halo nama ku Anton dirgantara aku anak dari pasangan suami istri Andi dan Santi, ibu dan bapakku memiliki 3 orang anak 2 perempuan dan 1 laki laki di keluargaku aku satu satunya anak laki laki dan aku juga anak terakhir dan bisa di bilang aku anak ke sayangan namun ibu dan bapak tidak pernah berlebihan dan juga tidak membedah bedah kan anak anak nya mu laki laki atau pun perempuan tetap sama, aku masih duduk di kelas 2 SMP dan di semester 2 dan juga hobi ku itu bermain game dan juga bola aku ingin fokus ke game supaya aku bisa masuk tim e-sport dan bisa menghasilkan uang sehingga keluargaku semua kebutuhannya akan terpenuhi.
apakah Anton bisa menjadi gamer terkenal dan juga bisa membantu perekonomian keluarga nya?
yok baca novel ini biar tidak penasaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anak jalanan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
belanja bersama perempuan
gubrak
tiba tiba aku terjatuh karena kacamata ku di ambil dan tiba tiba penglihatan ku menjadi buram.
ibu yang melihat aku jatuh mencoba membantu aku untuk berdiri.
"inalilahi"ucap ibu lalu membantu aku bangun.
"nak Adis boleh ibu minta kacamata nya soalnya anak ibu matanya buram kalau dia tidak menggunakan kacamata"ucap ibu lembut kepada mbak itu.
"eh maaf Bu saya kira kacamata ini tanpa lensa cembung bu"ucap mbak itu kepada ibu.
lalu dia memberikan kacamata itu kepada ku saat tangan ku menyentuh tangan nya dia bisa merasakan bahwa tangan ku sangat halus.
"halusnya"gumam nya tapi aku dan semua orang yang ada di situ bisa mendengar gumam nya.
lalu aku mengambil kacamataku dan menggunakannya kembali dan penglihatan ku menjadi cerah kembali.
"ah lega"ucap ku.
"Bu masih lama gak sih"tanya ku sama ibu yang sedang membantu untuk mengemasi daging daging itu.
"masih lumayan lama nak"jawab ibu.
"yah udah aku izin merokok dulu yah"ucap ku dan di jawab anggukan oleh ibu.
dan semua orang di sana kaget mendengar aku sudah merokok dan ibu malah mem beri izin.
"mbak yu kenapa mbak yu mengizinkan anton buat merokok"tanya ibu Kevin ke pada ibu.
"biarkan saja toh itu bisa menghilangkan kejenuhannya sama mungkin karena terlalu capek untuk mencari uang demi keluarga"jawab ibu.
"iya juga yah"ucap ibu Kevin.
"eh bocah merokok itu gak baik buat paru paru"ucap mbak itu seraya mengambil rokok yang ada di mulutku.
"eh wanita jadi jadian kau tau apa"ucapku mulai kesal dengan perempuan itu.
lalu tiba tiba ibu menarik telingaku.
"aduh Bu sakit"ucap ku seraya menahan sakit karena telinga ku di tarik.
"kamu itu yah ibu sama bapak tidak pernah mengajarkan seperti itu"ucap ibu seraya melepaskan jewer an nya.
"lagian dia sih kenal gak apa apa enggak eh sok sok buat nasehatin"gumam ku.
"gini yah nak Adis ibu jelaskan kenapa ibu sama bapak membiarkan Anton untuk merokok
karena dia akan sangat muda stres atau mumet karena kerjaan dia itu selalu di depan layar hp dan komputer terus sekolahnya juga.
dia sudah bisa menghasilkan uang sendiri bahkan dia bisa membantu ke uang an keluar"ucap ibu kepada perempuan itu.
"oh gitu"ucap nya.
"oh gitu"ucap ku jengkel karena rokok ku di patahkan oleh dia.
lalu ibu melirikku dengan lirikan mautnya.
aku langsung bungkam melihat lirikan maut ibu.
lalu aku pun mengambil rokok lagi dan menghidupkannya.
tiba tiba hp ku bergetar karena ada telpon masuk.
lalu aku pun mengangkat telpon itu.
"halo asalammualaikum"ucap ku.
"waalaikumsalam bocah"ucap tuturu kepada ku.
"ada apa bang kok tiba tiba nelpon maaf yah kalo berisik soalnya aku lagi di pasar"ucapku.
