Wanita yang menderita karena perjodohan dan akhirnya menemukan cinta barunya namun karena suatu hal menyebabkan ia kehilangan sang pujaan hati, mampukah ia membuka hatinya untuk mantan suaminya itu?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sasmitariyaa2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bag. 34
Axel terbangun dan mendapati Yuki yang masih terlelap dalam tidurnya mungkin itu juga karena pengaruh dari obatnya ketika tadi diperiksa oleh dokter.
Senyum manis terukir dibibir Axel, sungguh ia ingin selalu seperti ini dimana ia selalu membuka dan mendapati gadis coklatnya, tentu saja dengan keadaan yang lebih baik.
" Al" gumam Axel dan memutar kepalanya 180 derajat.
Tap
Axel menatap iba sahabatnya yang kini duduk bersenderan dan menutup matanya, sungguh ia ingin sekali mendengar keluh kesahnya.
Axel mencoba melepas pelukan Yuki dan beranjak dari bangkar Yuki, dengan hati-hati Axel dapat melepas pelukan Yuki dan turun dari bangkarnya tanpa mengusik tidur cantik gadis coklatnya.
√
√
√
Axel mendekati Al dan duduk disampingnya, menatap lekat penuh kerinduan dimatanya.
Plek
Axel menepuk pelan bahu Al, Al terkesiap saat merasakan ada yang menyentuhnya.
" Axel" kaget Al.
" Sebaiknya lo pulang dulu" kata Axel yang langsung dijawab dengan gelengan Al.
" Lo harus jaga kesehatan lo, lo juga perlu istirahat".
" Nggak, nggak, nggak Xel gue nggak akan pulang, gue mau jaga Yuki".
" Lo harus ingat batasan lo".
" Apa salah? Gue hanya ingin jaga Yuki dan anak gue".
" Dan sebentar lagi jadi anak gue" jawab Axel.
Al menatap Axel nanar sungguh ini menyakitkan untuknya.
" Kalau lo ingin menikahi Yuki, lo harus nunggu anak gue lahir terlebih dulu Xel" tenang Al.
" Dan gue akan memanfaatkan waktu itu untuk mendapatkan kembali Yuki" batin Al.
" Gue akan segera menikahi Yuki, setelah anak lo lahir gue akan mengulang menikahinya dan itu sah secara agama" enteng Axel.
Al menatap nanar Axel dan mengatupkan kedua telapak tangannya tanpa disadari air mata menghiasi permohonannya itu.
" Please Xel jangan lakuin ini ke gue, gue bisa mati Xel" serak Al.
Diam
" Gue sadar gue menyayanginya Xel,,,,
Gue sadar mencintainya Xel,,,,
Gue sadar dia berarti buat gue,,,,
Please jangan lakuin ini kegue,,,,"
Tesss
Tesss
Al kembali menangis, entah mengapa airmatanya tak kunjung habis namun yang pasti matanya tak berasa jengah untuk mengeluarkannya.
" Lalu bagaimana dengan perasaan gue?" pilu Axel.
" Gue mencintainya sebelum lo mencintainya,,,,
Gue menyayanginya sebelum lo menyayanginya,,,,
Gue ingin memilikinya saat lo mengabaikannya,,,,
Gue ingin memungutnya saat lo membuangnya,
Rasa gue lebih dari pada rasa lo,,,," tekan Axel
Al menutup wajahnya frustasi, sungguh mengapa ini menjadi begitu rumit? Bagaimana caranya ia mendapatkan kembali Yukinya? Bagaimana ia akan menumbuhkan kembali cinta di hati Yukinya?.
Jika saja semuanya tidak Terlambat!.
Cintanya,
Sayangnya,
Semunya tidak ada artinya untuk saat ini!.
Tuhan aku mohon kembalikan di untuku!." pikir Al
Hiks
Hiks
" Gue janji akan menjaganya Xel,,,
Gue janji akan membahagiakannya,,,
Gu janji Xel, Gue janji! Please kasih gue kesempatan" isak Al.
" Gue akan berjalan jika Yuki lebih memilih gue, dan gue akan berhenti jika Yuki memilih lo" tekan Axel yang membuat Al sedikit lega.
" Gue akan lebih bahagia saat sahabat gue dan gadis gue dalam lingkaran bahagia! Gue serahin semua ke Yuki untuk hari ini dan jika Yuki masih memilih lo!,(Axel menarik nafasnya)
Gue akan mundur, dan jika Yuki memilih gue, gue akan mempertahankan meskipun lo terluka!."
" Dan aku akan tetap menjaga Yuki dan anaku dengan caraku" batin Al.
