Puber kedua, menghancurkan pernikahan Tatiana Ramos dan Brandon Wirawan. Ketika sang istri sibuk mengembangkan bisnis di luar negeri, suaminya yang ditinggal selama 2 bulan justru sedang mabuk kepayang dengan gadis muda yang usianya 10 tahun lebih muda dari istrinya.
"Kamu membiarkan dia menginap di kamar kita, mas? apa kamu sudah gilaa?"
"Siska tak punya kerabat di kota ini, dia sebatang kara. Ingatkah saat aku bertemu denganmu pertama kali, kamu juga sebatang kara Tatiana!"
Dengan dalih mirip dengan istrinya 10 tahun lalu, untuk pertama kalinya selama 10 tahun, Brand mendebat Tatiana.
"Maafkan aku Nyonya, tempat tinggal ku sedang diperbaiki..."
Mata Tatiana melebar, wanita itu bahkan mengenakan gaun tidurnya. Dia tidak tahan lagi, hanya dua bulan, dan itupun demi perusahaan mereka yang sempat merugi milyaran rupiah. Tapi begitu dia kembali, suaminya malah bermain api.
'Suami pengkhianatan dan bodoh seperti ini, aku benar-benar tidak butuh' geram Tatiana dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Melihat mobil Zack sudah menjauh, Siska berusaha membantu Brandon bangun.
"Tuan, ayo bangun. Tuan lebih baik kita pergi ke rumah sakit. Visum saja, ini namanya tindakan kekerasann..."
Yuli yang mendengar Siska bicara seperti itu. Benar-benar gemas. Kalau bisa dia benar-benar mau cubit ginjal wanita ular itu.
Yuli kesal sekali, dengan langkah cepat dia mendekati Siska dan langsung menjambakk rambut wanita dari belakang.
"Aghkk!"
Brandon sampai kembali terjatuh ke jalan, karena dia juga sudah cukup lemas. Di cekikk sampai hampir tidak bisa bernapas, dan di tendang kaki dan perutnya oleh Zack.
"Kamu bilang apa? kamu bilang apa barusan?" pekik Yuli yang benar-benar tidak peduli apapun lagi.
Dia memang pengacara, tapi dia benar-benar tidak tahan dengan mulut Siska yang terus-menerus menebar kebusukan dan perselisihan. Dia seorang pengacara, saya juga tahu bagaimana hukuman bagi orang yang melakukan penganiayaann seperti yang saat ini dia lakukan kepada Siska. Tapi, Yuli sungguh tidak lagi perduli akan semua hal itu. Dia hanya ingin perempuan itu berhenti mengatakan sesuatu yang membuatnya kesal, dan itu berhubungan dengan sahabat baiknya Tatiana.
"Lepaskan aku!" pekik Siska.
"Yang seharusnya dilaporkan itu kamu wanita pelakorr. Apa kamu tidak tahu, bahkan sekarang ada aturan hukum yang mengatur hal semacam ini? kamu dan suami wanita lain berselingkuh, itu ada sanksinya, ada pidananya! aku gemas sekali, aku benar-benar ingin melemparkan kamu ke selokan!" ungkap Yuli.
Dan apa yang dikatakannya itu adalah isi hatinya. Dia sungguh ingin melemparkan wanita yang ada di depannya, yang saat ini masih kesulitan untuk melepaskan diri darinya, karena posisi Yuli memang berada di belakang wanita yang pakaiannya memang sangat minim, translate bergerak bebas itu.
"Lepaskan aku! aku akan berteriak, supaya semua orang melihat apa yang kamu lakukan! lihat apa kamu masih bisa bicara omong kosong!" lagi-lagi Siska menggertak.
Yuli memang tidak pernah menganggap kalau Siska itu pintar. Yang benar adalah, Siska itu licik dan bermulut besar. Tapi memangnya Yuli takut padanya. Lima tahun yang lalu, demi membela Yuli, Tatiana bahkan berkelahi dengan Evan, mantan suami Yuli. Sekarang, meski dia akan dapat masalah karena melukai Siska. Yuli juga tidak keberatan sama sekali. Dia malah senang bisa membantu Tatiana.
"Teriak saja, cepat teriak!" pekik Yuli yang semakin keras menjambakk rambut Siska. Bahkan dengan kedua tangannya.
"Agkkkkkk! Tolong! Tolong! ada orang gilaa! Tolong!" Teriak Yuli.
Beberapa dari kantor hukum Yuli keluar. Ada satpam, ada juga para karyawan Yuli. Akan tetapi, mereka sama sekali tidak punya niat membantu Siska, atau melerai apa yang sedang dilakukan Yuli.
"Wah, bos Yuli! mantap bos! jambakk yang keras!"
"Kalau perlu buat sampai botak!"
