"Saya akan berikan kamu satu milyar, jika kamu bisa melahirkan anak laki-laki untuk saya!"
Demi kesembuhan sang ibu, malam itu Aluna mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya
Arjuna Bimantara, pengusaha ternama yang ingin mencari seorang wanita untuk melahirkan penerus bagi Bimantara sebab istrinya yang super model menolak memberikan anak
Akankah kesepakatan Arjuna dan gadis muda itu menghadirkan cinta? Atau selamanya Aluna hanya akan menjadi istri rahasia pria bernama Arjuna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TIGA PULUH LIMA
Satu bulan sudah berlalu, Arjuna dibuat semakin sibuk karena perusahaan Bimantara telah resmi menjadi miliknya
Dirinya memang menjadi pengusaha muda terbaik di kota ini, namun ada yang hilang, seolah semua ini tidaklah berarti apa-apa
Ya, Arjuna masih belum menemukan istrinya. Semua sudah dikerahkan dan tidak ada yang bisa menemukan wanitanya itu
Arjuna juga tidak lagi memikirkan penampilannya, Joseph menatap prihatin pada atasannya itu
Tubuh Arjuna jauh lebih kurus, pria itu juga membiarkan bulu-bulu halus tumbuh diwajahnya tanpa bisa disentuh oleh pisau cukur
Arjuna bahkan terlihat jauh lebih tua dari usianya, walaupun begitu, ketampanan itu jelas tidak hilang dari dirinya
"Apa sama sekali tidak ada kabar, Joseph?" Tanya Arjuna, saat ini keduanya tengah berada diruangan sang CEO Bimantara
"Anak buah kita masih melakukan pencarian" Jawab Joseph, sebenarnya beberapa orang yang ditugaskan untuk mencari Aluna sudah ia minta untuk berhenti tanpa sepengatahuan Arjuna
Tidak ada yang bisa dilakukan karena memang wanita itu telah dimakamkan, mungkin tubuhnya sudah habis dimakan oleh tanah
"Apa kamu bisa mengantarkan saya ke suatu tempat?"
"Kemana?"
Arjuna menarik napas panjang, tiba-tiba saja dadanya terasa sesak untuk mengatakan kata selanjutnya
"Kamu tau dimana istri saya dimakamkan?"
Joseph diam, apa atasannya ini sudah menerima keadaan jika Aluna telah tiada? Ya, sebaiknya memang seperti itu agar Aluna juga tenang disisinya
"Ya, apa tuan ingin kesana?" Tanya Joseph dan anggukan kepala pria itu dapatkan
Setelah sarapan, mobil yang dikendarai oleh Joseph tiba didepan sebuah pemakaman umum
Arjuna merasa kakinya lemas, seolah tenaganya tidak cukup untuk menopang berat tubuhnya
"Mari tuan!" Arjuna mengangguk, mengikuti langkah Joseph hingga berhenti didepan sebuah gundukan tanah bertuliskan nama istrinya
Arjuna melihat nisan dimana nama Aluna tertera di sana. Istrinya benar-benar berada dibawah tanah ini
Begitu buruk dirinya ini, bahkan ia tidak melihat istrinya untuk yang terakhir kalinya
Tubuh Arjuna luruh, sebelum itu ia letakkan rangkaian bunga mawar putih yang indah. Ia memilih memberikan bunga mawar dan bukannya bunga lili karena ini adalah bungan favorit istrinya
Air matanya menetes saat bersimpuh dihadapan makam istrinya. Tidak pernah ia merasa begitu kehilangan bahkan saat kepergian sang ibu
"Hai" Suaranya terdengar bergetar, tanda jika pria yang tengah bersimpuh ini menahan tangisnya
"Apa kamu lebih bahagia disana? Ya, kamu pasti lebih bahagia, disana kamu bisa bersama anak-anak, maafkan aku karena mencoba untuk memisahkan kalian" Arjuna menunduk, tangannya terulur mengusap gundukan tanah itu
"Kamu pergi tanpa membawa dua milyar milikmu" Arjuna terkekeh "Aku merindukan kalian, aku merasa sangat kehilangan, Aluna"
Joseph membiarkan majikannya itu mengeluarkan segala keluh kesahnya, sekarang ia dapat melihat wajah penyesalan itu
Sekarang Joseph sadar jika penyesalan itu selalu datang dibelakang, saat dia ada selalu diabaikan, namun setelah orang itu pergi dan tidak dapat kembali lagi, barulah rasa kehilangan itu hadir dan menyiksa
"Aluna, sepertinya aku jatuh cinta sama kamu" Ujar Arjuna pada akhirnya, sekarang ia mengungkapkan perasaannya pada sebuah gundukan tanah, rasanya ia sudah tidak waras namun itulah kenyataannya
Setelah mengunjungi pemakaman, Arjuna dan Joseph kembali kerumah. Arjuna masih menempati Villa tempat istrinya tinggal selama bersamanya
Rumah ini terasa jauh lebih hidup, walaupun rumah utama tidak lagi ditempati oleh William dan Zoya karena proses perceraian mereka tengah bergulir di pengadilan
Entah dimana pasangan selingkuh itu tinggal, Arjuna juga tidak peduli. Malah lebih bagus jika mereka tinggal dijalanan
"Ada berkas Luna's yang harus tuan tandatangani" Ujar Joseph seraya menyerahkan sebuah map berwarna biru pada atasannya
Luna's adalah perusahaan milik Arjuna yang ia persembahkan untuk mendiang istrinya. Perusahaan ini sengaja ia namai dengan nama istrinya itu
"Tuan William tidak terpilih dalam pencalonan, bahkan tuan William juga dipecat dari partai politik yang menaunginya"
Arjuna yang tengah menandatangani berkas tersenyum, inilah yang ia inginkan. Kehancuran William, hingga pria paruh baya itu sendiri yang ingin mati
"Kerja bagus Joseph, dimana dia tinggal sekarang?" Tanya Arjuna lalu menutup map karena pekerjaannya telah selesai
"Mereka tinggal di apartemen milik Nyonya Zoya"
Arjuna berdecih "Mereka benar-benar menjijikan"
Keputusan untuk bercerai ini sudah final, tidak ada kesempatan bagi seorang pengkhianat
Ternyata kata-kata Zoya yang ingin kembali bersama dan tidak lagi mengulangi perbuatannya semua itu hanya bualan semata
"Kapan sidang lanjutan perceraian saya?"
