Pada tahun 2101 bumi mengalami kehancuran akibat kemunculan energi misterius, 80 tahun lalu sebelum kemunculan energi misterius terdapat seorang pemuda yang meninggal akibat serangan teroris dan akhirnya jiwanya bertransmigrasi ke masa depan yaitu pada tahun 2101, tepat saat dunia akan hancur.
Jiwanya berpindah ke tubuh seorang manusia buatan yang sedang diteliti oleh sekelompok ilmuan gila.
Bagaimanakah nasib dunia serta pemuda itu di masa depan?
Apakah dunia akan berakhir hancur, atau...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rasiele Halliwell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 35. Bertemu Wyvern
Di istana negeri Venator terdapat sebuah penghalang tak tertembus bernama Aport. Bahkan serangan dari seekor naga yang dapat menghancurkan sebuah negara dengan mudah tidak dapat menembus penghalang itu.
Konon katanya itu diciptakan oleh malaikat utusan Dewa Pohon Agung Yggdrasil setelah serangan monster babi raksasa.
Malaikat itu merasa sedih atas kehancuran negeri itu pada masa lalu karena tidak berhasil melindunginya, dan sebagai gantinya dia menciptakan sebuah penghalang tak tertembus agar negeri itu tidak dihancurkan kembali.
Banyak peneliti dan ilmuan yang meneliti penghalang tersebut, tetapi mereka semua tidak dapat mengetahui bagaimana penghalang itu bekerja. Para ilmuan tersebut mengatakan bahwa ini merupakan sihir kuno.
Orang-orang menyebut penghalang tersebut sebagai benteng terakhir umat manusia.
~ Legenda benteng terakhir umat manusia
......
...
Setelah aku meninggalkan desa, aku terbang lurus ke arah utara.
'Saat ini aku sedang menuju...'
Sial, aku lupa menanyakannya kepada Lamberk mengenai tempat-tempat menarik di sekitar sini.
Jadi saat ini aku terbang tanpa tujuan sama sekali, aku terbang dengan kecepatan normal bukan dengan kecepatan suara.
Jika aku terbang dengan kecepatan yang tinggi mungkin akan ada sesuatu yang terlewat nantinya.
Tetapi, tetap saja, saat ini yang aku lihat hanyalah barisan pepohonan yang tidak ada habisnya.
'Seberapa luas hutan ini sebenarnya?'
Setelah terbang cukup lama, aku melihat sebuah gunung di depanku.
Semakin lama aku terbang mendekati gunung tersebut, daratan di bawahku rasanya semakin dekat denganku.
Sepertinya ini adalah sebuah pegunungan, jika di lihat dari dekat, itu adalah sebuah gunung kembar.
'hmm? benda apa itu?'
Dari arah depanku, aku melihat sebuah banyak bayangan hitam yang bergerak ke arahku.
Itu berasal dari gunung itu, bayangan itu cukup kecil jika di lihat dari sini.
'Apakah itu sekelompok burung kecil?'
[GHAKK! GHAKK! GHAKK!]
Terdengar suara yang berasal dari bayangan tersebut.
'Burung apa yang suaranya ghakk! seperti itu?'
Mungkin itu burung spesies baru mengingat bumi telah mengalami dan melewati banyak peristiwa besar, mungkin itu adalah makhluk hidup yang berevolusi.
Setelah semakin dekat dengan bayangan sekelompok burung tersebut menjadi semakin jelas dan semakin besar.
'Oi-oi-oi burung apa yang bisa sebesar itu?!'
Daripada burung, makhluk tersebut lebih mirip dengan seekor kadal yang mempunyai sayap dengan kaki kecil di depannya.
Sayapnya berbentuk seperti sayap kelelawar, mungkin makhluk tersebut sedikit mirip dengan dinosaurus yang dapat terbang.
'Daripada itu, bukankah itu lebih mirip dengan kadal terbang raksasa?!'
Mereka melihatku sebagai seekor mangsa untuk makan siang mereka.
Saat ini kadal sialan tersebut telah cukup dekat denganku dan terlihat cukup jelas, kadal-kadal sialan tersebut berjumlah sebanyak 7 ekor.
Untuk seekor kadal sialan, kadal itu cukup besar, bahkan lebar kedua sayap mereka mungkin sekitar 7 meter.
Mereka terbang dengan kecepatan yang cukup tinggi, setelah berada cukup dekat denganku, mereka menyebar ke segalah arah dan membentuk sebuah formasi yang mengelilingiku.
'Ah... aku benar-benar terkepung saat ini.'
Benar-benar formasi yang luar biasa, aku merasa tidak mempunyai celah sama sekali.
Aku merasa jika aku bergerak ke mana pun, mereka akan segera menyerangku.
'Tetapi... Apakah kalian mengira aku adalah mangsa yang mudah?'
