Delapan tahun pernikahan membuat Naura rela mengorbankan segalanya demi keluarga. Ia melahirkan dua anak, meninggalkan kariernya, dan diam-diam membantu suaminya membangun kerajaan bisnis hingga menjadi konglomerat.
Namun setelah tubuh Naura berubah gemuk usai dua kali melahirkan, Erwin justru menganggapnya sebagai aib dan memilih wanita lain.
Diceraikan, dihina, bahkan dipisahkan dari anak-anaknya, Naura memilih bangkit daripada terus terpuruk. Ia kembali pada identitas yang selama ini disembunyikan sebagai pewaris keluarga kaya. Di saat yang sama, takdir mempertemukannya kembali dengan pria dari masa lalunya, yang membantunya mengubah hidup sekaligus mengembalikan tubuhnya menjadi sehat dan ideal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab³⁴
Di tempat lain, Davina sedang mondar-mandir di ruangan tempat Laura dan Lionel disembunyikan. Ponselnya tiba-tiba bergetar, sebuah pesan masuk.
> [Yudi tertangkap.]
"Tidak..." Wajah Davina langsung pucat.
Ia menatap layar dengan tangan gemetar. Jika Yudi berbicara, semuanya akan terbongkar. Davina segera menghubungi Tania, tapi sebelum panggilan tersambung ia mendengar suara Laura.
"Tante..."
Davina menoleh dengan wajah kesal. "Ada apa?!"
"Kapan Mama datang? Papa juga pasti sedang mencari kami, kan?"
Davina mengepalkan tangan. "DIAM...!"
Laura langsung terdiam dan memeluk Lionel lebih erat. Bocah laki-laki itu mulai merengek ketakutan, membuat Davina semakin gelisah. Ia berjalan menjauh sambil terus mencoba menghubungi Tania, tetapi panggilannya belum juga tersambung.
"Sial!" gerutunya.
Ia tidak boleh kehilangan kendali sekarang. Jika Yudi membocorkan keterlibatannya, keluarga Ardynata pasti akan segera mengetahui bahwa semua ini adalah rencananya.
Davina menarik napas panjang, lalu kembali menatap kedua anak itu. "Jangan membuatku semakin kesal! Kalau kalian ingin bertemu ibu kalian, ikuti semua perkataanku!"
Laura mengangguk ketakutan.
Dan di tempat lain, Tania baru mengetahui kabar tentang penculikan Laura dan Lionel dari berita yang beredar di media sosial. Awalnya ia hanya mengira Davina sedang melakukan sesuatu untuk menjatuhkan Naura.
Namun ketika melihat foto Laura dan Lionel yang tersebar di beberapa akun berita, wajah Tania langsung berubah pucat.
"Davina..." Ia segera menghubungi wanita itu, panggilan pertama tidak dijawab.
Panggilan kedua juga tidak, Tania mulai gelisah. Akhirnya, pada panggilan ketiga, Davina mengangkat.
"Ada apa?"
"Kamu menculik Laura dan Lionel?"
"Siapa yang memberitahumu?"
"Jadi benar?"
"Itu bukan urusanmu!"
"Jangan bodoh, Davina! Kamu tahu apa yang sudah kamu lakukan? Kalau anak-anak itu terluka, bukan cuma kamu yang akan hancur. Semua rencana kita akan terbongkar!"
"Aku tahu apa yang kulakukan." Davina terdengar kesal.
"Tidak! Kamu tidak tahu!" Tania mengepalkan tangannya. "Tujuanku menghancurkan Naura secara perlahan, bukan membuat seluruh keluarga Ardynata memburu kita!"
"Aku hanya ingin membuat Erwin kembali kepadaku."
"Dan kamu pikir menculik anak-anaknya akan membuat dia mencintaimu lagi?"
Davina terdiam, Tania mengembuskan napas kasar. "Kamu sudah kehilangan akal."
"Jangan menghakimiku."
