Indonesia
NovelToon NovelToon
MENGULANG LUKA

MENGULANG LUKA

Status: sedang berlangsung
Genre:TimeTravel / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

Valencia Florence mengira penderitaannya telah usai setelah palu hakim meresmikan perceraiannya dengan Julian Edgar. Namun, sebuah fenomena misterius justru melempar jiwanya melakukan time travel kembali ke tiga tahun lalu—tepat di tahun kedua pernikahan mereka yang dingin.

Kembali menjadi Nyonya Edgar berarti Valencia harus mengulang fajar pernikahan tanpa cinta. Dia kembali menghadapi Julian, suami sedingin es yang menguburnya dalam kemewahan finansial dan fasilitas jet pribadi, namun memperlakukannya tak lebih dari sekadar pajangan rumah. Valencia sadar diri, dia hanyalah pengantin pengganti untuk mendiang saudara kembarnya, Gracia Florence, yang tewas menjelang pernikahan. Di kesempatan kedua ini, Valencia bersumpah tidak akan lagi mengemis cinta yang tidak pernah ada. Dia akan menjalani sisa waktu pernikahan ini dengan caranya sendiri, bersiap untuk pergi sebelum hatinya hancur untuk kedua kalinya.

#by_Parkha

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENGULANG LUKA Bab 18: Kemenangan Telak dan Penantian Senja

...MENGULANG LUKA...

...Bab 18: Kemenangan Telak dan Penantian Senja...

Keheningan di dalam ruang konsultasi itu terasa memukul telak harga diri Julian. Pria yang biasanya penuh dengan kalimat dominan dan perintah mutlak itu kini hanya bisa berdiri mematung. Di hadapan dokter yang masih memandang mereka dengan senyum ramah tanpa tahu badai yang sedang bergejolak, Julian gagal menyusun satu patah kata pun untuk membela egonya.

Valencia tidak membiarkan momen keheningan itu terbuang sia-sia. Dengan gerakan yang teramat anggun dan penuh percaya diri, dia berdiri dari kursi pasien. Dia merapikan kemeja satin putihnya, lalu mengulurkan tangan kepada dokter spesialis di hadapannya.

"Terima kasih banyak atas penjelasannya yang sangat jelas, Dokter. Saya permisi dulu," ujar Valencia halus.

Dokter itu menjabat tangan Valencia dengan hangat. "Sama-sama, Nyonya Edgar. Harap tetap jaga kondisi dan hindari stres berlebih."

"Tentu," sahut Valencia tipis.

Tanpa memandang Julian sedikit pun—seolah pria bertubuh 190 sentimeter di sampingnya itu hanyalah patung bernyawa—Valencia berbalik dan melangkah keluar dari ruang konsultasi. Tumit sepatu hak tingginya menepuk lantai marmer rumah sakit dengan irama yang mantap dan tegas, memancarkan aura wanita independen yang sama sekali tidak membutuhkan perlindungan siapa pun.

Julian tersentak dari keterpakuannya. Rasa bersalah yang berbaur dengan rasa jengkel akibat diabaikan di depan umum membuat langkah kakinya menyusul Valencia dengan terburu-buru. Pria itu menyamai langkah lebar istrinya di koridor rumah sakit yang agak lengang.

"Valencia, tunggu," panggil Julian dengan suara bariton rendahnya yang tertahan.

Valencia menghentikan langkahnya tepat di depan pintu lift khusus VIP. Dia berbalik perlahan, menatap Julian dengan ekspresi jernih tanpa beban. "Ada hal lain yang ingin Anda periksakan dari diri saya, Tuan Edgar? Tes kejiwaan, mungkin? Agar Anda merasa makin puas?"

Pertanyaan bernada sarkasme itu terasa seperti tamparan yang berulang. Rahang Julian mengeras, namun sorot matanya tidak lagi mampu memancarkan dominasi yang biasa. Ada gurat kebingungan dan kegusaran yang amat nyata di sana.

"Aku... aku tidak tahu kalau kecelakaan itu sampai membuatmu gegar otak," aku Julian kaku. Itu adalah bentuk permintaan maaf paling maksimal yang mampu dicapai oleh ego setinggi langit milik seorang Julian Edgar.