"Satu Minggu lagi" Jawab Joseph
"Ck, kenapa lama sekali"
"Tuan Ronald ingin bertemu anda" Joseph memberitahu
"Biarkan saja, Opa cuma mau memperkenalkan gadis baik-baik untuk saya" Arjuna malas untuk bertemu pria tua itu
***
Diluar hujan turun begitu deras, menambah pekat malam ini. Didalam mobil yang tengah melaju sepasang kekasih tengah bertengkar
"Apa maksud kamu, Zoya? Kamu mau meninggalkan aku setelah apa yang sudah aku berikan?"
William tidak habis pikir, setelah dirinya tidak memiliki apapun lagi, sang kekasih malah tidak ingin bersamanya lagi
Wanita memang matre, tidak ada yang bisa menerima dirinya sebagaimana mendiang Rose menerimanya
Istrinya itu tetap setia walaupun dirinya hanya seorang karyawan biasa, namun Zoya, setelah semua yang ia berikan wanita ini malah membuangnya
"Menurut Papa apa? Aku ingin memperbaiki pernikahan ku bersama Arjuna. Jika kita masih bersama maka aku pasti akan kehilangan Arjuna" Zoya sedikit berteriak
William yang tengah mengemudi menoleh, wiper terus bergerak menyapu air dikaca depan agar pandangan tidak terganggu
"Apa kamu pikir Arjuna akan menerima kamu lagi? Dia tidak akan menerima wanita murahan yang begitu mudah untuk dirayu"
William mengakui jika menantunya ini sangat gampangan. Saat itu ia hanya ingin main-main, tidak disangka Zoya malah tertarik bahkan memberikan tubuhnya
"Aku yakin Arjuna masih mencintai aku, mending Papa cari pekerjaan! Jangan terus-terusan menumpang dengan aku"
Mendengar ucapan itu membuat darah William mendidih, ia merasa telah dipermalukan oleh wanita disampingnya ini
William mengulurkan sebelah tangannya untuk mencengkram rambut panjang wanita selingkuhan nya
Harga dirinya terasa diinjak-injak saat Zoya mengatakan jika dirinya hanya menumpang, apa wanita ini lupa jika apartemen itu adalah pemberiannya
"Berani sekali kamu menghina saya wanita murahan! Kamu tidak sadar kamu siapa hah?" Zoya berteriak karena cengkraman ini sangat kuat, bahkan rasanya rambutnya akan terpisah dari kulit kepalanya
"Sakit Pah" Wanita cantik itu meringis
"Jangan pernah mengatakan itu lagi jika tidak ingin wajah cantikmu ini hancur" William melepas cengkraman nya dengan kasar, membuat kepala Zoya membentur dashboard
"Papa begitu kasar, bahkan Arjuna tidak pernah melakukan ini padaku" Wanita cantik itu menitihkan air matanya
"Jangan samakan aku dengan anak durhaka itu" Jika mendengar nama itu William merasa kesal
"Jangan menyalahkan Arjuna jika Papa jauh lebih buruk, lagi pula ayah mana yang bisa menghancurkan rumah tangga putranya sendiri" Zoya masih belum puas, ia akan mengeluarkan kekesalannya pada ayah mertuanya ini
"Berani sekali kamu Zoya!"
Pertengkaran tidak bisa dihindarkan, William bahkan kembali melayangkan tangannya dan kali ini Zoya tidak ingin diam saja
Keduanya saling berteriak, bahkan William hanya mengemudi dengan sebelah tangannya dengan sesekali melihat kedepan
Kondisi yang gelap membuat kendaraan lain tidak terlihat, pasangan yang tengah bertengkar itu tidak sadar jika dari arah berlawanan melintas sebuah truk pengangkut
Keduanya tersadar saat terdengar suara klakson, William hendak memutar setir kemudi namun terlambat
Benturan keras tidak dapat terelakkan, adu banteng terjadi membuat mobil mewah itu ringsek dibagian depan
Dua korban didalamnya dalam keadaan mengenaskan, William masih dapat bergerak walaupun kakinya terasa sangat sakit karena terjepit
Ia menoleh pada Zoya yang tidak sadarkan diri disampingnya, entah wanita itu masih hidup atau sudah mati
"Zo-Zoya" Suara William terdengar lirih sesaat kemudian pria paruh baya itu tidak sadarkan diri