Hati Lilian hancur seketika setelah sang suami, "Alen" kembali dari dinas di luar kota membawa seorang perempuan hamil bersama nya.
"Siapa wanita itu mas? Kenapa kau membawanya pulang ke rumah kita?"
Tiga tahun pernikahan Lilian tidak memiliki anak, karena itu ia memiliki untuk mengabdi sebagai menantu, ipar serta istri yang baik di keluarga "Bayron" ia tidak pernah membocorkan tentang siapa dirinya dan siapa keluarganya, sehingga mereka semua menganggap Lilian sebagai yatim piatu yang tunduk dan patuh.
"Dia istri asisten ku, sesuatu terjadi di luar kota, asisten ku meninggal karena menyelamatkan ku dan sekarang istrinya hanya punya aku dan keluarga ini untuk melanjutkan hidup, atas wasiat asisiteku dia meminta ku untuk menjaga anak dan istrinya,"
Dilanda keputusan suami yang begitu menyakitkan, akan kah Lilian tetap bertahan? Apalagi setelah kedatangan wanita itu, Alen selalu mengabaikan nya.
Penasaran? Ayo baca kisah mereka di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Malam harinya,
Setelah berdandan secantik mungkin Lilian kini menunggu sang kakak di depan pintu kamar Karen.
"Hey, Lilian, mau kemana? Kau terlihat sangat canti," ucap sang papa yang saat itu kebetulan lewat dan mendapati anak perempuan nya berdiri di depan pintu kamar sang kakak dengan penampilan yang tampak sangat sempurna.
"Papa, aku mau ikut kak Karen keluar pa," jawab Lilian sambil memasang senyum bahagia nya.
"Nah, gitu lebih bagus, kau kembali memakai pakaian yang memang sepatutnya kau pakai, mulai sekarang kembali lah ke jati dirimu sebagai putri dari keluarga Pratama, penampilan sudah cantik tingal memperbaiki hati dan tubuh mu ya," ucap sang papa tampak sangat bahagia melebihi kebahagiaan Lilian pada saat ini.
"Siap pak boss," jawab Lilian sambil memberi hormat layak nya upacara bendera sambil cengengesan.
"Ya sudah, papa ke ruang kerja dulu," ucap sang papa yang kemudian menepuk pundak Lilian sekilas lalu berjalan pergi.
"Baiklah, jangan tidur terlalu larut," pesan Lilian sambil sedikit berteriak.
"Ya, kalian juga jangan pulang terlalu malam," pesan sang papa yang kemudian kembali melanjutkan langkahnya.
"Heem,"
Tampa sadar kini Karen sudah berada di hadapan Lilian.
"Kak, kapan kau keluar dari kamar?" tanya Lilian bingung sambil mengerutkan keningnya.
"Siapa suruh kau terlalu asik bersama dengan papa mu," jawab Karen merasa cemburu karena sang adik terlalu akrab dengan papa nya.
"kau cemburu ya," goda Lilian.
"Tentu saja, tidak, sudah lah ayo berangkat," ucap Karen sambil tersenyum kecil. Sementara Lilian hanya mendelikkan matanya
Mereka pun akhirnya keluar dari mansion dan masuk kedalam mobil dimana Dimas yang sudah menunggu mereka dari setengah jam lalu.
"Berangkat sekarang pak?" Tanya Dimas sambil memegang setir mobil.
"tidak, besok saja," ucap Karen.
"Ya sekarang lah," lanjut Karen.
"Sejak nona kembali, pak Karen agak cerewet ya," batin Dimas.
"Kak, jangan marah-marah terus, nanti cepat tua," goda Lilian.
Karen menggelengkan kepalanya sambil mendengus kesal, sementara itu Dimas buru-buru menyalahkan mesin mobil dan melaju dengan kecepatan sedang menuju tempat yang sudah mereka tentukan.
Sementara itu di sisi lain.
Raya, Alen dan Bu Sinta kini terbaring di sofa ruang tengah kediaman keluarga Bayron. Wajah mereka tampak sangat pucat dan terlihat sangat lemah.
"Ma, aku sudah tidak kuat," ucap Raya dengan perut yang tampak sangat tipis seperti sudah tidak makan beberapa hari.
