Indonesia
NovelToon NovelToon
Dipoligami Karena Hamil Anak Cacat

Dipoligami Karena Hamil Anak Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Ibu Tiri
Popularitas:24.8k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Ardina harus menerima kenyataan pahit saat mengetahui bahwa bayi dalam kandungannya akan terlahir cacat.

Derita seolah tak berhenti sampai disitu saja, setelah kakak kandung suaminya meninggal, Farhan diberi amanah untuk menikahi mantan kakak iparnya yang sedang dalam kondisi baru saja melahirkan bayi.

Ardina merasa semakin asing di rumah mertuanya, sebab Sarah, istri baru Farhan bersikap egois dengan menguasai Farhan untuk dirinya sendiri serta mengabaikan Ardina.

Bagaimanakah nasib Ardina selanjutnya?
Apakah ia akan tetap bertahan, atau memilih berpisah dengan berbagai resiko?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pencurian dan Transaksi Jual Beli

#34

Sarah duduk di tepi ranjang dengan ponsel di tangan. Ia baru selesai menidurkan Malika, dan kini kembali sibuk dengan ponsel. Tujuannya apa? Mulai berselancar mencari tempat jual beli tas bermerek.

Pikiran Sarah telah buntu. Ia tak sanggup memikirkan cara lain. Satu-satunya cara paling mudah adalah menjual salah satu koleksi tas mewah milik Dina, dan lagi, Dina sepertinya tak lagi menginginkan tas-tas itu. Jadi, daripada rusak di lemari penyimpanan, akan lebih berharga jika diperjualbelikan.

Meski Sarah sepenuhnya sadar bahwa Farhan tak akan menyukai perbuatannya menyentuh tas milik mantan istrinya, tapi siapa yang peduli bila sedang dalam kondisi kepepet? Lagipula, memang Farhan ingat ada berapa jumlah tas branded milik Dina?

Sarah tertawa miring, lalu mulai mengetik beberapa kata kunci terkait jual beli barang bermerek bekas pakai. Cukup lama Sarah berselancar, hingga akhirnya ia menemukan sebuah akun toko barang mewah preloved muncul di layar.

Sarah membuka profil toko satu per satu, memperhatikan jenis tas yang mereka terima, proses penilaian barang, serta cara melakukan transaksi.

Salah satu akun mencantumkan nomor WhatsApp untuk konsultasi harga. Sarah segera menyimpannya sebelum mulai mengirim pesan singkat terkait harga tas.

📤 Selamat pagi. Saya ingin bertanya, apakah toko Anda menerima tas branded preloved?

Sambil menunggu balasan datang, Sarah berpindah ke akun lain dan menemukan keterangan bahwa harga akan ditentukan berdasarkan merek, kondisi, kelengkapan, serta keaslian barang.

Sarah berhenti sejenak ketika membaca bagian yang menyebutkan perlunya bukti kepemilikan atau dokumen pendukung untuk proses pemeriksaan tertentu.

Jantungnya berdegup sedikit lebih cepat.

Sarah belum mengambil tas apa pun. Namun, semakin jauh ia mencari informasi, semakin nyata pula bahwa banyak kemungkinan yang harus dipertimbangkannya.

Ia kembali menatap layar ponsel ketika salah satu penjual membalas pesannya, dimulai dengan menanyakan merek dan kondisi tas yang hendak dijual.

Sarah terdiam beberapa saat sebelum mengetik balasan.

📥 Saya masih mempertimbangkannya. Nanti saya hubungi lagi.

Ibu satu anak itu meletakkan ponsel di atas meja rias, kemudian menatap pantulan wajahnya sendiri di cermin.

“Ini semua gara-gara kamu, Cakra,” geramnya kesal. Tapi mau bagaimana lagi? Jika Cakra tak dibungkam sekarang, maka selamanya ia akan hidup dalam ketakutan.

Namun, jauh di dalam hati, Sarah tahu bahwa Cakra bukan satu-satunya orang yang membuatnya berada dalam situasi tersebut. Ia sendiri telah mengambil keputusan-keputusan yang kini harus ditanggung akibatnya.

Sayangnya, alih-alih mencari jalan keluar yang benar, Sarah justru terus mencari cara lain untuk menyembunyikan kesalahannya.

Setelah melalui berbagai pertimbangan dan alasan yang hanya membenarkan egonya, Sarah pun kembali ke lemari tempat penyimpanan tas bermerek milik Dina. Kedua matanya berbinar, membayangkan harga jual tas-tas mahal tersebut. Dina benar-benar pernah menjadi ratu dalam hidup Farhan, tapi kini Sarah tertawa bahagia sebab ia telah berhasil menyingkirkan Dina.

“Ucapkan selamat tinggal pada nyonya kalian yang dulu, karena sekarang aku adalah pemilik kalian,” ucapnya pada barisan benda mati berwujud tas tersebut.