"Aku justru sedang menyelamatkanmu! Segera kembalikan mereka sebelum terlambat."
"Aku tidak bisa."
"Kenapa?"
"Karena keluarga Ardynata sudah menemukan orang yang membantuku."
Tania membeku. "Siapa?"
"Yudi."
"Kamu benar-benar menghancurkan semuanya," gumam Tania.
Davina langsung memutus panggilan, Tania menatap ponselnya dengan wajah penuh frustrasi. Ia merasa dirinya tidak lagi mengendalikan permainan.
Sementara itu, Davina terus mondar-mandir sambil memikirkan pesan yang baru diterimanya. Yudi sudah tertangkap, Ia menggigit kuku. Tidak lama kemudian, Davina menghubungi Dahlia.
Panggilan tersambung setelah beberapa detik.
"Ada apa?" tanya Dahlia.
"Yudi tertangkap."
Dahlia langsung terdiam. "Apa?"
"Orang Ardynata menangkapnya, mereka sudah tahu tentang kita."
"Kamu melakukan apa sampai Yudi bisa tertangkap?"
"Aku tidak tahu!" Davina mulai kehilangan kesabaran. "Aku butuh bantuanmu!"
"Bantuan apa?"
"Hapus semua bukti yang mengarah kepadaku."
Dahlia menarik napas panjang. "Kamu sudah membawa anak-anak itu tanpa memberitahuku. Sekarang kamu meminta aku membereskan kekacauanmu?"
"Aku melakukan semua ini karena ingin membantu rencana kita."
"Rencana kita tidak pernah melibatkan penculikan anak-anak."
"Tapi sekarang sudah terjadi!" Suara Davina terdengar semakin panik. "Kalau keluarga Ardynata menemukan bukti, semuanya selesai. Kamu juga akan masuk penjara!"
Dahlia memejamkan mata, Ia tahu Davina benar. Namun ia juga menyadari sesuatu yang lebih mengkhawatirkan, Davina sudah tidak berpikir jernih.
"Di mana anak-anak itu?"
"Aman."
"Jawab pertanyaanku."
Davina memberikan lokasi sementara.
"Kamu memang gila, Davina!"
"Aku hanya butuh waktu."
"Dan setelah itu?"
"Aku akan mengembalikan mereka."
Dahlia menatap kosong ke depan. "Jangan lakukan apa pun lagi tanpa memberitahuku."
"Sejak kapan kamu peduli pada mereka?" Davina tertawa hambar.
"Davina, kamu sudah keluar dari kendali." Nada Dahlia berubah dingin.
"Aku melakukan apa yang harus kulakukan!"
"Tidak! Kamu melakukan apa yang kamu inginkan." Dahlia mengakhiri panggilan, Ia kemudian duduk di kursi dengan wajah tegang.
Selama ini ia mengira Davina hanyalah alat yang bisa digunakan untuk mengalihkan perhatian Naura. Namun sekarang wanita itu sudah mulai bertindak sendiri. Dan orang yang bertindak tanpa kendali adalah ancaman terbesar bagi siapa pun yang memiliki rahasia.
Dahlia mengambil ponselnya kembali, Ia menghubungi seseorang.
"Aku ingin kamu mencari lokasi Davina."
Suara di seberang bertanya, "Untuk apa?"
"Dia membawa dua anak keluarga Ardynata."
"Apa kita harus menyelamatkan mereka?"
Dahlia tidak langsung menjawab, tapi tatapannya mengeras. "Jangan sentuh anak-anak itu."
"Kalau begitu?"
"Temukan saja Davina! Aku harus menghentikannya sebelum dia menghancurkan semuanya."
Dahlia menutup telepon.
Namun jauh di dalam hatinya, ia mulai menyadari bahwa permainan yang ia mulai delapan tahun lalu telah berubah menjadi sesuatu yang bahkan tidak lagi mampu ia kendalikan.
🤭🤭
krn ibu ny Tania sendiri yg gx kasih tau klo dy lgi hamil ank ny sakti ,,