٩(●˙—˙●)۶Jangan Lupa Like,Komen dan Vote Yaa🙂
٩(●˙—˙●)۶Makasih
------------------------------------------------------
Alex yang memiliki sifat random terjerat hubungan dengan Naurel yang memiliki Alter ego.Naura.
Hubungan mereka seperti jalan yang tidak beraspal banyak krikilnya. Apakah mereka bisa menyingkirkan krikil - krikil tersebut? sedangkan krikil itu seperti tidak mau disingkirkan slalu ada di setiap langkah. Bagaimana cara Alex dan Naurel menyingkirkan krikil itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Faoziah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berubah
...بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ...
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat yang nungguin cerita ini, maaf ya. telat update.
Happy Reading 🍒
...✧༺♥༻✧...
Selang beberapa menit, Momy dan Alan kembali ke ruangan Alex dengan Herman. Sesuai dengan perkataan momy, momy akan kembali dengan Herman, seorang dokter.
Alex yang melihat mereka telah kembali ke ruangannya, menatap mereka dengan tatapan sulit diartikan. Alan, Momy dan Herman tidak mengerti dengan tatapan yang Alex berikan. Tapi, kemudian mereka bodoamat amat dengan tatapan itu.
Herman memeriksa Alex dengan stetoskopnya. Dirasa Alex sudah lebih baik, Herman menyudahi pemeriksaan nya.
"Alex sudah lebih baik dari dua jam yang lalu, tapi harus tetap butuh waktu untuk istirahat dan memakan makanan yang di sediakan Rumah sakit. "
Momy, Alex dan Alan mengangguk paham.
"Kira - kira kapan saya bisa pulang dok? "
Herman tersenyum lalu menjawab. "Jika kondisi tuan sudah membaik dan bisa untuk melakukan aktivitas seperti sebelumnya. "
Alex mengangguk. Herman yang melihat kantong kresek di tangan Alan lantai bertanya. "Itu... Apa? "
Alan yang paham arah tunjuk Herman pun menjawab. " O ouh ini bubur ayam."
Herman mengangguk. "Buat siapa? "
"Saya dok, saya ga mau bubur yang di rumah sakit. Katanya bubur yang di rumah sakit rasanya hambar. " Alex menyerobot ucapan Alan dengan cengiran khasnya.
Herman maksud dengan ucapan Alex, lantas tersenyum dan mengangguk. Setelah itu Herman keluar dari ruangan Alex.
"Dokternya kepo an. " Celetuk Alex
Alan dan momy terkejut dengan celetukan Alex. "Husst.. Ga boleh gitu. Dokter nanya - nanya sama pasien itu wajar. Untuk kebaikan pasien. Menjaga pola makan pasien. Artinya dokter itu peduli dengan Alex dan pasien yang lain. " Tutur momy
Alex mengangguk dengan bibir yang di cebikkan. "Iyaa"
Alan terkekeh dengan ekspresi yang di keluarkan Alex yang dibalas dengan tatapan sinis Alex. Momy geleng - geleng kepala melihat hal tersebut.
Ternyata masih kek bocil, kelakuan mereka berdua. Batin momy di iringi dengan senyuman tipis.
...✧༺♥༻✧...
Di negara lain.
Seorang pria yang umur nya sudah setengah abad itu duduk di hadapan seorang wanita yang umur nya tidak beda jauh.
"Jadi.. Apa sudah ada perkembangan dari perempuan itu by?! " Tanya wanita itu yang diketahui bernama Mariam.
Tatapan pria itu berubah sendu. " Belum by, kita tunggu aja, mungkin tidak lama lagi perempuan itu bisa ada perkembangan. "
"T tapi... Aku udah ga sabar. "
Sang pria yang di ketahui bernama Bram itu tersenyum, dirinya paham dengan apa yang di rasakan Mariam alias istrinya itu. Mereka tinggal berdua di sebuah mansion besar dan di pusat negara Turki. Mereka berdua dikenal oleh penjuru penduduk di sana.
Mereka merupakan pasangan yang romantis dan dermawan bahkan ramah. Bram bekerja di sebuah perusahaan yang dirinya bangun sendiri dengan usahanya. Perusahaan nya bergerak di bidang busana muslim. Busana - busana tersebut sudah dikenal bahkan di pakai oleh orang - orang, bahkan sampai ke luar negri. Sedangkan Mariam, dirinya bekerja sebagai sekretaris Bram. Jadi, tidak heran jika banyak yang mengatakan jika pasangan tersebut selalu bersama bahkan sering menebarkan ke uwu an yang haqiqi. Para kaum jomblo yang melihat pasangan itu hanya bisa gigit ujung kuku jari.
Seperti hal nya manusia lainnya, Bram dan Mariam juga memiliki kekurangan. Setiap manusia tidak ada yang sempurna. Mereka memiliki kekurangan masing - masing. Tidak perlu di jelaskan kekurangan itu, tanya saja pada diri mu sendiri. Yang paling sempurna hanyalah sang Pencipta manusia itu sendiri.
Bram dan Mariam dari dulu ingin sekali memiliki anak perempuan, tapi mereka tidak bisa memilikinya karena sebuah kendala yang mengakibatkan mereka tidak bisa memIliki anak perempuan. Dan kendala itu tidak perlu di ceritakan.
