Nagato, pemuda miskin dari Jepang, tewas usai menolong seorang gadis. Mendengar permintaan terakhirnya yang hanya ingin hidup tenang, Dewa Kematian melahirkannya kembali sebagai Alan di tengah Hutan Monster dengan Skill Domain Absolut—kemampuan hidup abadi dan menciptakan apa pun di wilayahnya.
Niat hati ingin hidup santai, bayangan imajinasi Alan justru tanpa sengaja mewujudkan sebuah kerajaan megah. Dianggap sebagai ancaman besar oleh Kerajaan Manusia dan Iblis, Alan terpaksa membangkitkan pasukan abadi, penyihir agung, hingga menundukkan dua Naga Kuno. Didampingi Skill berkesadaran mandiri, Alan kini menguasai kerajaan terkuat di dunia—semuanya demi satu alasan sederhana: bertahan hidup dengan tenang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RAPAT DARURAT TERBENTUK NYA PASUKAN MALAIKAT
Atmosfer di Aula Dewan Keamanan Kerajaan Solaria mendadak berubah sangat tegang. Tirai-tirai sutra ditutup rapat, sementara kristal sihir di pilar-pilar ruangan memancarkan pendar cahaya keemasan yang redup namun berbobot.
"Panggil seluruh petinggi kerajaan dan dewan keamanan sekarang juga," perintah Alan tegas kepada pengawal istana.
"Siap, Tuan Alan!" sahut pengawal tersebut membungkuk dalam, lalu bergegas pergi.
Tak butuh waktu lama, seluruh figur penting Kerajaan Solaria melangkah masuk ke aula dengan raut wajah serius. General Zero, Penyihir Agung Akami, Pahlawan Kayy, serta jajaran menteri utama berdiri tegap di sekitar meja bundar marmer. Mereka semua tahu, jika Alan memanggil rapat secara mendadak seperti ini, artinya ada situasi darurat yang sedang mengancam benua.
Setelah seluruh dewan berkumpul, Alan mengangguk pelan. "Melodina, perlihatkan semuanya."
[Memulai Proyeksi Visual Prospektif,] suara Melodina bergema jernih di tengah ruangan.
WUSHHH!
Layar sihir tiga dimensi raksasa mengembang di atas meja bundar. Gambar pertama menampilkan sosok Neon, Pahlawan Terlarang Kerajaan Granvalia yang baru saja lepas dari segel dengan Level 4.000 serta kemampuan Max Sihir & Anti-Otoritas. Gambar kedua memperlihatkan pergerakan sepuluh ribu armada Kerajaan Iblis Obsidion yang secara rahasia sedang menyelinap menuju Kerajaan Arcania untuk mencuri Inti Sihir Purba.
Melihat tampilan status dan angka statistik Neon yang mengambang di udara, para menteri dan jenderal seketika terperanjat hebat!
"L-Level 4.000?!" cicit salah satu menteri dengan wajah pucat pasi. "Bagaimana mungkin ada pahlawan mortal dengan tingkat kekuatan setinggi itu?!"
Kayy mengepalkan tangannya rapat-rapat, memandang layar dengan raut tegang. Level miliknya saat ini berada jauh di bawah angka empat ribu tersebut. Keraguan dan kepanikan mulai membayangi pikiran para pejabat dewan. Bagaimana bisa mereka membagi kekuatan untuk melawan monster Granvalia di Utara, sekaligus melindungi Kerajaan Arcania dari sepuluh ribu iblis di saat yang bersamaan?
Di tengah kepanikan yang mulai menjalar, layar proyeksi Melodina memancarkan pendar keemasan yang menenangkan. Atas izin langsung dari Alan untuk berbicara di depan dewan, Melodina menyampaikan instruksinya dengan suara yang amat tegas.
[Pemberitahuan Sistem: Dilarang Panik,] tegur Melodina lugas. [Apakah kalian lupa siapa yang telah menciptakan kalian? Seluruh struktur, jiwa, dan keberadaan kalian di dunia ini dibentuk langsung oleh imajinasi mutlak Tuan Alan.]
