Indonesia
NovelToon NovelToon
Takdir Kita Yang Belum Selesai

Takdir Kita Yang Belum Selesai

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Reinkarnasi / Romansa Fantasi
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nita_001

Setelah dikhianati dan meledakkan diri bersama musuhnya, Chongyue, kapten tim elit pemburu vampir, justru terlahir kembali di dunia kultivasi dalam tubuh Nona Kelima Kediaman Jenderal Kerajaan Dong—seorang gadis yang dianggap bodoh dan tidak berguna.

Namun, tidak ada yang tahu bahwa di balik tubuh lemahnya itu tersembunyi sebuah segel misterius.

Ketika segelnya terbuka, Chongyue berubah menjadi seorang jenius dengan kekuatan luar biasa. Dalam perjalanannya menjadi kuat, dia bertemu Bei Mingye, Pangeran Keenam yang dijuluki Raja Hantu—pria dingin yang ditakuti seluruh Benua Timur, tetapi justru rela menjadi pelindung Chongyue.

Bersama-sama, mereka menghadapi keluarga, sekte kuno, musuh dari alam atas, serta rahasia besar tentang asal-usul Chongyue.

Di tengah takdir yang terus mempermainkan mereka, mampukah dua hati yang telah dipertemukan itu bertahan hingga akhir?

Yuk ikuti kisah lengkapnya dalam sebuah kisah berjudul: TAKDIR KITA YANG BELUM SELESAI

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita_001, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 - Menunjukkan Wajah Aslinya Kepada Murong dan Yu Liu

Ketika Chongyue kembali terbangun, tirai malam telah mulai menyelimuti langit. Dia menggerakkan persendian tubuhnya dan merasakan bahwa kekuatannya telah pulih sepenuhnya.

Di atas meja di samping ranjang juga telah tersedia satu set pakaian berwarna biru muda yang tertata rapi.

Chongyue mengambilnya dan mengenakannya. Setelah memakai sepatu, dia turun dari ranjang.

Di dalam kamar terdapat sebuah meja rias dengan cermin berukuran cukup besar. Saat melewatinya, dia tanpa sengaja melirik pantulan dirinya.

Dia terkejut melihat matanya telah kembali berwarna biru jernih.

Padahal baru enam hari sejak terakhir kali dia meneteskan obat penyamar warna mata. Efek obat itu ternyata luntur lebih cepat dari perkiraannya.

Namun karena Yu Liu yang mengganti pakaiannya tadi, botol obatnya pasti masih berada di tangannya.

Chongyue mendorong pintu dan melangkah keluar.

Kebetulan, Yu Liu sedang berjalan ke arahnya.

“Yu Liu,” panggil Chongyue sambil mendekatinya. “Apakah botol obat yang kubawa ada padamu?”

“Ya, ada padaku.” Yu Liu mengambil sebuah botol porselen kecil dari lengan bajunya, lalu menyerahkannya kepada Chongyue.

Chongyue menerimanya. Namun sebelum meneteskannya ke matanya, tangannya tiba-tiba berhenti.

Dia menatap Yu Liu. “Yu Liu, di mana Bei Mingye dan Murong?”

Yu Liu ragu sejenak, tidak tahu apakah seharusnya memberitahu Chongyue mengenai luka tuannya.

Setelah mempertimbangkannya sejenak, dia akhirnya memutuskan untuk merahasiakannya.

“Tuan sedang pergi mengurus beberapa urusan penting, sedangkan Murong berada di aula depan.”

Pergi mengurus urusan penting?

Bei Mingye sedang terluka, jadi dia pasti sedang bermeditasi untuk menyembuhkan lukanya. Sepertinya mereka tidak ingin memberitahunya.

“Kalau begitu, mari kita ke aula depan.” Ucapnya lalu berjalan mendahului Yu Liu.

Setelah menghabiskan beberapa hari bersama mereka, dia merasa sekarang adalah waktu yang tepat bagi Yu Liu dan Murong untuk mengetahui penampilan aslinya.

Setibanya di aula depan, mereka berdua melihat Murong sedang menyusun deretan piring di atas meja yang telah dipenuhi berbagai makanan lezat.

Chongyue menoleh kepada Yu Liu dan memuji, “Yu Liu, kemampuan memasakmu ternyata hebat!”

Sudut bibir Yu Liu berkedut pelan. Dia menjawab dengan sedikit malu, “Chongyue, masakan ini bukan buatanku. Ini buatan Murong.”

“Eh...” Chongyue tertawa kecil melihat ekspresi canggungnya. “Tidak apa-apa, tidak apa-apa.”

