Indonesia
NovelToon NovelToon
The Goblin

The Goblin

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:318
Nilai: 5
Nama Author: Nash

Kebangkitan goblin yang akan menjadi kuat dan akan melampaui semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nash, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34.

Mata goblin terbuka perlahan, penglihatannya masih buram, kesadarannya masih belum utuh dan terlihat sedikit linglung. Ia duduk dan melihat sekelilingnya, tidak ada siapa-siapa, hanya tempat yang hancur berantakan bekas peperangan dan pertarungan waktu itu.

Goblin melihat tubuhnya sendiri, tidak ada luka, tidak ada bekas tebasan, tidak ada bekas tusukan, kaki kirinya kembali utuh, dadanya juga tidak berlubang, dan kepalanya kembali tersambung sempurna dengan tubuhnya.

Goblin menyentuh lehernya.

Ia mengingat semuanya.

Marshall, tusukan, tebasan, penggalan, Morgath, dan lalu kegelapan.

Goblin terdiam, ingatan itu kembali muncul di dalam pikirannya, sebuah kegelapan yang tidak memiliki ujung, tidak ada tanah, tidak ada langit, tidak ada suara, hanya dirinya sendiri dan kemudian sebuah mata.

Mata yang sangat besar dengan sklera hitam, pupil emas, mata itu menatapnya. Goblin tidak tahu apa yang dilihatnya, namun setelah itu dirinya kembali tersadar.

Goblin menundukkan kepala "...Mata itu.." ia diam cukup lama, kemudian pandangannya beralih ke cangkang hitam yang ada di belakangnya. Goblin mendekatinya lalu menyentuh permukannnya.

"...Keras" goblin langsung mengenalinya "...Parasit" ia mengingat semua yang pernah terjadi, parasit telah menyelamatkannya dari racun mematikan, luka berbahaya, lingkungan ekstrem dan sekarang bahkan setelah kepalanya dipenggal, parasit masih bisa membangunkannya kembali.

Goblin juga menyadari sesuatu.

Marshall sebenarnya telah memenggal kepalanya tetapi kepala goblin tidak dibawa pergi, Marshall hanya membawa kepala Morgath.

Kepala goblin dibiarkan berada tidak jauh dari tubuhnya, parasit kemudian bekerja tanpa henti, ia membungkus tubuh goblin dengan lendir hitam yang sangat lengket dan membungkus tubuh goblin.

Lendir hitam itu mengeras seperti cangkang telur, di dalamnya seluruh tubuh goblin dibangun kembali, tulang, otot, organ, saraf, darah bahka bagian tubuh yang telah terputus semuanya tersambung kembali, parasit tidak hanya menyembuhkannya. Ia membangun ulang tubuh goblin dari kehancuran.

Goblin kembali menatap tangannya lalu ia mengepalkan tangannya, kemudian membuka dan menutupnya lagi, tidak ada yang terasa berbeda, goblin mencoba menggerakkan tubuhnya, berkalan, melompat, berlari, mengayunkan tangannya, tapi tidak ada perubahan yang ia rasakan.

Tubuhnya masih sama, kekuatannya juga terasa sama, kecepatannya juga sama, semuanya benar-benar tidak berubah "Tidak ada perubahan..." ia kemudian teringat tentang jantung Morgath.

Jantung yang diberikan kepadanya tepat sebelum mereka mati. Goblin menutup matanya "...Tapi jantung itu pasti memberikan sesuatu" ia tidak tahu apa.

Ia juga tidak tahu apa yang terjadi pada energi kegelapan di dalam jantung Morgath setelah dicerna atau di urai oleh parasitnya.

Terlalu banyak pertanyaan, namun tidak ada jawaban.

Goblin berdiri dan akan mencari tahu sendiri lalu ia meninggalkan tempat itu.

...

Beberapa hari kemudian.

Goblin sudah berjalan jauh dari medan perang, ia tidak mendekati ke kerajaan manusia, tidak kembali ke pemukiman orc, tidak kembali ke tanah hitam, tidak pula ke tempat yang mendekati peradaban ras lainnya.

Ia hanya ingin menyendiri berjalan menuju tempat-tempat yang lebih jauh dan belum pernah ia kunjungi sebelumnya, namun seperti biasa goblin tetap berlatih setiap hari.

Melatih burst energy lebih fokus dan lebih serius, mengalirkan energi ke seluruh tubuh, memusatkannya, memutarkannya, mengendalikannya, memperbesar dan memperkuat energinya, melepaskannya lalu mengulanginya lagi dan lagi.

Sesekali ia bertemu dengan monster baru, tentunya lebih kuat dari monster yang pernah ia hadapi sebelumnya, monster baru yang memberinya pengalaman baru, dan adaptasi baru.

