Indonesia
NovelToon NovelToon
Pernikahan Bisnis

Pernikahan Bisnis

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Pernikahan megapahit antara Raden Mas Arya Sena Soerjoatmodjo dan Lilianne Prameswari Djojodiningrat murni dirancang demi menyatukan kerajaan bisnis dua keluarga old money. Tanpa cinta, Arya yang dingin dan angkuh memandang ikatan ini sebatas transaksi bisnis, sementara Lilianne tumbuh sebagai putri manja yang impulsif dan gemar berfoya-foya. Tinggal di bawah satu atap justru menyulut perang dingin dan benturan ego antara tradisi serta kebebasan. Namun, saat intrik korporasi mulai mengancam dinasti mereka, Arya dan Lilianne terpaksa bersatu, perlahan meruntuhkan tembok gengsi dan membuka hati satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 3

Denting sendok perak menimpa corsi porselen menandai berakhirnya jamuan makan malam yang sarat tensi itu. Suasana ruang makan yang tadinya dingin mendadak dihangatkan oleh tawa lega dari Raden Mas Bambang Soerjoatmodjo dan Raden Mas Haryo Djojodiningrat.

Eyang Kakung berdehem pelan, mengusap janggut putihnya sebelum meletakkan cangkir teh melati ke tatakannya. "Melihat dinamika muda-mudi ini, sepertinya tidak ada alasan untuk mengulur waktu lebih lama lagi," ujar Eyang Kakung dengan nada mantap yang tak bisa diganggu gugat.

Bambang Soerjoatmodjo tersenyum lebar, menyandarkan punggungnya pada kursi jati berukir. "Saya sangat setuju, Kangmas. Urusan konsolidasi aset dan pembentukan joint venture baru sudah rampung. Tidak perlu menunggu libur semester Lilianne selesai. Satu bulan dari sekarang adalah hari baik berdasarkan hitungan Jawa."

"Satu bulan?!"

Suara melengking Lilianne memecah keheningan meja makan. Netra hijaunya melebar sempurna, menatap Eyang Kakung dan Ayahnya bergantian dengan raut horor. "Eyang, Dad! Satu bulan itu terlalu cepat! Li bahkan belum menyiapkan gaun dari perancang pilihan Li, Li belum—"

"Segala persiapan pesta, gaun, hingga media akan ditangani oleh tim manajemen Soerjoatmodjo dan Djojodiningrat mulai besok pagi, Lilianne," potong Raden Mas Subroto tenang, menyapu bersih semua alasan putrinya. "Keputusan sudah bulat. Pernikahan akan digelar satu bulan lagi."

Lilianne mencengkeram kain gaun hijaunya di bawah meja. Ia menoleh ke arah Arya, berharap pria itu setidaknya akan memprotes atau menunjukkan rasa tidak setuju atas keputusan gila ini. Namun, Raden Mas Arya Sena Soerjoatmodjo hanya mengusap sudut bibirnya dengan serbet kain secara elegan, lalu mengangguk patuh pada kedua orang tua mereka tanpa beban sedikit pun.

"Jika itu yang terbaik menurut Eyang dan Para Orang Tua, saya mengikutinya," sahut Arya dengan suara berat dan tenangnya yang selalu berhasil memancing emosi Lilianne.

"Bagus sekali," puji Bambang bangga. Beliau kemudian melirik istrinya dan Eleanor. "Bagaimana kalau kita biarkan anak-anak ini mengobrol berdua di taman belakang? Supaya mereka bisa saling mengenal lebih dekat."

Angin malam Menteng merengkuh taman belakang kediaman Djojodiningrat yang luas. Aroma bunga wijayakusuma dan melati membumbung hangat di udara, berpadu dengan gemericik air dari kolam ikan bergaya klasik.

Lilianne berdiri di tepi balkon taman, menyilangkan kedua tangannya di dada. Bahunya yang terbuka diterpa angin malam, namun panas di dadanya akibat rasa jengkel jauh lebih membakar. Langkah kaki yang teratur dan tegas terdengar mendekat dari belakang. Lilianne tidak perlu menoleh untuk tahu siapa yang baru saja menyusulnya.

Arya berhenti tepat dua langkah di samping Lilianne. Pria itu menyelipkan satu tangannya ke dalam saku celana bahan buatan Savile Row, sementara tangan satunya memegang selembar amplop cokelat tebal berlogo segel lilin Soerjoatmodjo.

