Indonesia
NovelToon NovelToon
Penyesalan Suami: Istriku Ternyata Seorang Konglomerat

Penyesalan Suami: Istriku Ternyata Seorang Konglomerat

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Kinara rela meninggalkan status sebagai anak konglomerat demi bisa menikah dengan kekasih hatinya. Ia rela hidup susah, menemani dari nol dan berjuang bersama dengan sang suami hingga sukses. Namun nyatanya semua pengorbanan itu tidak membuat kehidupan rumah tangga Kinara baik-baik saja. Setelah 5 tahun membina rumah tangga bersama, Rashid justru tega mengkhianatinya. Kinara ditalak dan dibuang begitu saja seperti barang yang tak lagi berguna.

Tak terima dikhianati, Kinara bertekad untuk membalas semua perbuatan mantan suami dan juga selingkuhannya. Mampukah Kinara kembali ke keluarga Santoso dan membalaskan dendam sakit hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 — Kembali Pulang

Sore itu, sebuah mobil hitam memasuki gerbang kediaman utama keluarga Santoso. Gerbang besi yang menjulang tinggi terbuka perlahan, memperlihatkan halaman luas dengan taman yang tertata rapi, deretan pepohonan yang tumbuh subur, serta air mancur yang sejak dahulu menjadi salah satu sudut favorit Kinara.

Dari balik jendela mobil, Kinara menatap pemandangan yang sudah bertahun-tahun tidak dilihatnya dari dekat. Ada sesuatu yang menghangat di dalam dadanya, sekaligus rasa sesak yang perlahan menjalar hingga ke tenggorokan. Rumah itu masih sama.

Bangunan megah dengan perpaduan arsitektur klasik dan modern tersebut berdiri kokoh di tengah halaman luas. Balkon di lantai dua masih dihiasi tanaman kesukaan ibunya, sementara jendela-jendela besar di bagian depan memantulkan cahaya matahari sore yang mulai meredup.

Tidak banyak yang berubah sejak terakhir kali Kinara meninggalkan tempat itu lima tahun lalu. Yang kini berbeda adalah dirinya sendiri. 

Saat ia meninggalkan rumah tersebut dengan keyakinan bahwa cinta kepada Rashid adalah segala yang dibutuhkannya. Ia mengira kebahagiaan bisa dibangun hanya dengan mengikuti kata hati, tanpa perlu memedulikan nasihat orang-orang yang telah menyayanginya sejak kecil.

Ia bahkan berani membelakangi keluarganya sendiri demi mempertahankan pilihan itu. Tapi sekarang, setelah melewati lima tahun yang penuh pengorbanan, air mata, dan kekecewaan, Kinara akhirnya kembali.

"Kita sudah sampai, Ra."

Suara Sagara membuyarkan lamunan Kinara. Pria yang duduk di kursi pengemudi itu menoleh sekilas kepadanya sebelum mematikan mesin mobil.

Kinara mengangguk pelan. Namun, tangannya yang berada di atas pangkuan justru saling meremas tanpa sadar.

Sagara memperhatikan adiknya beberapa saat sebelum akhirnya bertanya. "Kenapa? Apa kau gugup?"

Kinara tersenyum tipis, berusaha menyembunyikan kegelisahannya. "Sedikit."

Sagara mengangkat sebelah alis. "Kau pasti gugup, sejak tadi wajahmu terlihat seperti seseorang yang hendak menghadapi sidang pengadilan."

"Kakak bisa saja." Kinara mendengus pelan, berusaha mencairkan suasana. "Aku hanya tidak tahu harus bersikap bagaimana nanti. Setelah 5 tahun pergi, sepertinya tidak ada hal yang berubah, ya?"

Sagara menghela napas, kemudian mengulurkan tangan untuk mengusap kepala adiknya. "Kau tidak perlu memikirkan bagaimana harus bersikap. Kau hanya perlu masuk dan menemui Ayah serta Ibu."

"Tapi, Kak—"

"Kinara." Sagara memotong perkataannya dengan lembut. "Tidak ada yang harus kau khawatirkan. Kau hanya perlu masuk ke dalam, itu saja."

Kinara membisu sambil menggenggam tangannya sendiri yang berkeringat.

"Kau putri dan adik kesayangan kami. Tidak ada yang berubah. Jangan hanya karena kau pernah membuat keputusan yang salah, kau jadi merasa tidak pantas. Semua orang pernah melakukan kesalahan, kan? Termasuk kau dan aku." Sagara membuka sabuk pengamannya, lalu tersenyum kecil.

"Jadi, berhenti memasang wajah seperti itu. Jika kau terus duduk di sini, aku bisa-bisa mengira kau berubah pikiran dan ingin kembali ke rumah kecilmu."

Kinara spontan menoleh. "Kakak!"

Sagara tertawa, kemudian keluar dari mobil sebelum Kinara sempat membalas ucapannya.

Kinara akhirnya ikut turun, begitu kakinya menapak di halaman, ia kembali menatap bangunan besar di hadapannya. Ia menarik napas panjang beberapa kali, masih merasa tak percaya bahwa ia benar-benar kembali. 

"Aku akhirnya pulang," bisiknya nyaris tanpa suara.

