Indonesia
NovelToon NovelToon
LIKA LIKU HATI

LIKA LIKU HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Dosen
Popularitas:17.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

'Hati manusia seluas samudra.'
Di dalamnya terdapat banyak hal baik dan buruk.
》Kadang bahagia, sedih, cemburu, emosi, marah, benci, kecewa, datang silih berganti.

》Kadang merasa ragu-ragu dan sulit membuat keputusan, karena isi kepala dan perasaan saling bertentangan.

》Kadang harus berjuang untuk memulihkan rasa sakit, kecewa akan masa lalu yang penuh luka. Oleh sebab itu :

~••°°••~
"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."
~••°°••~

》Ikuti kisah perjuangan dan pemulihan hati orang-orang berintegritas mempertahankan kredibilitasnya di Novel : "LIKA LIKU HATI"

Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34. Aneka Rasa

...~•Happy Reading•~...

Semua mata memandang Nelson yang berdiri membeku. Jantungnya seakan lepas melihat Alena berbalik meninggalkan dia begitu saja setelah memotong jantungnya dengan pisau berita kehamilan.

Nelson seperti pohon yang tidak ditiup angin, tidak bergerak dan tidak bereaksi pada sekitarnya. Hati dan pikirannya hanya berpusat pada apa yang dikatakan Alena, dia hamil. Sesuatu yang bukan hanya berhubungan dengan hatinya, tapi seorang anak yang mungkin adalah anaknya. Tubuhnya seakan tidak bertulang.

"Ada apa Son?" Evie mendekati Nelson yang diam sambil menatap punggung Alena yang berjalan tanpa menengok.

Seketika Evie merasakan aura dingin di sekitar Nelson. Dia menunduk mengambil bunga yang jatuh lalu berikan bunga pemberian Lisa ke tangan Nelson. Tetapi bunga dari Alena, dia berikan kepada Angga. Dia yakin bunga pemberian Alena berdampak negatif bagi Nelson.

Nelson tersadar oleh rangkaian bunga pemberian Evie yang menyentuh tangannya. Refleks dia melihat Evie, Angga dan Monce. "Evie, tolong berikan aku minum." Nelson meminta setelah menemukan kembali suaranya yang sempat tercekat di tenggorokan oleh apa yang dikatakan Alena.

"Tunggu sebentar." Evie memberikan isyarat kepada Monce untuk ambil minuman. Sedangkan dia menahan lengan Nelson yang mau duduk di tangga depan aula, karena kakinya tidak kuat menopang tubuhnya.

Suasana depan aula yang masih ramai membuat Angga bantu memegang lengan Nelson. Tidak lama kemudian Monce kembali membawa minuman dan berikan dengan nafas tersengal kepada Nelson. Evie kembali mengambil rangkaian bunga dari tangan Nelson.

"Ada apa, Son?" Bisik Angga yang membantunya minum. Dia jadi panik melihat wajah Nelson agak pucat dan tidak tenang. Sesuatu yang baru pernah dia lihat pada Nelson.

Nelson menggeleng sambil minum. "Minum pelan-pelan saja, Son." Ucap Monce sambil mengelus punggungnya dengan pelan berulang kali. Dia juga ikut khawatir melihat kondisi Nelson yang tiba-tiba berubah.

"Sudah, Ce. Terima kasih." Nelson mengembalikan botol ke tangan Monce. Nelson tetap gelisah, walau sudah minum.

Angga tidak tahu apa yang dikatakan Alena kepada Nelson. Tapi dia yakin, Alena bukan mengucapkan selamat sebagaimana layaknya orang mengucapkan selamat atas kesuksesan dan prestasi Nelson.

"Son, aku tidak tahu yang dia bilang. Tapi jangan terpengaruh ocehannya." Ucapan Angga membuat Nelson tersentak. Dia melihat Angga dengan pemikiran berbeda dan mempengaruhi suasana hatinya.

"Ada apa sebenarnya dengan wanita tadi? Siapa dia? Dia datang seperti hantu di siang hari." Monce jadi emosi melihat ketidakbahagiaan Nelson setelah Alena berbicara dengannya.

