Indonesia
NovelToon NovelToon
What Is My Real Identity?

What Is My Real Identity?

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Identitas Tersembunyi / Cerai / Mafia / Nikah Kontrak / Roman-Angst Mafia
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Euvonia

Dechantry Rachel Siregar bukan anak kandung dari keluarga Siregar melainkan anak kandung dari keluarga ternama namun hanya saja dia miliki identitas lain yang dia tidak ketahui.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Euvonia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Fattar

"Kau kenapa menangis? Apa kamu tidak suka aku menculik mu? Apa aku harus mengembalikan mu pada pria yang akan kau nikahi?" ujarnya membuat senyumku runtuh seketika. Tidak ada yang berubah dari sosok yang ada di depanku, selalu menyebalkan mampu membuat semua orang kesal.

"Jika kau ingin mengembalikan ku tidak perlu menculik diriku sedari awal! Aku baru saja menangis bahagia melihat mu berada di dekatku! Tapi kau malah mempermainkan ku huh?" ujarku dengan nada kesal padanya. Sungguh ingin sekali aku melempar pria ini ke sungai yang dipenuhi ikan piranha.

"Baiklah aku minta maaf, aku sangat menyayangimu. Maaf aku datang terlambat untuk membantumu," ujar pria itu tak lain Fattar dengan memeluk tubuhku erat.

...****************...

Setelah selesai melepas rindu yang amat sangat mendalam, kini baik aku maupun Fattar sudah lebih baik dari pada saat kami terbangun. Aku sangat senang bisa berada di sisi orang yang teramat ku cintai saat ini. Setelah banyak kesulitan yang ku lalui bersamanya membuatku semakin yakin bahwa kami memanglah di takdirkan untuk bersama.

Hari ini aku tidak harus memasak apapun namun Fattar lah yang memasak untuk sarapan kami. Dia mengatakan bahwa aku nanti akan kelelahan dan mengusulkan ku untuk membersihkan diri lalu sarapan bersama. Tanpa membantah apa yang dia katakan aku segera bergegas untuk mandi. Saat akan menanggalkan gaun pernikahan aku merasakan kesulitan membuka resleting, selain berat badanku yang sangat pas bahkan sedikit sesak saat mengenakan gaun itu.

Dalam hati aku tidak berhenti mengerutuk dan menyumpah serapahi pria gila itu. Mau tidak mau aku harus meminta bantuan pada Fattar jika tidak aku tidak akan bisa mandi. Mendengar suara pintu kamar tidur akan dibuka tanpa pikir panjang aku langsung berteriak.

"Fattar!! jangan pergi!!" refleks aku berteriak memanggilnya dengan tanganku membuka pintu kamar mandi. Ku perhatikan Fattar mulai berjalan ke arahku sudah dapat ku pastikan pipiku sudah memerah karena aku mulai merasakan panas di kedua pipiku. Saat berada tepat di depanku baik aku ataupun Fattar sama sama saling terdiam satu sama lain.

Kedua tanganku tanpa sadar sudah meremas sisi sisi gaun yang ku kenakan ini. Aku menatapnya dengan gugup dan malu membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya. "Bisakah aku meminta tolong padamu?" ujarku dengan menundukkan kepalaku. Setelah aku mengucapkan hal itu aku tidak mendapatkan respon apapun darinya membuatku bingung.

Baru saja saat aku akan mengatakan sesuatu dia memutar tubuhku untuk membelakangi dia, Fattar. Melihat respon nya yang seperti ini aku menduga bahwa dia tau apa yang ku butuhkan. Tapi tetap saja aku merasa malu bahkan seluruh tubuhku menegang, dan aku mengigit bibir bawahku tanpa ku sadari. Aku dapat merasakan kalau tangan Fattar kini meraih resleting pada gaun yang ku kenakan. Dengan pelan Fattar mulai menurunkan resleting pada gaun yang ku pakai.

Setelah selesai membuka resleting gaun bukannya Fattar pergi justru dia mendekap tubuhku erat. Seketika itu tubuhku tak mampu menolak hanya terdiam dan menegang. Dapat ku rasakan bahwa hembusan nafasnya berada sangat dekat dengan telingaku. "Jangan menggigit bibir bawahmu, atau aku akan membuatmu terbaring lemas di ranjang kita saat ini," ujar ia berbisik dengan nada serak. Buku kuduk ku meremang diperlakukan seperti ini oleh sahabat ku sendiri yang sekarang menjadi kekasihku.

"Fattar tolong jangan begini kita lakukan itu jika kita menikah," ucapku tanpa sadar. Kemudian aku mendengar gelak tawa dari Fattar sungguh membuatku malu saat sadar apa yang ku ucapkan. "Baiklah kita akan menikah tapi setelah kita berbicara setelah sarapan. Ada hal yang serius ingin ku katakan padamu," ujar Fattar padaku dengan lembut kemudian ia pergi dari kamar kami.