Hari demi hari berlalu.

Ia juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuhnya, namun satu hal tetap sama, ia masih ingin menjadi jauh lebih kuat.

Beberapa waktu kemudian, goblin tiba di sebuah wilayah yang sangat aneh, langkahnya berhenti menatap ke depan.

Ia melihat sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya, pohon-pohon memiliki bentuk yang aneh, beberapa tumbuh seperti tulang, beberapa memiliki daging yang menempel pada batangnya, ada tanaman dengan mata, ada tanaman yang bergerak sendiri.

Udara di tempat itu juga terasa berbeda, namun bukan itu yang membuat goblin berhenti.

Suara...

Ada suara makhluk berbicara.

"Berhenti.."

Goblin menoleh, seekor makhluk keluar dari balik pohon aneh, tubuhnya seperti serigala namun memiliki enam mata, empat tangan, berdiri seperti manusia, gigi dan cakar seperti besi yang mengkilap, juga memiliki tanduk badak di moncong hidungnya.

Makhluk aneh itu menatap goblin lalu berkata "Siapa kau??"

Goblin diam.

Makhluk itu berbicara lagi "Kau bukan salah satu dari kami"

Goblin menatapnya, kemudian melihat ke sekeliling, ada semakin banyak makhluk aneh yang bermunculan.

Satu memiliki tubuh seperti gorilla besar dengan enam tangan berotot dan memiliki tempurung kura-kura di punggungnya.

Satu lagi monster seperti manusia ular cobra bermata satu dan bersisik baja.

Satu lainnya seperti manusia harimau tapi memiliki sayap dan gigi hiu.

Semuanya berbeda, tidak ada yang sama, semuanya memiliki kecerdasan, dan semuanya memiliki aura kekuatan yang luar biasa. Goblin langsung memahami tempat ini "...Mutan!" ia pernah mendengar tentang mereka.

Makhluk-makhluk hasil eksperimen Lysandra si ilmuwan gila temannya Marshall. Karena goblin pernah ada di dalam lab dan melihat tabung-tabung kapsul berisi monster aneh.

Tapi mereka berbeda dari sebelumnya, goblin sepintas bisa tahu kalau mereka berevolusi jadi seperti sekarang karena lingkungan, makanan, dan sistem tubuh mereka yang sudah di modifikasi oleh Lysandra.

Salah satu mutant maju "Kenapa ada goblin kecil bisa masuk ke wilayah ini?"

Goblin mengangkat pedangnya "...Bukan urusanmu!"

Beberapa dari mereka tersenyum.

"Heh..."

"Dia sendirian, dan sok jago..."

"Dia pikir dia bisa mengalahkan kita?"

Goblin merendahkan tubuhnya, lalu burst energy mengalir melalui tubuhnya 'WHOOOMM!..' udara di sekitar mulai bergetar, para mutant yang berada paling dekat dengannya langsung merasakan tekanan itu dan ekspresi mereka berubah dari meremehkan jadi serius.

Pertempuran pun dimulai.

...

Sementara itu.

Di berbagai kerajaan manusia dan di kejaraan ras lainnya suasana justru berbeda, kabar telah menyebar ke seluruh penjuru negri kerajaan manapun.

Morgath sang emperor kegelapan telah mati.

Dikalahkan oleh Marshall WInsey.

Berita tersebut membuat semua kerajaan bersukacita, pesta-pesta digelar, bendera kerajaan berkibar, rakyat-rakyat merayakan kemenangan.

Dan di berbagai kota, patung Marshall mulai di bangun dan dibuat, sebuah patung yang menggambarkan seorang pahlawan denga pedang besarnya.

Namun tidak ada yang tahu kebenarannya kalau Morgath hanyalah korban fitnah, dan pelaku sesungguhnya adalah Marshall dan Lysandra.

Di sebuah tempat yang entah di mana, Marshall duduk dengan tenang, pedang besarnya berada di sampingnya. Di hadapannya duduk Lysandra, wanita itu terlihat sedikit serius dan tidak seperti biasanya.

"Marshall..."

"Apa?"

"Sekarang mungkin para monarch mungkin sedang mengawasimu.."

Marshall menyipitkan matanya sedikit "...Monarch?"

Lysandra mengangguk "Ya"

Suasana menjadi sunyi, Marshall menatap jauh "...Apa boleh buat"

Lysandra menatapnya "Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?"

Marshall menatap pedangnya kemudian berkata "Kita harus segera mencari artifak itu.."

Lysandra mengangguk mengerti, kemudian mereka bergerak pergi untuk mencari sesuatu yang mereka cari.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!