Di dalam rumah, Karin sejak tadi tidak bisa duduk tenang. Perempuan itu berkali-kali berjalan menuju jendela ruang keluarga, kemudian kembali ke sofa, hanya untuk beberapa menit kemudian berdiri lagi. Sesekali, ia melirik jam dinding yang tergantung di dekat tangga.

Harland yang duduk di sofa sambil membaca dokumen akhirnya menurunkan kacamatanya. "Sayang, kau sudah memeriksa jam itu berkali-kali. Jarum panjangnya tidak akan bergerak lebih cepat hanya karena kau terus melihatnya."

Karin menoleh tajam. "Bagaimana aku bisa tenang? Anak kita akan pulang hari ini!"

Harland mengangkat kedua tangannya, menyerah. "Aku tahu."

"Sudah lima tahun, Harland. Lima tahun!" Karin kembali duduk, tetapi hanya bertahan beberapa detik sebelum bangkit lagi. "Aku bahkan tidak tahu apakah dia masih menyukai masakan yang biasa kubuat. Bagaimana kalau seleranya sudah berubah? Bagaimana kalau dia tidak nyaman tinggal di sini lagi?"

Harland menatap istrinya dengan ekspresi tak percaya. "Karin, dia anak kita, bukan tamu hotel yang baru pertama kali berkunjung."

"Tentu saja aku tahu!" sahut Karin cepat. "Justru karena dia adalah anak kita, aku jadi memikirkannya. Apa kau tidak merasa cemas atau gugup?"

Harland menghela napas, lalu meletakkan dokumennya di atas meja. Ia memahami kegelisahan istrinya. Sejak mengetahui keadaan Kinara yang sebenarnya, Karin memang tidak pernah benar-benar tenang. Perempuan itu kerap menatap foto putri bungsunya sebelum tidur, terkadang bahkan masuk ke kamar Kinara yang dibiarkan tetap seperti dahulu.

Ada begitu banyak hal yang ingin Karin katakan kepada putrinya. Namun, ada pula begitu banyak penyesalan yang selama ini disimpannya sendiri. Ia menyesal karena tidak mengetahui penderitaan Kinara lebih awal dan menyesal karena putrinya merasa harus menanggung semuanya sendirian dan yang paling menyakitkan, ia menyesal karena selama lima tahun, Kinara mungkin pernah menangis tanpa seorangpun dari keluarganya berada di sisinya.

Harland berdiri, lalu menghampiri istrinya. Ia meraih kedua tangan Karin dan menggenggamnya dengan lembut. "Kinara akan pulang, Sayang. Itu yang terpenting."

Mata Karin mulai berkaca-kaca. "Aku takut dia masih merasa kita kecewa kepadanya. Kau tahu bagaimana sifat anak perempuan kita itu, kan? Dia akan terus memikirkan hal yang membebani hatinya."

Harland menggeleng pelan. "Kita memang kecewa karena dia menjauhkan diri dari keluarga. Namun, kita tidak pernah berhenti menyayanginya."

"Aku tahu." Karin mengangguk cepat. 

"Kalau begitu, biarkan dia merasakan itu ketika dia pulang nanti. Jangan biarkan rasa bersalah membuatnya merasa harus meminta maaf atas setiap langkah yang pernah diambilnya."

Karin mengangguk kecil dan sebelum ia sempat menjawab, terdengar suara langkah kaki dari arah pintu utama. Keduanya serentak menoleh.

Sagara muncul lebih dahulu, diikuti seorang perempuan yang membuat Karin seketika membeku.

Kinara berdiri beberapa langkah di belakang kakaknya.

Mengenakan blus sederhana dan celana panjang berwarna lembut, rambutnya tergerai melewati bahu. Tidak ada penampilan berlebihan pada dirinya. Namun, bagi Karin, putrinya tetap terlihat seperti gadis kecil yang dahulu selalu berlari menghampirinya setiap kali pulang sekolah.

Untuk beberapa detik, tidak seorang pun berbicara. Kinara menatap kedua orangtuanya dengan mata berkaca-kaca. Bibirnya bergerak, tetapi tidak ada suara yang keluar. 

1
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kalau begitu
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
tidak mungkin berubah 😣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Betul Kinara 🥺
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
semoga mereka selamat 😣
Dini Anggraini
ini pasti do'a Kirana dan air mata Kirana yang telah jatuh terlalu banyak mangkanya rumah tangga pelakor dan rasyid gak berkah ada saja cobaannya kak. 🥰
Dini Anggraini: kinara kak salah ketik saya 🙏
total 1 replies
Lee Mba Young
laki tukang selingkuh itu kl bikin Salah dng jalang nya selalu minta maaf.
tp kl bikin Salah dng istri sah gk pernh minta maaf.

gedek banget semoga karma nya makin menyakit kan buat Rasyid Dan Marisa
Lee Mba Young
gk seru jalang gk keguguran. hrse keguguran trus gk bisa hamil lagi 🔥 biar nnti Rasyid selingkuh 🤣.

cm gitu tok gk seru banget.
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Cerita yg sangat menyentuh 👍🏻👍🏻👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh 😣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kau tidak bisa
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
tidak akan bisa 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Rasakan 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 🥺
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
🥺🥺🥺
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
itu kesalahanmu sendiri 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
baru sadar ya 🤣🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
mengacak rambutnya
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sembarangan, bertemu ortu lah 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!