Indonesia
NovelToon NovelToon
Kamu Di Lapangan Padel

Kamu Di Lapangan Padel

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:655
Nilai: 5
Nama Author: wabula

Baska tak pernah tertarik pada olahraga hidupnya cuma berputar antara kantor dan kasur. Sampai suatu hari, karena tak sengaja merusak koleksi berharga sahabatnya, ia terpaksa ikut main padel sebagai ganti rugi. Siapa sangka, sebuah smash yang meleset dan membuat kepalanya berdarah justru mempertemukannya dengan Zia admin lapangan yang cantik, ramah, dan punya cara sendiri membuat siapa pun merasa nyaman di dekatnya. Dari luka kecil di pelipis, tumbuh benih cinta yang membuat Baska rela mengambil kelas privat, bukan demi jago bermain, tapi demi alasan untuk terus kembali menemuinya. Namun kebahagiaan yang mereka bangun perlahan diuji ketika bayangan masa lalu Zia seorang mantan bernama Ali tiba tiba muncul kembali, membawa kesalahpahaman demi kesalahpahaman yang nyaris menghancurkan semuanya. Akankah cinta yang tumbuh dari lapangan sederhana itu cukup kuat bertahan melawan kecemburuan, keraguan, dan bayang bayang masa lalu yang menolak pergi? Kamu di Lapangan Padel adalah kisah tentang bagaimana cinta sejati sering kali lahir dari hal paling tak terduga dan diuji oleh hal yang paling sulit untuk dilepaskan: kepercayaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wabula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perpisahan yang baik

Beberapa hari setelah percakapan tegas tersebut, Ali benar-benar menepati janjinya untuk tidak lagi datang ke Sport Padel, sebuah perubahan yang memberikan ketenangan besar bagi Zia yang selama ini merasa terus-menerus berada dalam situasi yang canggung akibat kehadiran mantan kekasihnya tersebut. Namun sebelum benar-benar menghilang dari kehidupan Zia, Ali mengirimkan sebuah pesan terakhir yang menunjukkan kedewasaan dan penerimaan yang tulus atas keputusan gadis tersebut.

"Zia, makasih udah mau jujur dan tegas sama aku. Aku sadar, aku emang salah dulu ninggalin kamu tanpa penjelasan, dan aku juga salah karena terus maksa kembali deket sama kamu meski kamu udah bahagia sama orang lain. Semoga kamu dan Baska langgeng ya," tulis Ali dalam pesan tersebut, sebuah kalimat perpisahan yang penuh kedewasaan dan tanggung jawab atas kesalahan yang pernah dia lakukan.

Membaca pesan tersebut, Zia merasakan kelegaan yang begitu mendalam, menyadari bahwa babak masa lalunya bersama Ali akhirnya benar-benar tertutup dengan cara yang baik, tanpa dendam atau kebencian yang tersisa di antara mereka berdua. "Makasih juga, Ali. Semoga kamu juga nemuin kebahagiaan kamu sendiri ke depannya," balas Zia dengan tulus, memberikan penutup yang damai bagi hubungan masa lalu yang sempat begitu menyakitkan tersebut.

Dengan berakhirnya babak tersebut, Zia merasa jauh lebih ringan, tidak lagi harus khawatir mengenai kemungkinan pertemuan tak terduga dengan Ali yang selama ini menjadi sumber ketegangan dalam hubungannya dengan Baska. Dia segera membagikan kabar tersebut kepada Baska, berharap bisa memberikan ketenangan penuh bagi kekasihnya tersebut.

"Mas, Ali udah kirim pesan perpisahan, katanya dia bakal berhenti dateng ke sini dan udah nerima keputusan aku. Sekarang beneran udah selesai semuanya," tulis Zia dengan penuh kelegaan, menyampaikan kabar baik tersebut kepada Baska yang telah lama menantikan penyelesaian dari situasi yang cukup menegangkan tersebut.

