Aku bekerja di perusahaan kontraktor yang bernama PT Adi jaya selama lima tahun sebagai asisten dari Arief Wicaksono, aku membantu mengembangkan perusahaan yang hampir bangkrut, sampai sekarang maju pesat satu tahun yang lalu, aku di lamar oleh bosku sendiri untuk di jadikan istrinya, aku senang kerja ku semakin semangat, aku kerja keras dan gajiku sebagain untuk membantu bapak dan membiayai adek tiriku kuliah,hari ini aku nikah semua biaya memakai tabungan ku, tetapi waktu akad nikah kenapa yang di sebut kok nama adek ku dan aku keluar dari kamarku ku lihat adekku selesai ijab Kabul dengan mas Arief wicaksono calon suami ku. yuk ikuti kisahku selajutnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 34 Bi Rahayu Tinggal bersama kami.
Kami berbincang dan mas Arya akhirnya pamit berangkat ke kafe, bi Rahayu memangil kami untuk sarapan.
Mereka sarapan kalau aku masih kenyang, teryata mereka bawa bahan makanan banyak sekali katanya bi Rahayu sementara akan tinggal di sini untuk memasakkan aku dan mas Arya , menurut mama kalau selalu beli kurang sehat, jadi bi Rahayu akan tinggal di sini mengatur gizi dan pola makan ku, agar aku nggak repot, karena mas Arya sering lemas dan mual.
Aku sih nurut saja, di atur baik sama orang tua, kan aku enak.
" Nduk ayo ikut sarapan bibi sudah siapkan" Kata dia
Aku ikut ke dapur, aku bilang kalau aku sudah makan lontong sayur tadi beli di pasar dan masih ada sisa di meja, mereka makan dengan sayur bening dan goreng ikan gabus dan juga wader.
Mama bawa ikan yang di marinasi dan ayam dan bebek ungkep juga beberapa jenis di tempatkan di styrofoam dan di beri es kering, juga bawa sayur, bawa beras juga lumayan, nggak belanja seminggu biasa kalau dari desa ya begitulah.
Akhirnya aku makan lagi dengan ikan gabus yang di goreng dan sambel di penyet Hem enak banget bi Rahayu malah mencicipi lontong sayur punya ku katanya enak.
" Siang kalian ke kafe Arya, sambil mengantar makan siang buat dia dan bibi bikinkan rujak serut ada kedondong, mangga dan jeruk Bali nanti bibi bikinkan bumbu" kata bi Rahayu
Selasai makan aku santai di rumah, aku duduk di sofa dengan mama berbincang, tentang tugas dari pak Dimas, tentang pembangunan jalan yang rusak dan aku lagi kerjakan proposal nya sekaligus perencanaan.
Mama mau tidur dulu, aku juga di suruh tidur nanti kalau bekal makan siang sudah selesai, akan di bangunkan sama bi Rahayu.
Aku bangun, kemudian ke dapur bi Rahayu sudah bikinkan susu dan rujak serut sudah siap rasanya segar mulut tidak terasa pahit pasti mas Arya suka bi Rahayu memasukan bekal di rantang untuk kami berdua kalau mama tidak mau bekal dan pak Samsul di bikinkan sendiri, Aku segera bersiap mandi dan ganti baju.
Nasi ayam kecap, tumis pakis di campur udang, dan rujak serut dua cup ukuran besar, aku juga bawa kue buat para karyawan tapi tak lupa aku sisihkan untuk bi Rahayu.
Aku berangkat sama mama dan pak Samsul Sampai di kafe di sambut mas Arya dengan senyum ceria, sementara pak Samsul menunggu di tempat parkir, dan mas Arya membuat kan minuman untuk mama, kami di ajak ke ruangan mas Arya.
" Ini mama cicipi dan kasih rating ya kopi susu dengan ice cream vanila" kata mas Arya
" Adek bawa rantang, kebetulan mas lapar, Hem ini ada rujak serut juga pasti segar" kata dia
Aku membuka rantang dan ku suapin mas Arya, mama mertua tersenyum sambil minum kopi es cream,Beliau sangat bahagia melihat kemesraan kami apalagi aku hamil calon cucunya.
