Indonesia
NovelToon NovelToon
Arian & Rin

Arian & Rin

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: As Ghina Nadiyah

"kalau kamu memang ingin menikmati nya yah aku juga menikmatinya" Kata Arian yang duduk di kursi cafe luar sambil mengkatupkan kedua tangan nya dimeja ditengah-tengahnya segelas coffee sembari memandang wajahku yang menunduk bingung, bingung bagaimana caranya untuk bisa berterus terang pada pria yang jutek,tinggi,nggak peka,berjambul, beranting salib di kuping kirinya,bertato di leher kanannya bertuliskan "Stefan Arian" memakai huruf caligraphy nya itu, sangat tampan tiada duanya hingga akupun sulit membandingkan kekurangannya dengan laki-laki lain karena aku mencintainya "ian, kau membuatku gugup, jangan menatapku seperti itu" kataku yang agak mengatur nafasku ini, dia secara perlahan mendekati wajahnya ke wajahku "coba lihat sini" katanya yang datar dan dingin itu menyuruhku menatap matanya, justru aku nggak bisa melakukannya, ya tuhan..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon As Ghina Nadiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34

Aku lagi bercanda tawa dengan Arian tiba-tiba mamah dan papah pun datang di susul oleh ayah dan ibu.

"aduh aduh ini pengantin baru seneng banget keliatannya" Kata mamahnya Arian.

"haha iya nih mah Rin mulai nakal" Kata Arian.

"eh apaan yang tadi kan cuman bercanda ih" kataku.

"cuman bercanda tapi kok mukanya merah gitu" ledek Arian.

"merah ? , ng.. Nggak kok nggak merah biasa aja" kataku.

"hahahahaha kalian ini udah suami istri tapi kelakuan kayak masih pacaran aja ya ampun.." Kata ibuku , ayah,papah dan mamah hanya tertawa.

"ya udah Rin sekarang kamu mandi dulu, ibu udah bawain baju bersih nya kamu juga belum sarapan kan ? Udah mandi , kamu sarapan dulu ibu bawain perkedel sama ayam goreng kesukaan kamu" Kata ibu padaku , akupun langsung mengambil handuk nya dan masuk ke kamar mandi.

 

 

Akupun selesai mandi dokter pun tiba-tiba masuk ke ruangan kami "nah Arian , saya akan check dulu apa besok kamu bisa pulang atau tidak yah" Kata dokter pada Arian.

"ibu-ibu, bapak-bapak bisa tunggu di luar sebentar yah" lanjut sang dokter pada kami , akhirnya kamipun keluar.

 

...

 

Dari pada bengong aku mending kabarin Herby dulu tapi.. Kayaknya masih sibuk banget deh, oh iya aku kan mau tanya kabarnya Rey, gimana yah dia ? Aku coba telepon dulu deh.

tutt.. tutt.. tutt.. tutt..

"Hallo.." jawabnya.

"hallo Rey, ini aku Rin" kataku.

"hei.. Rin, gimana kabar loe ?" tanyanya yang girang itu.

"em.. Kabarku baik , aku mau ngomong sesuatu Rey" kataku yang berubah jadi canggung.

"kenapa Rin ?" tanyanya.

"aku udah nikah sama Arian , sorry banget nggak undang" kataku , karena beneran demi apapun aku dan Arian lupa banget.

"wow.. Congrats yah kalian, santai kali gua juga ini baru pulang dari London habis ada bisnis sambilan, so it's ok lah gua maklumin" katanya yang membuatku mulai lega.

" yah baguslah kalau kamu nggak marah Rey, dan ada satu hal lagi" kataku.

"what ?" katanya.

"4 hari lalu Arian ngalamin kecelakaan di jalan Rey" kataku.

"what!!! Kecelakaan ? Why can't ?, tapi sekarang gimana ?" katanya panik.

"ntahlah aku nggak ada di tkp waktu kecelakaan karena Arian awalnya nemuin klaen nya aku nunggu di rumah ibuku dan aku curiga katanya pergi bentaran tapi sampai berjam-jam hingga akhirnya ada telepon ternyata itu dari polisi katanya Arian kecelakaan akhirnya yah begini , tapi.. Arian sekarang udah siuman dan sangat membaik kok , dia sekarang lagi di check sama dokter di dalam , doain yah semoga besok dia bisa pulang" jelas ku pada Rey.

"syukurlah kalau gitu gua tenang dengernya , gua doain semoga besok bisa pulang yah Rin , oh iya btw kapan balik Aussie ? Kita ngobrol-ngobrol lagi" katanya.

"sekitar 2 bulan lagi lah Rey , aku sama Arian juga udah beli rumah disana jadi nyampe sana tinggal beres-beres aja" kataku.

" oh masih lama dong , ok lah kalau gitu semoga Arian cepet sembuh yah , langgeng terus sampai ajal memisahkan kalian ok , gua mau mandi nih gerah haha bye Rin " katanya.

"ok bye Rey" kataku, langsung ku tutup teleponnya.

 

 

Aussie~..

"Arian dan Rin menikah !!? , terus rencana gua waktu itu sia-sia !!? Percuma gua bayar mahal tuh Anjasta demi buat mereka sengsara !! Liat aja nanti bakal ada masalah lagi selagi loe belum jadi milik gua Rin , tunggu permainan gua"

 

 

Ibu, ayah, mamah, papah, dan akupun masuk kembali ke ruangan karena sang suster yang mempersilahkan kami masuk.

"gimana dok keadaan suami saya ?" tanyaku.

" besok juga udah bisa pulang , keadaan nya mulai stabil lagi , tapi ingat jangan di bawa stress berat dulu ok , setiap pagi harus di bawa santai , setelah nya boleh beraktivitas tapi jangan berat-berat juga ok , kalau bahasa Sunda nya itu ~wayahna~ " jelas sang dokter pada kami.

"yah baguslah" Kata kami.

Dan Arian pun sudah bisa pulang besok kami senang sekali..

 

***

1
Anonim
seru sumpah ceritanyaaaa
Anonim
semangattt thorr
As Ghina Nadiyah: terimakasih yah.. terus baca karyaku selalu
total 1 replies
Anonim
kereennnnnn
Anonim
sangat baguss.. teruslah berkarya
Anonim
aduhhh baperr akuuu
Anonim
aaaa sukaaa bangettt
Shinta Ynt
seru bingitccc ih yaaammpunnnnn sumpah demi apa rekomended banget sih ini wajib baca .
Kepala Pil
Se daebak itu! Aku bakal terus menunggu lanjutannya Thor! Semongko!
As Ghina Nadiyah: sudah selesai ceritanya hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!