" aku akan menerima ujian takdirku selagi aku mampu ,namun jika takdir tak menginginkan ku maka aku akan menyerah dan pergii " arabella ayunisa
" lakukanlah apapun yang ingin takdir lakukan,tapi ku mohon tolong jangan hapus arabella dalam garis takdirku " ludwighe staindfol
pernikahan yang diawali dengan perjodohan diantara ludwighe dan arabella membawa perubahan pada garis takdir , kehidupan yang awalnya kacau pada akhirnya menemukan sedikit harapannya ,
namun setiap kehidupan selalu memiliki ujian takdirnya sendiri ,dan itulah yang terjadi pada pernikahan Antara ludwighe dan arabella.
akankah arabella mampu membawa cinta untuk pernikahan nya ataukah pada akhirnya Bella akan menyerah pada cinta itu sendiri.
ayo baca cerita selengkapnya,dan ikuti kisah merubah takdir ludwighe dan bella
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yun Wangshu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB : 27
sore telah berganti menjadi malam hari
ludwighe dan Bella sudah di rumah saat ini , mereka hanya berjalan - jalan sebentar .
" gimana tadi jalan- jalannya,nak ludwighe suka " tanya buk ani
" suka Bu ,desa ini asri udaranya juga segar banget " balas ludwighe sembari Duduk di samping Bella .
" buk anii " terdengar suara seseorang yang memanggil di luar rumah.
" itu kayak suaranya buk Lala" ucap buk ani
" iya buk ,mau ngapain malam - malam gini " timpal ayu sedang kan ludwighe hanya diam mendengarkan.
" yaudah yok kita lihat ke depan buk ,mana tahu ada perlu " lanjut Bella
Kemudian mereka pergi ke depan dan membuka pintu . ternyata benar di sana sudah ada buk Lala dan Lastri yang tengah berdiri.
Ceklekk...
" loh ,buk Lala ada perlu apa ya malam-malam malam gini datang ke rumah saya?" tanya buk ani .
" aduh Ani kamu ini ya ,kita kan tetangga emang gak boleh kalau aku mau silaturahmi ke rumahmu" balas buk Lala dengan senyuman palsunya.
" yasudah ayok masuk dulu buk ,Lastri" ajak buk ani .
Mereka semua masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.
Lastri dan buk Lala langsung berbinar saat melihat ludwighe yang tengah duduk di sofa ruang tamu.
" silahkan duduk buk , Lastri" ucap buk ani
Lastri langsung duduk di sofa sebrang ludwighe sedangkan buk Lala duduk di samping buk ani.
Ludwighe langsung bangkit dari duduknya dan pergi menghampiri Bella yang sedang membuatkan teh di dapur untuk para tamu.
" mas ngapain di sini , udah duduk aja sana di depan ini bentar lagi selesai kok" timpal Bella saat melihat suaminya itu duduk di kursi meja makan yang berhadapan dengan dapur.
" males ,ada temanmu yang semalam aku gak suka" balasnya jujur .
Bella tersenyum hangat kemudian ia mendekati suaminya yang tengah duduk dengan raut wajah beteknya.
" yaudah bentar ya ,Bella antar teh nya dulu ke depan ,ok" ucap Bella.
" habis itu langsung ke sini ya ,gak usah ikut duduk di sana" timpal ludwighe
" iya mas" balas Bella dan berlalu meninggalkan ludwighe di dapur .
Di ruang tamu buk ani dan buk Lala sibuk bercerita lebih tepatnya buk Lala yang selalu menanyakan tentang ludwighe dari tadi.
" ini teh nya buk ,Lastri silahkan di minum" ucap Bella saat ia menyajikan teh tersebut ke atas meja .
" aduh nak Bella gak usah repot-repot" ucap buk Lala yang di balas senyuman oleh Bella .
Saat Bella hendak berbalik pergi tiba-tiba Lastri menghentikan nya .
" ehh ,tunggu dulu bell." ucap Lastri
Bella berbalik dan menatap Lastri heran.
" iya , kenapa las" tanya Bella
" emm itu ,hmm mas ludwighe kemana ya perasaan tadi ke dapur tapi kok gak balik lagi ke sini bareng kita " tanya Lastri dengan rona merah di pipinya.
Bella meremas nampan yang di pegangnya rasanya ingin sekali ia melemparkan nampan itu ke wajah Lastri saat ini.
" oh maaf ya Lastri ,suamiku katanya mau istirahat jadi gak bisa ikut nimbrung" balas Bella dengan menekan kata suamiku pada ucapan nya.
"ya ampun Bella , kalian kan jarang datang ke sini ajak dong suamimu supaya ikut nimbrung gitu biar ada momen sekali - kali aja " ucap buk Lala seperti nya ibu dan anak itu memang datang untuk mengincar suaminya.
" maaf ya buk ,tapi suami saya lagi butuh istirahat besok juga harus kembali ke kota kalau begitu saya ke belakang dulu ,permisi" ucap Bella kemudian ia berlalu pergi tanpa menghiraukan buk Lala dan Lastri .
" lama banget sih ,ngapain aja kan tadi aku bilang langsung ke sini gak usah ikut duduk sama mereka" omel ludwighe saat ia melihat Bella datang menghampiri nya.
" isss mas ini cerewet ya ,aku tuh tadi juga mau langsung ke sini tapi tiba-tiba Lastri nanyain kamu ,makanya aku lama karna harus jawab pertanyaan mereka " balas Bella .
" CK, ngapain coba mereka harus ke sini tengah malam gini ganggu orang aja" celetuk ludwighe sepertinya ia benar-benar kesal akan kedatangan Lastri dan buk Lala.
" aku juga gak tahu mas ,tapi kayaknya mereka datang itu cuma mau lihat kamu aja " timpal Bella yang mendapat respon jijik dari suaminya itu.
" mas emangnya gak apa-apa kalau kita nginep malam ini di sini " tanya Bella
" ya gak apa-apa, inikan juga rumah kita" balas ludwighe
" tapi kerjaan mas di kota gmn ,kan jauh kalau bolak balik " timpal Bella
" besok pagi kita pulang ke kota , lain waktu kalau kita ke sini lagi aku pasti ambil cuti dulu biar bisa lama di sini" balas ludwighe ia mengusap lembut kepala Bella.
" iya mas ,yang penting gak ngeganggu pekerjaan mas " ucap Bella dengan senyum manisnya ia sandarkan kepalanya pada bahu suaminya itu, rasa nyaman langsung ia rasakan saat berada dalam dekapan suaminya.
mereka meresapi momen itu dengan keheningan hanya suara nafas yang terdengar.