Kadang cinta memang tidak bisa ditebak kapan dia akan datang, begitu juga yang dialami oleh Karlina Adinata.
Apakah Karlina akhirnya akan jatuh cinta dengan Robert, laki-laki yang dijodohkan dengannya?
ikuti yuk kisahnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yetti S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Setelah meeting dengan jajaran direksi, Robert menerima laporan dari Irwan terkait hasil temuan pencarian pelaku penyebaran berita tentang dirinya.
"Bagaimana wan hasilnya?"
"Sudah ketemu pak tapi dia hanya orang suruhan dan dia ga mau ngaku siapa yang suruh".
"Dimana dia sekarang?"
"Kita taruh di sebuah rumah tua di pinggir kota pak"
"Ok bawa aku ke sana sekarang"
"Baik pak", Irwan mendampingi Robert untuk pergi ke tempat di mana orang suruhan itu berada.
Mobil yang ditumpangi Robert berhenti di depan rumah tua yang tampak kusam dan mengerikan. Robert masuk ke dalam dan mendapati seorang lelaki berusia sekitar awal empat puluhan sedang duduk dengan tangan terikat di belakang.
"Benar bapak yang membuat berita itu?" tanya Robert datar dan dingin.
"Iya"
"Siapa yang suruh dan di bayar berapa?"
Lelaki itu diam seribu bahasa membuat Robert geram dan mengepalkan tangannya.
"Wan"
"Ya pak"
"Coba geledah ponselnya"
Irwan segera menggeledah lelaki itu dan menemukan ponsel yang segera di serahkan ke Robert.
Robert menghampiri lelaki itu lalu menempelkan ponsel tersebut ke jari tangan lelaki itu, dan mulai membuka beberapa pesan tapi tidak satu pun menunjukkan titik terang untuk mengetahui tentang perintah penyebaran berita tentang dirinya, sementara lelaki itu tampak tersenyum sinis ke arah nya dan itu tak luput dari perhatian Robert yang segera naik pitam.
"Segera ambil tindakan terhadap wanita itu", ucap Robert pada Irwan dengan memberikan kode melalui tatapan matanya.
"Baik pak", sebagai orang yang telah lama bekerja dengan Robert tentu nya Irwan tahu akan arti dari tatapan tersebut, Irwan mengerti bahwa itu sebuah gertakan untuk lelaki itu karena dia sama sekali tidak tahu menahu siapa wanita yang di maksud.
"Tolong jangan libatkan istri saya dia tidak tahu menahu soal ini, saya mohon jangan ganggu dia pak" lelaki itu mulai terpancing omongan Robert.
"Kalau begitu beritahu saya siapa yang menyuruh mu" ucap Robert sambil tersenyum tipis saat lelaki itu terpancing gertakan nya.
"Saya hanya di suruh oleh pak Anwar yang juga di suruh oleh atasannya tapi sungguh saya tidak tahu menahu siapa atasan pak Anwar"
"Anwar? siapa dia? kau tahu siapa Anwar ?" tanya Robert pada Irwan.
"Saya akan cari tahu pak" sahut Irwan yang kemudian berjalan mendekati lelaki itu, "dimana biasanya kamu ketemu sama Anwar?"
"Saya hanya terima telp atau pesan dari dia yang kemudian disuruh hapus pesan nya pak"
"Lalu setelah penyebaran berita itu dia hubungi kamu lagi ga"
"Katanya hari ini dia akan telp saya untuk ketemu dan kasih uang tapi dia belum telp saya pak"
"Apa selain kamu ada orang lain yang di suruh nya atau ada teman yang kamu ajak kerjasama?" tanya Irwan lagi sambil mengangkat wajah lelaki itu yang tertunduk.
"Ada teman saya pak dia di tugaskan lain bukan ikut andil dalam penyebaran berita itu"
"Apa tugas nya?" kali Robert kembali mendekati lelaki itu.
"Menculik seorang wanita" ucap lelaki itu yang kembali tertunduk.
"Kamu ada foto wanita yang akan di culik teman mu itu?" tanya Robert lagi.
"Ada pak, teman saya itu malam ini di suruh menculik wanita itu dengan memancingnya keluar dari rumah"
"Coba tunjukkan foto nya", Robert menunjukkan ponsel lelaki itu dengan tangannya siap membuka aplikasi, "siapa nama teman mu biar saya buka pesan nya?"
