di sekujur tubuhnya.

Kedua tangannya pun kini telah merayap ditubuh suaminya. Menusuri lekuk tubuh atletis Satria yang menggoda. Entah sejak kapan pria itu telah melepaskan kaus putih yang tadi dikenakannya.

Tangannya semakin nakal menyusuri tubuh suaminya. Mencari-cari sesuatu yang diinginkannya. Sementara Satria pun terus menyentuh segala yang dia temukan pada tubuh istrinya

Namun dimenit berikutnya sentuhan itu berhenti. Sofia menjengit, membuka matanya. Menatap pria diatasnya yang terdiam.

Satria melepaskan Sofia dari kungkungannya ketika terdengar pintu di gedor dari luar. Suara Dygta melengking memanggil ibunya.

"Mama!!"

Perempuan itu mendengus kesal, membenahi pakaiannya yang berantakan akibat ulah suaminya. Mendorong tubuh Satria dari atasnya, kemudian berjalan menuju pintu dan membukanya.

Tampak Dygta yang berdiri didepan pintu, diikuti neneknya yang hampir berlari.

"Dygta, ayo tidur. Sudah malam." bujuk neneknya, meraih tangan anak itu untuk dibawa ke kamar tidurnya.

"Boleh Dede bobo sama mama?" katanya, dengan mata bulatnya memohon.

Sofia menggaruk kepalanya yang tak gatal, kemudian melirik Satria yang berjalan menghampiri.

"Dede mau bobo sama mama." pinta anak itu lagi, mengintip kedalam kamar ibunya saat Satria hampir berada di belakangnya.

"Dygta kan biasanya juga bobo sendiri. Ayo, nenek yang temenin." bujuk sang nenek lagi, merengkuh pundak gadis kecil itu.

"Ma, ..."

"Masuklah, sudah malam." Satria menyela. Melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 11 malam.

Dengan segera Sofia meraih tangan putrinya, menariknya masuk kedalam kamar. Menempatkannya tidur di pinggir mendekat ke tembok, dengan beberapa bantal dan boneka sebagai penghalang.

Dalam hitungan menit gadis kecil itupun tertidur dalam pelukan ibunya.

Sofia bangkit setelah yakin Dygta tidur dengan nyenyak. Membenahi selimut yang menutupi tubuh mungil putrinya, kemudian nembalikkan tubuh, dan mendapati Satria yang berbaring di belakangnya. Pria itu memejamkan mata.

Sofia beringsut memeluk tubuh suaminya yang dia yakini belum benar-benar tertidur. Menyurukkan kepalanya di dada bidang Satria yang selalu membuatnya merasa nyaman.

Pria itu balas merangkul tubuh istrinya. Senyuman tersungging di bibirnya.

"Maaf," Sofia berbisik. "Buka hadiahnya tertunda." katanya, sambil terkikik.

"Tidurlah, kita punya banyak waktu nanti." Satria tanpa membuka matanya yang terpejam.

Sofia menurut. Mengeratkan pelukannya ditubuh suaminya. Menikmati debaran didada Satria yang bagai lagu Nina Bobo baginya, yang perlahan mengantarnya ke alam mimpi.

Sementara Satria tengah mati-matian meredam hasrat yang berusaja menanjak. Bisa dipastikan malam ini dirinya takan bisa tidur dengan mudah.

*

*

*

*

Bersambung ...

like

koment

vote!!

1
Adeeva Haboo
tenang ada didim,ada daryl sama darren..
ya ampun padahal udah 5 tahun lalu tapi masih apal 🤭🤭
ㅤㅤ ㅤ𓂃𑁍ࠬ·ꗥₜₐₗₗᵧ·🫧 ||
meninggalkan jejak sek
Adeeva Haboo
setelah puyeng ma emaknya nanti puyeng ma anaknya double pula puyengnya atas bawah 🤣🤣🤣
Adeeva Haboo
ahhh kang jaheeeee
Adeeva Haboo
kangeeeen maaa
Borahe 🍉🧡
Kasian banget si Papa Bear saking paniknya jd kek org bodoh😁
Borahe 🍉🧡
Sabar Fan🙈🤣🤣
Borahe 🍉🧡
Salting 😋
Borahe 🍉🧡
Hahah lucu banget 🤣🤣🤣. Dari dapam kandungan sampai gede anak Satria merepotkan Om Arfan terus🙈😂😂.
Borahe 🍉🧡
Fan Fan. Lucu banget. Calon mertua mu itu Fan di 10 thn yg akan dtg😂😋
Borahe 🍉🧡
Sengaja banget terbar pesona🙄😂
Borahe 🍉🧡
betul fan🙄
Borahe 🍉🧡
tak ada yg luput dari pantauan om Arfan😁
Borahe 🍉🧡
plek ktiplek dgn kisah anaknya🤣ternyata story turunan
Borahe 🍉🧡
Fia gak pernah mens ya🙊🙈. Bercocok tanam mulu
Borahe 🍉🧡
selama masih muda si papi gak pernah pacaran hanya sibuk kerja jd saat ketemu Fia udah kek anak ABG yg baru merasakan cinta cintaan😋😂😂
Borahe 🍉🧡
Calon mertua mu Fan 😁
Borahe 🍉🧡
Salah satu kalimat spesial Papi ke Pasangannya. "Berkat doa kamu saya selalu sehat"😍 sweet banget kalimatnya
Borahe 🍉🧡
kata andalan si Papi. "Move" 😋
Borahe 🍉🧡
Back again. Sesuka itu bacanya🙊😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!