"Kamu sengaja tidak menolak keputusan satu bulan itu, kan?" tembak Lilianne tanpa basa-basi. Ia menatap samping wajah Arya yang diterpa cahaya lampu taman.

Arya tidak langsung menjawab. Pria itu menyapu pandangannya ke arah taman yang rindang sebelum menoleh santai. "Menolak hanya akan membuang waktu dan energi, Lilianne. Keputusan bisnis yang sudah disepakati dua papan komisaris tidak akan berubah hanya karena tangisan seorang putri manja."

"Aku tidak menangis!" desis Lilianne, matanya memancarkan kilatan tajam.

"Bagus kalau begitu," balas Arya datar. Ia menyodorkan amplop cokelat di tangannya kepada Lilianne. "Karena kita berdua tahu pernikahan ini murni transaksi formalitas, ada hal yang perlu kita sepakati di awal. Ini draft perjanjian pra-nikah versi saya."

Lilianne menatap amplop itu dengan alis bertaut, lalu menerimanya dengan gerakan kasar. "Perjanjian pra-nikah? Untuk apa? Daddy bilang semua aset sudah digabung."

"Ini bukan soal aset korporasi, tapi soal kebebasan pribadi," terang Arya. Suaranya terdengar sangat profesional, seperti sedang mempresentasikan modul bisnis di hadapan para pemegang saham. "Dalam tradisi keluarga Soerjoatmodjo maupun Djojodiningrat, tidak ada sejarah perceraian. Perceraian adalah tabu dan keaiban yang bisa meruntuhkan kepercayaan pasar serta harga saham. Jadi, ingat baik-baik: kita akan menikah untuk selamanya. Tidak ada kata cerai di masa depan."

Lilianne menahan napas sejenak. Menikah selamanya dengan pria dingin ini? batinnya mengerang.

"Namun," lanjut Arya tanpa ampun, "pernikahan ini tidak akan melibatkan campur tangan urusan pribadi. Kamu bebas menjalani hidupmu, belanja barang-barang glamormu, pergi bersama teman-temanmu, selama kamu menjaga martabat nama marga Soerjoatmodjo di depan publik. Saya pun begitu. Jangan campuri urusan saya, jangan mengatur jadwal saya, dan jangan pernah berharap saya akan berperan sebagai suami romantis yang memanjakanmu."

Lilianne terkekeh sinis. Ia membuang amplop itu ke meja kaca di dekat mereka. Menyebalkan sekali melihat betapa tingginya keangkuhan pria di hadapannya ini. Arya mengira Lilianne adalah tipe gadis yang akan mengemis kasih sayang dan perhatiannya kelak? In your dreams, Arya Sena.

Lilianne memiringkan kepalanya sedikit, merapikan selendang gaunnya dengan jemari yang terawat rapi. Wajahnya yang cantik mendadak berganti raut acuh tak acuh, dihiasi senyuman paling lugu tetapi sarat provokasi—sikap khas pick-me yang disengajanya untuk meruntuhkan wibawa Arya.

"Oh, Mas Arya pikir aku bakal mengejar-ngejar perhatian Mas Arya?" bisik Lilianne dengan nada suara yang sengaja dibuat agak mendayu-dayu dan lembut. "Dengarkan aku baik-baik ya, Mas. Bagi aku, laki-laki yang sibuk kerja sampai lupa cara tersenyum dan cuma tahu soal angka itu... sama sekali nggak menarik. Membosankan."

Arya menyipitkan matanya tipis, mengamati perubahan ekspresi Lilianne.

Lilianne melangkah satu digit lebih dekat, menatap mata kelam Arya dari bawah. "Jangankan campur tangan urusan pribadi Mas Arya... dilirik sama Mas Arya pun aku tidak sudi. Aku ini terbiasa dikelilingi pria-pria Eropa yang sopan, romantis, dan tahu cara memperlakukan wanita seperti ratu. Bukan pria kaku bertopeng jas mahal yang hidupnya penuh perhitungan matematis."

Lilianne mengetuk dada jas navy Arya menggunakan satu jarinya yang lentik, memberi syarat balasannya. "Syarat dari aku: Jangan pernah menyentuh aku. Jangan pernah menganggap aku ini 'istri' dalam artian sebenarnya di balik pintu kamar. Kita cuma akting di depan media dan keluarga. Setelah di dalam rumah, Mas Arya dianggap tidak ada. Aku tidak mau punya keturunan dari pria yang hatinya terbuat dari batu."