Evie menarik Monce agak menjauh, lalu ceritakan yang terjadi di tempat makan antara Nelson dan Alena. "Dia dendam sama Son?" Tanya Monce. Evie mengangkat bahu, karena tidak tahu hubungan Nelson dan Alena selanjutnya.

"Son, jangan terpengaruh dengan wanita itu. Jangan biarkan dia merusak rasa sukacita kita." Monce berkata tegas. Dia yakin Alena sedang mencari perhatian Nelson atau mau mengganggunya.

"Sorry, aku lupa kalau ini hari bahagia kita." Nelson merasa bersalah kepada teman-temannya. Dia bersyukur orang tua membiarkan mereka sendiri dan berdiri agak jauh, sehingga tidak memperhatikan yang terjadi.

"Aku menyesal pernah mempromosikan dia padamu. Ternyata hatinya tidak secantik wajahnya. Sekarang aku tarik lagi yang pernah aku bilang saat itu." Angga jadi emosi ingat yang dia lakukan kepada Nelson.

Tidak ada candaan pada ucapan dan wajahnya seperti biasa. "Son, lihat yang harus kau lakukan pada orang itu." Angga berkata dengan nada tegas, lalu melangkah cepat menuju tempat sampah dan melemparkan karangan bunga yang diberikan Alena ke dalam tempat sampah sekuat tenaga.

"Begitu, itu...! Kau harus lakukan seperti itu pada orang itu." Ucap Angga sambil menunjuk tempat sampah. Agar Nelson tidak terpengaruh dengan Alena.

"Aku setuju dengan Angga. Jangan kasih hati padanya. Dia sengaja mau merusak hari bahagia dan kesuksesanmu." Monce mulai mengerti keadaan. Dia ikut emosi dan kesal setelah mendengar yang dikatakan Angga.

Terima kasih, semua. Tolong pukul aku, supaya sadar." Sontak ketiga temannya memukul lengan, punggung, bahu, berulang kali, hingga Nelson menggangkat tangan, menyerah karena sakit.

"Sorriiiii..." Nelson coba melepaskan diri dari ikatan yang dikatakan Alena hamil, dengan melihat teman dan orang tuanya yang sedang bahagia.

Tanpa mereka ketahui, Alena melihat yang terjadi dan dilakukan mereka semua dari jauh. Alena segera meninggalkan kampus dengan hati membara, marah. Dia tidak tahan melihat Nelson masih bisa berbahagia dengan teman-temannya setelah mendengar yang dia katakan. Apa lagi dia melihat Angga membuang karangan bunga pemberiannya ke dalam tempat sampah.

"Sudaaa, lupakan yang tadi." Angga menggerakan tangan menghalau pemikiran Nelson dari Alena. "Sayang, berikan permen lagi buat kami." Angga mengulurkan tangan dengan cara yang mesra dan suara manja kepada Evie untuk mengalihkan perhatian Nelson.

"Anggi, mau kusabet dengan bunga ini?" Nelson mengangkat karangan bunga dari Lisa.

"Oh, iya. Ini permen, ini card dari gadis manis itu." Evie meletakan permen dan kartu ucapan di tangan Nelson.

"Aku setuju dengan Evi. Pegang yang baik dan manis itu. Buang yang buruk ke tempat sampah. Supaya tidak memberatkan hati dan pikiran." Monce menambahkan untuk menguatkan Nelson.

Ketika mereka sedang menghibur Nelson, tiba-tiba seorang gadis manis dan sederhana mendekati Monce lalu berikan rangkaian bunga. "Selamat ya, Kak." Ucapnya malu-malu tanpa melihat yang lain. Sontak Nelson, Angga dan Evie saling pandang.

"Oh, t'rima kasih, sayang." Ucap Monce dan langsung memeluknya. "Datang dengan siapa?" Tanya Monce dengan suara rendah dan mesra.

"Anggi, tolong pukul belakangku. Permennya ketelan." Ucap Nelson yang kaget melihat sikap Monce sangat berbeda, terlalu mesra untuk orang seperti Monce. Membuat permen di mulutnya tertelan.