"Zaenal"
Robert segera membuka pesan yang ada di ponsel lelaki itu dan betapa terkejutnya dia saat mendapati foto istrinya yang ada di sana, seketika amarah nya bergemuruh mengetahui kalau istrinya akan menjadi korban penculikan. Dia membaca pesan tersebut yang menyebutkan kalau wanita yang akan di culik itu nanti nya akan di bawa ke apartemen XY tempat tinggal bos dari Anwar.
"Kamu ikut aku Wan dan suruh tiga orang menjaga tempat ini sedangkan yang lain nya segera ke apartemen XY"
"Baik pak"
Robert mencoba menelpon istrinya tapi sudah 3 kali panggilan tidak di angkat oleh Lina membuat dia semakin gusar. Dia kemudian menelpon Ujang untuk mengetahui keberadaan istrinya saat ini.
"Halo Jang kamu di mana sekarang?"
"..."
"Ok, kalau ada apa-apa segera telpon, saya dalam perjalanan ke sana"
"..."
"Kita ke klub di hotel RR ya Wan, Lina sama teman-teman nya ada di sana"
"Baik pak"
* * *
Sementara di tempat lain Lina, Widya, dan Bram sedang asyik berjoget menikmati alunan musik yang di sajikan oleh DJ di klub itu. Tanpa mereka sadari ada seseorang sedang memperhatikan mereka sambil melihat foto yang ada di tangannya.
"Sesuai sama foto nya" gumam lelaki itu.
Lelaki itu terus memperhatikan Lina sambil tersenyum membayangkan bayaran yang cukup besar kalau dia berhasil menjalankan tugas nya dengan membawa wanita itu ke apartemen XY. Dia duduk di dekat Lina dan temannya agar bisa mendengar apa saja yang mereka perbincangkan.
"Capek ah joget terus duduk yuk sambil minum, haus nih" ujar Lina mengajak Widya duduk sementara Bram masih asyik berjoget dengan gadis yang baru di kenalnya.
"Yuk gw juga haus".
Widya melambaikan tangannya ke arah pelayan untuk memesan minuman untuk nya dan Lina, "kamu pesan apa Lin?"
"Aku Orange juice aja Wid"
"Mas pesan orange juice satu air mineral satu ya" ucap Widya yang langsung di catat pesanan nya oleh pelayan itu.
Setelah pelayan itu berlalu lelaki yang duduk di dekat mereka segera menghampiri pelayan itu.
"Mas saya pesan minuman dong"
"Pesan apa mas?" pelayan yang sedang membuat juice pesanan Lina mengalihkan perhatian nya ke arah lelaki itu.
"Vodka... saya mau sekarang juga"
"Baik" pelayan itu meninggalkan juice yang sedang dia buat untuk menyiapkan pesanan lelaki itu.
Dengan segera lelaki itu mengeluarkan sebuah bungkusan kecil dari saku celananya kemudian di larutkan ke dalam minuman yang di pesan oleh Lina.
"Terima kasih" sahut lelaki itu setelah pelayan memberikan pesanan nya dan membawa orange juice beserta air mineral ke meja Lina.
"Tunggu sebentar lagi obat itu akan bereaksi" gumam lelaki itu sambil tersenyum miring.
Sementara itu di meja, Lina dan Widya mulai meminum pesanannya sambil ngobrol kesana-kemari. Beberapa menit setelah minum juice nya Lina merasakan keanehan pada tubuh nya, tubuhnya terasa semakin lama semakin panas. Dia meminum air mineral milik Widya untuk mengurangi rasa panas di tubuhnya tapi tetap tidak ada efek apa-apa tetap saja hawa panas yang dia rasakan.
"Wid, gw ke toilet dulu ya mau cuci muka rasanya ga enak nih, panas badan gw perasaan tadi ga kenapa-kenapa"
"Mau gw anterin?"
"Ga usah lah cuma sebentar kok, tunggu disini aja"
"Ok hati-hati"
Lina beranjak dari kursinya menuju arah toilet yang tanpa dia sadari seorang lelaki mengikuti langkahnya dan sebelum sampai toilet Lina sudah tidak sanggup berjalan, tubuhnya tiba-tiba lemas lalu lelaki itu dengan cepat menangkap dan menggendong tubuh Lina keluar klub melalui pintu belakang.
kalau soal dia ga cinta sama Sofia tapi mau kencan sama dia, itu karena Sofia di anggap oleh Robert wanita yg sama seperti mantan nya...😁
kalau ada yang tertarik untuk mengetahui cerita sekuelnya silahkan hub saya di wa atau DM ig saya
WA 085283898541
ig: @setiawati_yetti