Indonesia
NovelToon NovelToon
JANJI ULAR PUTIH (IKRAR ABADI)

JANJI ULAR PUTIH (IKRAR ABADI)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Cinta Seiring Waktu / Penyelamat
Popularitas:222
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Handini

Lian Yue terbangun tanpa ingatan dan segera menyadari dirinya bukan manusia biasa. Di sisi lain, Shen Rui adalah pemburu siluman yang sejak kecil diajarkan untuk membunuh Ular Putih.

Namun saat mereka bertemu, keduanya justru merasa seolah pernah saling mengenal.

Sedikit demi sedikit, terungkap bahwa selama seribu tahun mereka selalu dipertemukan, jatuh cinta, lalu dipisahkan oleh kematian.

Kini Lian Yue dan Shen Rui harus memilih: tunduk pada kutukan lama, atau melawan takdir demi satu kehidupan bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Handini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35: PENGKHIANATAN XUAN HE

Getaran dari Empat Bejana Esensi yang retak mengguncang seluruh dinding bawah tanah Puncak Tianjian. Sebelum Ling Su sempat melancarkan serangan balasan untuk menyatukan kembali benang-benang takdirnya, suara tawa serak yang basah oleh darah memecah keheningan gua.

Kikik... hahahaha!

Dari balik reruntuhan pilar batu di sudut tergelap altar, sosok Guru Xuan He merangkak keluar. Jubah keagungan putih bersulam emas miliknya kini koyak-koyak, berlumuran darah segar akibat hancurnya Array Segel Pembantai Langit di atas sana. Wajah tuanya tampak kusam, namun matanya memancarkan nafsu keputusasaan yang mengerikan.

"Ling Su... Utusan Langit..." gerus Xuan He dengan suara serak, menatap tajam ke arah perempuan bergaun pualam emas itu. "Jangan biarkan mereka menghancurkan bejana itu! Jika esensi Ular Putih itu kembali menyatu penuh, Segel Kuno akan musnah, dan hukuman Alam Langit akan turun menghancurkan kita berdua!"

Ling Su menatap Xuan He dengan tatapan dingin tanpa ampun. "Kau telah gagal menjaga bejana, Xuan He. Ketamakanmu membuat segel ini rapuh sejak awal."

"Bukan salahku!" teriak Xuan He histeris, meludahkan darah segar ke atas ubin batu. Ia menunjuk lurus ke arah Shen Rui dengan jemari gemetar. "Anak sialan ini! Murid yang kupelihara sejak kecil! Ia dibutakan oleh cinta murahan pada siluman!"

Xuan He tiba-tiba merogoh balik jubahnya, menarik keluar sebuah belati hitam berukir runik terlarang—Belati Pemutus Sukma. Tanpa memperdulikan luka parah di tubuhnya, Guru Xuan He melompat dengan kecepatan kilat, membidikkan belati itu langsung ke punggung Lian Yue yang sedang berdiri menopang sisa-sisa esensi jiwanya.

"Lian Yue, awas!" seru Qing Luo yang baru saja bangkit dari hantaman dinding batu.

Namun, tubuh Lian Yue sedang berada dalam fase penyesuaian gejolak jiwa yang membuatnya tak bisa bergerak bebas.

Shen Rui tidak membuang waktu sedetik pun. Dengan kecepatan yang melampaui batas fana, ia menerjang masuk ke tengah ruang di antara mereka.

Crat!

Suara bilah menusuk daging menggema tajam. Belati Pemutus Sukma milik Guru Xuan He menancap telak menembus bahu kiri Shen Rui, memercikkan darah segar yang langsung mendesis begitu bersentuhan dengan aura spiritual pedang.

Lian Yue terbelalak, mata peraknya dipenuhi kengerian yang teramat dalam saat melihat darah Shen Rui menetes membasahi gaun putihnya. "Shen Rui!"

Shen Rui tidak menjerit kesakitan. Tangannya yang kuat justru mencengkeram erat pergelangan tangan Guru Xuan He yang memegang belati, menghentikan tusukan itu agar tidak melangkah lebih jauh. Pria itu menundukkan kepalanya, menatap tajam ke dalam mata orang yang selama seribu tahun dipanggilnya sebagai 'Guru'.

"Selama ini..." bisik Shen Rui dengan suara rendah yang menggetarkan seluruh batuan gua, "aku menghormatimu sebagai orang yang mengajarkan arti keadilan dan jalan pedang."

Shen Rui mengangkat tangan kanannya yang memegang Pedang Zhaoyang. Pijar perak keemasan menyala terang di bilah perunggunya.

"Tapi hari ini, di hadapan kebohonganmu... aku memutus ikatan terakhir antara guru dan murid."

Srrr-bbraakk!

Tebasan kilat Pedang Zhaoyang meluncur tanpa keraguan. Belati Pemutus Sukma hancur berkeping-keping, dan lengan kanan Guru Xuan He tertebas jatuh ke atas lantai batu bersamaan dengan jeritan kesakitan yang memecah keheningan ruang bawah tanah. Xuan He terhempas jauh, terkulai lemas bersimbah darah di kaki altar Ling Su.

Shen Rui terhuyung ke belakang, napasnya memburu dengan luka di bahunya yang terus mengucurkan darah. Lian Yue dengan sigap merengkuh tubuh Shen Rui, air matanya tumpah membasahi pipi saat ia menyalurkan seluruh sisa esensi murninya untuk menutup luka kekasihnya.

Di atas altar, Ling Su menyaksikan pengkhianatan Xuan He dan jatuhnya sang guru tanpa sedikit pun rasa iba. Utusan Langit itu perlahan mengangkat tangannya, membiarkan benang takdir keemasan berubah menjadi ribuan jarum cahaya es yang siap menghujani mereka berdua.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!