Valencia terkekeh pelan, tawa singkat yang terdengar teramat dingin di telinga Julian. "Tentu saja Anda tidak tahu, Tuan Edgar. Karena bagi Anda, saya hanya seorang wanita yang suka mencari perhatian dengan drama murahan. Tapi tenang saja, saya sudah terbiasa."

Kata 'terbiasa' itu diucapkan dengan begitu santai, seolah pengabaian Julian selama dua tahun terakhir bukan lagi hal yang mampu melukainya. Dan justru kepasrahan yang dingin itulah yang membuat dada Julian terasa makin terimpit sesak.

Pintu lift terbuka dengan denting halus. Valencia melangkah masuk tanpa ragu, lalu berbalik menghadap Julian yang masih berdiri kaku di luar.

"Sekarang, tugas Anda membuktikan kata-kata Anda sudah selesai," ucap Valencia sembari mengulas senyum paling formal yang dia miliki. "Saya harus menemui Tuan Lucas untuk urusan pekerjaan saya. Tolong instruksikan Pak Josep untuk mengantar saya ke lokasi tujuan, sesuai kesepakatan kita tadi pagi."

Julian menatap sepasang mata jernih istrinya. Pria itu sadar, kali ini dia telah kalah total. Dia tidak memiliki alasan atau legitimasi apa pun lagi untuk menahan atau melarang Valencia pergi.

Dengan berat hati dan kepalan tangan yang mengencang di dalam saku jasnya, Julian menoleh ke arah Pak Josep yang berdiri tak jauh di belakangnya. "Pak Josep... antar Nyonya ke tempat tujuannya. Dan pastikan dia kembali dengan selamat."

"Baik, Tuan Besar," jawab Pak Josep patuh.

Pintu lift perlahan menutup, memutus kontak mata di antara mereka. Begitu sosok Valencia hilang di balik pintu logam yang rapat, Julian bersandar pada dinding koridor. Pria penguasa Edgar Group itu memejamkan matanya rapat-rapat, mengusap wajahnya yang terasa panas oleh gejolak penyesalan yang terlambat.

......................

Satu jam kemudian, Valencia sudah duduk dengan tenang di sudut privat sebuah kafe bernuansa klasik modern di pusat kota. Di hadapannya, Lucas Frederick—pria berparas tampan dengan garis wajah ramah namun berkarisma—tersenyum hangat sembari menggeser berkas dokumen kontrak tebal di atas meja.

"Aku sempat khawatir Anda tidak bisa datang, Nyonya Edgar," ujar Lucas dengan suara baritonnya yang tenang dan santun. "Mengingat laporan dari timku yang bilang mobil suami Anda—maksudku, Tuan Edgar—sempat terlihat di sekitar area ini."

Valencia menyunggingkan senyum tipis, menyamarkan kekeruhan emosi yang sempat menguras tenaganya pagi ini. "Hanya sedikit hambatan kecil di jalan, Tuan Lucas. Tapi semuanya sudah terkendali."

Valencia menarik dokumen kontrak itu, membacanya dengan teliti poin demi poin. Semua klausa dalam dokumen tersebut sangat menguntungkan posisinya sebagai seniman independen, termasuk nilai nominal pembayaran fantastis yang akan langsung dicairkan sebagai uang muka. Uang ini adalah batu pijakan pertamanya menuju kebebasan finansial yang sejati.

"Semuanya sangat sempurna," ucap Valencia mantap. Dia menyambar pena berujung emas di atas meja, lalu membubuhkan tanda tangannya di atas meterai dengan gerakan tegas tanpa ragu sedikit pun.

Lucas menatap gerakan jemari Valencia dengan binar kagum yang tak terselubung. "Selamat bekerja sama, Nyonya Edgar. Ini adalah awal dari proyek besar kita."

"Terima kasih atas kepercayaannya, Tuan Lucas," balas Valencia sembari menjabat tangan pria itu secara profesional.

......................

Sementara itu, di lantai teratas gedung pencakar langit Edgar Group, Julian duduk di kursi kebesarannya di ruang kerja direksi. Berkas laporan keuangan ratusan miliar di atas mejanya sama sekali tidak tersentuh.

