Indonesia
NovelToon NovelToon
SUAMIMU BUKAN SUAMIMU

SUAMIMU BUKAN SUAMIMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Cinta Seiring Waktu / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:65.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

Aynara terpaksa menikah dengan Aksa karena perjanjian kedua kakek mereka. Pernikahan itu diikat satu syarat: jika mereka bercerai sebelum satu tahun, Aynara harus membayar denda 10 miliar, sementara Aksa akan kehilangan haknya sebagai pewaris keluarga Wicaksono.

Namun, usai janji suci diucapkan, Wicaksono mengalami kecelakaan dan terbaring koma.
Merasa tak ada lagi yang bisa mengaturnya, Aksa berkata kepada Aynara, "Pernikahan ini terjadi karena Kakek. Aku sama sekali gak suka, apalagi mencintaimu. Dunia kita beda. Mulai sekarang, kita jalani hidup masing-masing sampai tiba waktunya bercerai."

Aynara terpaksa menelan kenyataan pahit itu. Namun, takdir mengubah segalanya ketika kecelakaan merenggut nyawa Aksa.
Regan, pembelot yang sedang diburu organisasi kriminal, memanfaatkan kematian Aksa untuk menyelamatkan dirinya.

Aynara tidak pernah tahu bahwa suami yang ia benci telah mati. Dan pria yang kini hidup sebagai Aksa adalah orang asing yang akan mengubah seluruh hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Masih Istrinya

Aynara mengusap wajahnya, memastikan tidak ada lagi air mata yang tersisa. Setelah itu, ia kembali ke lobby seolah tidak terjadi apa-apa.

Jayadi ternyata sudah menunggunya.

"Ayah sudah selesai?" tanya Aynara.

Jayadi justru balik bertanya, "Kamu dari mana saja?"

Aynara sempat terdiam sesaat. "Tadi ketemu kenalan lama, Yah," dustanya.

Jayadi menatap putrinya beberapa detik, tetapi tidak bertanya lebih jauh. "Ya sudah. Kita pulang."

Mereka berjalan menuju pintu keluar. Sambil melangkah, Jayadi kembali memerhatikan wajah Aynara. "Kamu kenapa?"

"Gak apa-apa," jawab Aynara singkat.

Jayadi mengernyitkan dahi. "Kenapa aku merasa ada sesuatu?"

Namun, melihat Aynara tidak berniat bercerita, ia akhirnya mengurungkan niat untuk bertanya.

"Sudahlah. Kalau dia memang belum mau cerita, mungkin nanti juga bakal bicara sendiri."

-

Di dalam taksi yang melaju, beberapa saat tidak ada percakapan.

Hingga akhirnya Jayadi membuka suara.. "Kamu yakin gak apa-apa tinggal di rumah?"

Aynara menatap keluar jendela. "Aku memang gak niat tinggal di sana."

"Kalau begitu..."

"Aku akan cari kerjaan," potong Aynara. Ia terdiam sejenak sebelum melanjutkan, "Di kota ini, di kota lain, bahkan kalau harus ke luar negeri juga gak apa-apa."

Jayadi sedikit melebarkan mata. "Untuk apa?"

"Aku mau hidup mandiri." Nada suara Aynara terdengar tenang, tetapi tegas.

Jayadi sebenarnya ingin mengatakan bahwa putrinya masih bisa tetap tinggal di rumah. Namun, bayangan Cepi langsung terlintas di benaknya.

Ia tahu bagaimana istrinya memperlakukan Aynara. Ia juga tahu setiap kali berusaha membela putrinya, Cepi akan mengomel panjang hari. Pada akhirnya, Jayadi selalu memilih diam daripada berdebat.

Mungkin karena itu pula Aynara terus diperlakukan tidak adil di rumahnya sendiri. Entah Jayadi benar-benar tidak menyadarinya atau memilih berpura-pura tidak tahu.

Yang jelas, meskipun ia sesekali membela Aynara, ketika Cepi sudah mulai mengomel, Jayadi hampir selalu mengalah.

Bisa dibilang, Jayadi termasuk golongan STI—Suami Takut Istri.

Jayadi menghela napas pelan. Ia tidak tahu apakah keputusan Aynara untuk hidup mandiri adalah hal yang baik atau justru akan membuat hidup putrinya semakin sulit. Namun kali ini, ia memilih tidak melarang.

 

Ayah dan anak itu akhirnya tiba di rumah.

Begitu Aynara masuk, Cepi yang sejak tadi menunggu dengan rasa penasaran langsung menghampiri. "Pak Wicaksono gimana?"

"Masih koma," jawab Jayadi.

"Kasihan sekali," gumam Cepi sambil memasang wajah prihatin. Kemudian pandangannya beralih kepada Aynara. "Terus suamimu?"

Aynara diam.

Caca yang sejak tadi memerhatikan mereka tiba-tiba nyeletuk tanpa dosa, "Jangan-jangan Kak Nara diusir lagi."