Bram dan Mariam tergolong keluarga yang harmonis. Memiliki seorang anak laki - laki yang sekarang sudah menikah dan tinggal di kota lain. Karena tinggal jauh dengan sang anak. Bram dan Mariam kesepian. Akhirnya mereka berkeinginan untuk mengangkat seorang anak, tapi selalu saja mereka sibuk dan tidak ada waktu untuk ke panti asuhan.
Kebetulan Bram dan Mariam sedang berlibur di laut, refresing. Sedang santai - santai nya menikmati ombak laut dan sekitarnya. Bram yang tidak sengaja melihat seorang perempuan terdampar. Memutuskan untuk mendekati yang diikuti Mariam.
Dan terjadilah seperti ini. Bram serta Maria menyelamatkan Gadis tersebut di bawa ke rumah sakit, berniat jika gadis tersebut bangun akan menjadikannya anak.
Gj.
...✧༺♥༻✧...
Satu minggu berlalu keadaan Alex sudah membaik, tapi terdapat perubahan dengan sikap Alex.
Alex masih menjalankan aktivitas seperti biasanya. Bangun pagi, makan, berangkat kerja, pulang, tidur. Dan berulang - ulang. Namun Alex di kantor menjadi pribadi yang lebih disiplin dan tegas. Jika ada kesalahan sedikit saja, Alex akan langsung marah, dan melakukan potong gaji terhadap karyawan. Yang paling parah di pecat. Apabila kesalahan tersebut sudah tidak dapat di toleran.
Selepas pulang dari rumah sakit Alex berbuah, di rumah sering mengurung diri di kamar. Pendiam. Tapi, satu yang membuat aneh sekaligus penasaran.
Kenapa Alex semenjak di rumah sakit sampai sekarang tidak pernah mengeluarkan nama Naurel.?
Ada apa dengannya?
Kenapa?
Itu yang selalu momy tanyakan di dalam benaknya. Momy yang terlanjur kepo akan langsung bertanya ke Alex. Kebetulan Alex baru pulang dari kantor nya.
"Alex!!" Panggil Momy
Alex menghentikan langkahnya ketika momy memanggil. Tidak ada ekspresi apapun yang di tunjukkan Alex. Alisnya bahkan tidak terangkat satu. Biasanya Alex kalo sedang males berbicara akan mengangkat satu alisnya. Tapi, sekarang tidak. Hanya tatapan biasa, tidak ada ekspresi apapun. Momy menghela nafanya melihat itu.
"Emm... Kenapa kamu ngga cari tahu atau tanya keberadaan Na---. "
"Maaf mom, Alex ingin istirahat. Baru pulang dari kantor butuh energi tambahan. "
Belum sempat momy menyelesaikan ucapannya. Alex sudah memotong, menyela ucapannya. Itulah perubahan Alex. Tidak dingin, ketus, ataupun yang lainnya. Alex akan tetap menanggapi pertanyaan tapi dengan nada biasa seperti males.
Momy menatap sedih punggung Alex yang menjauh, menaiki tangga menuju kamarnya berada. Momy tidak menyukai perubahan Alex. Momy ingin Alex seperti biasanya.
Alan yang memang berada di tempat tidak jauh dengan momy hanya menghela nafasnya. Mendekati momy dan mengelus punggung momy.
"Alex kenapa berubah lan.? "
Alan yang di tanya sedemikian diam, beberapa saat kemudian. Alan menjawab
"Alan ngga tau my. "
"Apa ini ada sangkut pautnya dengan hilangnya Naurel atau memang Naurel sudah ---"
Momy semakin terisak, tidak mampu untuk meneruskan ucapannya. Momy sangat menyayangi Naurel seperti menyayangi anaknya sendiri.
Alan menajamkan penglihatannya. "Mmm.... Momy sudah malem. Waktunya momy untuk tidur, udah tua ngga baik untuk tidur malem. " Alan sebisa mungkin mengalihkan topik agar momy tidak membahas tentang Naurel.
Momy yang tadinya sedih langsung mendelikkan matanya kesal. Menjewer telinga Alan dengan kencang seraya berteriak.
"Jadi maksud kamu momy sudah tua. Iya?! "
" A a a lepasin my, sakit.. "
"Jawab!! "
"Bukan itu maksud Alan my, momy mah gitu.. Lepasin atuh my, sakit nih di jewer kek gini. Coba sini momy Alan jewer. "
Momy mendelik dan menguatkan tarikannya.
"A a a, lepasin my!! "
"Rasaiin, huh. " Momy melepaskan jeweran nya dan meninggalkan Alan di ruangan tersebut.
"Malah di tinggalin" Alan mendengus dan pergi ke salah satu kamar yang telah menjadi miliknya. Sebelum Alex menikah Alan memang tinggal di mansion ini, tapi beberapa bulan sebelum Alex menikah. Alan membeli sebuah rumah untuk di tinggalinya.
...。.。:∞♡*♥ Bersambung ♥*♡∞:。.。 ...
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Tbc
pertama rencana Alex yg ujung" bikin sakit hati"
yg ke dua musuh nya