Indonesia
NovelToon NovelToon
Bertukar Takdir Dengan Kembaranku

Bertukar Takdir Dengan Kembaranku

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: raya Abc

Emma dan Ella Taylor, sepasang gadis kembar, terpisah sejak kecil akibat perceraian orang tua. Emma tumbuh di New York menjadi wanita pemarah dan sulit mengendalikan emosi, sementara Ella yang dibesarkan di Inggris justru bersifat pendiam, penakut, dan terbiasa mengalah.

Setelah dua puluh tahun, mereka bertemu secara tak terduga di atas kapal pesiar mewah.
Saling bercerita tentang beban hidup masing-masing, keduanya mengambil keputusan nekat untuk bertukar identitas dan menjalani hidup satu sama lain.

Akankah pertukaran ini menjadi jalan keluar, atau justru menjerumuskan mereka ke dalam masalah yang jauh lebih rumit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon raya Abc, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepalsuan Yang Sudah Terbongkar

Ralph masih menatap foto di layar ponselnya.

Wajah wanita di dalam foto itu tidak bisa dibantah.

Sama persis.

Namun di luar ruang kerjanya, Emma masih duduk di ruang keluarga dengan tenang.

Ralph menarik napas panjang.

Kemudian ia mengetik pesan untuk Victor.

"Tinggalkan hotel itu sekarang. Datang ke kantorku."

Beberapa detik kemudian, ia menambahkan,

"Jangan mencari tahu apa pun lagi."

Ralph menatap pesan itu sebelum mengirimkannya.

Ia tidak ingin Victor melakukan sesuatu yang justru membuat orang di hotel menyadari bahwa mereka telah diperhatikan.

Terlebih lagi...

Ralph sudah memiliki cukup bukti untuk membuatnya yakin.

Ada sesuatu yang tidak beres.

Dan ia ingin menemukan jawabannya sendiri.

Ralph keluar dari ruang kerja.

Emma masih berada di ruang keluarga.

Novel yang tadi dibacanya masih terbuka di pangkuan.

Ralph berhenti beberapa langkah darinya.

"Aku pergi ke kantor."

Emma mengangkat wajah sekilas.

"Ya."

Hanya itu.

Ia kembali membaca.

Ralph memperhatikannya beberapa detik.

Dulu, sikap seperti itu mungkin akan membuatnya kesal.

Sekarang justru membuatnya tersenyum.

Wanita ini benar-benar aneh.

"Kalau kau membutuhkan sesuatu, beri tahu pelayan."

Emma hanya mengangguk.

Ralph akhirnya berjalan pergi.

Begitu pintu depan tertutup di belakangnya, ia masuk ke mobil.

Pengemudi mulai menjalankan kendaraan.

Ralph bersandar di kursi belakang.

Kemudian tersenyum.

Bukan senyum biasa.

Ada kepuasan aneh di sana.

Ia akhirnya menemukan sesuatu.

Selama beberapa minggu terakhir, ia terus memperhatikan perubahan istrinya.

Cara bicara.

Aksen.

Kebiasaan.

Sikap.

Bahkan hal-hal kecil yang sebelumnya tidak pernah ia pikirkan.

Semua terasa janggal.

Dan sekarang...

sebuah foto telah memperlihatkan wanita yang wajahnya sama persis dengan Emma sedang berada di hotel bersama seorang pria.

Ralph menatap layar ponselnya sekali lagi.

"Aku benar."

Ia mengucapkannya pelan.

Wanita yang berada di rumahnya bukan Ella.

Setidaknya...

bukan Ella yang ia kenal.

Tetapi siapa dia?

Dan mengapa ia menyamar sebagai istrinya?

Ralph tidak tahu.

Namun anehnya, ia tidak merasa marah.

Belum.

Justru rasa penasarannya semakin besar.

Ia bisa saja langsung menuntut penjelasan.

Bisa saja menghentikan semuanya.

Tetapi Ralph memilih tidak melakukannya.

Ia ingin melihat sejauh mana wanita itu akan memainkan peran sebagai istrinya.

Ingin mengetahui siapa dirinya.

Apa tujuannya.

Dan yang paling penting...

ingin mengetahui mengapa kehadiran wanita asing itu justru membuat dirinya semakin tertarik.

Ralph tersenyum sambil menatap keluar jendela.

"Baiklah."

"Kalau kau ingin bermain..."

Tatapannya menjadi tajam.

"...aku akan ikut bermain."

Ia tidak akan mempercepat terbongkarnya penyamaran itu.

Belum.

Untuk saat ini, Ralph justru ingin menikmati teka-teki tersebut.

Karena setelah hampir lima tahun hidup dalam pernikahan yang terasa kosong...

seorang wanita asing telah datang dan membuat hidupnya berubah.

Dan Ralph ingin tahu...

seberapa jauh wanita itu akan membawanya.

Ruang keluarga kembali sunyi setelah Ralph pergi.

Emma masih duduk di sofa dengan novel terbuka di tangannya.

Namun sejak tadi, ia tidak benar-benar membaca.

Pikirannya masih memikirkan perjalanan Ella.

Hari ini adalah hari yang selama ini mereka khawatirkan.

Ella sudah tiba di London.

Dan sekarang mereka berada di kota yang sama.

Ponsel Emma yang diletakkan di meja tiba-tiba bergetar.

Ia segera meraihnya.

Sebuah pesan dari Ella.

"Aku sudah sampai London. Sekarang aku di hotel dan Aku mau istirahat sebentar."

Emma mengembuskan napas lega.

Setidaknya Ella sudah tiba dengan selamat.

Ia mengetik balasan.

"Baik. Istirahatlah. Jangan keluar hotel dulu kalau tidak perlu."