"Mama juga sama, mau keluar juga tidak mungkin dengan kondisi seperti ini, andai aja Lilian tidak pergi, kita tidak mungkin jadi sperti ini," ucap Bu Sinta dengan suara yang terdengar sangat geram.
"Sudah-sudah, aku akan mencari Lilian besok dan meminta nya untuk segera pulang, kalau tidak ada dia kita akan mati, ibu dan Raya sama sekali tidak bisa di andalkan untuk mengurus rumah," ucap Alen yang kondisinya sama sperti ibu dan adiknya.
"Mas Alen, Bu Sinta, Raya, aku benar-benar minta maaf, karena masakan yang aku masak, kalian jadi diare sperti ini, seharusnya aku tidak mencoba untuk membuat makanan, memang hanya Lilian yang bisa mengurus kalian semua," ucap Tasya sambil memasang wajah sedih seperti biasanya.
Ya, setelah tadi pagi mereka memakan masakan yang di masak oleh Tasya, Alen, Raya dan ibunya terkena diare, nasi goreng yang di masak oleh Tasya sangat pedas dan mereka tidak terbiasa dengan makanan pedas.
"Sudahlah kak Tasya, ini bukan salah mu, mungkin saja bahan-bahan yang di dalam kulkas itu sudah tidak segar," ucap Raya masih berfikir positif dan tidak mau menyalahkan Tasya.
"Iya Tasya, jangan pikirkan lagi, kau sedang hamil, jaga saja kesehatan mu.
"Tidak segar apanya, makanan itu terlalu pedas," ucap Bu Sinta yang mulai merasa jengkel dengan Tasya karena masakan wanita itu tidak sesuai dengan selera nya.
"Aku minta maaf, kalau begitu aku istirahat dulu," ucap Tasya yang kemudian berlalu pergi dari ruang tengah tersebut.
Beberapa menit kemudian.
"Menyebalkan sekali, apa-apa selalu Lilian yang di ingat, bagaimana ini? Bagaimana kalau mas Alen menemukan Lilian dan dia kembali lagi, kesempatan ku untuk menjadi nyonya rumah akan sirna," batin Tasya, ia kini gelisah setelah tiba di kamar nya.
Sementara itu di sisi lain.
Restoran Xxx
"Kita sudah sampai," ucap Dimas yang saat itu memberhentikan mobilnya di parkiran mobil restoran bintang lima itu.
"Huh, akhirnya," ucap Lilian setelah merasa lelah duduk di mobil.
"Lilian, kau masuk dan pilih tempat duduk yang menurut mu nyaman, pesan makanan yang kau suka, aku mau bertemu seseorang di ruangan VIP setelah selesai aku akan menghampiri mu, Dimas akan mengantar ku setelah itu dia akan menemanimu," ucap Karen kepada sang adik.
"Tidak masalah kak," jawab Lilian sambil mengangguk.
Tak butuh banyak basa-basi, mereka pun akhirnya turun dari mobil, Lilian masuk bersama Karen dan Dimas ke dalam restoran namun mereka berpencar.
"Pak Karen, kenapa kau tidak membawa nona besar ikut bersama mu?" tanya Dimas.
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin dia mandiri, dia sudah lama tidak kembali kekeluarga Pratama,dia seorang nona besar dari keluarga kami, jadi aku mau dia kembali jadi sperti dirinya yang dulu, bukan dia yang ada di keluarga Bayron," ucap Karen.
"Baiklah tuan muda," ucap Dimas mengerti.
Tak lama kemudian, mereka pun akhirnya tiba di ruang VIP, dimana seseorang sudah menunggu kedatangan Karen sejak tadi.
****
rasa rasa enakan kan ketika ada Lilian,,,uang lancar dapur ngebul rumah bersih,,,tapi kalian jahat lupa semua itu sumbernya dari mana dan merdeka' Lilian kalian kelaparan kapokkk Modarrrr,,,Karin tinggal di mana kalau di Jawa Surabaya ,,,naik saja kereta exekutif gubeng gambir,,,jawa tengah naik argo lawu ,,,
👍👍👍👍