Siapa yang menyangka pria pendiam seperti Murong ternyata pandai memasak?

Setelah menata piring terakhir, Murong menoleh kepada Chongyue dan hendak memberitahunya bahwa makan malam telah siap. Namun, tatapannya tiba-tiba berhenti pada wajah gadis itu.

Ada sesuatu yang berbeda.

Murong mengerutkan kening sambil menunjuk ke arah mata Chongyue. “Matamu...”

Chongyue tidak langsung menjawab.

Sebaliknya, di hadapan mereka berdua, dia perlahan melepaskan topeng penyamaran dari wajahnya.

Begitu topengnya terlepas sepenuhnya, wajah cantik yang selama ini tersembunyi akhirnya terlihat jelas.

Yu Liu sebelumnya merasa sayang karena pemilik sepasang mata seindah itu ternyata memiliki wajah yang biasa saja.

Namun setelah melihat wajah asli Chongyue, dia baru menyadari bahwa sepasang mata birunya memang terlihat paling sempurna ketika dipadukan dengan wajah aslinya.

“Sangat cantik!” Yu Liu memuji dengan mata berbinar, lalu mengedipkan mata kepada Chongyue sambil memajukan wajahnya. “Bolehkah aku menciummu?”

Melihat tingkahnya, Murong segera menariknya mundur sambil bertanya, “Apa yang kau lakukan?!”

Yu Liu memelototi Murong dengan kesal.

Dia hampir saja mencium Chongyue!

“Jika kau tidak takut apa yang akan dilakukan Tuan nanti, silakan saja cium dia,” jawab Murong dengan ekspresi datar.

“Ugh...” Yu Liu tertegun.

Dia berpikir sejenak sebelum akhirnya menggelengkan kepala. “Kalau begitu, aku tidak akan menciumnya.”

Chongyue tersenyum melihat tingkah mereka berdua. “Murong, Yu Liu, bagiku kalian berdua bukan orang luar, karena itulah aku tidak ingin menyembunyikan wajah asliku dari kalian.”

Mendengar ucapannya, Yu Liu langsung merangkul lengannya erat-erat. “Kami mengerti.”

Murong menatap Chongyue tanpa banyak bicara dan hanya mengangguk pelan.

Chongyue menyunggingkan senyum hangat.

Setelah selesai makan malam, Yu Liu membantu Murong membereskan piring-piring kotor.

Sementara itu, Chongyue duduk di sebuah bangku batu di luar halaman sambil menopang dagunya. Tatapannya tampak kosong, seolah-olah sedang tenggelam dalam pikirannya sendiri.

“Chongyue.”

Setelah selesai dari dapur, Yu Liu mendekatinya sambil membawa sepiring kue manis.

Dia duduk di hadapan Chongyue, memperhatikannya sejenak sebelum bertanya, “Apa yang sedang kau pikirkan?”

Sejak tadi dia memperhatikan Chongyue terus melamun.

Chongyue mengambil sepotong kue, menggigitnya sedikit lalu menjawab dengan suara pelan, “Aku sedang memikirkan apakah aku harus pergi ke Serikat Tentara Bayaran.”

"Uhuk-Uhuk!"

Yu Liu yang baru saja menyeruput teh hangat langsung tersedak dan menyemburkannya.

Chongyue yang duduk tepat di hadapannya terkejut ketika cipratan teh mengenai wajahnya.

Yu Liu buru-buru meletakkan cangkirnya, mengambil saputangan dari ikat pinggangnya lalu mengusap wajah Chongyue dengan panik.

“Chongyue! Jika kau pergi ke Serikat Tentara Bayaran, Tuan pasti akan membunuhku dan Murong begitu mengetahuinya!”

Chongyue melirik kue yang masih dipegangnya, kemudian meletakkannya kembali di atas piring. Dia mengambil saputangan dari tangan Yu Liu, lalu mengusap sendiri cipratan teh di wajahnya.

“Tidak apa-apa. Hal terpenting saat ini adalah mencari cara untuk menghasilkan uang sendiri. Lagi pula, aku sudah tidak perlu bersembunyi di Kediaman Jenderal lagi, jadi aku punya banyak waktu luang.”

Sekarang, bahkan jika dia pergi keluar untuk melakukan pekerjaan apa pun, dia tidak perlu lagi memikirkan alasan untuk menyembunyikan keberadaannya.

Meskipun baru mengenal Chongyue selama beberapa hari, Yu Liu sudah memahami temperamennya.

Chongyue adalah tipe orang yang sangat teguh. Begitu dia mengambil keputusan, akan sulit bagi siapa pun untuk menggoyahkannya.

“Baiklah kalau begitu. Aku akan menemanimu pergi.”

