Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:659.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: gigiwww

Alya terbangun di tubuh Sabrina—seorang wanita hamil yang dibenci suaminya sendiri. Dalam novel yang pernah ia baca, Sabrina akan mati tragis setelah melahirkan.

Kini hidup sebagai Sabrina, Alya berusaha mengubah takdirnya dan menjauh dari Leon, suami dingin yang tak pernah mencintainya. Namun semakin ia mencoba pergi, semakin Leon mulai memperhatikannya.

Di balik kebencian, perlahan tumbuh rasa yang tak seharusnya ada. Tapi apakah cinta bisa lahir dari hubungan yang sejak awal dipenuhi luka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 — Tempat untuk Pergi

Malam itu hujan turun perlahan membasahi balkon kamar mansion Ardian. Alya duduk diam di lantai sambil memeluk lututnya. Lampu kamar sengaja dimatikan, menyisakan cahaya remang dari luar jendela.

Kepalanya masih dipenuhi ucapan Leon di cafe tadi.

Aku akan menceraikannya.

Anaknya tetap ikut aku.

Setiap kata itu terus terulang di pikirannya seperti mimpi buruk.

Alya menunduk pelan sambil memegang perutnya.

“Maafin Mama…” bisiknya lirih.

Ia hampir terlambat sadar.

Kalau ia tetap tinggal di sini, bukan hanya dirinya yang hancur.

Tapi juga bayi ini.

Dan Alya tidak akan membiarkan siapa pun mengambil anaknya.

Apa pun yang terjadi.

Pintu kamar terbuka pelan.

Leon masuk dengan langkah tenang sambil melepas jas hitamnya. Tatapan pria itu langsung jatuh pada Sabrina yang duduk diam di dekat balkon.

“Kau belum tidur?”

Alya tidak menjawab.

Leon mengernyit samar sebelum berjalan mendekat.

“Apa kau marah soal tadi siang?”

Tetap diam.

Pria itu menghela napas pelan. “Vanessa cuma teman lama.”

Alya akhirnya tertawa kecil.

Namun tawa itu terdengar pahit.

“Tenang aja,” katanya pelan tanpa menatap Leon. “Aku nggak peduli.”

Jawaban itu justru membuat Leon tidak nyaman.

Karena entah kenapa…

Ia lebih terbiasa melihat Sabrina marah atau cemburu dibanding bersikap sedingin ini.

Leon menatap wanita itu beberapa detik sebelum akhirnya berkata, “Jangan banyak pikiran. Itu nggak bagus buat kandunganmu.”

Setelah itu ia pergi ke kamar mandi.

Sementara Alya menatap kosong hujan di luar sana.

Ia sudah memutuskan.

Ia harus pergi sebelum semuanya terlambat.

---

Keesokan paginya Alya duduk sendirian di ruang tengah sambil melihat kontak di ponselnya. Jemarinya berhenti pada satu nama.

Om Ares.

Adik dari ibu Sabrina.

Satu-satunya orang yang masih cukup dekat dengan Sabrina setelah pernikahan itu terjadi.

Keluarga Elvara memang terpandang dan kaya, tetapi mereka juga sangat menjaga reputasi keluarga.

Dan Sabrina telah menghancurkan semuanya malam saat ia tidur dengan Leon.

Padahal sebelumnya…

Ayah Sabrina sudah menyiapkan perjodohan lain untuk putrinya.

Pria dari keluarga bangsawan bisnis yang jauh lebih stabil dibanding Leon.

Namun Sabrina menolak semuanya demi Leon.

Keputusan itu membuat ayahnya sangat kecewa.

Bahkan hubungan Sabrina dengan keluarganya menjadi dingin setelah pernikahan mendadak tersebut.

Alya menarik napas panjang sebelum akhirnya menekan tombol panggil.

Telepon tersambung beberapa detik kemudian.

“Hallo?”

Suara pria dewasa terdengar hangat dari seberang sana.

Alya langsung merasa sedikit lega.

“Om…”

“Hah? Sabrina?” nada suara Ares terdengar kaget. “Tumben nelepon om.”

Alya tersenyum kecil pahit.

“Iya…”

“Kamu baik-baik aja? Om dengar kamu sempat masuk rumah sakit.”