Beberapa detik kemudian, balasan masuk.

"Bagaimana kabarmu disana?"

Emma menatap pertanyaan itu cukup lama.

Matanya tanpa sadar melirik ke arah pintu depan yang baru saja dilewati Ralph.

Ia teringat pria itu.

Sikapnya akhir-akhir ini.

Tatapan-tatapannya.

Godaan kecilnya.

Dan bagaimana Ralph tadi pergi ke kantor tanpa terlihat mencurigakan sedikit pun.

Emma menggeleng.

Tidak ada gunanya menceritakan semuanya sekarang.

"Aku baik-baik saja. kita harus segera bertemu nanti aku kirim lokasi pertemuannya. Dan jika Roman bertanya katakan kalau kau mau berbelanja agar pria aneh itu tidak curiga."

Ia berhenti sebentar.

Kemudian menambahkan,

"Baiklah kita bicara nanti."

Pesan terkirim.

Emma meletakkan ponselnya kembali.

Untuk sesaat, ia merasa lega.

Ella sudah berada di London.

Roman juga bersamanya meski ia masih tidak menyukai pria itu.

Semuanya seharusnya berjalan sesuai rencana.

Namun Emma tidak tahu...

beberapa menit sebelumnya, Ralph sudah melihat foto kedatangan Ella.

Dan sekarang pria itu mengetahui bahwa ada dua wanita dengan wajah yang sama.

Rahasia yang selama ini mereka jaga mulai retak.

Hanya saja Emma belum menyadarinya.

Emma kembali membaca pesan Ella sekali lagi.

Kemudian ia mengunci layar ponselnya.

Ia tidak bisa hanya duduk diam.

Ada terlalu banyak hal yang harus mereka bicarakan.

Terutama setelah percakapan terakhir mereka mengenai kemungkinan untuk mengakhiri pertukaran.

Emma bangkit dari sofa.

Seorang pelayan yang kebetulan melewati ruang keluarga berhenti.

"Tolong siapkan sebuah mobil karena aku akan pergi ke sebuah tempat."

"Baik, Nyonya Alexander. Aku akan meminta Gerry mengantar anda."

Emma mengambil tasnya.

"Aku ingin diantarkan ke tempat yang tenang agar bisa bicara berdua dengan Ella."

ucapnya dalam hati.

Tidak lama kemudian, Emma sudah berada di dalam mobil.

Ia memilih sebuah tempat yang cukup jauh dari pusat kota.

Sebuah kafe kecil yang berada di kawasan tenang, jauh dari keramaian dan tidak terlalu banyak pengunjung.

Ia pernah menemukan tempat itu beberapa waktu lalu.

Tidak mencolok.

Tidak ada alasan bagi siapa pun untuk mencurigai pertemuan dua wanita yang memiliki wajah sama persis.

Emma menatap keluar jendela.

Hari ini Ella akhirnya kembali ke London.

Dan untuk pertama kalinya setelah pertukaran mereka berlangsung...

mereka akan berada di kota yang sama.

Namun bukan itu yang membuat Emma gelisah.

Ia memikirkan Ralph.

Pria itu semakin sering mendekatinya.

Semakin sulit ditebak.

Dan Emma belum tahu apakah ia masih mampu menjaga jarak.

Mobil berhenti.

Emma turun dan masuk ke dalam kafe.

Ia memilih meja paling pojok.

Tempat yang tidak mudah terlihat dari pintu masuk.

Ponselnya kembali bergetar.

"Kirim alamatnya padaku Aku berangkat sekarang."

Emma membalas singkat.

"Sudah di kirim dan sekarang Aku sudah sampai. Aku duduk di Meja sudut agar tidak mencolok. Ingat kau harus hati-hati agar tidak terlihat siapapun."

Ia meletakkan ponsel.

Kemudian menarik napas panjang.

ada perasaan tidak tenang sejak tadi namun ia menganggap itu mungkin karna situasi saat ini.

Beberapa menit lagi...

ia akan bertemu dengan saudari kembarnya.

Mereka harus membicarakan semuanya.

Tentang perjalanan Ella.

Tentang Roman.

Tentang Ralph.

Tentang perubahan yang mulai terjadi pada kehidupan mereka.

Dan terutama...

apakah pertukaran ini masih bisa diteruskan tanpa menghancurkan kehidupan yang sudah mereka bangun di tempat masing-masing.

1
RAYA
🤭🤭🤭
putmelyana
awwww gak suka bgt baca chapter yg ini😍
RAYA
makasi🤗🤗
putmelyana
semangat thor
RAYA
butuh kipas kayaknya🤭🤭
putmelyana
kiw kiw ada yg panas niyeeee🤣
RAYA
terima kasih kak🤗🤗 tungguin next nya ya
putmelyana
next Thor ceritanya bagus bgt 😍
putmelyana
next Thor ceritanya
RAYA: ditunggu ya🤗🤗
total 1 replies
putmelyana
next Thor ceritanya makin seruuuuu
putmelyana
dihhh gak tau mau
putmelyana
woilah cerita paling aku sukai update trus thor😍
RAYA: makasi kk🤗🤗
total 1 replies
RAYA
🤭🤭🤭
Sriza Juniarti
jadi deg deg an....
Sriza Juniarti
lanjut kk..seruuu
RAYA: ditunggu ya kak 🤗🤗
total 1 replies
RAYA
ditunggu ya kak makasi udah setia membaca cerita nya😍😍
putmelyana
update setiap hari Thor
RAYA
pasti kk terima kasih sudah terus ngikutin🙏🙏
putmelyana
up setiap hari Thor
Sriza Juniarti
lanjut kk..terus berkaeya..bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!