Menceritakan kisah seorang gadis bernama Nara, yang dulunya pernah memiliki rasa terhadap seorang pria bernama Rey yang sudah ia anggap sebagai kakaknya sendiri.
Namun sayangnya cintanya tak berbalas, dan saat dirinya mengetahui jika Rey akan segera bertunangan, secara perlahan gadis itu mundur dan mulai bisa melupakan pria tersebut.
Tapi ditengah perjalanan, saat rasa itu masih belum bisa Nara singkirkan. Datanglah salah seorang pria bernama Erik yang merupakan sahabat dari Rey.
Erik jatuh cinta pada Nara, dan berusaha untuk mendapatkan gadis itu dengan cara apapun. Obsesinya untuk memiliki Nara begitu besar.
Akhirnya seiring berjalannya waktu, ketika Cintanya Erik terwujud, tiba-tiba seseorang merencanakan sesuatu untuk memisahkan hubungan diantara Erik dan Nara.
Siapakah orang tersebut???
Lalu apakah rencananya akan berhasil ???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Rubby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Godaan dipagi Hari
Keesokan harinya,
Ketika Nara terbangun dari tidur, dan mencoba untuk menggerakan tubuh, tiba-tiba ia merasakan ada hembusan nafas di tengkuk leher, juga dekapan erat di perutnya. Hal itu menjadi pertanda bahwa ada orang lain yang tidur diatas ranjangnya.
Tanpa merasa curiga Nara dengan santainya membalikkan badan, karena siapa lagi yang akan tidur bersamanya jika bukan bu Sukma, Mama dari Nara. Namun dugaannya salah, tiba-tiba tubuhnya menegang, saat ia membuka kedua mata untuk memastikan apa yang ia lihat pagi ini tidaklah nyata.
Dada Nara berdetak kencang saat sepasang manik bening itu melihat dengan jelas, seseorang yang saat ini tidur di ranjangnya bukan bu Sukma, melainkan Erik kekasihnya.
"bagaimana bisa dia ada di dalam kamar ku?" batinnya, Nara menutup mulutnya untuk tidak berteriak.
Ya, yang berada dihadapannya saat ini adalah Erik, bukan bu Sukma. Terdengar gumaman dari bibir Erik yang sedetik kemudian menempel di dahi Nara. bukan hanya menempel, tapi bergerak mengecupnya.
Dan tidak hanya sampai disitu saja, Erik membalikkan kembali tubuh Nara, kemudian memeluknya dengan merapatkan tubuh mereka hingga tidak ada jarak yang memisahkan.
Saat Nara berusaha melepaskan diri, Erik akan menarik gadis itu untuk kembali menempel padanya. dan pada satu keadaan Nara terpaksa membangungkan pria yang tanpa dosa mengunci pergerakan kedua kakinya.
"Erik."
Nara Pikir, Erik sedang tidur dan tidak akan menyahut panggilannya. Tapi ia salah, Pria itu membuka kedua matanya dengan kesadaran penuh.
"Hmm."
Nara menggeliat, mencoba menghindari godaan sensual Erik pagi ini.
"Lepaskan aku." Pintanya, namun Erik tak bergeming.
Nara berusaha untuk melepaskan diri dari pelukkan Erik, tapi kekuatan Pria itu membuatnya tak sanggup melawan. "Kau harus memberiku morning Kiss." bisik Erik, ditelinga Nara yang membuat gadis itu merinding bergidik.
"Ihhh Menjauhlah." Teriak Nara, mendorong tubuh Erik hingga jatuh dari ranjang dan mendarat di lantai.
"Arghh..." teriak Erik merintih kesakitan saat dahinya terbentur lantai.
"Rasain." balas Nara kesal, kemudian menarik selimut dan menutupi semua tubuhnya, yang hanya menyisakan kedua matanya saja, untuk berjaga-jaga jika tiba-tiba Erik bangkit lalu menyerangnya.
"Ini sakit loh Ra.." Ucapnya Manja, duduk di bibir ranjang, sambil mengelus-elus dahinya. Tapi Nara tidak bergeming, dan juga tak merasa bersalah, ia diam dengan kekuatan penuh memeganggi selimut yang masih setia menutupi seluruh tubuhnya.
Melihat tingkah Nara, membuat Erik tertawa kecil dan berencana menggodanya.
"Tidak perlu ditutupi, aku sudah melihat semuanya." Ucap Erik. Mendengar itu tubuh Nara terasa lemas, perlahan tangannya mengendur karena ia merasa kecolongan.
"Dasar bodoh, apa yang kau pikirkan." Ucap Erik mengacak-acak rambut kepala Nara.
"Ayo bangun, Mama sudah menyiapkan sarapan untuk kita. Aku tunggu diluar." Ucapnya seraya berlalu dan menghilang dibalik dinding.
Flaskback ON.
1 Jam yang lalu, Erik datang kerumah Nara untuk memberinya kejutan dipagi hari. Dengan membawa beberapa buah-buahan kesukaan Nara dan juga sebuah buket indah bunga mawar asli yang tentunya wanita manapun akan menyukainya.
Tapi saat kedatangnnya pagi itu, ternyata kekasih hati masih tidur nyenyak di dalam kamarnya. Namun ia masih bersyukur kehadirannya disambut antusias oleh bu Sukma, sampai-sampai bu sukma susah menyiapkan makanan kesukaan Nara dan juga dirinya.
"Ibu Seneng banget pas kamu nelpon pagi tadi, jadi ibu langsung kepasar dan nyiapin makanan untuk kamu." Ucap bu Sukma, saat menyajikan makanan di atas meja makan.