"Istrimu sudah perhatian sama kamu kok kami masih cemburu sama Arief" kata mama
" Arief nyebelin ma, masak dia selalu melirik istriku, mana tersenyum lagi" kata mas Arya sambil mengunyah
" Adek makan juga ya biar anak Papi sehat dan tidak kurang gizi " kata mas Arya bercanda
"Mama jalan ke mall sebantar ya" kata mama
" Iya hati hati takut ketemu mantan mama yaitu papaku mertuanya Nadia" kata mas Arya sambil cekikikan
" Iya mama sudah pasang kuda kuda?" jawab mama sambil tersenyum
" Emang mama mau gelut, nanti Arya bantu ma!" kata mas Arya
" Yang bisa bantu Nadia lah" jawab mama
" Bantu dengan doa ma, tapi Nadia di belakang" jawabku sambil tertawa
" Bantu memenangkan tender lah" jawab mama sarkas
Kami tertawa bersama dan bercanda dan lanjut makan, berdua dan aku cerita kalau bi Rahayu akan di sini selama aku hamil
" Bahaya itu dek, jangan jangan bi Rahayu di suruh mama buat ambil cucunya" kata mas Arya sambil tertawa
Setelah mama kembali ke kafe dia mengajak aku pulang duluan biar mas Arya tetep di sini, kami menuju parkiran dan pak Samsul sudah siap di bangku kemudi aku duduk di tengah, mama duduk di depan.
Sampai di apartemen pak Samsul membawa belanjaan mama, ternyata banyak juga aku nggak boleh bantu, karena aku hamil jadi aku jalan santai saja hanya membawa tas cangklong ku.
Bi Rahayu menyambut kami dan mengambil belanjaan untuk di tata di lemari dapur juga kulkas kemudian dia tanya
" Non mau di makan apa, biar bibi masakin" tanya bi Rahayu
" Ada apa saja bi?" Tanyaku
" Lengkap non itu non lihat sendri di kulkas" kata dia
Ku lihat di kulkas ada bebek ungkep dan ada bumbu hitamnya
" Ini saja bi, bebek bumbu hitam" pinta ku
" Baiklah" jawab dia
" Nduk ini ada daster untuk kamu dan ini untuk bi Rahayu,ini untuk Arya dan ini untuk pak Samsul" kata mama
Itulah mama kalau dia beli baju lengkap semua dapat bagian bahkan bi Rina tentu saja kami terima kasih serentak.
"Arya pulang jam delapan kita makan dulu nanti di sisihkan buat dia" kata mama
" Nggak ma mas Arya pulang jam tujuh, biar Nadia tunggu Nadia mau makan bareng suami Nadia";jawabku
" Terima kasih kamu perhatian pada anak lelaki kesayangan mama kamu butuh dia bahagia" kata mama sambil memeluk dan mencium pipiku
" Mama suka mencium kamu,baunya sama dengan Arya m" kata mama
Kami sholat magrib dulu sambil menunggu mas Arya pulang, aku berdiskusi dengan mama tentang tugas yang di kasih pak Dimas dan mama setuju dengan konsepku dan dia yakin akan menang tender dia juga menambahkan beberapa ide yang bagus, sampai mas Arya datang kami berlima makan malam bersama.
" Besok- besok kalau lapar jangan nunggu Arya,kan pulangnya kadang malam" kata mas Arya
" Istrimu yang nunggu dia tahu kalau kamu pulang jam tujuh"jawab mama
" Iya yang,mau mas suapi" tawar mas Arya
" nggak mas kita makan sendiri sendiri yah ini makanan enak kalau di makan pakai tangan" jawabku
Jam sembilan aku tidur mas Arya dan lainya masih berbincang, aku takut besok bangun kesiangan jadi aku tidur duluan.
aku bangun sholat subuh kemudian ke dapur ternyata bi Rahayu sudah bikin susu buat aku dan teh jahe buat mas Arya dia juga bikin teh hijau buat mama, pak Samsul tidur di kos jadi nanti kesini agak siangan.
" Masak apa bi?" tanyaku
" Bikin bubur ayam kampung neng biar den Arya bisa makan kasihan kalau pagi dia sering tidak enak makan?" kata bi Rahayu.
" Iya bi biasa nya kalau pagi dia muntah" jawabku
" Itu non kasih den Arya biar perut ya enakan" kata bi Rahayu
Aku kembali ke kamar memberikan teh jahe kepada suamiku kenapa pagi ini manja seperti anak kecil, dia lemes habis muntah minta dielus Loopi nya
" Mas makan bubur ya, biar nggak lemes bi Rahayu sudah bikin bubur ayam" tawarku
" Mau dek tapi di suapi di kamar ya?" pinta mas Arya. Aku menganguk dia menciumi wajahku, aku pun mengambil bubur di dapur dan menyuapi mas Arya, sambil ku suapi dia mengelus perutku.
" Dek mas sayang sama kamu dan yang di dalam perut ini, tapi perasaan mas selalu cemburu sama Arief" kata dia sambil manja
" kalau ketemu Arief, adek akan bersembunyi dan nggak akan menyapa" Jawaku sambil mencium dia
Mas Arya posesif dan manja seperti ini apa bawaan bayi ya, dulu juga bisa saja malah dia yng memanjakan ku
Bersambung.