Membaca kabar tersebut, Baska merasakan beban besar yang selama ini menghantui pikirannya perlahan mulai terangkat. "Alhamdulillah, Zia. Makasih ya udah berjuang keras nyelesain semua ini. Aku janji, mulai sekarang aku bakal lebih percaya dan nggak akan gampang cemburu lagi."

Percakapan tersebut menandai titik balik penting dalam hubungan mereka, sebuah momen di mana kepercayaan yang sempat begitu terguncang akibat berbagai kesalahpahaman mulai menemukan jalan untuk pulih sepenuhnya. Malam itu, Baska mengajak Zia untuk bertemu langsung, ingin merayakan penyelesaian konflik tersebut sekaligus menegaskan kembali komitmen mereka satu sama lain.

Mereka berdua bertemu di taman yang sama, tempat yang telah menyaksikan berbagai momen penting dalam perjalanan hubungan mereka, mulai dari pengakuan cinta pertama, kecemburuan yang muncul, hingga kini penyelesaian dari konflik besar yang sempat mengancam keutuhan hubungan mereka tersebut.

"Zia, aku pengen minta maaf lagi soal sikap aku beberapa minggu terakhir. Aku sadar, aku terlalu gampang curiga dan itu nggak adil buat kamu," ujar Baska dengan penuh ketulusan, mengakui kesalahannya secara terbuka di hadapan Zia.

"Aku juga minta maaf, Mas, karena kurang tegas dari awal soal Ali. Tapi aku seneng banget kita berdua bisa lewatin ini bareng-bareng, dan sekarang jadi lebih kuat lagi hubungan kita," jawab Zia dengan senyum tulus, merasakan kebahagiaan yang begitu mendalam menyaksikan bagaimana hubungan mereka berhasil bertahan dan bahkan semakin kokoh setelah melewati ujian besar tersebut, sebuah kekuatan yang akan menjadi fondasi penting bagi perjalanan cinta mereka selanjutnya menuju babak yang jauh lebih indah dan penuh harapan.

Baska menggenggam kedua tangan Zia, menatap matanya dengan penuh ketulusan. "Zia, aku janji, mulai sekarang aku akan lebih terbuka soal perasaan aku, apapun itu. Aku nggak mau lagi ngejauh diem-diem kayak kemarin, karena itu cuma bikin kita berdua sama-sama menderita."

"Aku juga janji, Mas. Aku akan selalu jujur dan terbuka soal apa pun yang terjadi dalam hidup aku, termasuk hal-hal kecil sekalipun," jawab Zia dengan penuh keyakinan, mengikrarkan komitmen baru yang lahir dari pelajaran berharga yang telah mereka dapatkan bersama selama masa-masa sulit tersebut.

Mereka berdua duduk berdampingan di bangku taman tersebut, menikmati angin malam yang berembus sejuk, merasakan kelegaan dan kebahagiaan yang begitu mendalam setelah berhasil melewati salah satu ujian terberat dalam perjalanan cinta mereka, sebuah ujian yang meski begitu menyakitkan, pada akhirnya berhasil membuat ikatan mereka menjadi jauh lebih kuat dan matang dibandingkan sebelumnya.

"Zia, kalau dipikir-pikir, mungkin semua kesalahpahaman ini justru jadi pelajaran penting buat kita berdua ya. Kita jadi lebih ngerti gimana caranya saling percaya dan komunikasi dengan lebih baik," ujar Baska sambil tersenyum, merenungi kembali perjalanan panjang yang telah mereka lalui bersama sejak awal kesalahpahaman tersebut muncul.

"Bener banget, Mas. Aku jadi belajar, ketegasan itu penting banget buat jaga hubungan yang sehat, bukan cuma sekadar ramah ke semua orang tanpa batasan yang jelas," jawab Zia dengan penuh kesadaran, mengungkapkan hikmah yang telah dia petik dari seluruh pengalaman tersebut, menandai kematangan baru yang mereka berdua capai bersama dalam perjalanan cinta yang penuh dengan berbagai pembelajaran berharga tersebut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!