"Wah kacamata ku ketinggalan, apa sih yang sedang terjadi?" tanya satpam yang berpura-pura tidak melihat semua kejadian itu
Para karyawan yang lain tertawa melihat tingkah satpam itu. Mereka bahkan bertepuk tangan, seolah menyemangati Yuli.
"Rasakan ini! Ini! dan ini!" Yuli terus menjambakk, bahkan berpindah-pindah posisi di kepala Siska itu.
Sampai tangannya penuh dengan helaian rambut Siska yang tercabut dari kepalanya.
"Agkkkkkk, lepaskan aku. Apa kalian semua buta! hentikan wanita gilaa ini!" teriak Siska.
Tapi tak ada yang mendengarkan, mereka malah pura-pura tak melihat apapun lalu kembali ke tempat mereka masing-masing.
"Tuan, tuan Brandon! tolong aku!"
Wajah Siska sudah merah, kepalanya sudah sakit semua. Rambutnya acak-acakan, dan banyak yang sudah berjatuhan di jalan.
"Tuannn!" pekik Siska.
Sebenarnya leher, dada dan perutnya masih sakit. Kakinya juga di tendang pas bagian tulang kering. Dan itu juga sakit sekali. Tapi begitu dia melihat rambut Siska yang berjatuhan di jalan. Brandon berusaha untuk bangkit.
"Yuli, hentikan! aku tidak akan pergi ke rumah sakit! hentikan!"
Yuli yang memang merasa tangannya sudah panas, segera melepaskan Siska. Tapi dia memberikan dorongan yang sangat kuat.
Brukk
Siska yang memang sudah kesakitan sampai tersungkur di dekat Brandon.
"Sebenarnya aku lebih suka hukum di beberapa negara yang harus merajamm orang selingkuh seperti kalian! benar-benar orang-orang tidak tahu malu, tidak tahu diri. Dan kamu Brandon. Kamu akan sangat menyesal, kamu benar-benar laki-laki bodohh. 10 tahun lamanya Tatiana menyimpan aibmu, menjadikan dirinya sendiri tameng supaya kamu tidak rendah diri. Tapi kamu malah menyakitinya seperti ini. Kamu benar-benar akan menjadi orang yang paling menyesal di akhir, Brandon!" pekik Yuli.
Yuli sampai hampir menjerit, karena dia seolah bisa merasakan rasa sakit Tatiana. Dia istri yang sangat berbakti, patuh, penurut. Bahkan beberapa kali dirawat di rumah sakit karena terlalu bekerja keras menutupi kesalahan suaminya yang memang tidak becus itu. Dikatai mandul, di hina di depan semua orang bahkan oleh ibu mertuanya sendiri. Mendapatkan tatapan diremehkan oleh semua orang. Tapi dia tidak pernah mengungkapkan apa yang bisa menyakiti hati dan harga diri suaminya. Tapi balasan untuknya setia adalah pengkhianatan.
Dia bukan tidak suka anak kecil. Dia bahkan kerap menangis melihat ada wanita hamil berjalan di depannya. Tapi dia mengubur semua mimpinya untuk bisa menjadi ibu demi Brandon dan rumah tangganya. Namun pria itu malah membiarkan wanita selingkuhannya menindasnya.
Yuli marah sekali, sangat marah.
"Berdoalah tidak bertemu denganku lagi! aku benar-benar bisa mencekikk kalian berdua sampai matii!"
Yuli berbalik, dia segera meninggalkan tempat itu sebelum emosinya benar-benar tidak bisa di kendalikan.
"Aduh, sakit... tuan, antar aku ke rumah sakit!" kata Siska.
"Panggil taksi saja, cukup Siska. Hentikan saja, jangan berpikir melakukan visum atau hal lain..."
"Tuan, kenapa tidak boleh? lihat aku? lihat bagaimana kamu? mereka saat kejam! rambutku rontok semua. Sakit sekali, tuan harus membelaku, tuan... tidak sadarkah tuan, jutsru dengan melakukan visum, lalu menuntut mereka. Kita punya kesempatan minta kompensasi pada mereka. Bisa minta yang berapapun, dan bisa juga minta Nyonya tidak menceraikan tuan. Iya kan?" tanya Siska kembali menghasut Brandon.
***
Bersambung...
kok🥹🥹
yah begitulah, selingkuh emang penyakit.
susah sembuh nya...jadi jgn pernah kasih maaf kalau pasangan kita udah selingkuh,tuman dia.
kalau kata koh juga,dr cerita si air hujan. yg disangkanya ketemu danau,itu ujungnya tapi ternyata bukan.
karena pada akhirnya air ujung ke laut.
dan kalau kau jodohku,pasti cepat atau lambat kau akan datang padaku.
karena dr awal memang kau milikku
jiaaaaah...
terimakasih atas cerita indah nya Thor...😍😍😍😍