" Gue beri waktu lo untuk meyakinkan kembali Yuki" datar Axel.
Al tersenyum merekah, sungguh ia tak menyangka sahabatnya yang dulu selalu di hajarnya, di cacinya masih ada untuknya bahkan mengorbankan perasaannya, tapi, bagaiamana dengan Yuki?." sesak Al.
Axel berdiri dan keluar dari kamar rawat entahlah ia saat ini ingin mencari ketenangan.
√
√
√
Al melangkah menuju bangkar Yuki dan menatapnya penuh kehangatan sungguh ia merindukan Yuki untuk pertama kalinya.
Tap
Pandangan matanya jatuh keperut Yuki yang kini masih rata, tangannya terulur dan mengelus perut ratanya.
" Disini ada anak kita Yuki" senyum Al.
" Aku akan berjuang mendapatkan kembali hatimu".
" Jikalau pun kamu akan memilih Axel, aku nggak akan pernah berhenti untuk jaga kamu, dan mencintaimu".
" Aku akan menyayangimu lebih dari nyawaku, dan aku akan janjikan kebahagiaan yang baru untukmu".
Cupp
Kata-kata manis Al yang ditutup dengan kecupan sayang dikening Yuki membuat Yuki sedikit terusik.
Ehmmmm
" Ussssst" Al mendesiskan oksigennya dan mengelus pelan perut Yuki.
" Kamu jangan nakal yah sayang" kata Al kepada janin yang ada di perut Yuki.
Al merangkul perut Yuki dan menguselkan wajahnya disamping perut Yuki, sungguh nyaman Pikir Al.
" Aku ingin terus seperti ini Yuki, yah aku sadar aku egois, aku merebutmu dari sahabatku bahkan aku menyakiti sahabatku, namun sungguh kini aku sangat mencintaimu" batin Al.
√
√
√
Yuki mengerjap saat merasakan cukup lama ia tidur dan matanya membulat saat tak mendapati Axel disampingnya.
" Kemana Axel?" gumam Yuki dan merasakan ada tangan kekar yang memeluk perutnya dengan slow motion Yuki menunduk dan,,,
Deg
Mata Yuki terlihat sayu, saat melihat mantan suaminya, orang yang mengacuhkannya, orang yang menghianatinya kini ada disampingnya dan memeluk dirinya.
Dimana cintanya untuk Al?
Dimana sayangnya untuk Al?
Dimana rindunya untuk Al?.
Jika kalian bertanya demikian sungguh kalian tak mengerti apa yang dirasakan oleh Yuki.
Dia hanya merasa nyaman pada seorang pria yang selalu ada disampingnya, apa itu salah?,
Dia hanya bahagia dengan pria yang selalu menjadi pundak bebannya apa itu salah?,
Dia hanya jatuh cinta kepada pria yang selalu memperjuangkannya,
Menerima apa adanya,
Menjadi tempat keluh kesahnya,
Menjadi pengusap air matanya, apa itu salah?.
Bukan ia yang meminta! Tapi keadaanlah yang membawanya seperti ini, kalian jangan pikir Yuki akan melakukan hal laknat yang seperti dilakukan oleh Al dengan jalangnya sungguh ia membenci itu.
Ia hanya bertanya kepada mantan suaminya itu! Apakah dia akan tegar dan kuat sepertinya saat mendengar desahan jalangnya?.
Dan kalian lihat?
Bahkan dia mengharu biru.
" Jangan lakukan itu!"
lalu apa yang dilakukannya selama ini?.
Egois memang! Pikir Yuki.
Dengan reflek Yuki beringsut dari posisi tidurnya.
Al terkesiap saat merasakan tubuhnya tersentak sungguh ia sakit saat ditolak Yuki seperti ini.
Yuki mengedarkan pandangannya berharap Axel kembali ke kamar rawatnya.
" Yuki....(lirih Al)...
Aaaa....
" Pergi dari sini" desis Yuki nyaris tak bersuara.
Hiks
" Yuki aku mohon dengarkan aku" pilu Al.
" Apa nggak ada kesempatan lagi untukku?,
Apa nggak ada lagi rasa sayang untukku?,
Apa nggak ada lagi rasa cintamu untukku?" isak Al.
Yuki terdiam dan ia menyadari bahwa rasa cinta untuk mantan suaminya itu sedikit demi sedikit telah menghilang ber iringan dengan penghianatannya dan juga pria yang selalu ada disampingnya dan mungkin juga karena janinnya.
mampir juga ya ke
RINDU DI RIBUAN KILOMETER
like and rate sudah datang...
feedback ke karyaku "mantan, i'm still loving you"
tinggalkan jejak disana, aku menunggu kedatanganmu 🤗