Mari kita lihat siapa yang memangsa siapa saat ini, aku akan menunjukkan siapa predator yang sebenarnya.
Masih seratus ribu tahun lebih cepat sebelum kalian berani menantangku.
Dari formasi lingkaran itu, salah satu dari mereka melesat ke arahku dengan kaki kecil- cakar mereka yang siap mencabikku.
[GHAKK!]
'Sungguh, apakah kalian meremehkanku? setidaknya kalian semua harus menyerangku secara bersamaan.'
Tidak pakai basa-basi, aku langsung mengayunkan Sthir ke arah kadal bodoh itu, dan seketika itu juga kadal bodoh itu terbelah menjadi dua sebelum akhirnya jatuh ke tanah.
'Haha, sebaiknya kalian merayap di tanah saja seperti seekor cecak.'
Melihat teman mereka yang dikalahkan dengan sangat mudah, mereka tidak tinggal diam saja, dan serangan berikutnya dilancarkan kepadaku.
Saat ini dengan dua kadal sekaligus, tetapi hasilnya tetap sama saja, aku hanya perlu mengayunkan Sthir dua kali dan keduanya langsung berakhir dengan nasib yang sama seperti kadal bodoh sebelumnya.
'1 kadal bodoh ditambah 1 kadal bodoh tetap saja bodoh.'
Mau berapa pun jumlah kalian yang menyerangku, itu tidak akan berhasil selama kalian tetap bodoh.
Melihat teman-teman mereka yang jatuh dengan mudah, kali ini mereka semua yang tersisa melesat sekaligus dan bersiap menyerangku dari keempat sisi.
[GHAKK!]
'Sudah aku bilang, itu adalah hal yang sia-sia'
Kebetulan, aku ingin mencoba teknik baruku, kadal-kadal bodoh ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai kadal percobaanku.
Teknik ini mirip dengan yang aku gunakan untuk menghilangkan api babi sialan itu.
Tetapi aku berpikir untuk membentuknya menjadi sebuah bilah yang tajam.
Ini merupakan serangan bertipe area, dan dapat membelah apa pun yang berada di jalurnya.
Kemudian aku fokus untuk melakukan teknik itu, aku mulai mengedarkan energi aetherku dan melepasnya keluar tubuh seperti kemampuan deteksiku.
Saat itu juga sebuah bilah tajam yang melingkar melesat keluar dari tubuhku, dan menabrak sekelompok kadal bodoh itu sebelum akhirnya mereka terbelah menjadi dua dan jatuh ke tanah seperti teman-teman bodoh mereka sebelumnya.
'Hehe, ini cukup mudah.'
Dengan rasa penasaran aku pun turun ke bawah ke tempat kadal bodoh itu jatuh, aku ingin melihat kadal itu dari dekat, meskipun mereka telah terbagi menjadi dua bagian.
Pohon-pohon di bawah hancur oleh mayat kadal terbang raksasa itu, dan tanah diwarnai oleh cairan berwarna merah gelap.
Setelah turun ke bawah, aku pun mendekati salah satu bagian mayat kadal bodoh itu.
'Apakah ini seekor naga? tetapi ini cukup berbeda dengan naga yang aku lihat di internet.'
[Lapor, berdasarkan bentuk dan sifat makhluk ini, kemungkinan makhluk ini adalah makhluk yang bernama 'Wyvern'.]
'Ah, pantas saja aku merasa tidak asing.'
Ternyata ini merupakan seekor Wyvern. Meskipun mirip naga, tetapi makhluk ini sangat lemah.
Saat aku pegang kulitnya cukup kasar, dan berwarna cokelat gelap.
'Jika ada Wyvern di bumi saat ini, apakah mungkin terdapat seekor naga juga?!'
Harusnya ini cukup memungkinkan, melihat kondisi bumi saat ini, bukankah bumi saat ini sangat mirip dengan dunia isekai yang dulu aku lihat di anime?
Terdapat energi Magi dan juga monster-monster aneh saat ini, jadi besar kemungkinan bumi saat ini telah berubah menjadi dunia fantasi.
'Ah... aku benar-benar beruntung masih dapat hidup saat ini.'
Aku tidak menyangka aku akan berada di dunia fantasi saat ini. Meskipun aku cukup telat menyadarinya.
Aku sempat putus asa sebelumnya karena aku berpindah ke tubuh gadis lemah ini sebelumnya dan jadikan sebagai percobaan oleh sekelompok ilmuan gila.
Tetapi setelah hal yang kulalui, akhirnya aku berada di titik ini, dengan kekuatan yang besar ini.
'Ah... aku benar-benar sangat beruntung.'
Aku tidak sabar untuk mencari seekor naga dan menaiki punggungnya kemudian terbang bersamanya.