Indonesia
NovelToon NovelToon
Young Master Vincentes

Young Master Vincentes

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Penyelamat / Romansa Fantasi
Popularitas:139
Nilai: 5
Nama Author: Apin Zen

Di wilayah Ragonves, sebuah wilayah besar di barat Kerajaan Dirvente, dua keluarga bangsawan paling berpengaruh telah terikat dalam permusuhan selama ratusan tahun. Keluarga Vincentes dan Keluarga Sienta saling menumpahkan darah demi harga diri, kekuasaan, dan dendam yang tak pernah padam.

Demi mengakhiri konflik yang berkepanjangan, kedua keluarga akhirnya menyepakati sebuah perjanjian damai. Sebagai simbol perdamaian, Grey Vincentes, pewaris Keluarga Vincentes, dipertunangkan dengan Keilla Sienta, putri kebanggaan Keluarga Sienta.

Bagi Grey, pertunangan itu adalah impian yang telah lama ia perjuangkan. Ia mencintai Keilla dan percaya bahwa hubungan mereka dapat menghapus kebencian kedua keluarga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apin Zen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mahkota dan Bayangan Malam

Di kamarnya yang sederhana, Ressa Narvieta duduk di tepi ranjang dengan kalung di tangannya. Cahaya lilin yang redup menerangi ruangan, menciptakan bayangan yang menari-nari di dinding. Jari-jarinya yang halus membelai permukaan kalung itu, merasakan ukiran rumit yang menghiasinya.

"Ada yang aneh," pikirnya, matanya menatap kalung itu dengan saksama. "Kalung ini bereaksi saat aku berada di dekat serigala itu. Dan saat aku bersama Tuan Grey, kalung ini bersinar."

Ia masih mengingat momen itu—cahaya hangat yang memancar dari kalungnya, seolah-olah benda itu merespons sesuatu di sekitarnya. Ressa tahu kalung ini bukan kalung biasa. Ini adalah perhiasan keluarga bangsawan, pusaka yang diwariskan turun-temurun dalam keluarganya.

"Tuan Grey tidak melihatnya," ucapnya pelan, menghela napas lega. "Dia terlalu fokus membawaku keluar dari kandang besi."

Ia tersenyum kecil, mengingat bagaimana Grey menggendongnya dengan penuh perhatian. Namun, senyumnya segera memudar saat pikirannya beralih pada benda lain di atas meja—sebuah mahkota emas berukuran kecil, berkilau di bawah cahaya lilin.

Ressa menatap mahkota itu, dan senyumnya perlahan mengembang.

"Aku tidak bisa membayangkan ekspresi Tuan Grey nantinya," pikirnya, matanya berbinar. "Jika dia tahu siapa sebenarnya aku... apa dia akan terkejut? Marah? Atau... bahagia?"

Ia berdiri dan berjalan menuju meja, mengambil mahkota itu dengan lembut. Tangannya gemetar saat menyentuh permukaan emas yang dingin.

"Aku tidak bisa memberitahunya sekarang," pikirnya. "Belum waktunya. Tapi suatu saat nanti... dia akan tahu."

Ressa menatap mahkota itu beberapa saat, lalu meletakkannya kembali di atas meja.

Namun, saat sedang melamun, suara gedoran pintu mengagetkannya.

Tok! Tok! Tok!

"Ressa! Kau di dalam?" suara Sebastian terdengar dari luar, tegas namun tidak marah. "Paman hanya menyampaikan jika jamuan makan malam harus disiapkan. Para tamu akan segera tiba."

Ressa mengatur napasnya, memastikan suaranya tenang. "Iya, Paman. Saya akan segera ke dapur."

Langkah kaki Sebastian menjauh, meninggalkan Ressa sendirian kembali.

Ia meletakkan mahkota itu ke atas meja tempat semula, lalu merapikan pakaian pelayannya. Dengan napas dalam-dalam, ia berjalan menuju pintu dan keluar dari kamar.

---

Ressa baru saja menutup pintu kamarnya ketika sekilas ia melihat bayangan seseorang melarikan diri dari ruang keluarga Vincentes. Gerakannya cepat, seperti hantu yang melesat di antara bayang-bayang.

"Siapa itu?" pikirnya, matanya menyipit. "Apa itu penyusup?"

Ressa bergegas mengejar bayangan itu. Ia berlari menuju ruang keluarga, tetapi bayangan itu sudah melompat ke atap-atap kediaman, melesat dengan kecepatan luar biasa.

Ressa berhenti di halaman, menatap ke atas. Bayangan itu terus berlari di atas genteng, lalu menghilang bersama gelapnya malam.

Napasnya tersengal, tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa.

"Ada apa, Ressa? Kau tampak mencari sesuatu?"

Suara Gianna membuat Ressa menoleh. Wanita itu berjalan menghampirinya dengan langkah anggun, wajahnya penuh rasa ingin tahu.

Ressa segera membungkuk hormat. "Bibi Gianna. Saya melihat ada penyusup melarikan diri dari ruang keluarga. Saya mencoba mengejarnya, tetapi dia terlalu cepat."

Gianna terkejut, matanya membelalak. "Apa? Penyusup?"

Ia sontak panik, tangannya menggenggam erat ujung gaunnya. "Aku harus mencari tahunya. Jika penyusup itu mendengar informasi penting tentang keluarga Vincentes, itu akan berbahaya."

Tanpa menunggu jawaban, Gianna bergegas meninggalkan Ressa, langkahnya cepat dan penuh tekad.

Ressa hanya bisa menatap kepergiannya, lalu menghela napas panjang.

"Lebih baik aku kembali bekerja," pikirnya. "Dan memberitahu masalah ini kepada Tuan Grey nanti."

Ia berjalan menuju dapur, tetapi hatinya masih penasaran.

"Siapa penyusup itu?" tanyanya dalam hati. "Dia seolah kaget tertangkap basah dan kabur dengan tergesa-gesa. Apakah dia mengawasi seseorang di sini? Atau... dia mengawasiku?"

Ressa menggenggam kalung di lehernya, merasakan kehangatan yang kembali menyebar.

"Aku harus lebih berhati-hati," pikirnya. "Ada terlalu banyak mata yang mengawasi."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!