"oh gak apa apa bontot ini aku mau menyampaikan kalu 6 hari lagi kita semua akan di undang dalam acara pembukaan mpl dan kita akan menjadi bintang tamu nanti"ucap bang tuturu kepada ku.
"oh alah ok lah bang, emang acaranya di mana bang"tanyaku.
"acaranya di gedung MNC group tepatnya di Chanel TV global tv"ucap bang tuturu kepada ku.
"oh ok siap bang nanti 3 hari lagi aku ke Jakarta bang"ucap ku.
"ok hati hati yah dan jangan lupa oleh oleh untuk aku dari sana jangan lupa"ucap tuturu kepada ku.
"ok siap bang"ucap ku lalu sambungan pun terputus.
"siapa nak"tanya ibu kepada ku.
"itu Bu bang tuturu ngasih kabar kalau 6 hari lagi kita di undang ke Chanel global tv Bu buat pembukaan acara mpl bu"ucap ku ke ibu dan wanita tadi kaget.
"eh jadi kamu pro player yah"ucap wanita itu.
dan aku hanya mengangguk.
"wah gak nyangka aku bisa ketemu anggota rrq sedangkan aku ba nya onix" ucap nya.
aku pun kaget saat dia tiba tiba jadi seperti ini tidak seperti tadi.
"kamu ini kenapa salah minum obat yah"tanya ku kepada wanita itu.
"tidak hanya" ucapnya terpotong kala ibu memanggilku.
"nak bantu ibu membawa ke mobil"panggil ibu kepada ku.
"permisi mbak saya izin sebentar soalnya ada kerjaan"ucap ku
lalu aku mendekat ke ibu.
"yang mana aja Bu yang mau di bawa ke mobil"tanya ku ke ibu.
"itu ada 15 kantong semuanya bawa ke mobil terus kamu ajak mbak Rani buat jaga di mobil nanti terus kalo sudah temui ibu di tempat penjual itu"ucap ibu kepada ku lalu ibu pun menunjuk sebuah toko dan aku menganggu.
setelah itu aku pun membawa kantong yang berisikan daging itu menuju mobil bersama Mbak Rani.
"mbak Anton pergi dulu yah ini kunci mobil nya mbak tunggu disini"ucap ku seraya memberikan kunci mobil.
"ok tapi kalo ke sini lagi belikan mbak es yah soalnya mbak haus"ucap mbak Rani kepada ku.
"ok mbak es seperti biasa kan"ucapku dan di balas dengan anggukan kepala oleh mbak Rani.
lalu aku pergi untuk menemui ibu lagi yang sedang ada di salah satu toko.
saat berjalan banyak sekali mata yang tertuju kepada ku apa lagi mata wanita waduh ngerinya minta ampun.
"Asalammualaikum"ucap ku saat tiba didekat ibu.
"waalaikumsalam"jawab mereka semua termasuk wanita tadi yang kalau tidak salah namanya Adis.
"sudah Bu terus apa lagi bu"tanyaku ke pada ibu.
"kita beli bumbu terus sayuran buah buahan terus minyak masak dan juga rempah rempah"jawab ibu lalu kami pun keliling pasar untuk mencari apa yang ingin ibu beli.
saat sudah semua kami pun membawa semua belanjaan ke mobil sedangkan aku membawa 4 box minyak goreng.
dan tak lupa kami membayarnya dan habis 18 juta terus sayuran 2 juta jadi semuanya habis 30 juta.
"oh yah Bu nanti kita di toko stop sebentar yah mau beli rokok buat bapak bapak nanti sama buat stok aku yang pastinya"ucapku seraya menaikan semua barang belanjaan.
"iya tidak apa apa"ucap ibu lalu mbak Rani mbak Rini ibu dan ibu yang penjual daging semuanya naik ke bak semua.
"eh eh eh lah kok ibu di belakang sih"tanyaku ke ibu.
"udah jangan banyak tanya sana kamu di depan sama Adis biar ibu di belakang"ucap ibu aku pun hanya bisa menghela napas pasrah lalu aku pun masuk ke mobil di ikuti Adis yang duduk di sampingku.
20% story
nunggu nala g ada kabar up chapter lu🤧
nanti klo up harus zray up yhh😣🙏
awas kao nanti ku do'a ini zray up tiap hari!!