Aynara menoleh kepada adiknya dengan tatapannya datar. "Memangnya kenapa kalau iya?"

Caca langsung terdiam. Ia tidak menyangka Aynara akan menjawab seperti itu. Biasanya kakaknya hanya diam atau mengalah setiap kali dirinya menyindir.

Cepi pun sempat memandang Aynara dengan kening berkerut. Ia sadar ada sesuatu yang berbeda dari gadis itu.

Aynara masih sama, tetapi entah kenapa hari ini ia tidak terlihat seperti seseorang yang mau terus-menerus menerima perlakuan mereka begitu saja.

 

Sore itu, Aynara keluar rumah untuk membeli bakso dari pedagang keliling yang berhenti tidak jauh dari depan rumahnya.

Baru saja ia menerima semangkuk bakso, suara yang begitu dikenalnya terdengar dari belakang.

"Ra."

Aynara menoleh. Langlang berdiri beberapa langkah darinya. Pria itu berjalan mendekat dengan raut wajah yang tampak ragu.

"Aku dengar kamu..." Langlang menghentikan kalimatnya, menatap gerobak bakso yang perlahan bergerak menjauh..

Aynara tersenyum tipis. "Kamu dengar gosip dari ibu-ibu?"

Langlang tampak salah tingkah. "Bukan begitu."

Aynara mengangkat alisnya. "Lalu?"

Langlang menghela napas. "Aku cuma... gak nyangka kamu bakal diperlakukan kayak gini."

Aynara menundukkan pandangan pada mangkuk bakso di tangannya. "Gak apa-apa."

"Kok bisa gak apa-apa?" Langlang tanpak tak senang karena Aynara seolah pasrah.

Aynara mengangkat bahu. "Toh, kami sama-sama terpaksa. Dia juga gak mencintaiku."

Langlang terdiam. "Jadi kalian akan bercerai?"

Aynara mengangguk pelan. "Setelah satu tahun."

Langlang tampak lega, tetapi ia segera menyembunyikan ekspresi itu. "Kalau begitu... kamu bisa kembali seperti dulu."

Aynara menatapnya. "Maksudmu?"

"Kita."

Hanya satu kata dari mulut Langlang, namun cukup membuat hati Aynara berdesir. Ia masih mencintai lelaki ini. Mendengar pria itu mengatakan 'kita' membuat bagian kecil dalam hatinya ingin percaya bahwa semuanya bisa kembali seperti dulu. Namun Aynara segera mengingat cincin yang melingkar di jarinya. Ia menurunkan pandangan.

"Langlang..."

"Apa?"

"Aku sekarang masih istrinya." Satu kalimat Aynara itu sudah cukup menjadi jarak yang jelas diantara mereka.

Langlang terdiam.

"Meski pernikahan kami terpaksa, aku tetap gak mau melakukan sesuatu yang bisa membuat orang menganggap aku selingkuh," tegas Aynara.

"Ra, aku gak bermaksud—"

"Aku tahu." Aynara tersenyum kecil. "Aku cuma mau semuanya selesai dengan baik."

Langlang menatapnya beberapa saat. "Berarti aku harus menunggu?"

Pertanyaan itu sederhana, tetapi cukup untuk membuat dada Aynara terasa sesak. "Aku gak tahu." Ia kemudian menghela napas. "Yang jelas, selama aku masih terikat pernikahan, sebaiknya kita jaga jarak."

Langlang terlihat kecewa, namun ia mengangguk. "Kalau itu yang kamu mau, aku akan menghargainya."

Bibir Aynara melengkung tipis. "Terima kasih."

Langlang menatapnya dengan lembut. "Ra."

"Hm?"

"Kalau suatu hari nanti kamu benar-benar bebas..." Langlang berhenti sejenak. "Aku masih di sini."

Aynara tidak menjawab. Ia hanya menundukkan wajah untuk menyembunyikan senyum kecil yang tanpa sadar muncul.

"Aku pergi," pamit Langlang, lalu berbalik melanjutkan langkahnya.

Setelah pria itu pergi, senyum Aynara perlahan menghilang. Ia menatap cincin di jarinya. "Kenapa semuanya harus serumit ini?"

Ia masih mencintai Langlang. Tetapi sekarang, ia adalah istri orang lain.

Dan bagaimanapun buruknya Aksa memperlakukannya, Aynara tidak ingin membalasnya dengan menjadi perempuan yang mengkhianati pernikahannya sendiri.

Aynara menatap cincin di jarinya sekali lagi. "Aku gak tahu berapa lama pernikahan ini akan bertahan. Aku juga gak tahu apakah Aksa benar-benar akan menceraikanku setelah satu tahun."

Ia menarik napas panjang. "Yang pasti, selama aku masih menjadi istrinya, aku akan menjaga martabat dan kehormatanku."