Monce sedikit lega melihat reaksi Nelson, atas apa yang dia lakukan. Sebab dia sedang mengalihkan Nelson dari apa yang dilakukan Alena padanya.

Angga memukul punggung Nelson sambil melihat Monce dan gadis itu bergantian. "Itu teman-temanku juga diwisuda." Monce menunjuk ke arah Nelson, Angga dan Evie yang tercengang dan saling pandang melihat sikap Monce.

"Kenapa pada diam? Kenalan sama kekasih terangku di kampung. Namanya Tiara." Monce memukul Nelson yang terdekat dengannya.

"Astagaaa, Anggi. Pantesan dia betah di kampung." Nelson kaget mendengar ucapan Monce.

"Aku baru mau bilang itu." Ucap Angga lalu berhenti memukul punggung Nelson. Kemudian dia menyalami Tiara yang mengulurkan tangan dengan wajah memerah.

Angga melihat Nelson dengan tatapan serius. "Ini Monce sudah kasih surprise. Jangan bilang kau punya surprise juga. Jantungku bisa bergoyang." Ucapan Angga membuat semua tertawa.

Sejenak Nelson melupakan apa yang dikatakan Alena demi kebahagiaan teman-temannya yang sedang berbahagia dengan prestasi masing-masing.

Dia bisa menerima yang dikatakan teman-temannya, karena mereka tidak tahu yang terjadi di antara dia dan Alena. Dan dia tidak mau membagi kisah asmaranya yang kotor kepada teman-temannya. Apa lagi melihat cara pacaran dan kemesraan Monce dan Tiara, juga Angga dan Evie.

...~•••~...

...~•○♡○•~...

1
@Yayang Risa💏🤵👰👨‍👩‍👦👨‍
Nelson Alena itu wanita suka bully dan jahat
@Yayang Risa💏🤵👰👨‍👩‍👦👨‍
Lisa malah di bully Alena dan teman temannya Alena
@Yayang Risa💏🤵👰👨‍👩‍👦👨‍
Angga punya sahabat yang pengertian seperti Nelson dan Monce
@Yayang Risa💏🤵👰👨‍👩‍👦👨‍
Nelson dan teman temannya luar biasa sahabat sejati saling membantu
@Yayang Risa💏🤵👰👨‍👩‍👦👨‍
Alena pasti malu di nasehati Nelson
@Me and You Married
Alena malah ikutan bully Lisa kejam banget
@Me and You Married
Alena pasti Nelson ngga tertarik sama kamu
@Me and You Married
Alena jauhi Nelson karena ngga cocok sama kamu
Yayang Suami Risa
Nelson kamu jangan sampai salah pilih istri ya suatu saat
Yayang Suami Risa
Alena ternyata wanita yang bisa bermulut manis
Yayang Suami Risa
Alena gadis sombong mending cuekin deh Nelson
Yayang Suami Risa
Wah Nelson dan teman temannya luar biasa karena saling membantu
Yayang Suami Risa
Alena diam saat di nasehati oleh Nelson
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Syukurlah teman-teman mu sukses bersama orang tua nya Nelson, semoga kamu menyusul kesuksesan mereka, terus maju pantang mundur walaupun banyak rintangan menghadang pasti ada jalan keluar menyertai kalian
@Yayang Suami Ris4
Nelson kamu tampan dan ganteng jadi di sukai cewek cewek
@Yayang Suami Ris4
Alena bakat jadi pemain film karena jago akting
@Yayang Suami Ris4
Angga Nelson sahabat yang baik buat kamu ya
@Yayang Suami Ris4
Alena ngga mendengar nasehat orang padahal mereka menasehati Alena supaya Alena ngga sombong
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Nelson super sibuk untuk membahagiakan sang buah hatinya yg tidak diinginkan oleh sang Mama nya sendiri setelah tau keadaan keluarga Nelson yg kurang mampu, sabar Nelson jalan mu masih panjang
@Yayang Suami Ris4
Alena kamu walau pintar tapi sombong juga percuma
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!