Sarah kembali membuka ponselnya dan melihat salah satu tas yang sedang dicari kolektor karena benda itu limited edition. Rupanya, tas itu sama persis dengan salah satu tas Dina, baik bentuk, merek, maupun warnanya.

Tanpa berpikir panjang, Sarah mengambil tas tersebut, lalu kembali menata lemari penyimpanan agar tidak terlihat mencurigakan.

Sarah menitipkan Malika pada babysitter, lalu melenggang pergi menemui si calon pembeli.

Beberapa menit kemudian, ia pun tiba di sebuah butik tas mewah preloved menjelang siang. Di tangannya terdapat sebuah tas Hermès Birkin milik Dina yang diam-diam telah ia ambil dari lemari kaca di kamar yang dahulu Dina tempati.

Seorang pria paruh baya menyambutnya di ruang privat. Namanya Adrian, seorang asisten dari calon pembeli. Dialah yang mewakili kolektor tas branded yang juga kerap membeli koleksi mewah dari pelanggan pribadi.

“Jadi, ini tas yang Anda tawarkan?” Adrian bertanya sambil mengamati tas di atas meja.

Sarah mengangguk. “Saya sudah bosan dengan benda ini, jadi daripada penuh di ruang penyimpanan, maka terpaksa saya jual.” Sarah berbicara seolah-olah dia wanita sosialita kaya raya. Gerak-gerik serta bahasa tubuhnya terkesan sedang menyombongkan diri.

Adrian tak peduli. Ia hanya berperan sebagai orang yang sedang ingin membeli, maka pria itu mulai memeriksa tas tersebut dengan teliti, mulai dari jahitan, permukaan tas, serta logo yang membuktikan keaslian benda tersebut.

Setelah beberapa saat memeriksa, ia pun mengangkat wajah.

“Barangnya bernilai tinggi. Namun, saya perlu tahu, apakah tas ini benar-benar milik Anda?”

Senyum Sarah sempat membeku, namun ia kembali menatap dengan angkuh. “Tentu saja. Kamu pikir aku pencuri?” jawabnya cepat. “Ini koleksi pribadi saya!” imbuhnya dengan menekankan kalimat terakhirnya.

Adrian menatapnya beberapa detik, seolah mencoba membaca kegugupan yang berusaha disembunyikan perempuan itu. “Baik. Kalau begitu, kita bicarakan harganya.”

Mereka mulai bernegosiasi hingga mencapai kesepakatan harga Rp1,5 miliar. Adrian bersedia membeli tas tersebut dengan harga yang cukup besar, tetapi ia meminta Sarah menandatangani pernyataan kepemilikan barang.

Sarah sempat ragu. Namun, bayangan ancaman Cakra serta rasa cemburunya terhadap Dina membuatnya mengesampingkan kegelisahan itu. Wanita itu langsung menandatangani dokumen tersebut tanpa berpikir panjang lagi.

Setelah itu, Sarah pun menerima pembayaran yang langsung masuk ke rekeningnya.

Transaksi selesai.

Tas merek Hermès Birkin itu kini berpindah tangan, sementara Sarah tertawa bahagia saat meninggalkan butik dengan uang yang sangat dibutuhkannya. Bahkan, masih ada sisa.

Di dalam mobil, ia segera menghubungi Cakra.

“Uangnya sudah kudapatkan,” katanya begitu panggilan tersambung. “Aku akan memberikan yang kamu minta. Setelah itu, jangan ganggu aku lagi.”

Cakra tertawa pendek dari seberang sana.

“Wow, cepat sekali. Aku pikir perlu waktu lama. Baiklah, kita lihat saja nanti, Sarah,” kata Cakra.

“Tapi sebelum itu, aku mau kamu menyerahkan bukti-bukti itu padaku! Bagaimana? Jika kamu tak mau, maka aku juga tak akan memberimu sepeser pun.”

Panggilan terputus.

Sarah menggenggam ponselnya erat-erat, menunggu kesediaan Cakra menyerahkan bukti, baru kemudian mengirimkan uang sesuai permintaan Cakra.

•••

Cakra membuka pintu apartemennya saat mendengar seseorang menekan bel. Itu pasti tamu yang sedang ia tunggu. Cakra tertawa lebar saat tebakannya benar.

“Ayo, masuklah. Bukankah kamu sudah biasa keluar masuk apartemenku?” sindir Cakra saat melihat keengganan di wajah Sarah.

Benar kata Cakra, wanita itu memang dulu sering bolak-balik apartemen ini demi pemenuhan kebutuhan batinnya yang selalu tak bisa dipenuhi oleh almarhum suaminya.

Kini, setelah mendapatkan apa yang diinginkannya, Sarah seperti enggan masuk ke ruangan yang menjadi saksi aksi liarnya bersama Cakra.