Aynara mungkin tidak bisa memilih pernikahan ini. Namun, ia masih bisa memilih untuk menjaga dirinya sendiri.

 

...🔸🔸🔸...

...“Jangan menjadikan luka sebagai alasan untuk melakukan kesalahan yang sama. Sebab mempertahankan prinsip di saat hati sedang terluka adalah bentuk keberanian yang sesungguhnya.”...

..."Nana 17 Oktober "...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Cicih Sophiana
apa yg akan di lakukan Dony... apa dia akan menjebak Aynara atau Regan atau ke dua nya?
Cicih Sophiana
Regan Aynara dan si Dony ada di satu acara yg mereka hadiri... coba kita lihat apa yg akan si Doni lakukan terhadap Aynara..
Kadek Sri
jangan sampai Doni menjebak Aynara, ayo Regan lindungi istrimu
Siti Jumiati
Ditunggu kelanjutannya kak..
gk sabar nih nunggu besok...
Siti Jumiati
lanjuuuut kak nana
Anitha
wah Regan jiwa Mafianya meronta kamu mampu membaca situasi,,waspada Regan si Doni sedang merencanakan sesuatu...

ia ngin mengincer Aynara istrimu🤭
Anitha
Regan merasa gugup pertamakalinya pergi bersama Aynara,,cieee Regan jatuh cinta pada pandangan pertama...gandeng dong Aynaranya.🤣

wah Doni melihat Regan dan Aynara🤭
Anitha
Regan tidak rela jika Tubuh Aynara di lihat Pria lain,,Regan sangat Posesif ga apa² Regan kasih perhatian terus untuk Aynara,nanti Nara akan menjadi milikmu seutuhnya hanya butuh waktu.

Wah gercep juga tuh si Doni datangin Pria mantan Manager Aksara Group🤣
evievoy
tetap waspada dia sedang mencari celah lengah mu Re
evievoy
lahhh Doni ikut rapat yahhh???
Anitha
Regan bukan orang sembarangan dan tidak bisa di usik,Regan nyelidiki tetntang si Doni dengan orang suruhannya dan si Doni nyelidiki Aynana dengan orang suruhanya hayoo saling mencari tahu,yang Jelas Regan orang yang tidak tersentuh.

tidak sabar Regan ngajak Aynara pindah ke Rumah utama dan tidur satu ranjang🤣
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nsna... Up Bab Baru-nya ya, Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Apapun yang akan dia lakukan, kamu harus tetap Waspada Regan... Kamu adalah Anggita MAFIA Kelas Kakap, masa harus kalah sih Sama Ikan teri seperti Doni itu? 😂😂😂 Doni itu, bisa di ibaratkan hanya semut bagimu Regan. Kecil. Tspi, walaupun begitu kamu harus tetap waspada. Karena apa? Karena, meskipun hanya semut, tapi dia bisa menggigit kamu loh Regan. Itu makanya aku bilang, berhati-hatilah dan waspada. OK 👍😂😂😂
Fadillah Ahmad: Maklumlah Kak, Jempolku sering Kepleset. 😂😂😂
total 6 replies
Fadillah Ahmad
Bagus sekali Regan... 😂😂😂 Ternyata kamu lebih cepat menyadari situasi dan kondisi, daripada Aynara... 😂😂😂 Kamu memang Anggota MAFIA yang Patut di acungi jempol. 😂😂😂 Kamu selalu wapada dan tidak sediktpun lengah. 😂😂😂 Aku suka gayamu Regan. Kamu lebih baik dari Aksa yang asli. Yang kerjaannya hanya tebar pesona nggk jelas. Sampai-sampai dia tidak menyadari, Doni membuat dua kecelakaan kala itu. 😂😂😂
Anitha
Regan kamu sudah mulai jatuh cinta sama Aynara makanya kamu tidak terima jika ada yang merendahkan Aynara..good Regan..

masih penasaran dengan orang suruhan Doni,apa ada orang dalam menjadi mata² di Aksara Group(staf Aksara Group ada yang kerja sama dengan si Doni mungkin)jadi tahu semua tentang kejadian di Aksara Group,,Pak Gunadi selidiki yaa apa ada staf yang mencurigan ?
Sugiharti Rusli
wah mau melakukan apa yah si Doni, apalagi dia sepertinya sudah 'ditolak' oleh Aynara dan sampai nama dan no hp pun tidak diberikan,,,
Hanima
Lanjuttt Regan
Sugiharti Rusli
sepertinya karena kecerdasan dan pembawaan dirinya yang tenang jadi Regan bisa menjadi Aksa dengan baik,,,
Sugiharti Rusli
karena Regan tidak terlihat gugup dan demam panggung kala berhadapan dengan kolega dan investor Aksara, padahal baru pertama berjumpa,,,
Sugiharti Rusli
sepertinya insting saat dulu di organisasi bagi Regan sangat berguna yah saat ini,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!