Indonesia
NovelToon NovelToon
Keluarga Suamiku Adalah Masalahku

Keluarga Suamiku Adalah Masalahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ovelia.shin

Nadira menikah dengan Arga karena percaya bahwa laki-laki itu akan menjadi tempatnya pulang. Namun setelah menikah, ia sadar bahwa yang ia nikahi bukan hanya Arga—melainkan seluruh keluarganya.
Ibu mertua yang selalu merasa berhak mengatur kehidupan mereka. Adik ipar yang iri dan gemar mengadu domba.

Akankah Nadira tetap bersabar menghadapi sikap keluarga suaminya.Sementara Arga sang suami tak bisa bersikap tegas.Karena baginya Nadira dan keluarga sangat penting bagi hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ovelia.shin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

— NADIRA MULAI CURIGA

Sejak asisten rumah tangga dipecat, pekerjaan di rumah semakin banyak.

Nadira berusaha mengerjakannya tanpa mengeluh.

Namun hari itu, Arga mulai memperhatikan sesuatu.

Saat sarapan, Nadira hanya makan beberapa suap.

“Kamu tidak selera makan?”

Nadira menggeleng.

“Bukan. Aku cuma capek.”

Arga menatapnya.

“Sejak kapan?”

Nadira tersenyum.

“Baru beberapa hari.”

Arga belum sempat bertanya lagi ketika Rani datang.

“Kak Nadira, Ibu minta obatnya.”

Nadira langsung berdiri.

“Obat yang mana?”

“Yang di meja kamar.”

Nadira berjalan pergi.

Arga memperhatikan punggung istrinya.

Ia semakin yakin ada sesuatu yang tidak diceritakan Nadira.

Siang harinya, Arga kembali menelepon rumah karena ada dokumen yang tertinggal.

Namun yang mengangkat telepon justru Rani.

“Kak?”

“Nadira di mana?”

“Lagi bersih-bersih.”

“Suruh dia istirahat.”

Rani terdiam sebentar.

“Dia memang suka mengerjakan semuanya.”

Arga mengernyit.

“Apa maksudmu?”

“Tidak ada.”

Telepon berakhir.

Rani tersenyum kecil.

Ia tidak sadar Arga justru semakin curiga.

Sore itu, Arga pulang lebih cepat.

Begitu masuk rumah, ia melihat Nadira sedang mengepel lantai.

“Nadira.”

Nadira terkejut.

“Kamu sudah pulang?”

Arga mengambil alat pel dari tangannya.

“Sudah.”

“Aku bisa mengerjakan.”

“Tidak.”

Arga menatapnya.

“Kamu istirahat.”

“Tapi rumah belum selesai.”

“Biarkan.”

Nadira akhirnya duduk.

Arga kemudian melihat sekeliling.

“Mana asisten rumah tangga?”

“Sudah tidak bekerja.”

“Aku tahu.”

Arga menatap ibunya yang sedang duduk di ruang tamu.

“Kenapa sampai sekarang belum diganti?”

Bu Ratih menjawab santai.

“Belum sempat mencari.”

“Sudah beberapa hari.”

“Ibu masih bisa meminta bantuan Nadira.”

Arga langsung menggeleng.

“Tidak.”

Bu Ratih menatapnya.

“Kenapa?”

“Karena Nadira bukan orang yang harus mengerjakan semua pekerjaan rumah sendirian.”

Rani muncul dari dapur.

“Kak, kami juga membantu.”

Arga menatapnya.

“Benarkah?”

Rani mengangguk.

“Lalu kenapa tadi Nadira yang mengepel?”

Rani tidak menjawab.

Arga menarik napas.

“Besok aku akan mencari orang untuk membantu di rumah.”

Bu Ratih langsung terlihat kesal.

“Tidak perlu.”

“Perlu.”

“Ibu tidak mau orang asing mengurus rumah.”

“Kalau begitu, aku yang akan mengurusnya.”

Bu Ratih terdiam.

Arga kemudian menggenggam tangan Nadira.

“Kamu tidak perlu memikirkan pekerjaan rumah lagi.”

Nadira menatapnya.

“Tapi Ibu sedang sakit.”

“Aku tidak melarang kamu merawat Ibu.”

Arga tersenyum.

“Tapi merawat Ibu berbeda dengan mengerjakan semua pekerjaan rumah.”

Nadira akhirnya mengangguk.

“Baik.”

Malamnya, setelah Nadira tidur, Arga turun ke ruang tengah.

Ia melihat ibunya masih terjaga.

“Bu.”

“Apa?”

“Aku ingin bertanya.”

Bu Ratih menatapnya.

“Kenapa Ibu memecat asisten rumah tangga?”

Bu Ratih diam.

“Karena Ibu tidak suka?”

“Tidak.”

“Lalu?”

Bu Ratih menghela napas.

“Karena Ibu ingin Nadira lebih banyak membantu.”

Arga menatap ibunya cukup lama.

“Kenapa?”

Bu Ratih tidak menjawab.

Arga akhirnya berkata,

“Bu, aku tidak tahu apa yang Ibu pikirkan tentang Nadira.”

“Tapi kalau ada masalah dengan dia, bicarakan langsung.”

“Jangan membuatnya kelelahan diam-diam.”

Bu Ratih memalingkan wajah.

Arga kemudian naik ke kamar.

Namun ia tidak tahu…

dari balik pintu kamar, Nadira ternyata belum tidur.

Ia mendengar percakapan itu.

Dan untuk pertama kalinya, Nadira mulai merasa bahwa mungkin…

Arga benar-benar sedang berubah.

Namun di sisi lain, ia juga mulai menyadari sesuatu.

Bu Ratih tidak mungkin berhenti hanya karena ditegur.

Dan Nadira tahu, cepat atau lambat akan ada cara baru yang digunakan untuk membuatnya menyerah.

1
tanjiro azuma
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!