Melodina menatap barisan jenderal dan menteri melalui pendar sihirnya. [Kalian ditakdirkan sebagai Pasukan Abadi. Selama pertempuran berlangsung di dalam kawasan wilayah Utara di bawah naungan Tuan Alan, kalian tidak akan pernah kalah. Selagi Tuan Alan tidak mati, maka kalian semua tidak akan pernah bisa dimatikan oleh siapa pun!]
Mendengar penegasan mutlak dari Melodina yang disetujui oleh senyuman tenang Alan, rasa cemas yang tadinya merayapi dada para petinggi seketika sirnah! Hawa ketakutan berubah menjadi kobaran semangat tempur yang membara. Zero menyeringai buas, sementara Kayy menegakkan dadanya kembali dengan rasa percaya diri yang membumbung tinggi.
Alan mengalihkan pandangannya pada Yumi yang berdiri di sampingnya. "Yumi, bawa Sena ke kamarnya. Jaga dia dengan ketat dan jangan biarkan siapa pun masuk sampai keadaan sepenuhnya membaik."
Yumi meletakkan tangannya di dada, membungkuk penuh kepatuhan. "Baik, Tuan Alan. Perintah Anda adalah hukum mutlak bagi hamba."
Yumi menggandeng jemari mungil Putri Sena. Sebelum melangkah keluar dari aula rapat, Sena mendongak ke arah Alan seraya melambaikan tangan kecilnya dengan polos. "Dada, Ayah!"
Alan tersenyum hangat, membalas lambaian tangan keponakannya. "Dada, Sena. Nanti Ayah menyusul."
Begitu pintu aula tertutup rapat kembali, raut wajah Alan berubah menjadi sangat dingin dan berwibawa. Ia menyandarkan tubuhnya di kursi kepemimpinan, berpikir cepat mencari strategi paling efisien untuk menolong Arcania tanpa mengganggu pertahanan markas utama.
[Analisis usulan strategi telah dikalkulasi,] pendar sihir Melodina bergema memberi jalan keluar terbaik.
[Rekomendasi Rencana:] tutur Melodina memaparkan data. [Pertama, panggil dua Naga Kuno—Naga Merah dan Naga Hijau—serta bangkitkan lima ribu Pasukan Abadi baru untuk diterjunkan langsung ke Kerajaan Arcania di bawah pimpinan General Zero. Kombinasi dua naga purba dan lima ribu pasukan abadi akan meratakan sepuluh ribu armada iblis Obsidion tanpa celah.]
[Kedua:] lanjut Melodina. [Untuk Pahlawan Kayy yang akan bertahan di Utara meladeni Pahlawan Neon, karena Level miliknya telah mencapai batas maksimum mortal dan tidak dapat menerima buff sihir biasa, Tuan Alan cukup memberikannya sebuah Senjata Otoritas Khusus untuk menembus pertahanan Anti-Otoritas milik Neon.]
Alan mengangguk puas mendengarkan usulan sistemnya yang sangat presisi.
"Strategi yang sempurna, Melodina," puji Alan pelan.
Alan berdiri dari kursinya, menatap Zero dan Kayy yang berlutut siap menerima titah.
"Zero!" panggil Alan menggelegar. "Pimpin dua Naga Kuno dan lima ribu pasukan baru menuju Arcania! Sapu bersih sepuluh ribu iblis itu hingga tak berbekas!"
"Siap, Yang Mulia!" seru Zero penuh wibawa. "Hamba akan meratakan Kerajaan Iblis dan menjaga Arcania tetap utuh!"
Alan kemudian berpaling pada Kayy. Dengan lambaian tangannya, materi sihir penciptaan dari Level 99.999 berkumpul di udara, membendung menjadi sebuah pedang keemasan berukir rumit yang memancarkan energi penghancur batas.
"Kayy, terima pedang ini," tutur Alan seraya menyerahkan senjata ciptaannya. "Senjata ini akan menembus perlindungan Anti-Otoritas milik Neon. Sambut kedatangan pahlawan Granvalia itu dan tunjukkan padanya kekuatan sejati dari pelindung Solaria!"
Kayy menerima pedang tersebut dengan kedua tangannya yang gemetar penuh rasa haru dan antusias. "Hamba menerima tugas agung ini, Tuan Alan! Hamba akan membuat pahlawan Granvalia itu berlutut di hadapan Anda!"