Ketika Kehidupan Gadis Sebatang Kara. Seorang gadis yang sabar dalam dinamika dan perubahan fenomena kehidupannya membuatnya selalu bertemu masalah. Hingga akhirnya gadis yang bernama Masha selalu sabar dan bertahan untuk selalu menjadi orang baik. Siapa sangka ia ditakdirkan dengan seorang lelaki yang setia mencintainya, Ferdi.
Jangan lupa baca karya POSSESIF XELALFAREL, karya ketiga autor
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marlita Marlita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cupul Mati
Sudah 5 bulan tidak terasa Masha sudah memiliki smartphone baru hasil dari gajinya yang lumayan per bulan.
Saat Masha sedang memainkan smartphone nya tiba tiba.
PLETAKKK....
Bela melempar sapu ke depan Masha.
"Kerja....main hp mulu huh...dasar pembantu gak guna.." kata Bela melemparkan sapu ke arah Masha.
Masha kemudian Menyapu dan membersihkan rumah,dalam kesibukannya ia teringat bibi Ani yang kini pulang kampung karena permintaan saudaranya selama dua bulan.
"Aduh... jadi ingat sama bibi Ani deh, biasanya selalu ada buat teman curhat, tapi kini aku sendiri lagi" batin Masha saat membersihkan rumah.
Masha kemudian membersihkan halaman rumah dan taman belakangan,tiba tiba
Meong......meong....meong.....
Kucing Masha menjerit kesakitan dan betapa terkejutnya Masha melihat yang terjadi ternyata Bela menyiram kucingnya si cupul dengan air panas😭😭😭
Tubuh cupul kucing kesayangan Masha kini melepuh hingga akhirnya Kucing itu MATI.
"Non Bela kenapa bunuh kucing saya,dia butuh kehidupan" kata Masha menangis histeris saat melihat kucing dihadapannya telah mati,kucing yang bertahun tahun menemani harinya kini telah mati....
Masha sedih dan akhirnya memiliki berdiam diri dikamar.
Sebelum mengurung diri di kamar, Masha terlebih dahulu menghidangkannya makanan keatas meja makan karena Setelah Aldi pulang dari kerjanya ia mengatakan membawa sahabatnya kerumah untuk membahas kerjasama bisnisnya.
Saat sampai Bela sudah menunggu didepan pintu dengan senyum manisnya.
"Selamat datang sayang,aku merindukanmu
" kata Bela lalu ngacir memeluk Aldi
Aldi hanya terdiam karena selama beberapa bulan jujur ia muak melihat wajah Bela.
Denis yang merupakan sahabat Aldi tersenyum sinis melihat kelakuan Bela yang sok manis itu.
Saat masuk kedalam hendak makan siang Aldi melihat makanan semuanya tertata rapi diatas meja makan.
"Bela Masha kemana biasanya dia hidangkan semua makanan setelah aku datang deh" kata Aldi celingukan.
"Ada sayang lagi dikamar main hp terus dia dari tadi" kata Bela menjelek jelekan Masha.
"Ohh...Masha yang elo ceritain itu ya Al" tanya Denis.
"Iya Den" kata Aldi.
"kalau gitu panggilin aja ajak makan bareng,gue pengen kenalan nih" sambung Denis lagi.
"Sayang kamu panggilin Masha dong" kata Aldi kepada Bela.
"Sayang biarin aja lagian siapa sih dia kamu kok perduliin banget,cuma asisten rumah tangga loh sayang." kata Bela dengan wajah cemberut.
"Owh... iya aku lupa walaupun dia asisten tapi dia lebih baik" kata Aldi lalu bangku dari kursinya menuju Kamar Masha.
tok.. tok....tok....
"Masha buka pintunya kita makan bareng ya,ada tamu nih pengen kenalan barangkali kamu punya teman baru" panggil Aldi namun tidak ada jawaban dari Masha.
"Masha..." panggil Aldi lagi. Merasa tidak ada respon dengan segera iya mendobrak pintu dan melihat Masha terbaring lemah di tempat tidurnya.
Aldi merasakan tubuh Masha panas lalu ia segera membopong tubuh Masha kedalam mobil
"eh.... Masha kenapa,lo mau kemana?" tanya Denis melihat Aldi membopong Masha lalu mengikutinya.
"Ke rumah sakit" kata Aldi dengan mempercepat langkahnya.
"Sayang tunggu aku juga mau ikut juga" kata Bela kemudian menyusul dari belakang.
Saat berada didalam mobil Aldi memilih kursi belakang agar bisa memangku Masha.
"Sayang aku mau duduk disini" kata Bela saat melihat Aldi memangku Masha.
Hati Bela terasa sakit saat melihat Aldi memangku Masha.
"hiks...hiks...." Bela kemudian menangis.
"Bel kamu bisa liat kondisi gak sih, didepan aja,udah kayak benalu deh" Aldi sangat murka melihat kelakuan sang kekasih yang tidak bisa mengkondisikan Masha saat ini.
Bela masih saja jadi pribadi yang manja dan egois.
"Awas aja kamu Masha, beraninya kau berada dipelukan lelakiku" Umpat Bela dalam hati.
Setelah sampai dirumah sakit Masha kemudian diperiksa.