"Kenapa repot-repot si bu, aku bisa makan diluar bareng Nara nanti." Jawabnya setelah duduk di ruang tengah dekat dengan kamar Nara.
"Enggak repot, kamu juga jarang datang kemari. Kapan lagi ibu bisa masakin buat kamu." balas bu Sukma, yang masih sibuk mondar-mandir mengambil makanan didapur, lalu menaruhnya di meja makan.
"Tapi Maaf ya Erik, ibu gak bisa nemenin kalian makan. Soalnya ibu buru-buru mau berangkat kerja." Ucapnya menyesal.
"Loh.. Terus Ibu mau ninggalin aku disini sama anak gadis ibu yang masih tidur itu?" Tanyanya bingung.
"Ibu bangunin Nara dulu yaa." Sahut bu Sukma, merasa tidak enak.
"Jangan bu, biarin aja. Semalam dia pulang larut malam, gara-gara aku telat jemput dia. Sementara biarkan dia tidur dulu." Pinta Erik. bu Sukma pun mengangguk.
"Ya sudah, nanti kalo belum bangun juga. Kamu bangunkan saja dia." Sahut bu Sukma.
"Nanti kalo aku ngapa-ngapain Nara gimana?" Goda Erik.
"Gak mungkin, Nara itu jago silat. Palingan kamu babak belur nanti sama dia." balas bu Sukma tertawa kecil.
Sebenarnya bu sukma sendiri sudah percaya sepenuhnya kepada Erik, dan yakin Pria ini tidak akan macam-macam terhadap anak gadisnya. begitu juga dengan Erik, walau hasratnya ingin memiliki Nara sepenuhnya, tapi ia masih bisa menahan diri sampai gadis itu benar-benar melabuhkan hatinya pada Erik.
"Ya sudah, kalo gitu ibu berangkat ya, kamu sebaiknya sarapan duluan, mumpung masih hangat. Nunggu Nara keburu dingin nanti." Pesan bu Sukma, sebelum pamit untuk bekerja.
"bu." Pangill Erik.
"Erik nanti boleh masuk ke kamar Nara?" Tanyanya canggung.
"Masuk aja, bangunkan dia sekalian untuk menemani mu sarapan." bu Sukma mengizinkan dengan kepercayaan penuh.
"baik bu, Terima kasih." Jawab Erik.
"Tapi Erik, tidak akan macam-macam kan dengan anak ibu?" Tanyanya memastikan.
"Yaaa, paling godain Nara doang bu sampai nangis." Jawabnya melantur.
"Ya udah ibu jalannya, Nanti kabarin ibu kalau kalian mau pergi." bu Sukma pun pergi meninggalkan rumah.
Dalam perjalanan, sebenarnya naluri sang ibu merasa cemas dan khawatir memikirkan anak gadisnya. Meninggalkannya didalam rumah bersama seorang pria, yang mungkin saja bisa melakukan hal buruk kepada sang anak.
Tak dapat dipungkiri di dalam hati bu Sukma, ia terus berdoa kepada Tuhan untuk melindungi Nara dari hal-hal buruk. Karena ia sendiri merasa tidak enak, jika meminta Erik untuk pergi dari rumahnya, tapi lambat laun, akhirnya ia kembali berfikir positif dan membuang prangsangka buruk tentang Erik, jika pria itu tidak akan melakukan perbuatan buruk kepada Nara.
Singkat cerita. Setelah 30 menit lamanya, perasaan bosan pun datang menghampiri Erik. Karena selama itu Erik hanya duduk-duduk di ruang tengah sambil memainkan ponsel miliknya, sudah hampir siang dan Nara tidak juga bangun dari tidurnya, Erik pun memutuskan untuk masuk kedalam kamar, membangunkan ratunya yang sedang mimpi indah didalam sana.
Namun saat sudah masuk kedalam kamar, Erik hanya diam berdiri tepat di ranjang Nara, Pria itu tiba-tiba terdiam kaku, saat melihat pakaian yang dikenakan Nara saat itu terlalu terbuka membuat hasratnya bergejolak. Erik hanya mampu menelan salivanya dan 5 detik kemudian ia langsung memalingkan pandangannya untuk berhenti menatap tubuh Nara yang terlihat seksi pagi itu.
Erik mengurungkan niatnya untuk membangungkan Nara, tak tega melihat gadisnya yang begitu cantik itu tertidur lelap. Ia kemudian mengambil selimut yang sudah berserakan lalu menariknya untuk menutupi tubuh Nara.
Erik duduk bersimpuh menghadap wajah gadis yang dicintanya itu, dengan lembut ia merapikan rambut nakal yang menutupi wajah Nara, telunjuknya bergerilya dari dahi menuruni hidung, bibir lalu berhenti tepat di dagu Nara. Lalu sedetik kemudian ia mencium bibir manis gadis itu sangat lama.
"Ternyata begini cara mencuri ciuman." batinnya tersenyum. Akhirnya Erik pun ikut tidur, memeluk tubuh gadis itu dan berbaring bersama diatas ranjang Nara.
Flashback OFF.
Hallo Pembaca yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng.
Terimakasih sudah membawa novel ini sampai Bab Terakhir.
Novel ini tidak TAMAT begitu saja yaa teman-teman. Author akan membuat Part 2 nya dengan versi ya berbeda.
Silahkan ditunggu kelanjutannya.
Sekali lagi terima kasih./Kiss//Kiss//Kiss/