Kayden berada pada titik terburuk hidupnya ketika di mana ia dipecat dari perkerjaan, kekasihnya pun mengkhianatinya. Sang ibu yang juga tengah sakit kritis dan butuh biaya berobat membuat masalahnya semakin pelik.
Namun seolah Tuhan memihak padanya di waktu yang tepat, Kayden tiba-tiba melihat sebuah tampilan hologram yang menawarkan kekayaan dengan kekuatan super. Syaratnya, Kayden harus balas dendam.
Pada detik itu juga, Kayden berubah menjadi yang tak terkalahkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beby_Rexy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Serakah
[Karena musuhmu lebih kuat darimu, kamu akan mendapatkan buff. Kekuatanmu berlipat ganda selama tiga menit. Semoga berhasil!]
"Oh? Aku diberi buff? Ini tidak akan terlalu sulit!" batin Kayden. Semangatnya pun membuncah. Mirip seperti tokoh di dalam game, Kayden mulai menyukai ini.
Pada saat itu, kedua pria kekar itu tiba di hadapan Kayden. Salah satu dari mereka ingin menangkap tubuhnya, sementara yang lain ingin meninju wajahnya.
Kayden menyadari bahwa jika ia tertangkap oleh pria kekar ini, itu sama saja dengan kekalahannya. Mengingat ukuran tubuh pria ini yang besar, satu pelukan darinya saja sudah cukup untuk meremukkan tubuhnya. Kayden harus berpikir cepat, ini bukanlah pertarungan pertamanya.
Oleh karena itu, Kayden mundur selangkah, menciptakan sedikit jarak antara dirinya dan pria kekar itu. Hal itu tentu saja menghancurkan momentum pria kekar itu, karena tubuh besarnya tidak berhasil meraih target dan ia langsung kehilangan kendali.
Melihat celah darinya, Kayden segera bergerak maju, mengangkat salah satu lututnya, membiarkannya menghantam pria kekar itu dengan keras. Meskipun pria kekar itu bertubuh besar dan gemuk, hantaman lutut yang keras tetap sangat menyakitkan baginya. Wajahnya pun mendadak membiru, sebelum akhirnya ia jatuh ke lantai sambil terbatuk-batuk.
Kayden berhasil menjatuhkan salah satu dari mereka. Namun, ia lupa tentang yang satunya. Pria kekar itu melayangkan pukulan keras tepat setelah pria satunya jatuh.
Karena kurangnya perhitungan, membuat Kayden terdorong mundur dua meter jauhnya sementara hidungnya sedikit berdarah. Seketika itu rasa sakit menjalari wajahnya.
"Sial! Sakit sekali! Tapi, mengingat semua rasa sakit yang kurasakan sejauh ini, ini cuma sengatan semut!" kata Kayden sambil mengepalkan tinjunya dan menyeka darah di hidungnya.
Kayden hidup di dunia yang sangat keras dan kejam. Ia tahu bahwa ia sangat miskin, jadi ia harus mampu berjuang. Setidaknya, ia bisa mempertahankan apa yang dimilikinya!
Oleh karena itu, Kayden berlatih cukup keras di masa lalu. Ia bahkan sering berkelahi dengan preman yang ingin mencuri uangnya. Karena itu, melawan orang-orang seperti kedua pria kekar ini bukanlah hal baru baginya.
Di sisi lain, pria kekar itu tidak berhenti. Melihat Kayden yang segera bangkit, ia pun langsung mengambil langkah panjang untuk memberikan pukulan berikutnya.
Sesampainya di depan Kayden, ia langsung menarik tangan kanannya ke belakang, siap melancarkan pukulan keras. Namun, ketika tangan kanannya dilempar ke wajah Kayden, Kayden menangkapnya lebih dulu, langsung melancarkan hantaman keras dengan memutar tubuhnya. Kayden memanfaatkan momentum saat pria kekar itu terperangkap.
Mengingat tubuhnya yang besar, ia tak bisa menerima hantaman keras. Oleh karena itu, ia langsung jatuh ke lantai, tak bisa bergerak untuk beberapa saat.
Tentu saja, Kayden tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Ia langsung menduduki perut pria kekar itu, lalu melayangkan beberapa pukulan keras ke wajahnya.
"Rasakan ini, Bajingan! Akan kuhancurkan wajahmu!" kata Kayden sambil tertawa jahat.
Hal itu membuat wajah pria kekar itu berlumuran darah. Ia memohon belas kasihan beberapa kali, tetapi Kayden tidak berhenti sampai ia merasa puas.
Setelah memastikan pria itu hancur, Kayden menoleh ke pria lain yang masih terbaring tak berdaya di lantai. Ia memukul wajahnya beberapa kali dengan keras, memastikan pria itu bernasib sama!