Astaga apa yang ku pikirkan tadi sampai menyebut kamar kami. Aku menggelengkan kepalaku dengan cepat, "Rupanya aku sudah tidak waras! Aku dengannya saja belum menikah! mengapa memikirkan kamar kami?" gerutuku sembari berjalan ke arah bath up. Aku menenggelamkan diriku di bath up yang luas ini.

Sungguh aku sangat senang saat ini, nyaman sekali dapat mandi dengan tenang tanpa gangguan dari siapapun. Mengingat satu minggu penuh yang ku lalui saat diculik pria gila itu, aku tidak dapat melakukan hal ini. Aku bahkan mandi harus dibantu para pelayan yang disuruh olehnya. Aku sangat kesal dan muak tapi apa dayaku saat itu melawan pun tidak bisa.

Sekarang aku tidak peduli dengan apapun setelah Fattar dapat membawaku pergi dari pernikahan gila itu. Kemanapun Fattar melangkah aku akan melangkah bersamanya tidak akan ada lagi perpisahan di antara kami. Hanya itu keinginan ku, jika aku harus merelakan apa yang ku bangun dengan susah payah pun aku tidak akan menyesali hal itu.

Hampir satu jam aku melakukan ritual mandi dan menyudahinya sekarang, tepat saat perutku berbunyi nyaring. Aku pun segera bergegas keluar kamar dengan bathrobe yang ku kenakan. Aku bingung harus memakai apa untuk ke ruang makan. Tidak mungkin aku kesana hanya menggunakan bathrobe tanpa apapun lagi. Dengan terpaksa aku meraih kemeja milik Fattar yang tersusun di lemari.

Sayang sekali aku tidak dapat menemukan celana yang dapat ku gunakan, maka satu satunya cara adalah hanya memakai dalaman ku saja. Setelah memakai pakaian ini aku melihat pantulan ku di kaca itu. Melihat pahaku yang tertutup setengah dengan kemeja ini aku tersenyum kecut melihat penampilan ku sekarang. "Baiklah turun sekarang dan mengisi perutku dengan puas!" seruku dengan semangat sembari berlari ke arah dapur.

Saat tiba di bawah aku melihat semua makanan sudah tertata rapi di atas meja dan Fattar yang terduduk dengan mengutak-atik ponselnya itu. Langsung saja aku menuju meja makan yang berada di depanku ini. Saat aku akan duduk Fattar menatapku dengan tatapan yang sedikit nakal, entah apa yang ia pikirkan. "Lau kau memang ya ingin sekali menggodaku? Besok kita akan menikah dan aku akan menerkam mu, Lau!" ujarnya dengan nada frustasi.

Aku yang mendengar ucapan Fattar hanya mengerutkan kedua alisku. Aku merasa tidak ada yang salah denganku, lalu apalagi katanya aku ingin menggoda. Padahal aku memakai kemeja ini sudah sangat baik bukan daripada hanya bathrobe. Tak ku pedulikan aku pun duduk di depan Fattar kemudian langsung mengambil seluruh menu makanan di atas piring ku.

Anggap saja ini pembalasan atas sepekan yang lalu, dimana aku diperlukan seperti hewan oleh pria gila itu. "Lau tenang saja tidak akan ada yang mengambil milikmu oke?" ujar Fattar dengan kekehan kecil. Aku hanya memutar kedua bola mataku dengan malas, "Kau makanlah lalu kita bicara," tukasku dengan kesal.

Bersambung...

Enak banget kayaknya kalah punya pasangan yang mau masakin tiap hari kaya Fattar, romannya si dokter ahli bedah akan beralih profesi wkwk. Terimakasih untuk yang sudah membaca karaya ini❤❤

1
Murni Dewita
ceritanya menarik
mampir
euvonia: terimakasih 🤗
total 1 replies
kania_efe
makin seru
euvonia: terimakasih sudah mau membaca karyaku🤗🥰
total 1 replies
fikriafter17
Wow Amazing hehe
fikriafter17: jir mana ada fantasy nya kuat banget kalo kamu baca nya lebih lanjut
total 2 replies
Yusria Mumba
semangat rahcel
euvonia: semangat 45 buat Rachel yang hidup nya lagi diobrak-abrik penulis🤧
total 1 replies
euvonia
Mendukung diri sendiri adalah motivasi terbaik dariku untuk karyaku
euvonia
terimakasih banyak buat dukungan nya
♡お前のペンデハ♡
cerita ini benar-benar membawa kesegaran dalam hidupku.
euvonia: terimakasih banyak ❤❤❤
total 1 replies
Blue Persona
Wah, cerita yang luar biasa! Semangat terus author!
euvonia: makasih banyak ya buat dukungannya❤
total 1 replies
euvonia
si pak tua bakal bangkrut, senjata makan tuan ceritanya nanti
Jenny Ruiz Pérez
Ceritanya seru banget, gimana kelanjutannya thor?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!