“Mana buktinya?” tanyanya tanpa basa-basi.

Cakra menyandarkan punggungnya dengan santai. “Kamu bahkan belum duduk, Sarah. Tidak sabaran sekali.”

“Aku tidak datang untuk mengobrol. Aku sudah membawa uang yang kamu minta. Sekarang serahkan bukti-bukti itu!” kata Sarah menegaskan maksud dan tujuannya datang.

Cakra tersenyum miring, lalu meletakkan dua buah ponsel di atas meja.

“Semua rekaman dan percakapan kita ada di sini. Serta video adegan panas kita lengkap sejak pertama kali kita melakukannya. Periksa sendiri kalau tidak percaya,” ungkap Cakra tanpa rasa malu sedikit pun.

Lagipula, mereka memang dua orang tak tahu malu.

Sarah segera mengambil kedua ponsel itu. Jemarinya bergerak cepat memeriksa isi perangkat tersebut, memastikan rekaman percakapan, video pribadi mereka, dan pesan-pesan lama yang bisa menyeret namanya memang tersimpan di sana.

Wajah Sarah perlahan berubah lega. “Ini semuanya?”

“Sudah kubilang, semuanya.” Cakra mengulurkan tangan. “Sekarang, mana uangku?”

Sarah mengeluarkan ponselnya dan menuliskan sejumlah nominal yang harus ditransfer.

“Kalau setelah ini kamu masih menggangguku, aku bersumpah akan menghabisimu.”

Cakra terkekeh. “Kamu pikir aku menikmati pertemuan seperti ini? Aku cuma ingin mendapatkan hakku.”

“Cuih!” Sarah meludah ke sembarang arah, lalu benar-benar pergi setelah mengantongi dua ponsel bukti perselingkuhannya dengan Cakra yang berpotensi menghancurkan rumah tangganya dengan Farhan.

Namun, setelah Sarah menghilang dari pandangan, senyum Cakra justru semakin lebar. Laki-laki itu mengeluarkan ponsel lain dari sakunya. Ia membuka sebuah folder berisi salinan rekaman dan percakapan yang sama, kemudian memeriksanya sekilas “Semudah itu kamu percaya kepadaku, Sarah,” gumamnya.

1
Sh
Sarah bodoh, tas mahal dijual, pasti diminta balik... ayo, nanti jawabannya apa Ama Farhan ? suruh ganti atau penjarain aja.. menjual yang bukan hak miliknya...penasaran, dulu tuh tas dibeli pakai uang istri atau suami ?
Sh
mau dibuat 50 episode langsung tamat ya😂😂
Shee_👚
nikmati saat2 masa baikmu sebelum bom meletus🤣
Shee_👚
ampun otak si sarah di dengkul kali ya anak lagi nyusu eh malah di copot habis itu digeletakin😏
laki pulang kerja cape malah denger anak nangis apa ya gak mumet, walau di sambut sama kutang doang juga gak jadi nafsu denger anak nangis😂
Shee_👚
oke siap² Sarah kena murka Farhan😂
Farhan siap² wanita yang kamu bela tak sebaik yang kamu kira🤣
vania larasati
lanjut
Shee_👚
mati lah sarah, kena kau🤣🤣
Shee_👚
sepemikiran aku di awal baca, dah berhari-hari dina di rumah azzam sementara statusnya bukan siapa².
Shee_👚
nah disini tas nya bakalan ketahuan🤭
Shee_👚
Alhamdulillah mayra mau di up lagi, semangat kak aku tunggu
🌷Vnyjkb🌷
lunakkkk????? tunggu aja farhan mode singa laparrr!!😜😜
🌷Vnyjkb🌷
wkwkkkkkk cakra tdk sebodoh kamu, padahal kamu sutradara looooo😜😜 masakkk sih kalahh sama costrada🤭
🌷Vnyjkb🌷
otw farhan bercula!!!😜😜
🌷Vnyjkb🌷
otw sarah step!!! 😜😜
Esther
Tas yang kamu curi dan jual itu, akan membuka rahasiamu Sarah
Nar Sih
jdi gak sabar nunggu sarah si pencuri tas mahal dina ketahuan belang nya
Ma Em
Kalau Dina takut jadi bahan omongan orang tinggal dirumah Azam lbh baik Dina dan Azam menikah saja agar Ghazi benar2 bahagia mempunyai mama dan papa walaupun Ghazi bkn anak kandung Dina tapi Dina sdh terlanjur sayang pada Ghazi .
Nar Sih
sebaik nya emang pulang dulu dina ,walau berat semoga nanti kmu berjodoh dgn papa nya ghazi yaa
Nar Sih
kak moon ..ditunggu mayra nya yaa🙏🥰
Setyowati Setyowati
pencuri mulai ketar ketir
Agus Tina: Bagus semoga Sarah kali ini ketahuan ...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!