Layar ponsel pintarnya yang tergeletak di samping laptop terus dia tatap dengan gelisah. Tidak ada satu pun pesan masuk dari istrinya hari ini. Biasanya, kolom percakapan mereka selalu dibanjiri oleh deretan pesan singkat dari Valencia—mengingatkannya untuk makan siang tepat waktu, mengatakan bahwa wanita itu merindukannya, atau bertanya kapan dia akan pulang ke rumah. Pesan-pesan rewel yang selama dua tahun pernikahan mereka selalu Julian abaikan, dianggap mengganggu, dan tidak penting.

Namun hari ini, melihat layar ponselnya yang sepi tanpa satu pun bentakan atau rengekan perhatian dari Valencia, dada Julian justru mendadak terasa hampa dan menyiksa. Pria itu menyadari kenyataan pahit bahwa kini dia justru sangat merindukan pesan-pesan 'tidak penting' dari istrinya tersebut.

Untuk pertama kalinya dalam dua tahun pernikahan mereka, seorang Julian Edgar menghabiskan seluruh hari kerjanya bukan untuk memikirkan strategi bisnis, melainkan menanti dengan gelisah: jam berapa istrinya akan pulang ke rumah?

1
Shuttttttttttt
nohh gk dngr²an sihh.... pdhal dia udah tau klo pertarungan antara lucas dan julian gak sesederhana itu tapi tetap ngeyel dan anggap julian laki-laki posesif yg kekanak kanakan.
Shuttttttttttt
naah, julian benar nih, gak perlu angkat telpn atau dngr penjelasan-nya vale, biarkan bukti audit yg menjelaskan klo lucas kali ini hnya berusaha pertahankan bisnis dan istrinya
Siti Kamisah Hasnul
Valencia yang tidak peka akhirnya kena jebak
Shuttttttttttt
julian, aku menunggu balasan utk si pebinor lucas
Shuttttttttttt
up lagi dongg wkwkw
Park ha: 🤭🙏 iya kak ini sambil mikir lanjutannya kwkwk
total 1 replies
Shuttttttttttt
gtu dong beb, jngan biarkan org ketiga msuk klo udah sepakat utk baikan
Shuttttttttttt
awal baca gak suka julian, tapi sekarang² kok malah kesel sma si cwek nya ini ( lupa namanya lagi ) kmu kan udah liat masa lalu dan masa depan mu bersama julian gmn, cobalah utk berpikir pake logika, klo emang mau pertahankan rumah tanggamu lakukan jangan stengah². kamu udah sadar klo cwok yg beberapa saat ini ada di smpingmu udah serang suamimu, seharusnya kmu sadar klo suamimu gak sma kmu krna pria yg ada di smpingmu, ini malah termakan rayuan dan provokasi si lucas² itu terus menerus.
Shuttttttttttt
ktanya percaya tpi bertingkah ragu terus, heran dehhh
Park ha: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭 masih baru kali kak...
posisikan jadi valen ..5 tahun di abaikan.. trus di kasih kesempatan.. trus tiba2 gini lagi polanya... walaupun julian di kehidupan kali ini gk salah..emang urus kerjaan tapi valen kan gk tau detailnya..gk ngerti🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Shuttttttttttt
cerita nya bguss, aku sukaa 😍 semangat kk outhor
gina altira
malam pertama yang tertunda
𝐀⃝🥀Weny
seharusnya itu yang kamu lakukan dari dulu tuan Edgar 😏
𝐀⃝🥀Weny: dan masih dikasih kesempatan lagi😊
total 3 replies
Murnia Nia
aku suka cerita novel ini semangat tuk author nya semoga makin sukses ya
Park ha: makasih kak🤭🤭♡♡♡♡♡♡
total 1 replies
𝐀⃝🥀Weny
semoga keputusan Valencia kali ini bisa membuatnya bahagia selamanya😊
𝐀⃝🥀Weny
akhirnya, malam pertama di dua tahun penantian😂
𝐀⃝🥀Weny
kasih kesempatan Julian untuk menghapus lukamu Valencia 😊
Park ha: /Scowl//Scowl//Scowl//Scowl//Scowl/
total 1 replies
𝐀⃝🥀Weny
yeee... benerkan, dari pada mengawali mending memperbaiki karena sesungguhnya mereka masih sama² cinta tapi yang satu gengsi😁
Park ha
🤭🤭🤭
Mamana Kenzo
lanjutttt
gina altira
semangat mengejar Valencia, tuan Edgar
gina altira
Julian mulai ga stabil nih 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!