“Aku nggak apa-apa.”

Ares terdiam sejenak sebelum berkata lembut, “Kamu nangis?”

Pertanyaan itu langsung membuat mata Alya memanas.

Aneh.

Padahal ia bukan Sabrina asli.

Tapi tubuh ini seolah otomatis merasa aman saat mendengar perhatian tulus.

“Aku cuma capek, Om.”

Suara Ares langsung berubah serius.

“Ada masalah sama Leon?”

Alya menggigit bibir pelan.

Ia ingin mengatakan semuanya.

Tentang rencana perceraian.

Tentang Leon yang ingin mengambil anaknya.

Tentang betapa sendirinya Sabrina selama ini.

Namun pada akhirnya Alya hanya berkata lirih—

“Kalau suatu hari aku pergi dari rumah itu… Om bakal bantu aku nggak?”

Hening beberapa detik.

Lalu suara Ares terdengar sangat tenang.

“Om selalu ada buat kamu.”

Dan kalimat sederhana itu hampir membuat Alya menangis.

---

Sore harinya, Alya pergi diam-diam menemui Ares di sebuah restoran private.

Begitu melihat Sabrina masuk dengan perut hamilnya, pria itu langsung berdiri.

Wajah Ares cukup tampan untuk pria seusianya. Sorot matanya hangat dan jauh berbeda dari keluarga Ardian.

“Kamu kurusan.”

Alya tersenyum kecil lalu duduk.

“Om masih sama aja.”

Ares memperhatikan Sabrina cukup lama sebelum akhirnya berkata pelan, “Kamu nggak bahagia di sana, ya?”

Pertanyaan itu membuat Alya terdiam.

Ares menghela napas pelan.

“Dari awal om udah bilang… Leon bukan orang yang tepat buat kamu.”

“Aku tahu.”

“Dulu kamu keras kepala banget sampai rela melawan Papa kamu sendiri.”

Alya menunduk pelan.

Dalam ingatan Sabrina, ia memang mati-matian mempertahankan Leon bahkan ketika keluarganya kecewa besar.

Karena bagi Sabrina saat itu…

Bisa menikah dengan Leon adalah impian terbesar hidupnya.

Sayangnya mimpi itu berubah jadi luka.

“Aku mau pergi dari dia, Om,” ucap Alya akhirnya.

Tatapan Ares langsung berubah serius.

“Kamu yakin?”

Alya memegang perutnya perlahan.

“Aku harus nyelametin anakku.”

Dan untuk pertama kalinya sejak masuk ke tubuh Sabrina—

Ia benar-benar yakin dengan pilihannya.

1
Umi Fitriani
semangat thorr
Minah Minah
seru banggat
T Sa
trus ..nasib si anak sma gimana ya?
T Sa
pertanyaanku..

sejak kapan si leo tau dg nama alya bukan sabrina🤣🤣
Minah Minah
lanjut kan
Afrilho
kok mami Leon bingung gitu yah!! bukannya keluarga Leon tau kalau pada saat itu Sabrina dah hamil besar bukannya Sabrina saat itu baru aja cek kehamilan dan tau jenis kelamin anaknya?Kok kayak yg kaget gitu tau kalau liira anak Leon.
Afrilho
Maaf Thor bukannya Mami Leon itu Claudia kok ganti jadi caterine Thor?
Afrilho
Bukannya di part awal ayah Leon bernama Edward Ardian yah kok jadi Mahendra??
Minah Minah
👍sukses selalu
Famri Yunik
halllaaaaa ujung ujung nya bucin lagi🤭
Nia nurhayati
mampir thorr
Minah Minah
lajutkan
Minah Minah
👍sip
Minah Minah
👍
Minah Minah
bagus bangat
Gian Hazza
kalau sudah tiada baru terasa ya thor
Minah Minah
bagus bangat
Faqisa Sakila
crita yg mnarik
q suka kaaakkk...
Otw bca karya kakak yg ke-3 nic..
smangat y kaak
seru2 pokokny karya kakak..
Runik Runma
cerita nya bgus tpi kebanyakan deg
Namira Puja Najya
thor bukannya alya ga punya perasaan sama Leon kenapa jd canggung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!