"Di dunia kultivasi, kamu menjadi pecatur, atau berakhir sebagai bidak."
Mati akibat overwork di perusahaan gelap, Lian terlahir kembali sebagai pemetik batu spiritual kelas bawah. Di dunia baru yang dikuasai sekte-sekte pemeras, Lian bersumpah tidak akan pernah lagi diperalat.
Sumpah itu membangkitkan Sistem Sovereign Duplication—kekuatan menciptakan pasukan klon tak terbatas! Uniknya, setiap klon memiliki identitas dan bakat dewa yang berbeda. Lebih gila lagi, Lian mampu menyerap seluruh kekuatan klonnya sekaligus.
Di saat benua bergolak, faksi-faksi raksasa tak menyadari satu hal:
Jenius nomor satu Sekte Api Ilahi...
Komandan perang Kekaisaran Jiulong...
Raja informasi dari Paviliun Bayangan...
Semuanya adalah klon milik Lian!
Tanpa pernah tampil di garis depan, Lian memanipulasi para pahlawan dan menjatuhkan sekte tirani dari kegelapan. Satu jiwa mengendalikan jutaan bayangan—menaklukkan benua dari balik layar!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Omni Tales, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gesekan Pedang dan Api Suci
Gelombang kejut dari bentrokan pertama meluluhlantakkan fondasi alun-alun Sekte Pedang Ilahi hingga menjadi puing-puing berdebu.
Ye Chen terlempar mundur sepuluh langkah, memijakkan kakinya dengan kuat hingga ubin marmer terbelah menjadi retakan panjang.
Napas Ye Chen memburu cepat dengan asap tipis mengepul dari sela-sela jemarinya yang terbakar energi.
"Kepastian hukum rimba memang tidak pernah salah, kamu cukup ulet untuk ukuran sampah bawah!" ejek Lin Feng seraya mengibaskan pedangnya.
Secarik sisa angin pedang yang ditinggalkan Lin Feng masih memotong rantai batu di sekeliling arena hingga putus rapi.
"BAJINGAN! Jangan kira aku tidak punya kartu truf untuk memotong lidah sombongmu itu!!" raung Ye Chen penuh kegilaan.
Di dalam cincin purba yang melingkar di jari Ye Chen, pendar cahaya hijau mendadak berubah menjadi kilatan merah darah.
Sesosok kesadaran tua yang bersembunyi di dalam artefak tersebut akhirnya terbangun akibat ancaman kematian yang nyata.
'Bocah bodoh, serahkan kendali tubuhmu sebentar! Niat pedang pemuda jubah putih itu bukan berasal dari alam ini!' bisik suara tua di pikiran Ye Chen.
Tanpa keraguan sedikit pun, Ye Chen mengangguk pasrah dan membiarkan energi jiwa tua menguasai sirkuit Qi di dalam tubuhnya.
Mata Ye Chen yang tadinya memerah kini berubah warna menjadi keemasan redup dengan aura purba yang sangat menekan.
"TEKNIK PURBA: API SUCI PENGHANCUR JIWA!!" teriak Ye Chen dengan nada suara bertumpuk yang sangat berat.
Kobaran api berwarna jingga keemasan meledak keluar dari tubuh Ye Chen, membakar udara di sekitarnya hingga terdistorsi parah.
Suhu di alun-alun melonjak drastis dalam sekejap, membuat kelembapan udara menguap menjadi kabut panas yang menyengat.
Lin Feng menyipitkan matanya saat merasakan pergeseran tingkat ancaman yang mendadak melompat tinggi dari tubuh lawannya.
"Jiwa sisa dari zaman purba?" gumam Lin Feng seraya tersenyum sinis dengan Keangkuhan Tanpa Tanding.
"Bahkan jika penguasa aslimu hadir secara fisik di sini, Dia tetap harus berlutut di hadapan Niat Pedang milikku!" tambah Lin Feng.