Lilianne tersenyum puas, yakin ucapan serta penolakannya bahwasanya Arya tidak menarik baginya akan melukai ego pria angkuh tersebut. Ia menunggu reaksi marah atau setidaknya raut tersinggung dari sang calon suami.

Namun, harapan Lilianne buyar seketika.

Sudut bibir Arya justru terangkat perlahan, membentuk sebuah senyuman licik yang begitu tipis namun sarat akan keangkuhan yang amat dominan. Pria itu mengambil satu langkah maju, mengikis jarak di antara mereka hingga aroma wangi woody dan tobacco dari parfum mewahnya mengurung Lilianne sepenuhnya.

Arya menundukkan kepalanya sedikit, mendekatkan wajahnya ke telinga Lilianne. Napas hangatnya menyapu kulit leher Lilianne, membuat bulu kuduk gadis itu meremang seketika.

"Soal urusan ranjang dan keturunan..." bayang Arya dengan suara berat yang teramat tenang namun mematikan. "...kau tidak usah khawatir, Ajeng Lilianne. Jangankan hanya memberimu kehidupan mewah, bahkan jika kau melahirkan 12 anak sekalipun dari saya, kekayaan Soerjoatmodjo cukup untuk menanggung hidup mereka sampai 19 keturunan ke depan tanpa berkurang sedikit pun."

Lilianne membeku. Matanya melebar sempurna saat Arya menegakkan kembali tubuh jangkungnya.

Arya menatapnya dari atas ke bawah dengan pandangan menilai yang sangat dingin, lalu menepuk pelan bahu gaun hijau Lilianne. "Jadi, simpan syarat konyolmu itu. Karena pada akhirnya, di balik pintu rumah kita nanti, aturan main ada di tangan saya."

Darah Lilianne mendidih seketika. Mukanya memerah padam oleh perpaduan antara rasa malu, jengkel, dan kekesalan yang membumbung tinggi. Sebelum Lilianne sempat melempar makian atau menampar wajah berlagak itu, Arya sudah berbalik arah dengan sangat elegan.

"Baca perjanjian pra-nikah itu dan tanda tangani besok pagi. Sampai jumpa di hari pernikahan kita, Calon Istriku," ujar Arya santai tanpa menoleh lagi, melangkah masuk meninggalkan Lilianne yang berdiri sendirian di taman dengan napas memburu dan tangan mengepal erat.

Bersambung....

1
Mita Paramita
😍😍😍
Mita Paramita
Arya jadi suami siaga 😍😍😍
Helen@Ellen@Len'z
up byk ya 💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪thor 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Anonim
crazy up thor
falea sezi
sesuai janji q kirim bunga tuh🤭 lanjut banyakkk Thor
Heresnanaa_: wahhh, terimakasih Kaka, stay tune ya 🥹😚
total 1 replies
falea sezi
lanjut q kirim hadiah
Heresnanaa_: wahhh, maaciw kakak, stay tune ya beb🙏😚
total 1 replies
falea sezi
cantik tp otak kosong🤣 lu nyingkirin widya g mau kesaing🤣 tp lu g mau gantiin tugas dia layani laki lo🤣🤣 aneh gt ini cwek manja bisa nya apa shoping doank😒
falea sezi
nah gini🤣 aduin ke bumertua🤣 emank babu g tau diri si widya
falea sezi
harusnya di belikan buat anak yatim🤣 biar suami mu kagum 🤭
falea sezi
g suka cwek sombongnya kayak lily ini 🤣🤣 berharap dia itu lemah lembut cegil tp bukan sok jd cowok penasaran🤣
falea sezi
nyimak dlu klo bagus q krim bunga🤭
Mita Paramita
so sweet 😍😍😍
Mita Paramita
Liliane masih syok udah di unboxing paksa 😭 tinggal Arya nih yang mesti ngejar cinta Liliane
Arix Zhufa
up
Mita Paramita
akhirnya Arya unboxing Liliane 😍😍😍
Mita Paramita
Widya backstabbing 🤣🤣🤣
i got you 🔥🔥🔥
Mita Paramita
nice statement Liliane 😍
Mita Paramita
berkelas banget balasan Liliane ke ulat bulu Widya 🤣🤣🤣🤣
Mita Paramita
lanjut Thor 😍😍😍
ceritanya bagus berkelas 🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!