Pada titik ini, keduanya pun hancur. Mereka berada dalam kondisi yang sangat menyedihkan. Darah mengalir di mana-mana, tapi Kayden tidak berbelas kasih, bukan?
Jenner, yang melihat kondisi mereka berdua, tak kuasa menyembunyikan ekspresi terkejutnya. Sejak kapan Kayden sekuat ini?! Kayden bahkan bisa mengalahkan dua pengawalnya yang telah ia bayar mahal?!
Apa sebenarnya yang terjadi di sini?!
Saat Jenner tenggelam dalam pikirannya, Kayden menatapnya dengan dingin, bertanya, "Apakah kamu juga ingin menerima nasib yang sama seperti mereka?!"
Mendengar itu, Jenner sangat ketakutan. Bahkan sempat membuat tubuhnya gemetar. Namun, kesombongan di hatinya membuatnya enggan tunduk atau memohon belas kasihan dari Kayden. Ia malah menjawab dengan nada marah, "Beraninya kamu melakukan ini pada kedua pengawalku, dasar brengsek?! Aku akan melaporkanmu ke polisi! Kamu pasti akan dihukum berat atas perbuatanmu!"
Kayden hanya menunjukkan senyum merendahkan sambil berkata, "Kamu mau melaporkanku ke polisi?! Apa kamu lupa kalau kamulah yang memulai semua ini?! Kalau kamu tidak mencoba merampokku, mereka berdua tidak akan bernasib seperti ini! Lagipula, kalaupun aku yang salah, apa kamu bisa menjamin kamu masih hidup saat polisi datang?!"
Mendengar itu, Jenner menggigil ketakutan. “Apa yang baru saja dikatakan bajingan ini?! Apa dia serius?! Dia ingin membunuhku?!” teriaknya dalam hati.
Melihat ketakutan Jenner, Kayden menyadari bahwa ancamannya berhasil. Ia lalu melanjutkan, "Kalau kamu tidak mau bernasib sama seperti mereka berdua, kamu harus mengembalikan uangku dan semua uang yang kamu miliki saat ini!"
Meskipun Jenner takut, ia memiliki sifat yang sama dengan Kayden, yaitu sangat mencintai uang. Karena itu, ketika ia menyadari bahwa Kayden ingin merampoknya, ia langsung membalas, "Apa katamu?! Aku tidak akan memberikan uangku..."
Sebelum Jenner dapat menyelesaikan kalimatnya, Kayden menamparnya dengan keras, menyebabkan dia menunjukkan ekspresi terkejut.
"Sejujurnya aku tidak suka menyakiti perempuan, Bu Jenner. Tapi, aku lebih benci penolakan! Kalau kamu tidak mau memberikan semua uangmu, aku tak segan-segan membunuhmu!" kata Kayden dengan nada dingin, penuh niat membunuh.
Pada titik ini, Jenner hanya bisa menunjukkan ekspresi getir. Dia harus memberikan semua uangnya kepada bajingan ini?!
“B-bagaimana itu mungkin?!” gumamnya.
Dia mencintai uang sama seperti dia mencintai putrinya sendiri. Itu sama saja dengan memberikan putri kesayangannya kepada orang lain, kan?
Namun, ia menyadari bahwa jika ia tidak menuruti permintaan Kayden, ia akan dibunuh. Untuk apa semua uang itu jika ia mati?! Lagipula, Kayden tetap akan mengambil semua uang itu setelah ia mati, kan?
Karena itu, tak ada yang bisa ia lakukan selain memberikan semua uangnya kepada Kayden. Jenner menjawab, "Baiklah, aku akan memberikan semua uangku. Tunggu di sini!"
Dia lalu mengambil langkah panjang menuju kamarnya, tetapi Kayden segera mengikutinya.
Hal ini jelas membuatnya kesal. Dia berkata, "Sudah kubilang tunggu saja di sini. Aku akan mengembalikan semua uangku!"
Kayden menunjukkan ekspresi kesal, "Kamu pikir aku bodoh?! Kamu pikir aku akan percaya kamu akan memberikan semua uangmu padaku tanpa tersisa satu sen pun?! Aku harus memastikan sendiri bahwa kamu benar-benar memberikan semua uangmu padaku, bahkan tidak tersisa satu sen pun!"
Jenner hanya bisa menggertakkan giginya, melangkah panjang kembali ke kamarnya tanpa menjawab. Dia benar-benar tidak bisa lolos begitu saja! Dia akan jatuh miskin!
Seandainya dia tahu Kayden itu bajingan gila, dia pasti sudah rela menerima uang itu dan membiarkan Kayden pergi. Dia tidak menyangka keserakahannya akan menjadi malapetaka! Dia benar-benar menyesalinya.