Karena tidak bisa melarangnya, satu-satunya pilihan Yu Liu adalah tetap berada di sisinya untuk melindunginya.

“Tidak perlu.” Chongyue langsung menolak. “Aku tahu kau mengkhawatirkanku, tetapi tenang saja. Aku tidak selemah itu. Kau dan Murong tetaplah di rumah untuk berlatih. Aku akan pergi sendiri.”

Setelah berkata demikian, dia berdiri dan melangkah menuju kamarnya.

Pakaiannya terkena cipratan teh Yu Liu, jadi dia harus menggantinya terlebih dahulu.

Melihat Chongyue begitu sigap, Yu Liu menatapnya heran. “Kau mau pergi sekarang juga?”

“Aku akan pergi setelah mengganti pakaian.” Chongyue menanggapi tanpa memalingkan kepalanya. “Aku hanya ingin melihat-lihat terlebih dahulu jenis misi apa saja yang tersedia.”

Yu Liu terdiam bingung.

Dia hendak membujuknya lagi, tetapi akhirnya mengurungkan niatnya ketika melihat Murong berjalan ke arahnya.

Yu Liu segera memberitahunya, “Murong, Chongyue berencana pergi ke Serikat Tentara Bayaran. Haruskah kita memberitahu Tuan mengenai hal ini?”

Murong mengerutkan kening dan tidak langsung menjawab.

Setelah mempertimbangkannya sejenak, dia berkata, “Lebih baik biarkan Chongyue sendiri yang memberitahu Tuan nanti.”

Yu Liu mengambil sepotong kue lalu mengangguk ragu. “Jadi, kita biarkan saja dia pergi?”

“Chongyue memiliki pertimbangannya sendiri. Kita tidak perlu terlalu mencampurinya,” jawab Murong dengan tenang.

Meskipun masih merasa sedikit cemas mengenai keselamatan Chongyue, setelah mendengar ucapan Murong, Yu Liu akhirnya memilih untuk mengalah.

Setelah mengganti pakaiannya, Chongyue berpamitan singkat kepada Yu Liu dan Murong, lalu melangkah keluar meninggalkan rumah.

Cabang Serikat Tentara Bayaran di bagian utara kota terletak cukup jauh dari tempat mereka tinggal.

Menatap langit yang semakin gelap, Chongyue mempercepat langkahnya menuju cabang serikat tersebut.

Setibanya di luar gedung Serikat Tentara Bayaran, dia melihat banyak orang sedang mengantre untuk mendaftarkan hasil buruan mereka.

Setelah hasil buruan diperiksa, para petugas akan memberikan sejumlah koin emas sebagai imbalan.

“Nona Muda, apakah kau juga ke sini untuk mendaftarkan diri sebagai tentara bayaran?”

Seorang pria paruh baya yang baru saja menerima sekantong koin emas menyapanya dengan ramah.

Chongyue mengangguk sebagai jawaban.

Pria itu tersenyum lalu menasihatinya, “Nona Muda, kau memiliki wajah yang sangat cantik dan mengenakan pakaian yang tampak mahal. Sepertinya kau tidak kekurangan uang. Jangan menyusahkan dirimu dengan mengambil pekerjaan berbahaya seperti ini.”

Anak-anak muda zaman sekarang memang suka mencari sensasi. Bahkan berani datang ke tempat berbahaya seperti Serikat Tentara Bayaran.

Pria itu menggelengkan kepala sebelum berjalan meninggalkan Chongyue.

1
beybi T.Halim
semakin menarik
marlaina marliana
walau ini ke -dua kalinya saya membaca tetap sj ikut menahan nafas saat membaca.
saya ingin sekali mencabik Xuan meng😡
marlaina marliana
nona chongyou sudah dikeroyok kalo raja hantu tak menghancurkan para tetua bodoh dan kediamany jendral saya kecewa. katanya satu kali lagi bila menyentuh chongyou tidak ada ampun😔😔
Author Nita_001: Bisa aja Bei Mingye menghancurkan mereka kak, hanya saja Chongyue maunya balas dendam sendiri nantinya
total 1 replies
marlaina marliana
beraninya main keroyokan dasar iblis
marlaina marliana
semangat chongyue, balas dendam musnahkan semua musuh 💪💪
marlaina marliana
nah baru tau cerita awalnya pertemuan mereka ternyata seperti itu ya 🤔
marlaina marliana
masih menyimak 😊😊❤❤
marlaina marliana
kakak syantik ini sama seperti yg yg f**z* ya.
Author Nita_001: Iya kak say, aku pindah kesini, karena disana sepi pembacanya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!