"Dokter bagaimana dengan Masha" tanya Aldi.
"Baik baik saja,pak dia hanya pingsan karena tertekan,bisa saja karena syok yang berlebihan " kata dokter.
"Hah tertekan ?,syok berlebih an, maksudnya gimana ya dok ?" tanya Aldi.
" Maksudnya Pasien syok karena perbuatan seseorang kepada sangat membuatnya tertekan" kata dokter, seketika Aldi langsung melirik Bela yang berada disebelahnya,Bela hanya menunduk
"Apa ini semua ada kaitannya sama Bela" batin Aldi bertanya tanya.
"Mampus dah gue kalau ketahuan" batu Bela dengan wajah cemasnya.
Beberapa saat kemudian Masha sadar.
"Pak keluarga pasien,pasien sudah sadar sekarang" kata suster.
Aldi langsung masuk ke ruangan dimana Masha berada
"Cupul... cupul..jangan pergi kau sudah seperti keluarga ku dan adikku,aku tidak akan bisa memaafkan Nona itu yang membunuhmu dia jahat, gak punya hati terhadap binatang" kata Masha dengan mata yang terpejam.
"gawat ni gadis kampung lancar amat ngomongnya adoh.....mati gue😲
Aldi pasti marah banget" batin Bela
"A pa Non, berarti ada hubungannya dengan Bela, awas aja lo Bel,udah berani main dibelakang sekarang membuat sakit orang dibelakang" Batin Aldi.
Masha kemudian membuka matanya
"aku ada dimana?" tanya Masha heran melihat sekitar.
"Kamu ada di rumah sakit,tadi kamu pingsan" kata Aldi
"Hah pingsan bagaimana ini terjadi, seumuran hidupku gak pernah pingsan deh,kok bisa sih" Batin Masha bertanya tanya.
"Apa ada tubuhmu yang merasa sakit?" tanya Aldi perhatian kepada Masha
"Enggak ada bang,oo iya bang pulang aja yok!" pinta Masha
"Adoh...😒 kenapa Aldi malah perhatian sama tuh cewek kampung,ih...ini gak bisa dibiarin" batin Bela kesal melihat adegan didepannya saat berada didalam ruangan Masha,sedangk Denis sedari tadi menunggu luar dan dudul dikursi tunggu.
"Kalau gitu aku kedokter dulu ngurusin administrasi nya ya, kamu tunggu disini" kata Aldi kemudian keluar tanpa menegur Bela yang sedari tadi berada disebelahnya.
"Heh....lo berani beraninya ya bawa bawa nama gue,dasar gadis kampung cari perhatian" kata Bela sinis melihat Masha.
Seketika air mata Masha bercucuran deras mendengar perkataan seseorang dengan suara yang sama dengan suara orang yang membunuh kucingnya
"Ingat ya gadis kampung,lo itu cuma numpang dirumah Aldi,gue pacarnya, lo harus sadar diri dong" kata Bela . Mendengar ucapan Bela Masha tersentak.
"Aku akan pergi setelah ini,karna cupulku juga sudah pergi..hiks hiks...." batin Masha kemudian mengubah posisinya menjadi duduk di ranjang RS.
ceklek .........
"Sekarang kamu boleh pulang" kata Aldi sambil masuk.
...***...
Dirumah.
Mereka semua sedang duduk ruang tamu
"Masha bisa cerita apa yang terjadi saat kamu dirumah tadi sehingga kamu bisa pingsan?" tanya Aldi
tiba tiba
Deg....deg.....deg....
Jantung Masha dan Bela berdetak kencang saat itu.
"Adoh...😒 mampus gue kalau dia cerita" batin Bela menoleh ke arah Masha dan memicingkan matanya.Masha yang melihatnya menunduk.
"Bagaimana mau cerita ya kalau tadi non Bela yang tega udah membunuh cupul, tapi ya udah aku gak mau cerita ah capek banget yang ada nanti makin panjang kayak tali yang disambung sambung" batin Masha.
"Ya udah kalau nggak mau cerita gak apa apa aku juga gak mau kamu tertekan" kata Aldi kemudian beranjak pergi dan memberi kode ke arah Danis
"Kita ke ruang kerja dulu ya" Kata Denis setelah memahami maksud dari Aldi bangkit dari duduknya lalu berjalan ke ruang kerja milik Aldi.
Bela pun demikian ia bangkit dari duduknya namun tujuannya ke kamar, bukan ngikutin Aldi.hehe.
Kini hanya tinggal Masha di ruang tamu
"Aku sakit kehilangan cupul, tapi aku sakit juga untuk bercerita,apapun barang yang kita miliki sekarang termasuk smartphone tidak bisa menandingi kebahagiaan ku memiliki cupul....hiks hiks ...." Batin Masha terisak.
"Aku harus kuat meski sekarang sudah benar benar sebatang kara" batin Masha kemudian pergi kedapur hendak membuat minuman untuk Aldi dan temannya yabg yang sedang berada di ruang kerja.
#Support😊
Semangat thor, ceritanya bagus.
Sekalian mau izin promosi thor. Yuk mampir ke cerita aku..
-Kebahagiaan Dari Negeri Gingseng
-Hidup Kembali Menjadi Gadis SMA.
Ditunggu ya....