Lin Feng mengangkat pedang besi tuanya ke dada, memutar pusaran energi spiritualnya hingga membentuk domain tajam tak terlihat.
Di sudut tergelap arena, Klon #02 "Canglong" berdiri tegap di balik jubah pelindung formasi Xuanwu tanpa menarik perhatian siapapun.
Mata Canglong yang berbinar biru tua terus merekam setiap lekuk aliran Qi dan pergeseran frekuensi dari Niat Pedang Lin Feng.
'Data visual dan struktur pembentukan Hukum Pedang Purba Lin Feng telah terkunci sepenuhnya,' lapor Canglong via Sinkronisasi Jiwa.
Di puncak bukit yang berjarak beberapa mil dari lokasi pertarungan, Lian menerima kiriman data tersebut secara real-time.
Lian memejamkan mata sejenak, merasakan bagaimana sirkuit keadaannya menyerap pengetahuan tingkat tinggi tersebut dengan sempurna.
'Sovereign Duplication bekerja sangat cepat jika diberi umpan berkualitas tinggi seperti ini,' batin Lian seraya tersenyum dingin.
Kembali ke arena pertempuran, Ye Chen yang meretas kekuatan jiwa tua menerjang maju bagaikan meteor api yang meluncur deras.
Setiap pijakan kaki Ye Chen meninggalkan jejak kawah berapi yang mencairkan lantai batu alun-alun sekte.
"MATILAH KAMU, LIN FENG!!" jerit Ye Chen seraya menghempaskan tinju berbalut kobaran Api Suci ke wajah lawannya.
Lin Feng tidak menghindar sama sekali, melainkan melangkah maju satu tindak seraya mengeksekusi sabetan pedang paling mendasar.
"TEBASAN BAYANGAN BINTANG PURBA!" seru Lin Feng datar.
SRRRRRAAAT!
Bilah pedang besi tua milik Lin Feng memancarkan garis cahaya putih membara yang membelah lautan api milik Ye Chen menjadi dua bagian.
Gesekan mematikan antara Api Suci Purba dan Niat Pedang Tingkat Surga meletus hebat tepat di tengah-tengah arena.
BUMMMMMMM!!
Suara gemuruh dahsyat membahana hingga meretakkan benteng pelindung Sekte Pedang Ilahi yang dijaga ketat oleh para tetua.
Utusan Xuanyuan di atas kapal perang terperanjat hebat begitu gelombang panas pertarungan menyapu hingga ke geladak utamanya.
"B-Bagaimana bisa ada kekuatan mengerikan seperti ini di kawasan sekte bawah yang miskin?!" seru Utusan Xuanyuan berwajah pucat.
Baihu yang berdiri di sebelah Utusan Xuanyuan berpura-pura panik seraya memanas-manasi situasi dengan Senyum Bermuka Dua.
"Tuan Utusan! Dua orang itu sedang berusaha menghancurkan bukti artefak purba agar Sekte Suci Xuanyuan tidak bisa mendapatkannya!" provokasi Baihu.
"K-Kita harus bertahan sampai Leluhur Kuno mengirim bantuan tambahan!" balas Utusan Xuanyuan dengan nada gemetar ketakutan.
Sementara itu di dalam kurungan debu pertarungan, Ye Chen dan Lin Feng saling bertukar serangan lebih dari seratus kali dalam beberapa detik.
Dentangan besi beradu dengan benturan api sakral menciptakan simfoni kehancuran yang tak tertandingi di area tersebut.
Lin Feng memiringkan kepalanya sedikit untuk menghindari dorongan tinju api Ye Chen yang hampir membakar alisnya.
Tanpa membuang kesempatan, Lin Feng memukulkan gagang pedangnya tepat ke dada Ye Chen dengan dorongan tenaga dalam murni.
BUAK!
Ye Chen memuntahkan darah segar dari mulutnya sewaktu tubuhnya terlempar melintasi arena dan menghantam pilar utama sekte.
BRAGGG!
Pilar batu setinggi puluhan meter itu runtuh seketika, menimbun separuh tubuh Ye Chen di balik bongkahan material berat.
Lin Feng berdiri tegak di tengah padang puing, memegang pedangnya yang kini memancarkan keretakan halus akibat beban energi.
Napas Lin Feng mulai terasa sedikit berat, menunjukkan bahwa penggunaan Niat Pedang Purba pada tubuh ber-kultivasi rendah memicu batas fisik.
"Hanya sebatas ini kemampuan jiwa tua yang bersembunyi di dalam cincinmu?" ejek Lin Feng seraya menyapu darah tipis dari sudut bibirnya.
Dari balik reruntuhan pilar, bongkahan batu terlempar keras begitu Ye Chen kembali merangkak keluar dengan kondisi mengenaskan.
Seluruh pakaian Ye Chen telah hangus terbakar, sementara kulit di dadanya memar kehitaman akibat hantaman kuat gagang pedang.
Jiwa tua di dalam cincin Ye Chen terengah-engah, menghabiskan hampir seluruh tabungan energi spiritualnya demi menahan tebasan fatal Lin Feng.
"K-Kita harus mundur, bocah... Tubuhmu dan jiwaku akan hancur total jika memaksakan bentrokan sekali lagi!" bisik jiwa tua itu panik.
"T-TIDAK! AKU TIDAK BOLEH KALAH DI HADAPAN ORANG INI!!" raung Ye Chen dengan sisa gengsi yang masih tersisa di dadanya.
Namun sebelum Ye Chen sempat melangkah maju kembali, sebuah fenomena asing mendadak terjadi di atas langit Sekte Pedang Ilahi.
DZZZZZZZT!
Layar transparan berwarna keemasan redup menyebar di sepanjang cakrawala tanpa disadari oleh para praktisi di bawahnya.
[Sovereign Duplication - Perekaman Selesai]
Subjek:Lin Feng (Reinkarnator Dewa Pedang) & Ye Chen (Cincin Purba)
Keterampilan Terduplikasi:Niat Pedang Purba Tingkat 3 (100%), Api Suci Penghancur Jiwa (85%).
Status Omni-Adaptation:Memulai Integrasi Otomatis ke Tubuh Utama Lian...
Di puncak bukit luar, Lian perlahan membuka kedua matanya yang kini memancarkan kilatan niat pedang dan pendar api purba secara bergantian.
Sensasi luar biasa merembes ke seluruh jaringan meridian Lian, melipatgandakan kekuatan tempur pribadinya tanpa perlu bertarung sedikit pun.
'Perhitungan Tanpa Kompromi milikku telah membuahkan hasil yang sangat sempurna,' batin Lian seraya mengepalkan tangannya rapat-rapat.
Lian menatap dua anak emas takdir di bawah sana yang kini berada dalam kondisi sangat lemah dan terengah-engah.
Ye Chen telah kehabisan energi akibat eksploitasi jiwa tua, sementara Lin Feng terikat oleh keterbatasan fisik wadah barunya.
"Pertunjukkan Umpan Bernyawa telah selesai dengan sangat luar biasa," gumam Lian dengan suara dingin tanpa emosi.
Lian mengangkat jari telunjuk kanannya ke udara, memberi sinyal rahasia kepada Klon #03 Baihu yang berada di atas kapal perang.
'Aktifkan rencana pencurian perbendaharaan Sekte Suci Xuanyuan sekarang juga,' perintah Lian melalui transmisi jiwa.
Baihu yang menerima instruksi tersebut tersenyum sangat tipis dari balik kipas lipat emasnya.
Dua Umpan Bernyawa di arena pertempuran telah sukses menjalankan tugas mereka untuk menarik seluruh mata benua ke satu titik ini.
Kini, giliran Lian yang menarik Benang Bayangan untuk memanen seluruh kejayaan dan sumber daya berharga milik faksi musuh tanpa sisa.